
Kyros terlonjak. "Jadi kau meminta kepada Papa Iel untuk bisa menikahi Geffie???" Tanya Kyros.
"Iya Kak karena menurutku itu adalah cara yang terbaik untuk Aku bisa membuktikan bahwa aku sangat serius dengan Geffie, dan aku ingin mengikat Geffie agar tidak di miliki laki-laki lain, apalagi dia akan tinggal disini dan jauh dariku."
"Pantas saja kalau begitu Papa Iel marah kepadamu, mungkin karena Geffie saat ini masih terlalu muda untuk menikah apalagi Geffie juga sedang merencanakan untuk melanjutkan kuliahnya dan akan berbeda jika kau meminta Geffie pada Papa Iel bukan di saat seperti ini, mungkin setelah Geffie lulus S2 nya sehingga itu bisa membuat Papa Iel baru bisa menerimamu."
"Iya kak, aku tahu tetapi seperti yang aku katakan tadi bahwa aku tetap akan memberi kebebasan kepada Geffie untuk bisa melanjutkan kuliahnya sampai lulus, aku hanya ingin Menjaga Geffie dan karena aku sangat mencintainya sehingga aku tidak mau kehilangan dia."
Kyros memandangi wajah sedih Garviil. Dan dia juga bisa melihat keseriusan di mata laki-laki itU. Kyros juga memaklumi kemarahan dari Papa mertuanya, karena ini pasti hal yang akan sangat mengejutkannya dan Kyros akan coba mencari tahu alasan-alasan lain kenapa mertuanya menolak Garviil.
"Ya Jika kau memang sangat mencintai Geffie, ya mau bagaimana lagi Viil, kau harus sabar menunggu dan juga sabar untuk bisa mengambil hati papa Iel."
"Tapi aku benar-benar ingin menikahi Geffie Kak???"
"Iya itu tadi, kau harus sabar dulu jangan terlalu agresif karena yang ada Papa Iel justru akan semakin marah dan membencimu, itu bisa membuat hubunganmu dengan Geffie akan terhambat tapi ngomong-ngomong apa Geffie sudah tahu kalau kau ingin menikahinya???" Tanya Kyros lagi.
"Belum Kak, aku belum memberitahu Geffie tentang hal ini karena aku berpikir bahwa aku harus meminta izin dulu kepada orang tuanya, jika orang tuanya mengizinkan tentu aku akan memberitahu nya."
Kyros menghela napasnya dan menepuk pundak Garviil. "Ya untuk sekarang kau harus sabar dulu, semua harus dibicarakan secara baik-baik dan aku akan berusaha untuk membantumu dan berbicara dengan Papa Iel, aku juga akan memberitahu Gienka tentang apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Papa Iel tadi malam."
"Terima kasih Kak. Tapi aku minta pada kakak dan juga Kak Gienka agar tidak memberitahu Geffie mengenai hal ini, aku akan pulang hari ini ke boston dengan alasan ada pekerjaan mendadak, aku benar-benar mohon pada Kakak agar kakak tidak menceritakan ini pada Geffie ya??? Aku tidak mau justru malah terjadi keributan antara dia dan juga Om Ariel, mengingat semalam saja dia sudah terlihat kesal karena Om Ariel mengajakku tidur di kamarnya, tolong ya kak sebisa mungkin jangan ceritakan masalah ini???"
Kyros tersenyum. "Kau tenang saja, aku tidak akan memberitahu Geffie tentang apa yang terjadi dan aku akan membicarakan ini dengan Gienka karena biasanya Papa Iel akan melembut jika berbicara dengan Gienka."
"Iya Kak terima kasih."
Garviil menggelengkan kepalanya. "Tidak Kak, aku akan langsung pulang saja, tidak enak jika harus sarapan dengan kalian."
"Oh Ayolah Viil, hanya sarapan saja, kau tidak boleh pergi dengan perut kosong, lagi pula itu akan menimbulkan kecurigaan kalau kau tidak ikut gabung bersama kami. Kau bilang kau tidak ingin membuat Geffie khawatir kan?? Ayo segera Bersiaplah. Aku akan menunggumu di bawah."
Garviil menganggukkan kepalanya kemudian dia mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada Kyros. Garviil akan kembali hari ini ke Boston sesuai dengan permintaan Ariel. Dan benar kata Kyros bahwa mungkin Ariel butuh waktu untuk bisa memikirkan hal itu. Dan Garviil juga senang Kyros dan Gienka mau membantunya menjelaskan kepada Ariel. Garviil sangat berharap ia benar-benar bisa diizinkan untuk menikahi Geffie karena Garviil sangat mencintai dan menyayangi Geffie serta tidak mau perempuan itu bersama laki-laki lain.
Kyros kemudian keluar dari kamar tamu yang ditempati oleh Garviil bersamaan dengan itu dia melihat istrinya sedang menggendong baby Lexia. Kyros pun memanggilnya dan mengajak Gienka masuk sebentar ke kamar mereka lalu Kytros akan meminta Gienka untuk tidak membicarakan mengenai diusirnya Garviil oleh Ariel.
"Jadi Garviil meminta kita untuk tidak memberitahu Geffie dulu." Ucap Kyros pada Gienka,
"Iya, tapi masalahnya apa Sayang??? Kau belum cerita tentang masalahnya tentang apa yang terjadi antara Papa dan Garviil.???"
"Ceritanya sedikit panjang, aku hanya minta itu saja darimu. Dan nanti ketika aku pulang dari kantor. Aku akan menceritakannya kepadamu semuanya. Sekarang sudah jam segini, kita harus segera sarapan kalau tidak aku bisa terlambat ke kantor, nanti aku ceritakan!! Pokoknya kau jangan membahas dengan Geffie tentang diusirnya Garviil. Okay???"
"Iya deh..!!!" Gumam Gienka.
"Sini berikan Lexia kepadaku.." Pinta Kyros kemudian Gienka memberikan bayinya itu kepada suaminya dan mereka keluar dari kamar. Kebiasaan Kyros setia pagi sebelum berangkat ke kantor adalah menggendong dan menciumi baby Lexia. Dan jika dulu dia merindukan Gienka saat di kantor lalu ingin segera pulang untuk bertemu istrinya, kali ini suasananya berbeda karena yang Kyros rindukan bukan lagi Gienka tetapi bayi kecilnya yang cantik dan menggemaskan ini. Kyros sangat bersyukur sekali bahwa Tuhan telah memberikannya hadiah yang begitu istimewa, bayi yang lucu cantik dan menggemaskan.
Dan semua orang pun sudah ada di ruang makan kecuali Garviil yang sepertinya masih bersiap. Ariel duduk diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri dia memandang Geffie yang duduk di depannya sambil menggoda baby Lexia.
Ariel saat ini meletakkan semua pengharapannya kepada Geffie untuk membantunya mengurus perusahaan yang dia miliki di Indonesia karena Ariel tidak mungkin mengharapkan Gienka lagi untuk bisa membantunya. Mengingat Gienka saat ini tinggal di Amerika. Satu-satunya harapan Ariel adalah Geffie dan sekarang justru ada laki-laki yang datang untuk meminta Geffie kepadanya dan laki-laki itu juga tinggal di Amerika sehingga Ariel tidak bisa untuk memberikan restunya kepada Garviil untuk terus berhubungan dengan Geffie karena Ariel takut jika Geffie juga akan ikut suaminya tinggal di sini.
Dan itulah alasan Ariel. Kenapa dia marah kepada Garviil karena Garviil sudah meminta izin kepadanya untuk menikahi Geffie. Sedangkan Garviil juga bekerja di sini sama seperti Kyros sehingga Ariel tidak akan bisa untuk menerima jika kedua putrinya akan jauh darinya. Bagi Ariel cukup Gienka saja yang jauh darinya karena memang Ariel juga tidak bisa menahan Gienka untuk tinggal bersamanya, terlebih lagi Kyros sudah menjadi warga negara ini lalu sekarang ada lagi laki-laki yang ingin meminang Putri keduanya yaitu Geffie dan laki-laki itu juga bekerja di sini. Ariel benar-benar tidak bisa untuk memberikan restunya kepada hubungan Geffie dan Garviil.