I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 368



Malam harinya...


Gienka membawakan kopi untuk Kyros yang saat ini sedang serius menatap layar laptopnya. Gienka menghampiri Kyros dan meletakkan cangkir berisikan kopi yang di buatnya. "Ini pesananmu.." Ucap Gienka.


Kyros menyipitkan matanya. Kemudian menoleh dan mendongak menatap wajah cantik istrinya. "Kok kopi??? Kan aku pesannya teh chamomile sayang???'


Gienka terkejut tetapi jelas sekali keterkejutannya itu adalah pura-pura. Gienka memang sengaja membuat kopi untuk Kyros bukan teh chamomile pesanan suaminya itu. "Owhhh... Salah ya??? Upss... Sorry, aku memang sengaja membuat kopi untukmu bukan teh.." Gienka tersenyum lebar.


"Lah kok??? Kok sengaja??? Kau ini bagaimana??? Kan aku minta nya teh sayang?? Nanti kalau minum kopi aku bisa kesulitan tidur." Protes Kyros.


"Teh atau kopi apa beda nya??? Sama-sama minuman."


"Oke oke.. Tidak apa kau sudah membuatkannya untukku." Kyros mengangkat cangkir itu dan meminum kopi buatan Gienka. Baby Lexia sudah tidur sejak satu jam yang lalu sehingga Gienka bisa sedikit beristirahat.


"Selesaikan pekerjaanmu, aku menunggumu di tempat tidur.!!!" Ucap Gienka.


Kyros tersenyum. "Kau tidurlah dulu, masih ada beberapa yang harus akau kerjakan."


"Habiskan kopi nya!!!" Gienka meninggalkan Kyros dan dia masuk ke ruang penyimpanan pakaiannnya untuk berganti pakaian dengan gaun tidur.


*****


Kyros sudah selesai dengan pekerjaannya, dia menutup laptopnya dan beranjak dari kursi kerja nya. Kyros berbalik badan dan terperangah melihat Gienka di atas tempat tidur dan istrinya itu belum tidur tetapi justru berpose menantang dengan pakaian tidur yang transparan dan terlihat sangat s'exy. Kyros menelan ludahnya menatap istrinya. "Sayang??? Apa yang kau lakukan??? Kenapa pakai pakaian seperti itu??? Kenapa kau justru menyiksaku???" Tanya Kyros. Sudah lama sekali dia tidak menyentuh dan bercinta dengan Gienka setelah melahirkan karena istrinya dalam masa niifas dan juga karena dia kembali ke Amerika lebih dulu disaat Gienka belum selesai melewati masa itu setelah melahirkan. Bisa di bayangkan betapa tersiksanya Kyros kemarin. Dan parahnya istrinya sekarang justru memakai pakaian seperti itu di depannya.


Gienka berdiri dari tempat tidur dan berjalan menghampiri suaminya. Gienka menegdipkan sebelah matanya dengan sangat Genit. "Alasanku membuat kopi adalah supaya kau bisa terjaga sepanjang malam." Ucap Gienka dengan nada sensuaI ditelinga Kyros. "Apa kau tidak merindukanku??? Kau bilang kalau kau berusaha keras untuk menahannya karena aku tidak bisa kau masuki, dan sekarang kita bisa melakukannya." Gienka melingkarkan lengannya di leher Kyros.


 Kyros membelalakkan matanya tidak percaya. "Are you seriously??? Memangnya kau sudah bisa???" Tanya Kyros.


Gienka tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengisyaratkan persetujuan untuk berciinta. "Sebenarnya sebelum datang kesini aku sudah siap memberikan hadiah yang kau inginkan, tetapi situasio dan kondisi nya tidak memungkinkan karena ulah Camilla. Tetapi sepertinya malam ini kita bisa melakukannya."


Darah Kyros langsung menggelegak penuh gaiirah, tatapannya berubah membara. Kyros benar-benar tidak menyangka jika akhirnya penantiannya sudah berakhir. Kyros memegang kedua pipi Gienkaa dan menciumnya lalu meIumat bibir istri nya dengan lembut, mereka berdua saling mencecap satu sama lain. Setelah puas berciuman, Kyros mengangkat Gienka dan membawa ke tempat tidur.


"Kau ingin cara yang bagaimana?" Kyros berbisik menggoda, tidak bisa menahan dirinya untuk menunduk dan mengecupi bibir Gienka yang ranum. "Aku sudah terlalu lama menahan gaiirahku untukmu, mungkin aku akan langsung meledak begitu memasukimu." Kyros kembali menciumi bibir Gienka.


Kyros sudah siap, kejjantanannya sudah menonjol keras di balik ceIananya, menggesek Gienka dengan menggoda ketika dia bergerak. Jemari Kyros menurunkan Iingerie Gienka dengan lembut. Memuja tubuh isterinya yang semakin montok dan berisi setelah melahirkan, membuat darahnya menggelegak. Kyros harus menghindari untuk menyentuh payyudarra Gienka yang ranum, tahu bahwa itu begitu sensitif karena menyimpan asi untuk bayi mereka.


Mereka saling meneIanjangi dengan cepat, dan Kyros mendesakkan tubuhnya pelan, menyentuh kewaniitaan Gienka dengan senjaata nya dan menggodanya dan berbisik parau.


"Kau benar-benar sudah tidak apa-apa sayang???" suaranya serak oleh gaiirah tertahan, tetapi Kyros menahan diri, takut menyakiti istrinya.


Gienka hanya memberi jawaban berupa senyuman lembut, jemarinya naik dan mengelus rambut Kyros, lalu turun, mengusap pundak dan dada Kyros yang keras, s'exy dan sangat menggoda membuat lelaki itu mengerang. Kyros dan Gienka saling bertatapan dengan intens dan bergaiirah, bibir keduanya membuka. Membuat Kyros tidak bisa menahan diri untuk meIumatnya. Mereka berciuman dengan jemari Kyros bermain di pusat kewaaniitaan Gienka, memainkan titik sensiitif di sana dengan begitu ahli, sehingga Gienka terengah dalam kenikmatan, dalam Iumatan bibirnya dengan Kyros.


Permainan jemari Kyros sungguh membuat Gienka menggila. Semakin lama semakin cepat, dengan gesekan memutar yang menggoda, menyentuh dan menstimulasi setiap titik dengan elusan dan sentuhan yang tepat. Gienka mengerang karena bibirnya masih diIumat oleh Kyros. Kenikmatan itu membakarnya, mengalir bagai aliran listrik dari pusat kewaniitaannya ke seluruh tubuhnya. Gerakan jemari Kyros makin cepat dan bergairah menstimulasi tubuhnya, hingga Gienka hampir mencapai puncaknya, hampir sampai.


Dan di titik yang tepat, Kyros melepaskan jemarinya, membuat Gienka mengerrang karena protes, dihentikan ketika dia sudah hampir mencapai puncak orgassmenya.


Kyros tersenyum lembut dan menatap Gienka yang larut di dalam gairahnya, dia mendesakkan senjaata nya ke pusat kewanitaan Gienka yang sudah sangat basah dan siap.


"Kau bisa menggunakan ini untuk membuatmu mencapai puncak. Ini milikmu sayang, gunakanlah untuk memuaskanmu." Kyros menggeram penuh gaiirah sebelum menekankan dirinya dalam-dalam ke tubuh Gienka, membuat istrinya memekik karena rasa nikmat yang melandanya.


Kyros menggerakkan tubuhnya lagi, tidak menahan-nahan diri. Memuaskan dirinya dan istrinya. Napas keduanya terengah dalam pencapaian orgaassmenya. Mereka berdua bergerak lama, dalam ritme yang bergaiirah, berusaha memuaskan dahaga akan tubuh mereka satu sama lainnya.


"Oh Ya ampun, Gienka, istriku, kau nikmat sekali...kau nikmat sekali..." Kyros mengerang parau sebelum menekankan tubuhnya dalam-dalam dan untuk kesekian kalinya meledakkan kenikmatannya di dalam tubuh istrinya. Membawa Gienka ke dalam ledakan kenikmatan yang sama.


*****


Mereka berbaring berpelukan dalam kepuasan yang dalam, seperti saat-saat bercinta mereka dulu.


"Aku tidak pernah lupa rasanya, rasanya bahkan lebih nikmat dari yang kubayangkan" Kyros mengelus paha Gienka dengan menggoda, lalu menyentuh kewaniitaannya, "Di sini bahkan terasa begitu rapat, mencengkeramku hingga aku tidak bisa menahan diri."


Gienka mengerang karena gerakan-gerakan Kyros yang intiim itu. Kejaantanan Kyros mengeras lagi, padahal baru beberapa menit setelah mereka meledak dalam kenikmatan bersama-sama. Dan Gienka juga menggerakkan pinggulnya menggoda, Kyros tidak dapat menahan diri lagi, dengan erangan keras, menyebut nama istrinya, dia mendesakkan diri, memasuki tubuh Gienka lagi. Mereka berdua bercinta beberapa ronde, seolah tidak ada habisnya dengan mencoba berbagai gaya. Dan terhenti beberapa saat ketika bayinya mulai menangis karena lapar dan setelah tenang, mereka kembali melanjutkan sesi percintaannya.