
"Tetapi kau tidak boleh tetap memendamnya, jika dia sudah terlihat lebih baik katakan saja, ditolak atau diterima itu tidak penting, setidaknya niatmu tersampaikan, kalau ditolak kau bisa melakukan hal yang sama seperti yang Amam lakukan yaitu menerima cinta dari orang yang mencintaimu, simple sekali bukan???" Ujar Cahya seraya berusaha membuat hati putranya menjadi lebih tenang karena tadi dia melihat ada kesedihan dimatanya.
Kyros tersenyum, dia lekas berdiri dan memeluk Cahya dan mencium pipi Amamnya itu. Inilah yang membuat Kyros tidak bisa jauh dari Cahya ketika pulang, dimana Amamnya itu selalu menenangkan hatinya, dan selalu menjadi pendengar yang baik ketika dia sedang menumlahkan isi hatinya. Seorang ibu yang selalu jadi penyejuk hati dari anak-anaknya. Kyros tidak pernah malu mengatakan atau menceritakan banyak hal kepada Amamnya karena Amamnya selalu punya caranya sendiri untuk membuatnya merasa lebih baik.
Sementara itu, Cahya untuk sementara memilih tidak mengatakan apapun kepada Kyros tentang Gienka yang menyimpan puluhan fotonya. Cahya ingin mencaritahu lebih dulu apakah Gienka benar-benar menyukai putranya itu atau ada hal lain. Karena jika pemikirannya salah tentang Gienka yang ternyata tidak menyukai Kyros tentu saja itu bis membuat keduanya jadi canggung, lebih baik Cahya diam sementara sampai semuanya itu terbukti.
"Permisi tuan Muda, Bu Cahya! Di bawah ada Ibu anda datang bersama dengan adik anda"
Kedatangan asisten rumah tangga membuat Kyros melepaskan pelukannya pada Cahya. Kyros tersenyum mengetahui bahwa nenek dan Tantenya sudah datang karena ini adalah kejutan untuk mereka.
"Baiklah kami akan turun!" Jawab Cahya.
Cahya dan Kyros kemudian meninggalakan rooftop dan turun ke lantai 1 untuk menemui Ibunya dan juga Chika.
Cahya keluar dari lift bersamaan dengan Art nya juga Kyros tetapi Kyros memilih bersembunyi dibelakang Amamnya. Cahya melihat ibu dan adiknya sedang mengobrol dengan mertuanya di ruang tamu. Ketika sudah mendekati ruang tamu, Kyros berhenti lalu berjongkok dibelakang sofa. Cahya langsung menghampiri mereka, terlihat juga keponakannya yang sedang asik bermain dengan mobil-mobilan yang ada ditangannya. Cahya memeluk ibunya lalu memeluk Chika.
"Kyra semalam menelepon Ibu, dia meminta ibu datang kesini membawa kue kacang, sudah ibu buatkan, kata mertuamu dia malah tidak dirumah dan pergi bersama dengan temannya!" Gumam Ibu Cahya yang tampak kecewa.
"Bukan Kyra yang meminta kue kacang buatan nenek, tapi aku!!!" Kyros muncul dari belakang sofa dengan senyumnya yang menawan.
Tentu saja kemunculan Kyros membuat nenek dan tantenya terkejut. Kyros berlari dan memeluk serta menciumi neneknya. "Aku merindukan nenek dan kue kacang buatan nenek, jadi aku meminta Kyra agar menghubungi nenek untuk datang kesini!"
"Ya Tuhan, kau sudah begitu dewasa, semakin tampan dan nenek juga sangat merindukan cucu nenek ini!" Nenek Kyros tidak bisa membendung airmatanya dan memeluk cucunya itu lagi. "Kau kapan pulang? Kenapa tidak memberitahu?"
Kyros mengusap airmata neneknya dan memberikan senyum manisnya kepada neneknya itu. "Sudahlah nenek jangan menangis! Aku datang kemarin, dan tentu saja aku semakin tampan, aku adalah cucu nenek!"
Kyros kemudian memeluk Chika dan menanyakan keberadaan Adri dan Niall. Karena tidak tahu jika Kyros pulang, Adri dan Niall pergi untuk bermain golf. Chika pun memarahi Kyros karena harusnya memberitahu jika dia ada di rumah karena tentu saja Adri dan Niall pasti tidak akan pergi hari ini.
"Hay Liyum...!!" Sapa Kyros pada adik sepupunya yang tak lain adalah anak kedua dari Chika dan Adri.
"I'm not Liyum but Liam! L ... I ... A ... M ... Liam!" Ucap bocah berumur 6 tahun itu yang sontak membuat semua orang tertawa mendengarnya.
"Upsss... Im so sorry...! Okay Liam, who I Am???" Tanya Kyros.
"Kakak Kiros!" Jawab Liam polos.
Kyros langsung mengernyit mendengar Liam dengan sengaja memelesetkan namanya. "What??? Kiros??? I"m not Kiros but K ... Y ... R ... O ... S ...!! K and Y read Kai, not Ki..! Okay one more time, say my name..! Who I am??" Tanya Kyros lagi.
" Kakak Kyros..!" Gumam Liam sambil tersenyum puas karena berhasil membalas Kyros.
Kyros bertepuk tangan seraya tersenyum. "Okay Good boy, come here...!" Kyros menyuruh Liam untuk mendekat kepadanya lalu dia pun merentangkan tangannya dan Liam berlari memeluknya.
Kyros meraih sesuatu di sakunya lalu melepaskan pelukannya pada Liam. "I have a gift for you...! Taraaaa...." Kyros mengangkat sebuah roket mainan dan memberikannya pada Liam, mengatakan bahwa dia kemarin naik ke roket itu saat pergi ke luar angkasa.
Liam tentu saja terlihat bahagia sekali mendapatkan hadiah itu dan kembali memeluk Kyros mengucapkan terima kasih. Kyros kemudian mengajari Liam cara menerbangkan roket itu setelah itu membiarkan adik sepupunya itu bermain sendiri, dan Kyros duduk diantara nenek dan Omanya. Mengobrol dan melepas rindu dengan mereka sambil memakan kue kacang buatan neneknya.
"Ky, jadi kau mendapat cuti berapa lama???" Tanya Chika.
"1 bulan Aunty..! Tetapi bukan cuti sebenarnya karena aku harus tetap bekerja seperti biasanya, aku harus bekerja di malam hari di depan laptopku, ya tahu sendiri disini malam disana siang!"
"Berarti kau akan jadi kelelawar...! Hahaha"
"Ya begitulah! Jam tidurku tetap tidak akan berubah meskipun aku disini"
★★★★★★
Beberapa hari kemudian.....
Kyros dibuat bingung karena Gienka tidak lagi datang ke rumahnya, ini sudah 3 hari sejak terakhir Gienka datang membawa pudding buatan Elea. Setelah itu Gienka tidak muncul lagi, bahkan beberapa kali Kyros mencoba menghubunginya tetapi gadis itu selalu menolak panggilannya, dan mengabaikan pesan yang dikirimnya. Kyros juga bertanya kepada Kyra tentang hal itu tetapi Kyra sendiri tidak tahu pastinya kenapa, dan hanya mengatakan bahwa mingkin saja Gienka sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Kyros sendiri belum keluar rumah sama sekali sejak 5 hari kepulangannya, dia benar-benar menghabiskan waktunya untuk bersama dengan keluarga. Jadi dia belum ada waktu untuk keluar dan mengunjungi teman-temannya atau kenalannya, dan justru mereka yang datang menemuinya di rumah. Kemarin Louis datang bersama dengan kekasihnya.
Kyra mengetuk pintu kamar Kyros, dari dalam kakaknya mempersilahkannya untuk masuk. Kyra masuk dan memberitahu jika Camilla sudah siap untuk berangkat, Kyros juga sudah selesai mandi serta berganti pakaian untuk mengantar Camilla ke airport. Malam ini Camilla akan berangkat ke Bali. Sebenarnya Kyros sudah meminta Camilla untuk berangkat esok hari saja tetapi Camilla menolak dan memilih malam ini saja agar besok pagi bisa langsung menikmati liburannya. Kyra juga tidak bisa mengantar karena dia sudah ada janji makan malam bersama dengan klien. Terpaksa Kyros harus mengantar Camilla sendiri sekaligus jalan-jalan.
Kedua saudara itu kemudian turun dan menemui Camilla yang sudah menunggu di bawah. Mobil juga sudah disiapkan oleh Kyra. Kyros akan membawa mobil Kyra sementara nanti saat akan pergi, Kyra akan diantar oleh supir memakai mobil Cahya. Lalu pergilah Kyros mengantar Camilla ke airport.
★★★★
Friddie sedang mengantar Geffie ke sebuah kawasan pertokoan untuk membeli buku, dimana disana memang ada sebuah toko buku lengkap. Sebenarnya Geffie sudah meminta agar Gienka yang mengantarnya dan kakaknya itu sudah menyanggupi akan tetapi Gienka tiba-tiba membatalkannya dengan alasan bertemu dengan arsitek yang akan menangani proyek pembangunan resort terbarunya. Geffie kemudian menghubungi Friddie, beruntungnya saudaranya itu tidak sedang sibuk dan mau mengantarnya.
Friddie dengan sabar mengikuti kemana Geffie melangkah. Dari rak satu ke rak yang lainnya. Sudah lebih dari 30 menit berkeliling, Geffie belum juga mendapatkan buku yang diinginkannya. Tetapi kurang dari satu jam, Geffie sudah memasukkan hampir 10 buku ke dalam keranjang yang dipegangnya lalu mengajak Friddie untuk membayar dan keluar dari tokoh buku itu. Setelah keluar mata Geffie tampak tertarik kepada salah satu butik, dan menarik Friddie untuk kesana. Maka sekali lagi Friddie harus setia dan sabar menunggu adiknya itu berbelanja.
Sementara itu Kyros tengah serius mengemudikan mobil tetapi tiba-tiba Camilla memintanya untuk berhenti karena ingin membeli pakaian pantai alias biikini. Camilla hanya membawa beberapa saja dan merasa kurang, jadi dia ingin membeli tambahannya, mumpung masih ada disini. Kyros hanya tersenyum dan mengatakan bahwa Camilla beruntung mengatakan hal itu sebelum mereka masuk ke area tol menuju bandara. Kyros pun mengurangi kecepatan mobilnya lalu mencoba mencari toko baju di sekitar. Dan senyumnya tersungging lagi serya menunjuk ke kiri jalan dimana disana ada kawasan pertokoan besar yang sudah pasti ada beberapa toko pakaian. Berhentilah mereka disana dan bergegas turun untuk mencari, karena jika terlalu lama, Camilla akan ketinggalan pesawat.
Puas berkeliling dan mendapatkan baju yang diinginkannya. Kali ini Geffie merasa perutnya sangat lapar, dia pun mengajak Friddie pergi ke sebuah cafe yang ada di bawah. Bergegaslah mereka turun. Sampai disana mereka memilih duduk di luar daripada di dalam yang terlihat cukup ramai. Setelah memesan makanan Geffie dan Friddie pun mengobrol diselingi dengan candaan.
Tidak sengaja mata Geffie melihat ke atas tepatnya di sisi kanan lantai dua kawasan pertokoan itu dan menemukan orang yang dikenalnya sedang berjalan dengan seseorang. Geffie pun menyentuh tangan Friddie dan menunjuk ke arah itu. "Kak, bukankah itu Kak Kyros? Lihatlah dia berjalan dengan seorang gadis, itu pasti kekasihnya" Gumam Geffie.
"Iya itu sepertinya Kak Ky, ya mungkin saja itu memang kekasihnya" Sahut Friddie kemudian.
"Wah aku akan mengambil foto mereka dan mengirimnya ke kak Gie menanyakan apakah perempuan itu kekasih kak Ky atau tidak, kak Gie pasti tahu tentang hal itu, dia kemarin kan yang menjemput kak Ky di bandara"
Geffie meraih ponselnya yang ada di atas meja, dan menyalakan kameranya lalu memotret kebersamaan Kyros dengan perempuan itu.
...Kak Gie...! Lihatlah foto yang aku kirim ini! Aku melihat kak Kyros dengan perempuan, itu pacarnya ya???...
Begitulah bunyi pesan singkat yang dikirim Geffie ke Gienka, dilanjutkan dengan mengirim foto hasil jepretannya.
Ditempat lain, Gienka baru saja keluar dari restoran dan langkahnya terhenti ketika ponselnya berbunyi. Dahinya berkerut mendapat pesan dari Geffie tetapi kemudian dia tersenyum. "Foto apa yang Geff kirim?? Dasar...! Pasti ini foto pakaian atau tas keluaran terbaru!" Gumam Gienka, lalu dia membuka pesan itu.
Seketika itu mata Gienka langsung terbelalak. Lagi-lagi dia harus melihat hal yang membuat hatinya sakit. Dan kali ini adiknya justru menunjukkan foto yang sama sekali tidak ingin dilihatnya. Gienka saat itu juga terduduk lemas dan airmatanya menetes lagi. Beberapa hari ini dia sudah berusaha menghindari hal seperti ini dan malah ini terjadi lagi dalam versi yang lain.
Sejenak Gienka terisak tetapi kemudian dia lekas menyeka airmatanya dan kembali berdiri untuk ke parkiran dimana mobilnya ada disana. Baru beberapa langkah, Gienka berhenti dan menemukan sebuah bar yang baru di buka. Hatinya sedang tidak baik, mungkin dengan menghabiskan beberapa gelas martini tidak akan membuatnya mabuk tetapi akan membuat hatinya merasa lebih baik. Gienka pun langsung melangkah menyebrangi jalan menuju Bar itu.
★★★★★★
Kyros mengemudikan mobilnya pelan sambil menikmati suasana malam disini, setelah selesai mengantar Camilla ke bandara. Kyros kembali teringat dengan Gienka, dan khawatir lalu dia memutuskan besok akan menemui Gienka dikantornya selepas dari kantor Apapnya. Ya, besok Aditya mengajak Kyros untuk datang ke kantornya, sekedar berkunjung agar Kyros juga tidak suntuk dirumah terus. Kyros pun setuju dan akan ikut Apapnya kesana.
Kyros menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah coffee shop, entah kenapa dia tiba-tiba ingin menikmati ice coffee sekaligus mengecek pekerjaannya sebentar sebelum nanti kembali pulang. Setelah memesan ice coffee, Kyros duduk dan membuka laptopnya, mulai mengecek pekerjaannya.
Di tempat lain, Gienka sudah menghabiskan 2 botol martini, membuatnya sudah mulai mabuk tetapi Gienka tampaknya masih belum puas dan meminta bartender agar memberinya lagi. Bartender itu sudah mengingatkan Gienka agar tidak lagi memesan karena dia sudah terlalu banyak mengkonsumsinya yang nanti akan bisa membuatnya semakin mabuk. Tetapi Gienka tidak peduli dan tetap memesan segelas minuman itu lagi. Gienka benar-benar tidak peduli dengan kepalanya yang sudah mulai pening. Suasana hatinya benar-benar buruk sekali, cintanya pada Kyros tidak berbalas dan lelaki itu justru berbahagia dengan perempuan lain, padahal selama bertahun-tahun dia sudah menyukai Kyros. Selalu memimpikan lelaki itu menjadi miliknya, berbicara sendiri di depan fotonya berharap rindunya tersampaikan tetapi Kyros tidak pernah memperdulikannya. Gienka merasa Kyros sangatlah jahat padanya.
Dalam pengaruh alkohol, Gienka mengambil ponsel miliknya dari tas. Gienka menyalakannya dan mencari nomor kontak Kyros. Dia berniat ingin memarahi Kyros. Akhirnya Gienka benar-benar menelepon Kyros. Dalam deringan ketiga ponsel itu diangkat.
"Hai Gie....!!! Apa kabar??? Kau kemana saja, kenapa tidak datang ke rumah lagi???" Tanya Kyros di ujung telepon.
Gienka tidak menjawab pertanyaan Kyros tetapi justru tertawa terbahak-bahak. "Ky....!!" Gienka memanggil Kyros dengan berteriak. "Ky.....!!! Kau ja.....hat...!! Ky...!" Ucap Gienka lagi.
Di tempat lain Kyros dibuat heran mendengar suara aneh Gienka. Tetapi beberapa saat kemudian terdengar suara sesuatu terjatuh, seperti sebuah kaca terjatuh didekat Gienka disusul dengan suara berisik diselingi teriakan Gienka. Kyros terus memanggil Gienka tetapi tidak ada jawaban. Hingga kemudian ada suara riuh lagi. "Gie.... Gienka... Apa kau todak apa-apa???" Tanya Kyros panik.
"Hallo, ini saya Ricky bartender dari King club and Bar, nona pemilik ponsel ini saat ini sedang mabuk berat dan baru saja dia terjatuh, bisakah anda datang dan menjemputnya kesini, saya khawatir dengan keadaannya, dia benar-benar mabuk berat setelah menghabiskan lebih dari 2 botol Martini...!"
Kyros langsung berdiri ketika mendengar semua itu, dia benar-benar terkejut. "Apa???!" Seru Kyros tetapi kemudian dia langsung mengerti. "Oke-oke aku akan kesana! Bisakah kau kirimkan lokasinya saat ini ke ponselku? Aku akan menjemputnya!!"
Kyros menutup laptopnya dan berlari menuju mobilnya.
★★★★★