I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 208



Pagi harinya...


Gienka membuka matanya, dia tersenyum merasakan Kyros memeluknya dengan erat dari belakang. Kaki mereka saling bertautan dan Gienka bisa merasakan jantung Kyros berdebar. Mereka tidur tanpa memakai apapun dan hanya tertutup dengan selimut setelah semalam melakukannya. Gienka memejamkan matanya lagi menikmati pagi yang hangat ini dan pelukan Kyros yang selalu menenangkannya.


Jemari Kyros bergerak naik ke atas dan menekan-nekan dengan lembut dada Gienka, membuat Gienka mendesis pelan. Kyros memalingkan wajah Gienka supaya menoleh ke arahnya dan menciumnya. Tak lama Gienka bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang hangat dan mengeras di diri Kyros.


"Kita coba seperti ini...!" Ujar Kyros.


Dengan lembut Kyros mengangkat sebelah kaki Gienka yang masih berbaring miring membelakanginya, kemudian dari belakang, Kyros menyelipkannya yang terasa keras dan hangat, memasuki pusat Gienka yang lembut dan basah.


Gienka setengah menjerit merasakan penetrasinya. Gaya penyatuan seperti ini membuat titik-titik yang biasanya tidak tersentuh menjadi tersentuh semua, membangunkan sarafnya.


Kyros membimbing Gienka supaya mengikuti ritmenya, mereka bergerak dengan lembut, tidak terburu-buru, menikmati setiap detiknya dengan bahagia. Dan kemudian mencapai puncak bersamaan. Setelah selesai mereka mengatur napas sebelum akhirnya Gienka bangun untuk menyiapkan sarapan dan menyuruh Kyros agar bersiap untuk bekerja.


★★★


"Good morning my wife...!" Kyros memeluk Gienka yang sedang memasak dari belakang lalu mencium leher istrinya itu.


"Morning my hubby...!"


Kyros menghirup aroma masakan Gienka. "Baunya harum sekali...Apa yang kau buat...!!?"


"Tidak ada yang istimewa, aku hanya membuat telur orak-arik kesukaanmu, aku tambahkan kacang polong dan cincangan wortel serta sosis....! Aku sudah mengupas dan memotong nanasnya, kau bisa kan membuat jus nya sendiri?"


"Tentu saja...!" Kyros mencium pipi Gienka dan melepaskan pelukannya kemudian membantu istrinya membuat jus.


Tidak butuh lama jus nanas pun siap, Kyros menuang jusnya ke gelas dan membawanya ke meja makan, Gienka juga sepertinya sudah selesai membuat sarapannya. Ditengah menikmati sarapan paginya, ponsel Kyros berdering, ada panggilan video, dan senyumnya mengembang ketika ada nama Amamnya disana. "Amam video call..!" Gumam Kyros.


Gienka tersenyum.lebar dan menggeser posisi duduknya di dekat Kyros. "Hai Mam....!!!" Sapa Kyros dan Gienka bersamaan.


"Hai sayang... Kalian baru sarapan ya???"


"Iya Mam... Kok seperti ada di jalan? Dari mana?"


Cahya tersenyum kemudian mengarahkan kamera ke arah Aditya yang mengendarai mobil. "Amam dan Apap baru saja kembali dari Double G resto"


"Double G??? Habis makan malam ya Mam???" Tanya Gienka, yang langsung tahu bahwa itu adalah restoran milik Papanya.


Kyros dan Gienka saling berpandangan. "Persiapan pernikahan????" Seru mereka bersama-sama dan Cahya menganggukkan kepalanya.


"Kapan Mam, kapan????" Tanya Gienka excited.


"3 Bulan lagi....!" Cahya kemudian menyebutkan tanggal tepatnya.


"Wah......!!!! Sepertinya aku harus mulai menyiapkan ijin cutiku untuk pulang dan menghadirinya...!" Ujar Kyros dengan wajah sumringah.


"Ya Ky, itu sebabnya Amam langsung memberitahu kalian, setidaknya kau masih punya banyak waktu mempersiapkan ijin cutimu, Amam tahu itu bukan hal yang mudah kau dapatkan...! Ya sudah sudah jam segini, habiskan sarapanmu dan pergilah bekerja" Cahya kemudian menutup teleponnya.


Gienka dan Kyros berpelukan dengan bahagia. Akhirnya akan ada pernikahan lagi setelah pernikahan mereka. Kyra akan segera menikah dengan Axel dan itu pasti adalah hari yang sangat membahagiakan.


"Hadiah apa yang harus kita berikan untuk mereka???" Tanya Gienka pada Kyros.


"Sayang...! Masih lama kenapa kau yang heboh...! Masih banyak waktu untuk memikirkannya...!" Ucap Kyros sambil mengusap kepala Gienka.


"Hehehe aku bahagia sekali tau....! Ya sudah cepat habiskan sarapanmu, sudah jam segini...!"


"Iya...! Hmm sebelum memberi Kyra dan Axel hadiah, sepertinya aku harus memberikanmu hadia mobil supaya kau tidak terus di rumah seharian dan bisa jalan-jalan...! Besok kita beli...!"


"Ide bagus...! Hehehe... Kau memang suami yang pengertian sekali...." Sahut Gienka.


Mereka berdua kemudian melanjutkan sarapannya lagi.


Sementara itu Cahya mengungkapkan kebahagiaannya pada Aditya atas apa yang tadi terjadi. Putri kesayangan mereka akan memulai kehidupan yang baru setelah sebelumnya Kyros juga menikah. Cahya masih tidak percaya putri kecil yang dulu selalu jadi kesayangannya sekarang sudah tumbuh dewasa menjadi perempuan yang baik, mandiri dan penyayang. Cahya masih merasa bahwa seperti baru kemarin saja dia melahirkan Kyra tetapi Kyra sekarang sudah mau menikah dengan lelaki pilihannya.


"Apa yang akan kau lakukan pada Cyntia???" Tanya Cahya memecah keheningan.


"Aku masih akan menyuruh orang kita untuk mengawasi seluruh pergerakan keluarga konyol itu, aku tidak mau mengambil resiko, tapi kau tenang saja...! Kyra dan Axel akan ku pastikan aman...!" Jawab Aditya.


""Semoga saja mereka menyerah dan tidak lagi mengusik kita"