I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 101



"Hai Pap.... Astaga dari mana saja??? Kenapa sejak kemarin sulit sekali di hubungi????" Tanya Kyros pada Aditya yang baru saja menghubunginya melalui panggilan video.


"Apapun dan Aman sedang ada pekerjaan di luar kota dan kemarin sibuk sekali, maaf ya???"


"Tapi apa perlu sampai kalian berdua menonaktifkan ponsel kalian???"


Aditya melempar senyumnya. "Kami memang salah... Tapi bagaimana kabarmu??? Kau sudah sarapan???"


Kyros mengarahkan kamera ponselnya ke sandwich yang ada di tangannya kemudian mengganti menjadi kamera belakang dimana Kyra dan Gienka langsung terlihat, keduanya melambaikan tangannya.


"Kau sedang di apartemen Kyra??? " Tanya Aditya lagi.


"Iya Pap, aku sarapan disini, sekaligus menjemput mereka, Gienka meminta di ajak jalan-jalan..!" Jawab Kyros.


"Baguslah....! Aman mu ingin bicara...!" Aditya memberikan ponselnya ke istrinya yang berada di sebelahnya.


Kyros, Kyra dan Gienka mengobrol dengan Cahya. Kyra dan Kyros masih belum tahu jika ternyata kedua orang tua nya sudah berada disini. Kejutan ulang tahun untuk mereka berdua adalah besok malam, sehingga Cahya, Aditya dan lainnya harus bersabar menunggu besok. Semua rencana kejutan sudah di siapkan, bahkan untuk kue tart sudah di siapkan oleh restoran. Gienka sebenarnya juga ingin menghubungi orang tua nya tetapi dia harus menahan diri, dan nanti saja, toh orang tuanya juga sudah berada disini.


Kyros juga belum memberi tahu siapapun kecuali Zayan mengenai dia di tawari untuk bekerja di perusahaan astronomi terbesar yang ada di negara ini. Bulan depan dia sudah mulai bekerja dan akan meninggalkan California ke Washington. Kyros akan memberitahu itu pada ulang tahunnya nanti, dimana biasa nya dia akan melakukan panggilan video dengan seluruh keluarganya termasuk Kyra. Jadi, besok atau lusa dia akan memberitahu mereka.


"Gue... Bagaimana kau nyaman tidak di apartemen Kyra???" Tanya Cahya.


"Tidurku nyenyak Aunty... Aku sangat merindukan Kyra, ketika bertemu lagi dengannya aku merasa sangat senang sekali...!" Jawab Gienka.


"Baguslah jika begitu... Kapan-kapan giliran Kyra yang harus datang ke Boston...! "


"Tentu saja, Kyra sudah membuat janji denganku bahwa jika ada waktu senggang dia harus menemuiku, begitu juga dengan Ky.. Hehehe...! "


Sampai akhirnya obrolan berakhir, sarapan Kyros, Gienka dan Kyra juga sudah habis. Kyra meminta Kyros agar menunggu nya dan Gienka karena harus mengganti pakaian dan Gienka juga belum mandi.


"Cepatlah kalian bersiap... Biarkan aku yang membereskan piring dan gelasnya...! " Ujar Kyros.


Gienka dan Kyra pergi meninggalkan Kyros di dapur. Lelaki itu langsung memberikan gelas dan piring yang mereka gunakan untuk sarapan tadi.


Sementara itu Camilla berjalan sempoyongan menaiki tangga. Dia merasa pusing sekali karena semalam banyak sekali minum, dan dia tertidur di rumah temannya dan baru saja di antar pulang. Jika saja kemarin dia tidak berjanji pada temannya untuk datang berpesta, Camilla ingin tetap di apartemen dan bertemu Kyros malamnya tetapi Camilla tidak bisa membatalkan janji nya begitu saja pada teman-temannya, itulah kenapa dia tetap pergi meninggalkan apartemen dan baru pulang sekarang.


Sampai di depan apartemennya dengan Kyra, Camilla hampir tersandung dan keningnya terbentur pintu tetapi dia berusaha menyeimbangkan tubuhnya. Camilla mengambil access card di tas nya kemudian masuk ke dalam apartemen. Baru berjalan beberapa langkah, Tiba-tiba Camilla berhenti karena dia mendapati Kyros sedang ada di dapur. "Kyros ada disini???? Astaga.... Dia tidak boleh melihatku dalam keadaan seperti ini, Bila-bila dia tidak mau memperhatikanku...! " Gumam Camilla.


Camilla lekas mauk ke kamarnya dan menutup pintu. Dia tidak mau terlihat berantakan di depan Kyros di tambah lagi dia dalam keadaan pengar setelah semalam banyak minum. Lebih baik dia menghindari Kyros untuk saat ini. Camilla merasa kesal dengan dirinya sendiri.


Kyros menoleh ke belakang ketika mendengar suara pintu di tutup cukup keras. Dia tidak melihat siapapun berada di ruang tengah, sedangkan kamar Kyra sudah tertutup sejak tadi ketika Kyra dan Gienka masuk ke dalam sana. Kyros tidak mau terlalu memikirkan nya, dia kembali melanjutkan mencuci gelas dan akan menunggu Kyra serta Gienka di ruang tengah.


Sampai akhirnya sekitar 15 menit menunggu, Kyra keluar dari kamarnya sendiri dan menghampiri kakaknya yang sibuk dengan ponselnya di ruang tengah. Dia memberitahu Kyros jika Gienka sudah selesai mandi dan tinggal mengganti pakaian saja, lalu mereka bisa pergi.


"Memainkan pintu??? Maksudnya???"


"Tadi saat aku mencuci piring dan kau sudah masuk ke kamarmu bersama Gienka kan??? Saat itu aku mendengar suara pintu di tutup tidak terlalu keras suaranya tetapi aku bisa mendengarnya, apa kau atau Gienka yang melakukannya???"


"Tidak... Kami sejak tadi ada di dalam, mungkin Camilla yang baru datang, aku coba cek...!" Kyra berdiri dan pergi ke depan, ke arah pintu masuk dan ada ruang kecil disana, dinana Kyra dan Camilla atau orang yang datang bisa meletakkan sepatu atau sandalnya disana sebelum masuk ke dalam apartmen.


Kyra melihat ada sepatu yang di pakai Camilla semalam ada disana, berarti benar bahwa Camilla sepertinya sudah datang. Kyra kembali ke ruang tengah. "Camilla yang datang, sepatu nya ada disana...! "


Kyros mengernyit. "Camilla??? Kenapa dia menyelonong masuk begitu saja, kenapa tidak menyapa, padahal aku ada di dapur??? "


Kyra tersenyum. "Mungkin dia tidak tahu kalau kau ada disini, lupakan saja...! "


Kyros menghela napasnya dan kembali fokus pada ponselnya lagi. Benar kata Kyra bahwa dia tidak perlu memikirkannya karena ini apartemen Kyra dan Camilla, mereka berdua bebas melakukan apapun di apartemen ini.


Beberapa menit kemudian. Gienka keluar dari kamar Kyra dan sudah rapi serta terlihat cantik dengan mini dress berwarna biru laut. Kyros terbelalak matanya melihat kecantikan Gienka. Gadis itu memang sangat cantik tetapi kali ini kecantikannya bertambah. Kyros melempar senyumnya memuji Gienka dalam hati.


"Ayo kita berangkat sekarang...! " Ucap Gienka.


"Yuk...! " Sahut Kyra sambil berdiri dan meletakkan majalah yang tadi di baca nya. "Ky....!" Teriak Kyra. "Kenapa malah bengong, ayo...! " Protes Kyra kepada sang kakak yang masih duduk dan justru diam bukannya lekas berdiri dan berangkat.


"Ah sorry sorry... Ayo kita pergi...!" Kyros berdiri.


Sementara itu Kyra menghampiri pintu kamar Camilla dan Kyra setengah berteriak memberitahu Camilla bahwa dia dan Gienka akan pergi. Kyros mengajak Gienka keluar lebih dulu, membiarkan Kyra nanti menyusul mereka ke bawah.


Camilla membuka pintu dan dia menoleh ke segala arah, ternyata hanya ada Kyra. "Nyari siapa Mil??? " Tanya Kyra heran.


"Kyros..! " Jawabnya.


"Oh jadi kau tahu Kyros ada disini?? "


"Eh bukan bukan... Aku awalnya tidak tahu jika ada disini tetapi tadi kalian berdua mengobrol dan aku mendengarnya...! " Jawab Camilla berbohong.


"Oh...! Aku akan pergi ke apartemen Ky, kau akan di apartemen saja atau akan pergi keluar lagi??? "


Camilla menggeleng. "Aku akan disini saja, mau istirahat, kau pergi saja, salam untuk Ky...! "


Kyra menganggukkan kepala nya. "Iya... Kau istirahat saja, aku pergi ya Mil...!"


"Bye...!! " Camilla melambaikan tangannya saat Kyra hendak pergi.


°°^°°