I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 274



Di tengah malam, Cyntia terbangun ketika mendengar bel rumahnya di tekan oleh seseorang. Dia juga mendengar ada suara orang yang memanggilnya. Cyntia merasa kesal sekali, siapa malam-malam yang bertamu ke rumahnya. Seperti orang yang tidak memiliki adab sama sekali.


Cyntia membuka pintu dan ternyata di depan pagar rumahnya dia melihat ada dua orang perempuan berdiri serta dua laki-laki yang Cyntia tahu adalah petugas keamanan komplek perumahan tempat tinggalnya serta ketua RT setempat. Cyntia bersama Mama nya keluar karena takut.


"Ibu Cyntia...." Panggil salah seorang dari mereka.


"Ada apa???? Siapa kalian??? Di malam buta seperti ini datang bertamu???" Tanya Mama Cyntia dengan kesal.


"Bisakah kami masuk??? Ada hal yang perlu kami bicarakan, tidak perlu takut, ada pihak keamanan kan disini dan kami juga bersama pak RT.. " Ucap salah seorang perempuan itu.


"Ada apa memangnya??? Ini sudah malam, bisakah besok saja datang kesini???" Tanya Cyntia.


"Biarkan kami masuk dulu.. Bolehkan..? Tidak akan lama.. "


Cyntia memandang Mama nya dan Mama nya mengangguk. "Baiklah masuklah... Tetapi kami sedang beristirahat setidaknya selesaikan dengan cepat apa tujuan kalian.. " Ucap Cyntia. Keempat orang itu akhirnya di persilahkan masuk ke dalam rumah Cyntia.


Sampai di dalam rumah Cyntia. Mereka di persilahkan duduk. Sebenarnya Cyntia sangat enggan dan bisa saja mengusir mereka karena ini sudah malam, tetapi dia tidak mau berurusan lebih panjang apalagi ada ketua RT yang juga ikut.


"Katakan apa yang ingin kalian lakukan di rumah kami malam-malam begini.. ??" Tanya Mama Cyntia.


"Kami dari kepolisian, dan kami mendapatkan laporan ada seseorang yang kehilangan kontak dan komunikasi dengan anaknya, dan juga tidak pernah di ijinkan masuk kesini untuk menemui anaknya itu... Selain itu kami juga mendapatkan laporan bahwa para tetangga seringkali mendengar suara teriakan dari dalam rumah ini, tetapi anda berdua tidak pernah mengijinkan pihak keamanan dan juga pak RT serta yang lainnya mengecek apa yang terjadi disini... Jadi mereka meminta bantuan kami untuk mengecek apa yang terjadi disini... "


Cyntia tersenyum. "Apa maksud anda???" Tanya Cyntia. "Kami hanya tinggal berdua saja, anak kami sedang ke luar negeri, dia ada bersama suami saya disana.. " Jawab Cyntia lagi. "Benarkan Ma???" Cyntia menoleh memandang Mama nya.


"Ahh iya... Kami hanya tinggal berdua disini, itulah kenapa kami tidak mengijinkan bapak-bapak masuk termasuk pak Rt.. "


"Kalau begitu ijinkan kami untuk memeriksa nya sendiri???" Tanya polisi perempuan itu.


"Silakan kalau tidak percaya... Bisa di cek sendiri jika disini tidak ada apapun atau orang yang kami sembunyikan.. " Ucap Mama Cyntia. Dia mencoba untuk bersikap biasa saja meskipun ada ketakutan yang melanda nya. Hal yang smaa juga di rasakan Cyntia.


Akhirnya polisi dan pihak keamanan serta RT mulai memeriksa setiap ruangan yang ada di rumah Cyntia itu untuk menemukan Celia. Sudah satu bulan lebih Theo tidak bisa bertu dengan Celia dan Cyntia sama sekali tidak memberikan akses untuk bisa di ijinkan masuk ke dalam rumah ini. Selalu saja ada banyak alasan yang di ucapkan Cyntia mengenai keberadaan Celia. Sedangkan Theo sangat mengkhawatirkan putrinya itu. Dan dia juga pernah mendatangi RT perumahan ini untuk memberitahu tentang masalah yang di hadapi nya dengan Cyntia. Dan yang justru di dapatkan Theo adalah informasi dimana para tetangga sering mendengarkan suara perempuan berteriak tetapi saat di datangi, Cyntia selalu mengelak dan laki-laki mengucapkan berbagai hal untuk membuat warga pergi. Sehingga akhirnya mereka sepakat untuk melaporkan masalah ini ke polisi agar bisa di bantu untuk memeriksa kondisi rumah ini dan dimana keberadaan Celia. Theo benar-benar takut sekali serta khawatir dengan kondisi Celia saat ini.


Mereka mulai memeriksa setiap ruangan yang ada di rumah Cyntia. baik itu di lantai satu dan juga lantai dua. Dan disaat itu juga datang lagi beberapa polisi lain bersama dengan Theo juga. Mereka menunggu di luar karena takut jika ada Theo, mereka tidak akan mndi ijinkan untuk masuk.


Melihat ada Theo, Cyntia dan Mama nya langsung merubah ekspresi mereka menjadi marah tetapi mereka tetap menjaga sikap di depan polisi. Theo hanya membalas tatapan tajam kedua orang itu. Batas kesabaran nya sudah habis, dan dia benar-benar ingin mengetahui nasib Celia dan keberadaan putrinya itu.


"Kita sudah memeriksa semua nya... Tidak ada Celia disini.. " Ucap salah seorang polisi.


"Kami sudah bilang bahwa Celia ada di luar negeri, kenapa anda semua tidak percaya???" tanya Cyntia.


"Aku sangat yakin mereka pasti menyembunyikan Celia di suatu tempat..... Dan suara teriakan itu pasti dari Celia... Mereka ini sangat pandai berbual... " Sahut Theo.


"Aku sudah sering memberitahumu Theo, bahwa aku mengirim Celia u ke luar negeri supaya dia bisa bekerja disana dan melanjutkan lagi kuliahnya.. "


"Dimana pun dia pasti dia akan menghubungiku... Dia hafal nomor kontak ku, dia pastia akan melakukannya... Jika dia tidak menghubungiku se lama ini itu artinya da sesuatu yang sedang terjadi... Kalian pasti telah mengancamnya dan melakukan kegilaan kepada nya.. "


"Terserah kau saja kalau tidak percaya.. " Ucap Cyntia dengan kesal.


"Jangan khawatir pak Theo, kami akan membawa mereka berdua ke kantor polisi untuk di periksa dan apakah benar putri bapak ada di luar negeri.. Anda berdua harus ikut kami untuk di periksa di kantor.. " Ucap polisi.


"Tidak bisa dong pak, kami tidak melakukan kesalahan.. " Cyntia membela diri.


"Kalau begitu bisakah anda menghubungi putri anda sekarang supaya masalah ini lebih jelas... "


"Ini tengah malam, dia pasti sudah tidur... Tidak sopan sekali menghubungi orang malam-malam.. " Bantah Mama Cyntia.


Dan tiba-tiba saja terdengar sebuah teriakan dari seorang perempuan. Membuat semua orang terkejut. "Itu sudara Celia.. " Ucap Theo. Dan polisi bergegas untuk mencari suara itu. Cyntia dan Mama nya langsung terlihat ketakutan. Mereka mengernyit kenapa bisa Cia berteriak padahal tadi mereka sudah memberi obat tidur pada Celia.


"Gawat.. " Gumam Cyntia.


"Amankan Mereka berdua...!!!" Teriak salah seorang polisi memberi arahan kepada anggota nya agar mengamankan Cyntia dan Mama nya. Sementara yang lain langsung mencari dimana suara itu berasal.


Dan teriakan itu terus terdengar. Teriakan seperti orang yang sedang kesurupan. Hingga akhirnya mereka melihat sebuah pintu kecil di bawah tangga lantai dua menuju lantai tiga. Polisi langsung membuka nya, dan hanya gelap tetapi kemudian mereka menemukan tombol untuk menyalakan lampu. Dan lampu menyala. Mereka terkejut ketika menemukan seorang perempuan terikat dan terkapar di lantai.


"Celia....!!!" Seru Theo yang langsung membungkuk untuk masuk ke dalam ruangan yang sempit itu. Kaki dan tangan Celia terikat. Dan tergeletak di lantai. Badan Celia begitu kurus dan tatapan Celia kosong, dan badannya begitu banyak bekas luka. Celia seperti orang yang di siksa. Dan bau tidak sedap menguar di dalam ruangan kecil itu, bercampur seperti bau kencing dan kotoran, Celia sangat berantakan seperti orang yang tidak terawat, sangat memiriskan. Melihat kondisi putrinya yang mengenaskan, Theo meminta polisi membawa nya keluar. Celia harus segera di bawa ke rumah sakit.


"Celia.... Sayang... Kau kenapa nak???" Tanya Theo tetapi Celia kembali berteriak dan seperti tidak mengenali Theo. Polisi membantu Theo mengeluarkan Celia dari ruangan itu.