
Gienka keluar dari kamar mandi, dan dia baru saja selesai membersihkan make up dari wajahnya. Acara resepsi pernikahan Kyra dan Axel sudah selesai. Sekarang dia dan Kyros kembali ke villa berbeda. Dimana villa ini adalah milik Ariel yang letaknya tidak jauh dari villa tempat acara resepsi Kyra dan Axel. Villa ini juga memiliki pantai pribadi di belakang. Sebenarnya Gienka ingin di hotel tempat dimana yang lainnya menginap tetapi Ariel menyuruhnya untuk tinggal di villa saja, agar Gienka juga punya waktu untuk menikmati liburan nya bersama Kyros. Dan mereka akan kembali ke Jakarta lusa nanti.
Sebenarnya Ariel meminta agar Gienka dan Kyros tetap berada di villa dan pulang bersama dengan Kyra dan Axel nanti nya. Akan tetapi Gienka menolak dan akan disini selama dua hari dua malam saja. Gienka ingin menghabiskan waktu nya bersama keluarga nya, apalagi schedule yang sebelumnya diatur akan tinggal di jakarta sekitar sepuluh hari harus di ubah karena dia dan Kyros harus ikut pergi ke Yunani untuk bulan madu, yang artinya waktu dengan keluarga nya juga sedikit. Jadi Gienka ingin memanfaatkan itu semua untuk bersama mereka.
"Sayang.,.??? Apa kau ingin kopi??" Tanya Gienka mendekati suami nya yang sedang duduk menatap layar laptop nya.
Kyros menoleh ke belakang, lalu tersenyum. "Kau sudah selesai membersihkan make up mu???"
"Sudah.... Apa kau ingin aku membuatkan kopi atau teh???" Tanya Gienka lagi sambil duduk di atas paha Kyros dan melingkarkan kedua lengannya di leher suami nya itu.
"Aku sudah terlalu banyak minum tadi, perutku juga kenyang, kau istirahat saja dulu, aku harus mengecek beberapa email dan pekerjaan.. "
"Aku belum mengantuk sebenarnya, aku akan menonton televisi saja, kau selesaikan pekerjaanmu..."
Kyros mencium pipi istrinya dengan gemas. "Bagaimana perasaanmu tentang hari ini???" Tanya nya pada Gienka.
"Aku happy.... Sahabatku akhirnya menemukan belahan jiwa nya, dia sangat cantik sekali, dan terlihat bahagia, walaupun tadi sempat panik sebelum akad."
"Memangnya dulu kau tidak panik???." Tanya Kyros lagi.
Gienka menggeleng. "Tidak sama sekali.... Biasa saja.. "
"Kenapa biasa saja???"
"Karena ya kita berdua tidak akan melakukan apapun setelah menikah, aku masih akan tidur sendiri karena kau harus bekerja sepanjang malam, tidak ada malam pertama jadi aku tidak merasa deg-degan harus melayani suamiku di malam pengantin... "
Jawaban Gienka itu membuat Kyros tertawa terbahak-bahak mendengar. "Hahahaha.... Kau ini, dasaar.....!!! Kenapa bisa berpikir seperti itu, jadi kau pikir Kyra panik karena memikirkan malam pertama nya??? Hahaha.. "
"Bisa saja karena hal itu... "
"Kau ini, bisa-bisa nya berpikir seperti itu...!!! Hahaha konyol sekali...! Justru pihak pria yang biasanya menghadapi kesulitan sebelum akad, mereka takut salah berucap, entah nama calon istrinya, atau nama ayah calon istrinya dan jumlah mas kawin nya, apalagi namamu panjang sekali, Annora Gienka Fransisca Harsha binti Andi Ariel Harsha dengan mas kawin tersebut di byar tunai.." Kyros mencoba mengulang bagaimana dulu dia ijab kabul. "Kau tahu bahwa aku harus ratusan kali latihan agar lancar... Apalagi pernikahan yang hanya disiapkan dalam satu minggu... Ahh ya ampun...."
Gienka mencubit pipi suami nya. "Diiihhh di ulang lagi... "
"Aku sudah bilang agar bawa tulisan saja, kenapa tidak mau.. "
"Lebih afdol saja kalau di hafalkan... Nanti di kira aku tidak hafal nama calon istriku...!" Kyros mengecup bibir Gienka.
"Tapi kau berhasil melakukannya dengan baik, dalam sekali ucap... " Gumam Gienka.
"Dan satu kali tarikan napas... " Sahut Kyros.
Gienka tersenyum, diam membeIai kepala Kyros dengan lembut. "Aku senang sekali bisa menjadi istrimu, aku berpikir bahwa aku adalah perempuan paling bahagia di dunia ini... Aku ingin selalu bisa menghabiskan waktu denganmu selama nya. Jika nanti pada akhirnya kita memiliki anak, kau ingin berapa anak???" tanya Gienka.
Kyros tersenyum. "Aku tidak ingin menuntut apapun darimu, kau adalah pemilik tubuhmu, kau sendiri yang akan mengambil keputusan, kau ingin anak berapa dan kapan kau siap, aku yang akan bekerja membuatnya dan Tuhan yang akan mengeksekusi nya nanti.. Berapapun terserah, ambillah keputusan untuk kebaikanmu, kalaupun kau tidak menginginkan anak, aku juga tidak masalah.. "
Gienka menggelengkan kepala nya. "Kebahagiaan dan kesempurnaan sebuah keluarga adalah saat ada kehadiran anak, selain membuat kita semakin bahagia, anak kita kelak juga bisa berguna untuk keberlangsungan kehidupan di dunia ini, dia akan bermanfaat untuk banyak orang jika kita mendidiknya dengan baik dan penuh cinta, dan jika kita tidak memiliki anak, siapa juga yang akan mendoakan kita jika kita meninggal nanti??? Doa anak adalah hal utama yang di butuhkan oleh orang tuanya ketika meninggal, baru setelah itu doa dari keluarga nya... Aku tentu sangat menginginkannya suatu hari nanti, sekarang aku hanya ingin memberikan waktuku untukmu lebih dulu baru setelah itu membagi nya untuk anak kita..."
Kyros tersenyum. "Lalu kau ingin punya berapa anak???" Tanya nya lagi.
Gienka mendongak menatap langit-langit seolah berpikir sesuatu, tetapi beberapa detik kemudian memandangi wajah tampan suami nya lagi. "Hmmmm.... Mungkin lucu sekali jika kita punya anak kembar.... Seperti kau dan Kyra, mengingat kau punya Gen kembar, jadi ada kemungkinan untuk memiliki anak kembar hehehehe.. "
Kyros tersenyum. "Amam dan Apap tidak memiliki gen kembar sebelumnya, tetapi mereka bisa memiliki diriku dan Kyra, mereka juga tidak program anak kembar, tapi tentu itu adalah sebuah rejeki yang di bagikan oleh Tuhan, dan kalaupun memiliki gen kembar, belum tentu juga bisa punya anak kembar, akan tetapi jika kau menginginkannya, kita bisa pergi konsultasi ke dokter untuk program itu.. "
"Itu hanya keinginan saja, kalaupun tidak kembar juga tidak apa, aku ingin dua atau tiga anak..." Ujar Gienka.
Kyros terkekeh dan kembali mengecup bibir Gienka. "Berapapun keinginanmu, kita akan berusaha ber sama-sama dan pasrah kepada Tuhan..."
Gienka mengangguk-anggukkan kepala nya. "Nanti aku ingin kita mencari nama yang bagus dan ada unsur langitnya, karena ayahnya suka sekali dengan langit, dan aku tahu banyak sekali benda langit yang punya nama bagus...!! Nama mu dan Kyra juga memiliki arti Matahari, sedangkan nama Amam dan Apap jika di gabungkan juga artinya Cahaya Matahari, Cahya berarti Cahaya, Aditya artinya adalah Matahari.. Dan nama Mama Elea juga memiliki arti Cahaya, dan namaku jika dari bahasa Kelt memiliki arti Peri, dan Peri adalah bidadari yang tinggal di langit, pokoknya nama anak kita nanti harus berhubungan dengan langit. Boleh???" Tanya Gienka.
Kyros tertawa. "Hahaha tapi namamu di ambil dari bahasa Yunani yang artinya Putri seorang bangsawan, dan kau memang seorang putri dari bangsawan yang cantik sekali." Kyros menyelipkan rambut Gienka di belakang telinga istrinya dan tersenyum. "Tentu saja boleh jika kau ingin nanti anak kita di beri nama yang memiliki unsur benda langit, kita berdua akan mencari nama yang cocok nanti.. "
Gienka memeluk Kyros. Dia benar-benar bahagia sekali, dan saat ini ingin selalu menghabiskan waktu dengan suami nya. Hingga nanti dia sudah siap untuk menjadi seorang ibu, lalu akan mencurahkan seluruh cinta dan hidupnya untuk suami dan anak-anaknya.