I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 304



Setelah makan malam, Gienka dan Kyros pergi ke belakang. Mereka duduk santai di tepi kolam renang yang ada di bagian belakang rumah mereka. Mereka sering bersantai disana sebelum pergi tidur jika Kyros tidak ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Kolam Renang berada di dalam rumah sehingga mereka tidak harus mengkhawatirkan kondisi cuaca pada malam hari, panas ataupun hujan.


Kyros sudah berjanji pada Gienka untuk membahas obrolan mereka siang tadi. Kyros tentu tidak bisa mengabaikan keinginan istrinya. Dia begitu mencintai Gienka dan tidak ingin Gienka menjadi stres karena terus memikirkan mengenai kehamilan, meskipun dia sama sekali tidak pernah menuntut agar istrinya itu bisa segera hamil. Tetapi Gienka orang yang tidak bisa di hentikan ketika memiliki suatu keinginan dan harus di turuti ataupun di beri pengertian. Hal ini juga hampir sama dengan saat Gienka mengajaknya untuk segera menikah tanpa mau memberi banyak waktu.


Mereka duduk di kursi santai yang ada di tepi kolam renang sambil menikmati secangkir kopi yang menjadi kesukaan kedua nya. Kyros tersenyum memandangi wajah istrinya yang begitu cantik meskipun tanpa make up tebal. Salah satu hal yang paling membahagiakan bagi Kyros adalah kebahagiaan di wajah Gienka. Dia selalu bersyukur memiliki istri yang begitu luar biasa seperti Gienka. Cantik, pandai memasak, cerdas, tidak pernah lalai dalam melakukan tugas sebagai seorang istri dan Gienka juga begitu mencintai nya. Siapapun lelaki yang memiliki pasangan seperti itu, pasti akan bahagia sekali.


"Kenapa senyum-senyum???" Tanya Gienka.


"Kau cantik sekali..." Puji Kyros.


"Kau setiap hari mengatakan itu, dan jika kita sudah tua, kau pasti tidak akan mengatakan itu lagi.. "


"Tidak... Kalaupun kau sudah tua, tetapi wajahmu tetap akan selalu cantik, aku sudah memberi mu uang bulanan yang banyak, jadi lakukan apapun agar kau bisa selalu tampil cantik untukku, hanya untukku saja... Kau lihat saja Amam, di usia nya yang hampir setengah abad, tidak ada yang berubah darinya, begitu juga dengan Oma, masih cantik, kerutan di wajah Oma tidak mengurangi kecantikannya, kau pun pasti akan sama seperti Amam dan Oma nanti. Aku menjamin nya. Hehehe.. "


Kyros meraih jemari Gienka dan mencium kedua punggung tangan istrinya itu dengan penuh cinta. Belahan jiwa nya, cinta pertama dan terakhirnya. "Aku sudah berjanji padamu saat kita makan siang tadi bahwa kita akan membicarakan mengenai keinginanmu untuk promil.."


Gienka mengangguk. "Ya.... Bagaimana apa kau akan setuju???" Tanya Gienka langsung.


"Bolehkah aku mengutarakan pendapat ku???? Tapi aku harap kau tidak marah dulu.. "


"Ya, katakan saja... Sharing adalah sesuatu yang sangat penting dalam obrolan suami istri... " Ujar Gienka.


"Satu bulan ke depan, aku akan sangat sibuk sekali bahkan mungkin akan pulang larut setiap harinya, dan aku rasa tidak hanya satu bulan ke depan, tetapi beberapa bulan ke depan juga... Bukan aku tidak setuju dengan ide mu untuk melakukan promil seperti bayi tabung dan sebagainya, aku sangat setuju sekali asal itu bisa membuat kita berdua bahagia dengan kehadiran bayi di rumah tangga kita..." Ujar Kyros kemudian dia kembali mengecup punggung tangan Gienka dengan lembut. Sementara istrinya tampak mendengarkan dengan seksama. Gienka ingin mengucapkan sesuatu tetapi Kyros menahan istrinya itu dengan mengangkat jari telunjuk nya dan meletakkan di depan bibirnya. Memberi kode pada Gienka agar tidak berbicara dulu sebelum dia menjelaskan segala nya.