
"Mama... Kenapa Mama berbicara seperti itu???" Sela Celia sambil berjalan mendekat ke arah Cyntia.
"Diamlah kau Celia... Sudah berapa kali Mama bilang, jangan pernah menyela ketika orang tua sedang berbicara..!" Wajah Cyntia terlihat marah besar. Kemarahannya itu membuat Celia terdiam, tidak lagi berani membantah.
Cyntia menunjuk ke arah orang tua Axel. "Keluarga kalian itu tidaklah selevel dengan keluargaku, jadi jangan pernah berani bermimpi untuk bisa mendapatkan putriku sebagai menantu kalian, tidak akan pernah aku mengijinkan Celia menikah dengan Axel putra kalian yang tidak jelas pekerjaannya, sementara kalian sendiri adalah babu yang tidak memiliki apapun, gajimu saja tidak cukup untuk menghidupi diri kalian sendiri, apalagi nanti jika Celia menjadi menantu kalian??? Dia pasti akan mengalami gizi buruk..."
"Kau benar Cyntia...!" Oma Celia menyahut. "Orang seperti mereka ini tidak pantas masuk ke dalam keluarga kita, yang ada justru hanya menambah beban kita, harusnya kalian itu sadar diri, jangan mentang-mentang selama ini kami membiarkan kau berhubungan dengan Celia itu lantas membuat kami akan merestui, tidak sama sekali...!"
"Axel...!" teriak Oma Celia lagi. "Orang tua mu itu sama sekali tidak berguna, sama hal nya dengan Theo Papa nya Celia, hidup kalian hanya untuk menjadi Babu orang lain, sehingga itu hanya akan membuat kami menumpuk sampah saja, dan itu tidak menghasilkan apapun, jadi lebih baik kalian semua tahu diri, pergilah dan jangan pernah kembali lagi... Mulai sekarang kau tidak ada lagi hubungan apapun dengan Celia.."
"Oma...??? Kenapa Oma berkata seperti itu??? Oma tidak bisa memutuskan hubunganku dan Axel begitu saja...!" Celia menyela.
Kali ini batas kesabaran Axel sudah habis. Sudah cukup dia mendengar penghinaan dari keluarga Celia. Dan akhirnya dia tahu alasannya kenapa selama ini mereka tidak pernah sekalipun merasa senang jika dia datang untuk menjemput dan mengantar Celia. Mereka ternyata beranggapan bahwa segala sesuatu hanya dari materi saja. Mereka tidak menyukai Axel adalah karena Axel bukan berasal dari keluarga yang kaya raya dan memiliki banyak harta.
"Sekarang lebih baik jalan pergi dari rumahku, dan jangan coba berani lagi datang atau berhubungan dengan Celia..! Pergilah....!" Teriak Cyntia lagi.
Axel melempar senyum pada Cyntia. "Tanpa tante harus mengusir, saya dan keluarga saya juga akan segera pergi... Terima kasih atas semua penghinaannya tante dan juga Oma kepada saya dan keluarga saya, niat saya datang kesini bertujuan baik, saya menyukai anak tante dan itu yang membuat saya ingin meminta ijin langsung dari tante untuk bisa menjalin hubungan yang lebih serius lagi, tetapi akhirnya saya tahu alasan kenapa selama ini tante dan Oma bersikap dingin kepada saya.." Ucap Axel dengan suara bergetar.
"Memang benar, saya bukan terlahir dari keluarga kaya raya, dan Papa saya hanya bekerja di perusahaan orang lain, dan ibu saya juga hanya bertugas mengurus bisnis milik orang lain, tetapi saya tidak pernah menyesal menjadi anak mereka, dan saya setiap detiknya merasa bangga pada mereka, seburuk apapun orang lain menilai keluarga kami, saya tidak Terima jika ada orang lain yang menghina orang tua saya, sudah cukup semua penghinaan yang tante dan Oma lontarkan pada orang tua saya.." Lanjut Axel.