I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 76,



Beberapa minggu kemudian....


"Ky.... Kau yakin tidak mau ikut mobil uncle saja??? Supir sudah menunggu di depan loh... Biar kau di antar pulang lebih dulu, gimana???" Tanya Adri pada keponakannya itu. Saat ini mereka sedang berada di bandara dan tengah berjalan ke pintu kedatangan. Kyros, Adri, Chika dan Niall baru sampai ke tanah air setelah menempuh perjalanan hampir 24 jam dari Swiss.


"Tidak usah uncle, Ky naik taksi saja ke rumah, kalian juga pasti lelah jadi langsung pulang saja....!" Jawab Kyros.


"Iya Ky, tidak apa-apa, lagipula masa kita berpisah....!" Protes Chika.


Kyros tersenyum dan menggeleng.


"Surprise sih surprise Ky, tapi ya apa sampai segitu nya kau tidak mau bergabung bersama kami...!" Timpal Adri lagi.


"Bukan begitu uncle, tapi kalian lelah pasti jadi lebih baik langsung pulang saja, Ky tidak apa-apa pulang sendiri dengan taksi....!"


Adri dan Chika saling berpandangan. "Baiklah kalau begitu, di paksa pun jawabanmu pasti sama saja...!" Ujar Adri.


Mereka pun kembali berjalan keluar dari bandara. Adri membiarkan Kyros untuk naik taksi lebih dulu. Kyros akhirnya mendapat taksi dan memasukkan koper miliknya ke bagasi, Kyros pun berpamitan dan pulang sendiri. Sedangkan Adri, Chika dan Niall sudah di tunggu oleh supir.


Di dalam taksi, Kyros tersenyum sendiri. Orang-orang di rumahnya tidak ada yang tahu jika dia ikut pulang bersama Uncle dan Aunty nya. Kyros ingin memberi kejutan pada keluarganya. Pada akhirnya setelah berpikir cukup panjang, dia memutuskan untuk menikmati liburannya di rumah bersama keluarganya, setelah tahun kemarin dia tidak pulang. Justru keluarganya yang datang untuk menengoknya, padahal mereka ingin sekali Kyros bisa pulang untuk beberapa hari saja. Kyros sebenarnya juga sangat merindukan keluarganya, terutama Amamnya yang selalu berharap agar Kyros setidaknya memiliki waktu untuk pulang. Semoga dengan kedatangannya ini, seluruh keluarganya bisa senang.


Selain keluarganya, Kyros juga sangat rindu pada Gienka. Gadis cantik dan ceria yang sangat dia cintai sebenarnya tetapi sampai saat ini dia tidak pernah mengatakannya. Kyros ragu dan merasa mungkin saat ini masih belum waktunya untuk mengatakan itu, karena mereka sama-sama di sibukkan dengan sekolah mereka. Kyros juga takut tidak bisa membagi waktunya dengan baik, mengingat dia adalah orang yang suka terfokus pada satu hal dan sering mengabaikan hal lainnya ketika sedang serius. Takut jika Gienka nanti merasa di abaikan, yang justru akan memperburuk keadaan. Dan lebih baik untuk sekarang, mereka berteman saja. Kyros yakin Gienka juga akan senang dengan kedatangannya.


****


.


Setelah menempuh perjalanan dari bandara ke rumahnya sekitar 1,5 jam. Sampailah Kyros di rumah. Kyros turun di depan rumahnya dan supir taksi membatunya mengeluarkan dua koper miliknya. Setelah membayar, Kyros berjalan dan mengetuk pintu pagar rumahnya, tak lama security membuka sedikit gerbang kayu yang tinggi itu untuk melihat siapa yang datang. Ada keterkejutan di wajah security itu ketika menyadari kedatangan Kyros. "Tuan Muda...! Anda pulang? Kok sendirian???" Tanya nya.


Kyros tersenyum. "Iya pak...! Saya naik taksi... Apa di rumah ada orang???" Tanya Kyros.


Security itu bergegas membantu Kyros membawa kopernya. "Di rumah tidak ada siapa-siapa, tuan besar sedang di kantor bersama pak Aditya, Nyonya juga pergi, bu Cahya juga di kantor, nona Kyra belum pulang dari sekolah...!"


"Iya ya, masih jam segini, mereka pasti masih di luar...!"


"Tuan muda kok tidak minta di jemput??" Tanya security itu.


"Tidak ada yang tahu kalau saya akan pulang, ingin mengejutkan orang di rumah.. Bantu bawa sampai kamar ya pak???" Pinta Kyros.


Kyros dan security rumahnya langsung bergegas masuk ke dalam. Tidak hanya security, ART Kyros juga terkejut melihat kedatangan Kyros. Dan dia belum membersihkan kamar Kyros karena tidak tahu jika Kyros pulang. Setiap hari juga sudah di bersihkan tetapi biasanya jika Kyros pulang, dia akan mengganti spreinya, meskipun tidak pernah di tiduri oleh siapapun.


"Tidak apa-apa Mbak, Mbak Tina bisa menggantinya sekarang, saya juga mau mandi, lengket semua, ganti saja sekarang...!" Ucap Kyros.


"Baik Tuan... Srkali lagi saya minta maaf, Ibu atau bapan tidak memberitahu jika tuan akan pulang, kalau begitu saya kan bisa menggantinya dari kemarin...!"


"Ya bagaiamana mau memberi tahu, saya saja tidak bilang jika akan pulang...! Saya akan mandi di kamar Kyra saja, rapikan kamar saya dulu, kalau sudah nanti mbak Tina bisa panggil saya...! Jangan bilang pada siapa-siapa ya mbak kalau saya pulang...!"


Art Kyros itu mengangguk. Dia akan membuatkan jus untuk Kyros lebih dulu baru, mengantarnya ke kamar Kyra, baru setelah itu akan membersihkan kamarnya.


Sementara itu, Kyros dan security nya naik ke lantai dua, dimana kamarnya berada. Kyros masuk ke kamarnya dan mengambil pakaiannya di lemari sebelum dia pergi ke kamar Kyra untuk bersih-bersih badan dan beristirahat sebentar menunggu kamarnya di bersihkan. Kyros mengucapkan terima kasib pada securitynya dan meminta agar jangan memberitahu siapapun jika dia datang. Securitynya mengangguk lalu berpamitan untuk turun dan berjaga lagi di depan. Security yang ini serta Art di rumahnya sudah ada sejak dia masih kecil, bahkan sebelum dia lahir mungkin dan mereka masih setia dengan keluarganya sampai saat ini, bahkan sudah di anggap bagian dari keluarga ini, itulah kenapa Kyros sendiri cukup akrab dengan mereka.


Kyros melihat sekeliling kamarnya, dia tersenyum karena tidak ada yang berubah dan masih sama, bahkan terlihat seperti tidak pernah di tinggalkan. Setelah mengambil pakaiannya, Kuros langsung menuju kamar Kyra untuk mandi disana.


*****


Setelah mandi dan berganti pakaian, Kyros duduk di atas tempat tidur adiknya itu dan meminum jus semangka yang ada di atas meja. Jam sudah menunjukkan pukul tiga tetapi sepertinya Kyra belum juga kembali dari sekolahnya. Kyros kembali tersenyum ketika dia mendapati dua frame foto yang terpajang di atas meja. Ada foto masa kecilnya dengan Kyra, itu sepertinya adalah foto ketika dia dan Kyra ada di sebuah taman yang terletak di kompleks perumahan ini.




Kyros mengambil kedua frame itu dan tertawa. "Aku kakaknya, tetapi dia lebih tinggi dariku sejak dulu... Beruntungnya sekarang aku bisa mengimbanginya hahaha!!" Gumam Kyros sambil tertawa.


Sebuah ketukan pintu mengalihkan Kyros. "Tuan muda, kamarnya sudah siap... Oh iya, Tuan muda mau makan apa??? Biar saya siapkan??? Nona Kyra sepertinya sebentar lagi akan pulang..!"


"Terima kasih ya mbak, eh saya sedang tidak ingin makan, nanti antarkan saja buah ke kamar, saya ingin istirahat saja, jangan katakan apapun pada Kyra, nanti aku akan mengejutkannya ketika Amam, Apap dan Oma Opa juga sudah pulang..!" Ucap Kyros.


"Baik Tuan muda, saya permisi...!"


Kyros meninggalkan kamar Kyra dan menuju kamarnya. Dia akan beristirahat karena sepertinya dia jetlag, tidur sebentar akan membuatnya merasa lebih baik.


****