I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 165



Emosi Gienka sudah sangat memuncak membuatnya tidak menyadari apa yang sudah dia katakan di depan Kyros. Setelah menangis dan meluapkan kemarahannya, Gienka justru tertawa terbahak-bahak. Gienka kemudian menatap ponselnya cukup lama dia menunduk, entah apa yang dicarinya di ponselnya itu tetapi sesaat kemudian head unit mobil Kyros berubah menjadi tampilan ponsel Gienka. Ternyata Gienka melakukan screen mirroring pada ponselnya ke head unit mobil itu. Kyros hanya diam memperhatikan setiap yang dilakukan oleh Gienka.


Kyros tetap membiarkan Gienka melakukan apa yang diinginkannya dan dia juga memilih untuk tidak menyalakan mobilnya lebih dulu. Hingga akhirnya Gienka mengangkat punggungnya dan menyandarkan kepalanya memejamkan matanya. Perlahan terdengar suara musik. Kyros melirik ke head unit yang ada di depannya, dan Gienka ternyata menyalakan pemutar musik.


Kyros mengarahkan pandangannya lagi ke Gienka yang duduk disebelahnya dan perempuan itu masih memejamkan matanya seolah dia menikmati musik yang tadi di mainkannya. Kyros kemudian menyalakan mobil dan segera membawa Gienka pulang karena hari sudah mulai malam.


Kyros berfokus mengemudikan mobil dan sesekali dia menengok ke arah Gienka yang terlelap, dia juga mencoba menikmati lagu yang di putar oleh Gienka. Kemudian mulai menyadari jika lagu itu adalah lagu yang tadi di nyanyikan oleh Gienka, lagu yang Gienka katakan bahwa itu mewakili perasaanya. Kyros pun penasaran dengan judulnya lalu melirik lagi ke head unitnya kemudian tersenyum karena judulnya begitu singkat yaitu 18. Lagu itu selesai tetapi ternyata mengulang lagi, membuat Kyros mencoba mendengarkannya dengan seksama untuk mendapatkan artinya. Kyris tersenyum karena benar kata Gienka bahwa lagu itu memiliki arti yang bagus dan manis sesuai dengan apa yanv dirasakan oleh Gienka.


Kyros masih tidak percaya dengan semua yang dipaparkan oleh Gienka, perempuan yang selama ini dicintainya juga ternyata diam-diam memiliki perasaan yang sama dengannya. Kyros sangat menyesal kenapa baru mengetahuinya sekarang, harusnya sejak dulu dia sudah bisa membaca gelagat dari Gienka, tetapi dia memang terlalu sibuk dengan urusannya hingga tidak menyadari hal sebesar itu. Gienka juga pasti sangat tersiksa selama ini memendam seluruh perasaannya sendirian, dan bagaimana dia tadi menangis sampai terisak menceritakan penderitaannya selama ini.


Sejak tadi Kyros memilih untuk diam saja dan mendengarkan semuanya dari Gienka, itu dilakukannya untuk memberi Gienka ruang berbicara meluapkan semuanya. Kyros ingin sekali mengatakan bahwa sebenarnya dia selama ini juga memiliki perasaan yang sama pada Gienka tetapi dia melihat kondisi Gienka yang tidak memungkinkan menerima semua ucapannya. Jika kondisi Gienka sudah membaik dan tidak dalam pengaruh alkohol lagi tentu saja Kyros akan mengatakan semuanya juga akan menjelaskan tentang hubungannya dengan Camilla yang tidak seperti apa yang dipikirkan oleh Gienka.


Gienka membuka matanya karena merasa ingin muntah lagi, dia pun membuka jendela mobil mengeluarkan kepalanya membuat Kyros terkejut dan langsung menepikan mobilnya. Detik itu juga Gienka muntah-muntah. Kyros melepaskan seatbeltnya dan mendekat ke Gienka lalu memijat tengkuknya. Setelah Gienka terlihat lebih baik Kyros kembali menjalankan mobilnya. Tetapi selang beberapa menit kemudian Gienka kembali muntah. Itu terjadi terus menerus selama perjalanan, membuat perjalanan mereka terhambat.


Tiba-tiba lagu terhenti karena sebuah panggilan telepon dari Mama Gienka. Kyros bingung jika mengangkatnya harus berbicara apa sedangkan Gienka terus saja muntah, akan sangat buruk jika orangtua Gienka mengetahui hal ini. Tidak mungkin juga mengantar Gienka pulang dalam keadaan mabuk berat seperti ini. Kyros memilih tidak mengangkat telepon dari Elea tetapi dia mengambil ponselnya dan menghubungi Kyra.


"Hallo Ra???"


"Ya...! Kau tidak nyasar kan? Kenapa belum pulang??" Tanya Kyra.


"Aku akan segera pulang, tapi tolong dengarkan aku baik-baik! Aku menemukan Gienka sedang mabuk berat di pub dan dia bersamaku saat ini!!"


"Apa..???!!! Gienka mabuk??? Bagaimana bisa??" Seru Kyra terkejut.


"Ceritanya panjang, sekarang dengarkan aku, aunty Elea sejak tadi menelepon tetapi aku tidak berani mengangkatnya tolong kau beritahu dia bahwa saat ini Gienka sedang menginap dirumah kita dan dia sudah tertidur sehingga tidak bisa menjawab teleponnya, aku akan membawanya pulang ke rumah kita, tidak mungkin aku mengantarnya pulang kerumahnya, bisa terkena masalah besar nanti dia!"


"Tapi????"


"Sudahlah Ra, turuti saja permintaanku, dan ya aku nanti akan meneleponmu lagi ketika aku sudah sampai rumah, buka pintunya dan pastikan semua orang tidak melihat aku membawa Gienka pulang dalam keadaan mabuk, oke??"


"Baiklah" Jawab Kyra meragu tetapi dia harus melakukan apa yang kakaknya minta.


Sementara itu Kyros menjalankan lagi mobilnya, tetapi keadaan Gienka masih juga belum membaik. Kyros mulai menebak sepertinya Gienka benar-benar minum banyak alkohol sehingga membuatnya seperti ini, dan ini keadaan yang cukup parah. "Aku tidak bisa terus berhenti jika terus begini butuh waktu lama untuk sampai rumah!" Gumam Kyros.


Kyros kemudian menyalakan autopilot di mobilnya dan mencoba mencari kantong plastik, lalu menampung muntahan Gienka ke dalam sana sehingga dia tidak perlu terus berhenti di tepi jalan. Dengan mode autopilot mobil berjalan sendiri dan Kyros bisa mengurus Gienka dengan membantunya memegang kantong plastik itu juga mengelap sekitar mulut Gienka dengan tisu setelah perempuan itu muntah.


"Astaga Gie...! Jika tidak kuat minum kenapa kau paksakan! Lihatlah kau merepotkan sekali...! Aku harus membohongi orangtuamu juga membohongi orangtuaku!" Gumam Kyros.


★★★★★★


Kyros menghubungi Kyra melalui head unit mobilnya yang terhubung dengan ponsel Gienka, ketika sudah mulai nemasuki kawasan perumahan tempat tinggalnya. Kyros meminta adiknya agar menunggu di depan pintu tetapi sebelum itu Kyra harus melihat kondisi rumah, apakah semua orang sudah tidur atau belum, karena Kyros tidak ingin keluarganya mengetahui jika Gienka mabuk berat. Tidak lupa Kyros juga meminta Kyra menyiapkan pakaian ganti untuk Gienka.


Kyra membuka pintu kamarnya pelan dan melihat kondisi sekitar. Kamar semua orang terlihat sudah tertutup menandakan bahwa mereka sudah tidur. Kyra pun melangkah perlahan menuju lift dan ketika sampai di lantai satu dia berlari menuju pintu dan perlahan membukanya untuk menunggu kakaknya tiba. Kyra berlari menuju pos security dan meminta securitynya agar membuka gerbang karena Kyros akan segera tiba. Tak lupa Kyra juga mengingatkan pada securitynya bahwa jangan sampai mengatakan pada semua orang dirumah bahwa Kyros pulang larut. Tak lama mobil pun memasuki halaman rumah, Kyra bergegas menyusulnya.


Kyros turun dan membuka pintu penumpang untuk mengeluarkan Gienka. Kyra benar-benar terkejut melihat Gienka sudah dalam kondisi lemas dan menanyakan apa yang terjadi, tetapi Kyros meminta agar adiknya itu bertanya nanti saja karena Gienka harus segera dibawah masuk. Kyros melepaskan seatbelt dan mengangkat Gienka sementara itu Kyra mengambil tas dan ponsel Gienka juga laptop Kyros di kursi belakang mobil kemudian menyusul Kyros masuk ke dalam rumah.


Mereka memasuki rumah yang sudah dalam keadaan senyap. Perlahan mereka menuju lift, Kyra menekan tombol dan pintu lift terbuka, Kyros meminta agar Kyra menekan nomor 4 karena akan membawa Gienka ke kamarnya saja. Kyra mengernyit tetapi tetap melakukannya. Ketika pintu sudah tertutul Kyra pun menanyakan kenapa Gienka tidak dibawa ke kamarnya atau kamar tamu saja.


"Sejak tadi dia muntah terus menerus, kalau dibawa ke kamarmu atau kamar tamu aku takut dia muntah lagi dan itu akan membuat suara dan orang-orang akan terbangun, jika di kamarku tentu tidak akan ada yang mendengarnya" Jawab Kyros.


"Lalu kenapa Gienka bisa seperti ini? Apa kau membawanya ke Pub dan mengajaknya minum-minum???"


Kyros langsung menatap Kyra dengan tatapan kesal. Pintu lift terbuka dan mereka keluar. "Sembarangan...!!! Memangnya kau pikir aku laki-laki apa?? Gienka sendiri yang menghubungiku dan suaranya sudab seperti orang mabuk, lalu entah ponselnya jatuh atau dia yang jatuh sehingga membuat orang yang menolongnya berbicara padaku mengatakan kalau Gienka mabuk, aku langsung menyusulnya, dan seperti inilah dia sekarang!"


Kyros membawa Gienka ke kamarnya dan meminta Kyra untuk mengganti pakaian Gienka, sementara dia akan menunggu di luar. Gienka muntah-muntah sepanjang jalan membuat pakaiannya meninggalkan noda muntahannya. Kyros keluar dan menutup pintu kamarnya, membiarkan adiknya membantu Gienka berganti pakaian.


Cukup lama Kyra ada di dalam, hingga akhirnya dia keluar dan mengatakan bahwa dia sudah selesai mengganti pakaian Gienka dan sepertinya sahabatnya itu sudah tertidur pulas. "Lebih baik kau tidur di kamar tamu saja, biar aku yang menjaga Gienka!" Ucap Kyra.


"Tidak Ra, kau kembali saja ke kamarmu, besok kau kerja dan kau ada meeting penting kan di pagi hari, aku yang akan menjaganya, aku juga ada pekerjaan yang harus ku selesaikan!"


Kyra menatap Kyros tajam dan tiba-tiba mendengus tepat di depan wajah kakaknya itu, membuat Kyros bingung sekaligus heran. "Apa yang kau lakukan???" Tanya Kyros.


"Aku harus memastikan bahwa kau tidak ikut Gienka minum!"


"What...!???? Apa maksudmu?"


Kyra tersenyum. "Ya memastikan saja, kalau kau juga habis minum tentu aku tidak bisa percaya begitu saja padamu, bisa saja kau melakukan sesuatu pada sahabatku!" Gumam Kyra dengan santainya.


Sontak Kyros melayangkan sebuah sentilan ke kening Kyra membuat Kyra meringis. "Sialan kau...!! Memangnya aku laki-laki bajingan yang suka memanfaatkan perempuan yang sedang mabuk, kau pikir aku tidak punya otak! Cepat sana pergi...!"


Kyra pun tertawa dan mengatakan bahwa tadi dia hanya bercanda. Kyra pun meminta kakaknya agar menjaga Gienka. Dengan langkah pelan Kyra meninggalkan Gienka dan Kyros.


Setelah Kyra pergi, Kyros masuk ke kamarnya dan terlihat Gienka sudah tidur dengan pulas, terlihat juga wajah perempuan itu lebih segar, karena sepertinya adikmya tadi juga sudah membersihkan wajah Gienka dari make up nya. Kyros mengambil laptopnya yang ada di atas meja dan hendak membawanya ke meja kerjanya tetapi kemudian dia mendengar pintunya di ketuk. Kyros mengernyit lalu kembali lagi dan membuka pintu kamarnya dengan kesal.


"Ada apa R....." Belum selesai berbicara, Kyros di kejutkan dengan kedatangan Cahya di depan kamarnya. Kyros berpikir itu Kyra tetapi ternyata Amamnya, dia pun langsung tersenyum. "Mam... Kau belum tidur???" Tanya nya dengan suara terbata.


Cahya ternyata tadi memergoki Kyra yang berlari menuju pintu utama, karena tadi dia sedang berada di dapur untuk mengambil minum, dia ingin memanggil Kyra tetapi tidak jadi dan memilih diam saja memperhatikan tingkah aneh dari putrinya itu. Tetapi tidak lama Kyra kembali masuk bersama dengan Kyros yang sedang menggendong seorang perempuan dan membawanya masuk lift. Cahya berpikir mereka akan membawa perempuan itu ke kamar Kyra atau kamar tamu tetapi ternyata tidak karena saat mengecek kamar Kyra dalam keadaan kosong begitu juga kamar tamu yang sebelumnya digunakan oleh Camilla, karena Cahya sempat mengira itu adalah Camilla. Tetapi saat ini yang ada didepannya adalah Gienka.


Cahya membalikkan tubuhnya dan menatap tajam Kyros, tatapan yang tidak pernah Kyros lihat sebelumnya. Cahya merasa heran kenapa Kyros justru membawa Gienka ke kamarnya bukan ke kamar tamu atau kamar Kyra. "Kenapa Gienka ada disini?? Dan apa yang terjadi padanya sehingga kau sepertinya membawanya dalam keadaan tidak sadarkan diri?" Tanya Cahya dengan tatapan penuh kemarahan kepada Kyros.


Sementara itu Kyros diam melihat kemarahan dari Amamnya. Kyros bingung menjelaskan keadaan Gienka saat ini, takut akan reaksi dari keluarganya nanti jika mengetahui bahwa Gienka saat ini sedang mabuk.


"Apa kau sudah melakukan sesuatu kepadanya????" Tanya Cahya lagi tetapi Kyros hanya diam, membuat Cahya semakin marah. "Jawab Amam Ky...! Apa yang terjadi pada Gienka? Apa yang sudah kau lakukan atau apa yang ingin kau lakukan padanya sehingga kau membawanya kesini...?"


Kyros mulai ketakutan dan dia tidak memiliki pilihan lain selain mengatakan yang sebenarnya karena jika tidak Amamnya pasti akan berpikir buruk tentangnya. Kyros pun menarik tangan Cahya dan membawanya keluar kamar lalu memintanya duduk. Kyros kemudian menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir, juga tidak lupa menjelaskan tentang rahasia Gienka selama ini tentang perasaan perempuan itu kepadanya. Kyros juga mengakui bahwa gadis yang disukainya selama ini sebenarnya adalah Gienka.


Mendengar semua itu Cahya benar-benar tidak menyangka bahwa kecurigaannya akhir-akhir ini pada Gienka benar adanya. Belum semlat dia mencari tahu lebih dalam ternyata semua itu sudah lebih dulu terungkap dari mulut Gienka sendiri. Cahya juga kemudian menjelaskan semuanya kepada Kyros tentang album foto yang dilihatnya di kamar Gienka juga bagaimana Gienka terlihat aneh ketika melihat Kyros bersama dengan Camilla.


Dengan helaan panjang napasnya, Cahya menyentuh jemari putranya seraya tersenyum. "Lalu apa lagi sekarang? Katakan saja semuanya kepadanya, kasihan dia sudah menunggumu terlalu lama! Dia sangat mencintaimu kau juga sangat mencintainya itu paket komplit, karena kau atauoun dia tidak perlu lagi berusaha untuk menerima satu sama lain, karena jika kalian sudah sama-sama saling menyukai tentu kalian juga sudah menerima satu sama lain" Gumam Cahya.


"Apa Amam setuju???" Tanya Kyros.


Cahya tersenyum. "Tentu saja Amam setuju, Amam sudah mengenal Gienka sejak kecil begitu juga keluarganya, lalu apa yang perlu diragukan dari mereka, pilihanmu tentu saja juga pilihan kami semua, cintai dan sayangi Gienka jangan sampai kau melukai hatinya lagi, lekas katakan semuanya dan jadikan dia milikmu, sudh malam, Amam harus segera kembali ke kamar karena jika tidak? Apapmu akan menggila hehe, jaga Gienka dan lanjutkan pekerjaanmu lagi!"


Kyros berdiri dan memeluk Cahya, mengucaokan terima kasih karena Amamnya itu selalu bisa membuatnya tenang. Cahya juga berjanji padanya bahwa dia tidak akan mengatakan pada siapapun jika Gienka saat ini sedang mabuk termasuk pada keluarga Gienka. Cahya kemudian meninggalkan Kyros dan mengingatkan Kyros agar benar-benar menjaga Gienka.


★★★★★★


Pagi datang, sinar matahari sudah mengintip sejak tadi di balik gorden. Sudah pukul delapan pagi tetapi Kyros masih sibuk di depan laptopnya, pekerjaannya baru saja selesai tetapi sebelum tidur dia harus sarapan lebih dulu juga menunggu Gienka bangun. Beruntungnya semalam Gienka tidur dengan nyenyak dan tidak lagi muntah seperti saat di mobil, jadi Kyros juga bisa bekerja dengan tenang. Sebuah ketukan pintu mengalihkan Kyros membuatnya bangkit dan membukanya. Asisten rumah tangganya berdiri di depan pintu dengan trolli berisi semangkuk oatmeal dengan potongan aneka berries, juga 3 potong sandwich, serta 2 gelas jus dan obat.


"Selamat pagi tuan muda, Ibu menyuruh saya mengantar sarapan, juga ada titipan pakaian dari nona Kyra!" Ucap Asisten rumah tangganya.


"Terima kasih ya mbak!"


"Sama-sama! Ini mau saya taruh di meja makan sana atau di meja situ??" Art Kyros itu menunjuk ke meja yang ada di tepi kolam renang.


"Tidak perlu! Letakkan disini saja! Apa semua sudah berangkat ke kantor??" Tanya Kyros.


"Sudah...! Ibu dan bapak sudah berangkat, baru saja, sedangkan Nona Kyra sudah pergi pagi-pagi sekali, sedangkan nyonya dan tuan besar juga pergi ke Deimos untuk bertemu cucunya, saya permisi dulu tuan!"


Kyros mengangguk, mengucapkan terima kadih lagi dan membawa trolli makanan itu ke dalam kamarnya. Kyros mengambil jus dan oatmeal buatan Amamnya dan langsung memakannya. Masih tersisa segelas jus juga sandwich beserta obat, dan Kyros tahu obat itu adalah obat untk menghilangkan pengar setelah minum alkohol yang sudah jelas itu untuk Gienka. Dengan lahap Kyros menikmati sarapannya, Amamnya sangat tahu jika dia sangat menyukai oatmeal sebagai sarapannya.


Gienka perlahan membuka matanya dan langsung diserang oleh rasa pusing yang luar biasa. Gienka mulai menyadari bahwa saat ini dia tidak sedang berada di kamarnya, baik itu dikamarnya dirumah Papanya Ariel ataupun dikamarnya di rumah Mamanya Elea. Gienka berusaha mengumpulkan semua ingatannya. Gienka merasa kepalanya semakin pusing dan memijatnya masih berusaha mengingatnya dan tiba-tiba saja dia berteriak ketika menyadari bahwa dia berada di kamar Kyros setelah melihat beberapa bingkai foto yang tertempel di dinding juga menemukan Kyros sedang duduk membelakanginya. Teriakan Gienka tentu saja membuat Kyros yang sedang minum terkejut lalu tersedak. Kyros memutar kursi kerjanya dan melihat Gienka ternyata sudah bangun.


Kyros berdiri dan mendekati Gienka. "Gie....! Kau tidak apa???" Tanya Kyros.


"Kenapa aku disini???" Gienka semakin panik ketika melihat dia juga sudah berganti pakaian. "Apa yang terjadi? Kenapa pakaianku berbeda dengan semalam??" Gienka mulai terlihat panik.


"Semalam kau mabuk Gie, pakainmu kotor karena kau berkali-kali muntah jadi aku membawamu kesini meminta Kyra untuk mengganti pakaianmu"


"Apa...!????" Gienka menatap Kyros lalu ingatannya tentang semalam satu persatu mulai terkumpul.


Gienka beringsut dan merasa malu sekali pada Kyros. Gienka mengingat semuanya, bagaimana dia mengungkapkan semuanya yang seharusnya menjadi rahasianya. Gienka juga ingat bagaimana dia marah dan menangis di depan Kyros karena kecewa dengan laki-laki itu. Gienka menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dia benar-benar merasa malu.


Kyros tersenyum dan menyadari jika sepertinya Gienka sudah mengingat semuanya. Kyros berdiri dan mengambil sarapan yang sudah disiapkan oleh Amamnya untuk Gienka. Kyros memberikannya dan meminta Gienka makan sandwich setelah itu baru meminum obat agar pengarnya sedikit berkurang. Gienka meminum jus jeruk lalu mengambil sepotong sandwich dari piring yang di pegang Kyros dan memakannya.


Kyros meletakkan piring yang dipegangnya diatas meja dan menatap Gienka dengan tatapan yang lembut sambil tersenyum. "Aku minta maaf Gie, karena selama ini aku tidak menyadarinya!" Gumam Kyros.


Gienka menghentikan kunyahannya dan berbalik memandang Kyros. "Aku yang seharusnya meminta maaf atas tingkahku semalam, abaikan saja semua ucaoanku itu, aku pasti sedang mabuk berat hingga tidak sadar ketika mengatakannya!"


Kyros menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, kemudian dia menggenggam jemari Gienka. "Gie... Aku pikir sudah cukup kita berdua bermain petak umpet, sudah cukup kita berdua memendam perasaan kita, aku sudah ingin sekali mengatakan semuanya kepadamu sejak kemarin, tetapi kau tidak pernah datang lagi ke rumah setelah waktu itu pergi karena kau sedih setelah bercerita tentang cinta pertamamu, andai saja saat itu aku tahu bahwa yang kau maksud adalah aku tentu aku akan menghilangkan kesakitan hatimu selama ini"


Kyros melepaskan genggaman tangannya dan berganti memegang kedua pipi Gienka.


"Jika boleh jujur aku sebenarnya juga selalu memikirkanmu selama ini, aku selalu menempatkanmu didalam hatiku, berharap bisa memenuhi semua janjiku yang dulu pernah aku janjikan padamu ketika kita masih kecil, tetapi aku selalu dikelilingi oleh rasa takutku bahwa aku akan mengabaikanmu karena aku terlalu sibuk, tetapi aku tidak bisa selalu menahan semua itu, aku kembali kesini selain untuk menemui keluargaku yang paling utama adalah aku ingin bertemu denganmu, mengungkapkan apa yang selama ini ada dihatiku, tetapi ternyata ada kesalahpahaman yang terjadi diantara kita, aku minta maaf jika kedekatanku dengan Camilla melukaimu tapi aku dan dia tidak ada hubungan apapun, dia hanya sahabatku dan selamanya akan tetap jadi sahabatku, selama aku hanya selalu mencintaimu, aku sangat bodoh sudah mengabaikanmu tetapi aku mencintaimu Gie, sangat mencintaimu..!"


Gienka terdiam, dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. "Jadi selama ini kau juga mencintaiku???"


Kyros tersenyum dan mengangguk. Dan Gienka merasa terlalu bahagia hingga dia tidak sadar jika airmatanya menetes. Kyros menyeka airmata Gienka lalu memeluknya. "Jadi apa jawabanmu untuk pernyataan cintaku???" Tanya Kyros.


"Apa aku perlu menjawabnya, bukankah tadi malam aku yang lebih dulu mengatakannya??" Jawab Gienka.


"Thanks Gie... Kau sudah mau menghabiskan waktumu untuk orang sepertiku, dan aku berharap kau mau memaafkan kebodohanku yang sudah mengabaikanmu selama ini"


"Aku senang kau juga memiliki perasaan yang sama denganku, kita lupakan semuanya dan memulai dengan yang baru" Ujar Gienka dengan bahagia.


Kyros melepaskan pelukannya pada Gienka dan terus saja menatap perempuan yang dicintainya itu dengan tatapan yang begitu dalam. Kyros tidak bisa lagi menyembunyikan kebahagiaannya. Kyros menyelipkan rambut Gienka ke belakang telinganya, dan mendekatkan wajahnya ke wajah Gienka. Bibir keduanya mulai berdekatan dan disentuhnya dagu Gienka lembut untuk mendongakkan kepalanya, kemudian dikecupnya bibir itu dengan lembut. Lidah Kyros mendesak masuk menjelajahi seluruh bagian mulut Gienka mencecapnya,lidah itu lalu menemukan lidah Gienka yang lembut dan berjalinan di sana. Mulut Kyros mencecap seluruh bagian bibir Gienka, seakan ingin menyerap semua rasanya. Pelukannya mengencang, jemarinya menelusuri permukaan kedua lengan Gienka bergerak naik turun. Ketika ciumannya terlepas, napas mereka berdua sama-sama terengah-engah.


Kyros tersenyum dan mendaratkan sebuah kecupan lagi di bibir Gienka. "Habiskan sarapa mu dan minum obat ini, itu akan membantumu menghilangkan pengar dan pusingmu, aku akan mandi lalu tidur, aku lelah sekali setelah semalaman bekerja" Kyros berdiri dan mengusap lembut rambut Gienka kemudian meninggalkannya ke kamar mandi.