
"Gie...! Mama dan Geffie ingin pergi shopping, apa kau tidak mau ikut????" Tanya Maysa pada putri sambungnya itu yang tengah mengunyah sandwich nya.
"Tidak Ma, Gie dirumah saja"
Maysa tersenyum. "Ya sudah, kau di rumah bersama Papamu Mamay dan Geffie hanya sebentara saja kok....!"
Mereka melanjutkan sarapannya dan ketika sudah selesai, Gienka membantu Maysa untuk mengambil piring serta gelas yang digunakan ke dapur. Hal yang sering mereka lakukan ketika selesai sarapan. Ada pelayan tetapi baik Gienka ataupun Maysa mencoba meringankan tugas pelayan yang sudah membersihkan rumah. Dan itu bukan jadi masalah untuk Gienka. Meskipun dia dibesarkan oleh keluarga yang kaya raya, tetapi dia diajarkan untuk tetap bersikap seperti orang pada umumnya, dimanjakan iya, tetapi bukan berarti dia bisa memanfaatkan kasih sayang yang diberikan oleh orang tuanya dengan seenaknya. Gienka sejak kecil sudah terbiasa di ajari oleh Elea juga Maysa mengenai tugas seorang perempuan yang harus ahli di dapur, mengerjakan urusan dapur itu juga suatu kewajiban. Sehingga sampai saat ini Gienka tidak canggung atau malu membantu membersihkan piring atau sekedar memasak. Terlebih lagi kedua Mamanya juga melakukan hal yang sama, dimana baik Elea ataupun Maysa selalu turun tangan sendiri untuk urusan dapun, pelayan hanya sekedar membantu mereka saja.
Gienka hidup dalam 2 keluarga yang sangat menyayanginya. Dia selalu membagi waktunya untuk kedua keluarganya itu, kali ini memang dia tinggal dirumah Ariel tetapi dia juga akan tinggal di rumah Elea beberapa hari ke depan. Itu sudah dilakukannya sejak dulu, dan tidak pernah ada masalah berat yang terjadi diantara keluarganya karena semua berjalan dengan normal dan baik-baik saja. Sejauh yang Gienka tahu, Danist ternyata adalah kakak dari Ariel. Sampai saat ini Gienka masih belum memiliki jawaban kenapa Mamanya Elea bisa berpisah dari Papanya Ariel kemudian menikah dengan Danist yang adalah kakak dari Ariel. Karena mereka semua tidak pernah mau memberikan jawaban detail kepadanya tentang apa yang terjadi sebenarnya. Terutama Elea dan Danist yang selalu memilih menghindar membicarakan hal itu, dan selalu mengatakan hal yang sama bahwa perpisahan itu terjadi karena ketidakcocokan saja.
Tetapi Gienka sadar bahwa dia semakin tumbuh dewasa dan mulai memiliki pemikiran berbagai hal atau spekulasi versi dirinya sendiri tentang perpisahan kedua orang tuanya dulu. Pernah suatu waktu Gienka mencoba bertanya kepada sang Mama sambung yaitu Maysa, mengenai apakah dulu Mamanya Elea berselingkuh dengan Danist saat masih menjadi istri Papanya Ariel, tetapi jawaban Maysa saat itu membuat Gienka terkejut. Dimana Maysa menjelaskan bahwa Elea adalah perempuan yang sangat baik dan tidak mungkin berselingkuh, mengenai alasan kenapa Elea berpisah dengan Ariel adalah karena ketidakcocokan saja, dan Danist datang ketika mereka sudah berpisah. Jodoh tidak ada yang pernah tahu, siapapun bisa berjodoh dengan orang yang tidak pernah di duga sebelumnya. Begitulah penjelasan Maysa ketika itu pada Gienka. Maysa juga memperingatkan Gienka agar jangan lagi membahas hal itu dengan Elea ataupun Ariel, karena mereka berdua saat ini sudah punya kehidupan masing-masing, dan tidak elok jika membahas masalalu yang sudah berlalu, keadaan saat ini sudah baik-baik saja, karena semua sudah saling memaafkan dan menghormati.
Dengan peringatan itu, Gienka tidak pernah lagi bertanya mengenai hal itu meskipun pertanyaan itu kadangkala muncul di pikirannya. Tetapi Gienka mencoba mengabaikannya karena benar apa yang dikatakan oleh Maysa, bahwa keluarganya sekarang baik-baik saja.
Gienka sangat menghormati Maysa juga Danist, meskipun keduanya hanyalah orangtua sambungnya karena mereka berdua memperlakukannya dengan baik serta menyayanginya. Dari dulu kasih sayang mereka tidak pernah berubah sedikitpun padanya, bahkan meski kini mereka berdua juga sudah punya anak sendiri tetapi tidak ada yang berubah. Mereka berlaku adil kepadanya, dan itu juga yang membuat Gienka tidak ingin membahas masalalu dari orangtuanya, mengingat hubungan mereka sampai detik ini baik-baik saja. Tidak pernah ada sekalipun permasalahan yang membuat kedua keluarganya berselisih paham. Semua berjalan damai dan saling menghormati serta kerjasama untuk kebaikan Gienka. Bahkan kedua keluarga Gienka itu juga sangat menyayangi Geffie ataupun Friddie, sama seperti mereka menyayangi Gienka.
Dan Gienka percaya bahwa suatu hari salah seorang diantara mereka pasti akan menceritakan apa yang dulu terjadi kepadanya, mungkin saat itu mereka berpikir usianya belum tepat untuk mengetahui semuanya dan Gienka sangat faham itu, mengingat di usianya yang masih dibawah 20 tahun adalah usia sensitif dan labil, yang belum bisa sepenuhnya bisa menerima hal-hal yang bersifat sensitif seperti itu.
Hari mulai siang, persiapan pesta ulang tahun Gienka sudah di mulai dimana ada beberapa mobil yang membawa barang-barang untuk dekorasi terparkir di halaman depan rumah Ariel. Para pekerja itu mulai berlalu-lalang dengan kesibukannya, membawa barang-barang ke halaman belakang rumah. Ariel pun juga sibuk untuk mengarahkan mereka.
Gienka yang ada di kamarnya pun turun ke lantai satu ketika tadi dia tidak sengaja melihat beberapa orang di halaman belakang. Gienka turun dengan senyum bahagianya dan dia mencarai Ariel. Papanya sedang berdiri di tepi kolam renang dan Gienka langsung menghampirinya.
"Persiapannya sudah di mulai ya Pa????" Tanya Gienka sambil memeluk Ariel.
Ariel melempar senyumnya dan mengusap rambut putrinya. "Iya, semuanya akan di persiapkan, sore nanti catheringnya juga akan datang.... Kau duduk manis dan lihat saja, oh iya dekorasi ini adalah pilihan dari Elea dan Maysa, jadi jika itu tidak sesuai dengan keinginanmu, jangan protes pada Papa, tapi proteslah kepada kedua ibumu itu....!"
Gienka tertawa. "Hahaha .... Iya deh.... Tapi tenang, Gie tidak akan protes kok, kalian sudah susah payah menyiapkan ini, sangat tidak sopan jika aku memprotesnya...."
Ariel kemudian mengajak Gienka untuk masuk ke rumah dan membiarkan para pekerja itu melakukan pekerjaannya karena dekoratormya sendiri sudah ada disana, dan tadi dia hanya mengarahkan saja akan menghadap kemana pestanya juga di sisi mana. Gienka tersenyum kemudian masih dengan memeluk Ariel, dia berjalan masuk.
Ariel memandangi putrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Gienkanya sudah menjadi gadis yang dewasa, dan mungkin ini adalah saat yang tepat untuknya menjelaskan semua permasalahan yang terjadi antara dirinya dan Elea dulu, mengingat sampai saat ini Gienka belum mengetahui semuanya dengan jelas. Ya, walaupun ada ketakutan di diri Ariel, takut bahwa putrinya akan membencinya setelah mengetahui semuanya. Tetapi Ariel harus tetap menjelaskan semuanya kepada Gienka, selain agar Gienka tahu, Ariel juga berharap Gienka bisa mengambil pelajaran dari semua permasalahan yang dulu pernah terjadi padanya dan Elea. Ariel mengajak Gienka ke ruang kerjanya dan akan berbicara empat mata dengan putrinya itu.