I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 194



Camilla melempar senyumnya. "Oh itu....! Itu obat untuk sakit kepala Ky...!" Jawab Camilla dengan santainya.


"Obat sakit kepala??? Tapi disini tidak ada tercantum mengandung paracetamol, ibuprofen or sejenisnya seperti kandungan pereda nyeri lainnya? Tidak ada...! Ini obat sakit kepala jenis apa???" Tanya Kyros.


"Obat sakit kepala khusus Ky, kau tahu kan ada berbagai macam jenis sakit kepala, jadi itu obat khusus....!" Jawab Camilla lagi.


Kyros masih menatap tajam perempuan di depanya itu, dia tahu bahwa saat ini Camilla sedang mengarang cerita. Ekspresi dan cara bicara Camilla sudah mengindikasikan bahwa dia sedang menyembunyikan sesuatu. Tetapi Kyros tidak ingin langsung menuduh bahwa mungkin saja Camilla yang menjadi dalang dari masalah istri nya kemarin. Kyros harus mencari tahu apa yang terjadi. Dia sudah mendapatkan informasi dari Nanny bahwa Camilla kemarin datang ke apartemennya dan bertemu Gienka, serta ada juga gantungan tas Camilla yang jatuh. Tetapi tentu itu belum jadi bukti yang kuat, dia juga harus bertanya kepada Gienka tentang itu.


"Oke...! Kemarin kau datang menemui Gienka ya? Nanny melihatmu berbicara dengannya, ada perlu apa memangnya??" Tanya Kyros mencoba mengalihkan Camilla, dan diam-diam dia membuka tutup botol obat itu lalu mengambilnya satu butir dan memasukkannya di kantong celananya.


"Iya... Kemarin aku meminjam bukumu, dan aku meminta Gienka mengambilnya di dalam...!"


"Kau masuk ke dalam? Maksudku apa istriku mempersilahkanmu masuk ke dalam apartemen? Mengingat ada gantungan tas mu yang jatuh disana!?"


Camilla tersenyum, ini waktu yang tepat untuk membuat nama Gienka jelek di depan Kyros. "Tidak...! Gienka tidak menyuruhku masuk, jadi aku menunggu di luar, dia yang mengambil sendiri bukumu itu, gantungan tas ini mungkin terjatuh di depan, dan di pindahkan oleh Gienka!"


"Owh.... Mungkin istriku lupa, dia tidak mengatakan padaku tentang kedatanganmu kemarin, tapi nanti aku akan menanyakannya! Sepertinya aku juga harus mengajari nya untuk bersikap, kurasa Gienka tidak sopan sekali membiarkanmu menunggu di luar, kau tamu harusnya di perlakukan baik! Ini obat sakit kepalamu, semoga lekas sembuh...!" Kyros mengembalikan obat yang di pegangnya pada Camilla.


Camilla mengambil obat itu dan kembali tersenyum pada Kyros. Camilla sangat berharap Kyros tidak curiga perihal obat ini, dan berharap juga Kyros akan beradu argumen dengan Gienka nantinya. Itu hal yang sangat bagus untuk membuat ketegangan di antara keduanya. "Tidak perlu seperti itu Ky, aku hanya datang untuk meminjam buku tidak apa jika aku menunggu diluar...!"


Kyros mengangguk. "Apapun itu, tamu harus di perlakukan dengan baik!" Kyros masih berdiri berhadapan dengan Camilla dan tersenyum manis pada perempuan itu. "Oh iya Mil...! Kau sudah mengenalku begitu lama, kau pasti tahu bahwa aku sangatlah membenci orang yang munafik, orang yang pandai bersilat lidah, orang pecundang dan pengkhianat! I hate it...! Terlebih lagi jika orang itu adalah orang yang dekat denganku! Aku akan sangat marah sekali ketika mereka merusak kepercayaanku! Kau pasti tahu itu kan???" Tanya Kyros lagi.


"Ya Ky.... Tentu saja, itu adalah prinsip hidupmu selama ini, bagus sekali...! Seseorang harus di ingatkan tentang semua itu, agar mereka bisa bijak dalam bersikap...!" Ujar Camilla.


Kyros hanya menatapnya tanpa ekspresi lalu pergi keluar dari apartemen Camilla. Kyros melangkah pelan menuju apartemennya. Entah kenapa dia merasa kali ini meragukan semua ucapan dan penjelasan dari Camilla, itu tidak pernah terjadi sebelumnya selama dia mengenal Camilla. Kyros mengambil ponselnya untuk menghubungi Shanon agar bisa memberikannya pada Gienka.


"Ya Ky...!" Sahut Shanon diujung telepon.


"Hai...! Sorry Shanon, aku sekarang sedang berada di apartemen untuk mandi dan mengganti pakaian jadi aku akan kesana sekitar tiga puluh menit lagi, tidak apa-apa kan???" Tanya Kyros.


"Its okay....! Aku senang disini bisa menemani Gienka...! Apa kau mau bicara dengannya???"


"Ya ya... Berikan saja padanya...!"


"Ya sayang...!" Jawab Gienka.


"Kau baik-baik saja kan?? Aku akan kesana sekitar setengah jam lagi, aku harus mandi, berganti pakaian juga merapikan apartemen kita, oh iya, tadi aku bertemu dengan Nanny, dia tetangga kita, ehh dia bilang kemarin dia melihat Camilla menemuimu, apa itu benar???"


"Ah iya... Aku lupa, iya dia datang untuk meminjam buku, aku suruh dia masuk dan aku ke kamar untuk mengambil bukumu yang ingin dia pinjam, itu saja...! Dan setelah mendapatkannya dia pergi..!" Jelas Gienka.


"Apa kau memungut gantungan tas milik Camilla yang jatuh??" Tanya Kyros lagi.


"Gantungan tas??? Tidak sayang, aku tidak tahu kalau ada gantungan tas yang jatuh, memangnya kenapa?" Tanya Gienka penasaran.


"Aku menemukannya di atas sofa depan, itu di depan laptopmu!!"


"Oh... Mungkin itu jatuh disana, dan dia tidak sadar, dia kan kemarin duduk disana menungguku mengambilkan buku milikmu!"


Kyros diam sesaat dan tiba-tiba terlintas begitu saja di benaknya tentang letak dari cangkir kopi istrinya "Owh... Kau kemarin bekerja di depan laptopmu dan sudah pasti ada cappuccino mu diatas meja kan???"


"Haha iya, kau pasti tahu kebiasaanku itu, harus selalu ada minuman disampingku saat aku bekerja, belajar atau lainnya! Cepat kesini ya? Kasihan Shanon sejak tadi menemaniku!"


"Iya baiklah, aku akan kesana segera, love you...!" Kyros kemudian menutup teleponnya dan membuka pintu lalu masuk.


Kyros berbalik badan dan menutup pintu tetapi kemudian dia maju satu langkah dan melihat kanan kiri, disana ada cctv, pasti merekam semua aktifitas orang-orang yang berlalu lalang disini. Sudah pasti ada rekaman jika Camilla datang ke apartemennya menemui Gienka, terlihat jelas juga Camilla masuk atau berada di luar seperti yang dilihat Nanny atau yang di ucapkan Camilla.


Tiba-tiba saja, Nanny kembali lewat di depan apartemennya, Kyros menyapanya dan menghentikannya. Kyros kembali membahas perihal kedatangan Camilla, dan menanyakan apakah Camilla ada diluar atau masuk ke dalam, juga jam berapa kira-kira Camilla datang kemarin. Nanny pun menjelaskan jika dia tidak tahu persis apakah Camilla masuk atau tidak karena saat melihatnya, Camilla menekan tombol interkom dan tidak lama Gienka keluar. Mereka berbicara, tetapi setelah itu Nanny tidak tahu lagi, karena dia sudah masuk ke apartemennya, dan itu terjadi sekitar pukul 6 sore.


"Thanks Nanny...!" Ucap Kyros, kemudian mempersilahkan tetangganya itu untuk melanjutkan aktifitasnya.


Kyros mulai berpikir jika mungkin memang Camilla yang melakukan hal itu, lalu apa motifnya dan untuk apa melakukan hal seperti itu. Hal konyol yang mempertaruhkan nyawa orang lain. Itu sangat tidak bisa dimaafkan.


Kyros menutup pintu apartemennya lalu mengeluarkan obat yang tadi di ambilnya dari botol milik Camilla. Kyros membolak-balik obat itu sambil bertanya-tanya apakah obat itu benar obat sakit kepala atau obat yang membuat Gienka hampir sekarat kemarin, nanti dia akan membawanya ke rumah sakit dan menanyakannya pada dokter. Sementara itu, dia harus membersihkan darah muntahan Gienka kemarin, lalu mandi bersiap ke rumah sakit, tetapi sebelumnya dia harus ke bagian keamanan apartemen ini untuk melihat Cctv. Dengan itu dia bisa menyimpulkan apakah Camilla benar-benar berbohong tidak masuk ke apartemen itu atau Gienka yang mengatakan bahwa dia mempersilahkan Camilla masuk.


Jika Camilla masuk, dan seperti yang Gienka katakan bahwa Camilla duduk di sofa tepat di depan laptop istrinya yang disana juga ada gelas berisi kopi, bisa jadi Camilla memasukkan obat itu di dalam kopi istrinya. Gienka tidak sadar dan menghabiskannya begitu saja. Tetapi sekali lagi itu hanya dugaan sementara Kyros, lebih jelasnya adalah obat apa itu yang di pegangnya juga rekaman cctv.


Ini adalah apartemen, tentu cctv hanya ada di luar tidak mungkin ada cctv di dalam setiap unit apartemen, setiap unit adalah ranah pribadi penghuninya. Jika ada itu juga milik pribadi dari penghuninya sendiri, dan di luar tanggung jawab pihak apartemen. Dan Kyros sendiri juga tidak memiliki cctv yang dia letakkan di seluruh ruangan di apartemennya karena berpikir itu tidak perlu, karena dia tinggal sendiri sebelumnya, serta keamanan dari apartemen juga sudah sangat bagus. Lagipula siapa juga yang tahu bahwa hal seperti ini akan terjadi.


★★★★★★


Kyros sudah bersiap untuk ke rumah sakit, seperti rencana awal bahwa dia akan ke bagian keamanan untuk mengecek cctv di koridor sekitar unit apartemennya. Sampai disana Kyros berbincang dan menjelaskan perihal istrinya, dan dia mencurigai seseorang yang mungkin memiliki niat jahat pada istrinya sehingga memasukkan obat berbahaya ke dalam makanan atau minumannya. Seolah mengerti dengan keadaan Kyros, mereka pun bersedia membuka rekaman cctv itu. Kyros juga menyebutkan jam nya.


Setelah dicari dan di tunggu, akhirnya Kyros bisa melihat dengan jelas bahwa Camilla memang datang ke apartemennya dan Gienka membuka pintu. Terlihat sedikit obrolan disana, dan dari gerak-gerik Gienka, Kyros bisa melihat bahwa istrinya memang mempersilahkan Camilla untuk masuk. Sudah jelas sekali, Camilla sudah membohonginya.


Kyros pun mengucapkan terima kasih kepada petugas keamanan karena sudah diijinkan untuk melihat rekaman cctv itu, dia kemudian pergi. "Camilla berbohong...!!" Gumam Kyros sambil terus berjalan menuju area parkir.


"Sekarang...! Obat ini juga yang akan membuktikan, jika benar ini adalah penyebab Gienka kejang kemarin, sudah pasti Camilla yang melakukannya...!"


Kyros masuk ke mobilnya dengan perasaan kesal, marah juga kecewa. Bisa-bisanya Camilla berbohong padanya.


***


Dan Kyros akhirnya sampai dirumah sakit, dia tidak langsung menemui Gienka melainkan pergi ke ruangan dokter untuk menanyakan tentang obat itu. Karena Kyros membawa obat kosong tanpa merk atau tanpa bungkus, maka dokter meminta waktu untuk memeriksanya sebelum memutuskan apakah obat itu memang menjadi penyebab Gienka kejang kemarin. Kyros menyalami dokter dan mengucalkan terima kasih, kemudian keluar dan menuju ruangan perawatan istrinya.


Kyros membuka pintu dan meminta maaf kepada Shanon karena sudah merepotkannya. Shanon pun merasa tidak direpotkan sama sekali, karena dia juga merasa senang bisa menjaga Gienka. Dan Gienka juga orang yang menyenangkan, mereka banyak mengobrol tadi.


"Oke, karena Ky sudah datang aku harus pergi, Smith juga pasti akan segera pulang, kabari aku jika kalian butuh sesuatu, dan jangan sungkan-sungkan...!" Shanon membungkukkan tubuhnya memeluk Gienka dan mencium pipi kanan pipi kiri, kemudian beralih menyalami Kyros lalu pergi.


Kyros mendekati Gienka, mencium keningnya juga mengecup bibir istrinya. "Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah merasa lebih baik???" Tanya Kyros lalu duduk disebelah Gienka.


"I'm good...! Kedatangan Shanon membuatku tidak kesepian, dia sangat baik, dan kita mengobrol berbagai hal, aku rasa aku sudah menemukan teman yang baik disini! Kapan-kapan kita harus datang ke rumah Shanon dan Smith!"


Kyros mengusap-usap kening Gienka dengan lembut. "Tentu saja, aku sudah mengenal keduanya dengan sangat baik, aku yakin jika kesan pertamamu bagus saat bertemu seseorang itu artinya kau akan menyukainya!"


"Kok pulang? Kan belum sembuh???"


"Aku istirahat dirumah saja ya?? Aku juga tidak mau berbohong pada Mama dan Papa lagi, bawa aku pulang besok, aku sudah lebih baik kok...!"


"Aku akan jujur pada mereka tentang apa yang terjadi, aku yakin mereka akan mengerti, dan kau juga sudah lebih baik daripada kemarin sehingga tidak perlu ada yang di khawatirkan!"


Gienka mendengus kesal dan memalingkan wajahnya dari Kyros. "Ya jika itu Papa Dan, dia akan mengerti tetapi apa kau pikir Papa Iel akan bersikap sama??? Tidak...! Tidak mungkin sama sekali, Papa Iel akan marah-marah, menyalahkanmu, lalu akan membawaku pulang karena dia akan berpikir bahwa kau tidak becus mengurusku, sudahlah sayang percaya padaku, aku sangat tahu bagaimana watak Papaku! Yang ada nanti keluarga kita jadi tegang! Dan aku hanya ingin besok pulang!" Seperti biasa Gienka akan selalu berada dalam pendiriannya yang kuat itu. Dan keputusannya sudah bulat ingin pulang.


Seolah mengerti bahwa keinginan istrinya tidak bisa di ganggu gugat, Kyros pun mengiyakan, tetapi jika dokter tidak mengijinkan, maka Gienka harus menurutinya. Gienka tersenyum dan menarik kerah baju Kyros agar mendekat dan memeluknya. Mereka berpelukan, dan Gienka mencium pipi suaminya. "Terima kasih sayang...! Aku mencintaimu...!"


"Aku juga mencintaimu, tapi kau benar-benar harus patuh jika dokter tidak mengijinkanmu, atau akau akan marah besar!!!" Ancam Kyros.


Saat ini dia tidak mau membahas kecurigaannya terhadap Camilla pada Gienka. Kyros tidak ingin istrinya jadi kesal lalu marah dan itu bisa mengganggu kesehatannya. Jika semua sudah pasti, baru Kyros akan menjelaskan semuanya.


Malam tiba, Kyros membantu Gienka duduk untuk makan malam dan mengatur mejanya. Gienka ingin makan sendiri, jadi Kyros membiarkannya. Tak lama setelah itu, perawat masuk dan memanggil Kyros agar bisa menemui dokter.


"Kau makan yang benar, aku akan segera kembali!" Ucap Kyros pada Gienka sambil mengusap rambut panjang istrinya itu.


"Iya, jangan lupa katakan padanya jika aku ingin pulang besok!"


Kyros mengangguk lalu pergi keluar menuju ruangan dokter. Sampai disana, dokter dan Kyros berbicara cukup serius. Mereka mengobrol cukup lama, dan Kyros juga menyampaikan keinginan istrinya untuk pulang. Dokter pun mengatakan jika besok Gienka sudah benar-benar baik, tentu bisa langsung diajak pulang. Karena sebenarnya jika efek obat itu sudah benar-benar hilang dari tubuh orang yang mengkonsumsinya, dan orang itu juga sudah membaik tentu bisa diijinkan untuk beristirahat dirumah.


★★★★★


Keesokan harinya....


Kondisi Gienka memang sudah membaik, bahkan wajah Gienka juga sudah tidak terlihat pucat lagi, sehingga Gienka sudah diijinkan pulang. Kyros membantu Gienka turun dari ranjang perawatannya dan menyuruhnya duduk di kursi roda. Kyros kemudian membawa Gienka keluar dari ruang perawatannya, dia sudah selesai mengurus semua administrasinya dan tinggal membawa Gienka pulang.


saat tiba di area parkir dan ingin membantu Gienka masuk ke dalam mobil, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan Kyra ternyata yang menghubunginya. Kyros mengernyit, karena akhirnya adiknya itu menghubunginya lagi. Entah apa yang membuat Kyra sejak kemarin tidak bisa dihubungi sama sekali. Terakhir kali dia berbicara dengan Kyra adalah saat malam dimana Gienka sakit, setelah itu dia dan Kyra tidak bicara lagi. Kemarin pagi ketika dia melihat ponselnya, Kyra sempat menghubunginya beberapa kali, tetapi karena terlelap dia tidak mengangkatnya, dan saat pagi itu dia mencoba menghubunginya, sudah tidak aktif. Dan akhirnya sekarang Kyra menghubunginya lagi.


"Iya Ra...! Kau ini kemana saja? Sejak kemarin ponselmu tidak bisa di hubungi? Kau tidak khawatir ya dengan keadaan Gienka???" Tanya Kyros dengan suara kesal.


Gienka mendongak dan memegang tangan Kyros agar bisa menahan amarahnya.


"Gienka ada di rumah sakit mana? Aku baru keluar dari airport dan sekarang sudah ada di dalam taksi! Aku akan langsung ke rumah sakit ya? Katakan rumah sakit mana???" Tanya Kyra.


"Apa....???!! Memangnya sekarang kau dimana?"


"Aku tidak bisa tenang mendengar Gienka sakit jadi aku terbang ke Amerika setelah kau menghubungiku lusa kemarin!"


"Astaga.....! Kyra....! Kau ini keras kepala sekali, aku kan sudah melarangmu datang...! Oke oke kau ke apartemen saja, Gienka sudah di ijinkan pulang, aku sudah berada di luar untuk kembali!"


"Baiklah, aku akan ke apartemenmu sekarang!" Kyra kemudian menutup teleponnya dan memberikan alamat apartemen Kyros pada supir taksi.


"Dia konyol sekali, Kyra ada disini, ayo kita pulang!" Ujar Kyros pada Gienka.


"Kyra??? Kok bisa??"


"Aku juga tidak tahu bagaimana dia bisa kesini!" Kyros kemudian mengangkat Gienka dan memasukkan nya ke dalam mobil.


Kyros menggendong Gienka begitu saja dan membawa nya masuk ke lift menuju apartemennya. Sampai disana, dia langsung membaringkan Gienka di kamar dan meminta agar istrinya itu beristirahat, sementara dia akan pergi sebentar. Gienka tersenyum lalau mengangguk dan membiarkan suaminya pergi. Kyros ingin membeli beberapa barang di supermarket dan Kyra juga akan kesini. Pergilah Kyros kemudian.


Saat sampai di lift, pintu lift itu terbuka dan Kyros berpapasan dengan Camilla. Perempuan itu melempar senyumnya pada Kyros dan Kyros hanya menjawab sapaan Camilla dengan singkat lalu mengucapkan permisi.


"Buru-buru? Mau kemana??" Tanya Camilla lagi.


"Ke supermarket!"


"Oh...! Gimana keadaan Gienka? Aku dengar dia ada di rumah sakit??"


"Dia baik, dan selamat!" Jawab Kyros lalu masuk ke dalam lift.


Ketika Kyros masuk dan pintu lift tertutup, senyum Camilla mengembang. Camilla merasa senang sekali karena berhasil membuat Gienka merasakan kesakitan. Itu adalah balasan yang setimpal untuk Gienka yang sombong itu. Tetapi Camilla harus melakukan sesuatu untuk menarik perhatian Kyros lagi, dan harus berpura-pura bersikap baik dan peduli pada Gienka sehingga tidak ada kecurigaan dari lelaki itu padanya. Camilla bergegas menuju apartemennya dan menyiapkan sesuatu yang bisa di bawa ke apartemen Kyros untuk menjenguk Gienka.


***


Setelah siap, Camilla memasukkan salad buah buatannya ke dalam kotak makanan. Lalu pergi keluar apartemennya menuju apartemen Kyros. Camilla harus bisa bersikap baik dan tidak jutek lagi, sehingga bisa menimbulkan kecurigaan Kyros ataupun Gienka.


Camilla berdiri di depan apartemen Kyros dan menekan interkomnya. Cukup lama dia berdiri, dan perlahan pintu terbuka. Gienka yang membukanya. "Kau...!" Ucap Gienka.


Camilla tersenyum lebar. "Hai Gie....! Bagaimana kabarmu? Ku dengar kau sakit? Sorry aku tidak sempat menjengukmu di rumah sakit, aku sibuk sekali...!"


"Tidak apa...! Aku sudah sehat, masuklah....! Ky sedang keluar sebentar..!" Gienka memundurkan langkahnya dan membiarkan Camilla masuk.


"Aku membuat salad buah untukmu, ini bisa membuatmu kerasa lebih baik...!" Camilla memberikan kotak makanan berisi salad buah buatannya tadi pada Gienka.


"Thanks ya...! Harusnya kau tidak perlu repot-repot...!" Ujar Gienka.


"Tidak repot kok, kau pasti belum makan, makanlah... Ah sini biar aku yang menyuapimu...!" Camilla kembali mengambil kotak makan itu lalu membukanya. Camilla berdiri dan setengah berlari ke dapur apartemen Kyros untuk mengambil sendok.


Sementara Gienka hanya diam, dalam kondisi seperti ini rasanya tidak baik jika bersikap buruk pada Camilla. Dan Camilla juga terlihat lebih enjoy, daripada sebelum-sebelumnya. Gienka berpikir mungkin Camilla sudah mulai menerima kenyataan tentang dia dan Kyros.


Camilla kembali dengan sendok yang ada di tangannya, dan memegang kotak makan miliknya, lalu menyendok salad buatannya dan hendak menyuapkannya pada Gienka. Dan Gienka membuka mulutnya untuk menerima suapan Camilla.


Bruuukkk......!!!


Tiba-tiba saja kotak makan itu terlempar membuat meja serta lantai berantakan karena saladnya tumpah. Merasa terkejut, Gienka dan Camilla langsung menoleh ke belakang, menemukan Kyros berdiri disana dengan tatapan tajam dan penuh kemarahan.


"Jangan pernah memakan atau meminum apapun pemberiannya atau hidupmu akan berakhir sia-sia...!!" Teriak Kyros dengan suara keras.