
Axel dan Kyra akhirnya masuk ke dalam villa. Mereka baru selesai berbincang dengan beberapa tamu dan juga keluarga mereka. Kyros dan Gienka tadi kembali ke villa terlebih dulu karena Kyros harus mengecek pekerjaan nya yang masuk ke emailnya. Membuat keduanya harus berpamitan terlebih dulu. Semua kursi dan juga berbagai kelengkapan pesta sudah di rapikan dan langsung di angkut meninggalkan villa. Sehingga villa tampak sudah seperti sebelum ada pesta, tinggal membereskan dan membersihkannya esok hari. Dan sekarang juga sudah hampir jam satu dini hari.
Kyra masuk ke kamar dan duduk di kursi di depan meja rias melepaskan sepatu hak tinggi yang di pakainya. Dia benar-nenar lelah sekali seharian ini. Sementara Axel sedang menutup pintu belakang Villa. Karena suasana juga sudah sepi. Orang-orang sudah kembali ke hotel. Hanya menyisahkan mereka berdua saja.
Kamar itu sudah di hias dengan begitu cantiknya. Bunga mawar berwarna merah di bentuk hati di atas tempat tidur. Di hiasi bunga mawar juga berbagai warna. Dan ada nama Kyra dan Axel yang di buat dari bunga mawar berwarna merah muda. Sangat cantik sekali. Dan sangat sayang jika nanti harus berantakan karena di gunakan untuk tidur.
Setelah melepaskan sepatu nya, Kyra melepaskan hiasan di kepala nya. Dan juga melepaskan jepit rambutnya. Kyra menyisir nya agar rambutnya rapi. Tak lama Axel masuk ke dalam kamar dan melepaskan jas nya, meletakkannya di sandaran sofa. Axel melempar senyum melihat Kyra duduk di depan meja rias. Perempuan itu sekarang bukan lagi kekasihnya tetapi sudah menjadi istrinya. Kyra nya yang cantik dan sangat manis. Axel mendekati dan membungkuk memeluk Kyra dari belakang. "Kau cantik sekarang hari ini, membuatku tidak bisa mengalihkan pandanganku ke siapapun.. " Bisiknya di telinga Kyra.
"Jadi menurutmu sebelumnya aku tidak cantik???" tanya Kyra.
"Kau sudah cantik hanya saja hari ini kecantikanmu bertambah.. "
Kyra menoleh kebelakang lalu berdiri berhadapan dengan laki-laki yang kini sudah menjadi suami nya. "Terima kasih untuk 0ujiannya, aku harap kau selalu mengatakan itu nanti setiap hari.. " Gumamnya.
"Akan aku lakukan.. " Ucap Axel dan melempar senyumnya ke arah sangat istri. Axel melepaskan anting di telinga Kyra, meletakkan nya di meja rias. Axel terdiam dan terus memandangi wajah Kyra seolah tidak merasa bosan sama sekali.
"Kenapa menatapku seperti itu??? Aku jadi salah tingkah.. " Ucap Kyra.
"Memangnya kenapa??? Aku hanya ingin mengalihkan wajah istriku, tidak boleh ya???"
Kyra tersenyum. "Boleh saja... Aku sudah menjadi milikmu sepenuhnya.. "
"Boleh aku melakukan sesuatu???" tanya Axel.
Kyra mengernyit. "Memangnya apa yang ingin kau lakukan???" tanya Kyra balik.
"Menyentuh istriku... " Gumam Axel. "Ingin mengenali nya lebih jauh lagi.. "
Axel mengerrang menahan perasaannya, lalu disentuhnya dagu Kyra lembut untuk mendongakkan kepalanya, kemudian dikecupnya bibir Kyra lembut. Lidahnya mendesak masuk kemudian, terasa hangat dan menggoda, tanpa permisi menjelajahi seluruh bagian muIut Kyra, mencecapnya dan menggodanya, Iidah itu lalu menemukan Iidah Kyra yang lembut dan berjalinan di sana. Mulut Axel meIumat seluruh bagian bibir Kyra, seakan ingin menyerap semua rasanya. Pelukannya mengencang, jemarinya menelusuri permukaan kedua lengan Kyra, bergerak naik turun dengan menggoda.
Ketika ciuman itu terlepas, napas mereka berdua sama-sama terengah-engah. Axel llalu mengecup lembut bibir Kyra, beralih ke pipinya, diberinya hadiah kecupan-kecupan kecil, kemudian ke telinganya, menghembus lembut di sana membuat Kyra memekik kegeIian.
Axel tersenyum. "Seperti nya disana titik sensitif perempuan."
Lelaki itu lalu mengecup lembut telinga Kyra dan Iidahnya dengan nakaI mencicipi di sana. "Pada akhirnya hari ini tiba juga, kau menjadi milikku dan biasa nya kita hanya berciuman saja, mulai sekarang kita akan melakukan lebih daripada itu.. "
Dengan lembut diangkatnya Kyra dan dibaringkannya ke atas ranjang. Axel meIumat bibir Kyra lagi dan tubuhnya bergerak dengan lembut di atas Kyra. Jemarinya menyentuh pelan, menyentuh Iembut bagian depan gaun Kyra, membuat perempuan itu terlonjak. Lalu dengan lembut tetapi cekatan, Axel membuka resIetinh gaun Kyra, begitu pelan gerakannya, seolah ingin menyiksa dirinya sendiri, seperti seorang lelaki yang membuka hadiahnya dengan penuh antisipasi dan kemudian mengintip dengan hati-hati.
Kulit Kyra yang lembut terlihat sedikit demi sedikit, Axel berhasil membuka gaun Kyra, sampai ke pinggangnya dan menatap istrinya dengan penuh gaiirah. Kyra begitu menggaiirahkan, perempuan mungil itu kini terbaring dengan baju terbuka, menampakkan kuIitnya dan begitu menggoda. Axel membantu Kyra menurunkan gaunnya hingga sepinggang, kemudian sambil menciumi Ieher Kyra dan menjiIatnya lembut, lelaki itu berusaha melepaskan kaitan br'a Kyraa, untuk membuat gadis itu teIanjang dada di depannya. Tetapi Axel mengalami kesulitan, karena ini adalah hal pertama bagi nya. Kyra pun sedikit bangkin dan membantu suaminya membuka br'a nya dan berhasil.
Axel melempar senyum malu, dan dia kembali mendorong Kyra berbaring di tempat tidur. Axel pun kembali menyentuh dundukkan daada Kyra yang kenyaI itu. Napas Kyra makin terengah ketika Axel menyentuh pay*daranya sambil lalu, mengusap puutingnya dengan gerakan seolah tak sengaja, sehingga membuat putiing itu mengeras, seakan ingin disentuh lagi. Kyra mengerrang merasakan sensasi panas yang membakarnya di pay*daranya. Axel masih menciumi lehernya, lalu bibir yang membara itu naik, meIumat bibir Kyra.
"Astaga.... Sayang...." Kyra mengerrang, lalu memejamkan mata ketika Axel menunduk dan mengecup bagian atas pay*daranya, kemudian, bibir Axel lewat sambil menghembuskan napas panasnya sambil lalu di atas pay*daranya, membuat putingnya mengencang dengan kerasnya.
"Sayang....!!" suara Kyra makin keras ketika Axel mengulangi perbuatannya berkali-kali. Lelaki itu mengecupi seluruh bagian pay*daranya tetapi mengabaikan putiingnya yang mendamba. Yang dilakukan Axel hanyalah menghembuskan napasnya sambil lalu, menggoda Kyra, menyiksa istrinya.
"Kau ingin aku menyentuhmu di situ sayang?" Axel berbisik di sela-sela kecupannya. Menikmati ketika jemari Kyra tanpa sadar menyentuh rambutnya, mencoba mengarahkan putiing Axel ke bibirnya. "Bolehkah aku menjadi bayi besarmu dan menyuusu padamu??? Aku sangat penasaran bagaimana rasanya menyuusu pada istriku sendiri.. Boleh aku melakukannya??? Tanya Axel.
" Ya... Lakukan saja tapi jangan menggigitnya..!" Jawab Kyra.
Axel mengangkat kepala nya dan tersenyum ke arah Kyra yang ada di bawahnya. "Aku akan menggigitnya tetapi tidak menggunakan gigiku karena kau pasti akan kesakitan, aku akan mengginggitnya dengan kedua bibirku saja" Suara Axel menjadi serak dan sensuaI.
"Iya Sayang... iya..." Kyra mengerang seolah kesulitan bernapas.
Putiing p*yudaranya begitu tegak dan panas, karena godaan-godaan Axel, dia ingin lebih.. dia ingin bibir Axel yang panas meIumat putingnya, menghisapnya dengan lembut.. dia ingin sekali.
Dan Axel pun melakukannya. Bibirnya dengan lembut mengatup di putiing pay*dara Kyra, lalu Iidahnya bergerak menggoda di dalam, begitu panas dan basah, memainkan putiing Kyra dengan usapan-usapan lembut di dalam muIutnya. Sensasi rasanya membuat tubuh Kyra lemas, kedua jemarinya mencengkeram rambut Axel, membuatnya acak-acakan, lelaki itu sekarang sudah meniindih Kyra sepenuhnya, tubuhnya yang tinggi besar melingkupi tubuh Kyra.
Axel bertumpu pada kedua siku dan lututnya, dan menenggelamkan kepalanya di keindahan pay*dara Kyra yang raanum, lelaki itu memuja pay*dara Kyra, mencuumbunya dengan Iidahnya, dan menghisap putiingnya perlahan, membuat Kyra mengeluarkan eraangan-errangan geIisah atas sensasi yang baru pertama kali dirasakannya.
Setelah puas. Axel mengangkat kepalanya dan mengecup ujung hidung Kyra yang terrengah-engah, napas mereka berkabut oleh gaiirah yang pekat. Ketika Axel menggeserkan tubuhnya, Kyra merasakan kejanttanan Axel sudah mengeras di sana, menggessek seIangkangannya, begitu keras dan tampak siap.
Jemari Axel menurunkan gaun Kyra, membantu Kyra mengangkat tubuhnya sehingga gaun itu akhirnya lepas seluruhnya, terlempar ke lantai, membuat Kyra terbaring teIanjang di bawah tubuh Axel yang masih berpakaian lengkap, hanya dengan ceIana daIam suteera warna putih membungkus kewaniitaannya.
"Kau begitu indah Kyra sayang..." Bibir Axel turun ke Ieher Kyra, mengecup Iehernya dengan penuh gaiirah, lalu turun menelusuri daada Kyra, memberi hadiah kecupan lembut ke kedua putiingnya. Lelaki itu membungkuk dan mengecupi perut Kyra, membuat Kyra merasakan sensasi panas menjaIari perutnya, menuju kewaniitaannya.
Kemudian lelaki itu menarik ceIana daIam Kyra turun, refleks Kyra langsung merapatkan kakinya, mencoba menutupi dirinya. Tetapi Axel menahannya dengan jemarinya, mendongakkan kepalanya dan menatap Kyra dengan matanya yang berkilau penuh gaiirah,
"Jangan tutup dirimu dari suamimu." Suaranya berat, penuh dominasi, "Aku ingin melihat seluruh tubuuh istriku, aku ingin mencicipi seluruhnya... Aku selama ini takut untuk memikirkan hal ini, takut aku tidak bisa menahan diriku dan di rundung penasaran luar biasa hingga membuat aku bisa lupa dengan batasan yang ada, tetapi aku akhirnya sudah berani memikirkan dan membayangkan ini sejak beberapa hari yang lalu.. Dan mencoba mencari informasi bagaimana aku harus bersikap saat pertama kalinya ingin menembus tubuuhmu.. Aku akan bersikap hati-hati, agar kita berdua bisa melewati malam ini dengan kenangan yang tidak terlupakan seumur hidup kita..."
Kata-kata Axel membuat Kyra gemetar penuh gaiirah, dan terus gemetar ketika Axel menurunkan ceIana daIam itu, melalui sebelah pahanya dan melepaskan dari kakinya. Membiarkan ceIana daIam itu masih menggulung di pahanya yang lain. Axel menggerakkan jemarinya dengan lembut, dan dengan gerakan sensuaI menurunkan ceIana daIam suteera itu pelan-pelan dari pahaa Kyra, sambil membiarkan jemarinya meraaba paaha Kyra, mengirimkan sinyal-sinyal gaiirah yang bagaikan sengatan listrik di sana.
Ketika sampai di kaki Kyra, Axel melepaskan ceIana daIam itu dari tubuuh Kyra, lalu menatap keseluruhan tubuuh Kyra yang teIanjang buIat. Istrinya...!!
TeIaanjang buIat di bawahnya, dan siap dimiliki olehnya.
Kepala Axel pening oleh gaiirah dan antisipasi ketika dia menggerakkan jemarinya lagi, pelan mengalun dari lutut Kyra, dan naik ke pahanya. Sampai kemudian menyentuh kewanitaan Kyra. Hanya sepersekian detik, menyentuh di sana. Dan tubuh Kyra terkesiap, berjingkat kaget oleh sengatan aneh yang menyengatnya seketika.
Axel tersenyum. Kyra ternyata sangat sensiitif dan siap olehnya. Jemarinya menyentuh kewaniitaan Kyra, memainkannya lembut dengan usapan perlahan, membuat Kyra setengah bangun, bingung atas sensasi yang mengalir deras di tubuhnya, sekaligus takut.
"Sayang.... jangan sentuh di situ..." Seru Kyra.
"Sssshh.... Tenanglah sayang." Axel menghela Kyra agar terbaring lagi, menikmati. "Aku akan memberimu kenikmatan dari seluruh tubuhku, dari jemariku, dari bibirku..." Lelaki itu mendunduk, lalu mengecup kewanitaan Kyra lembut. Membuat Kyra menggeIiat, mencoba merapatkan pahanya. Kaget atas keintiiman luar biasa yang ditunjukkan Axel kepadanya.
"Sayang... jangan di situ... astaga.... Axel sayang... Uhh....." Kyra kembali mengeraang.
"Ssssttt.... nikmati, nanti aku akan mengajarkanmu menyentuhku juga sayang, dengan jemarimu.. Aku ingin tangan lembut mu juga bisa menyentuh milikku.." Napas Axel bagaikan uap panas di kewaniitaan Kyra, membuatnya gemetar.
Kyra terbaring di sana dengan mata berkabut, dengan napas terengah dan terasa melayang akibat sensasi luar biasa nikmat yang menyeIimuti tubuuhnya, bersumber pada kewaniitaannya. Gerakan bibir dan Iidah Axel begitu nikmatnya, membuat Kyra berkali-kali mengerrang ketika Axel dengan sengaja menggerakkan Iidahnya memutar, menggoda titik sensiitifnya. Membuat Kyra seakan dibawa ke sebuah tepi pencapaian yang tidak diketahuinya. Kyra memejamkan matanya. Dia sudah hampir sampai ke tepi itu. Digigitnya bibirnya, merasakan sensasi panas melandanya dan menggetarkannya.. Hendak membawanya ke suatu tempat yang tidak dia ketahui sebelumnya. Napasnya tersenggal, jantungnya berdetak cepat, matanya terpejam menyerap kenikmatan itu. Dan Kyra mengerrang panjang menandai pencapaian pertama nya.
Axel mendongakkan kepala nya, melempar senyumnya pada Kyra. Lelaki itu kemudian menegakkan tubuh dan bertumpu pada lututnya yang mengangkaang di atas tubuh teIanjang Kyra dan membuka kemejanya, memamerkan daada bidang teIanjang. Bagaikan suteera yang halus, dan panas, membungkus otot-otot tubuhnya yang kekar dan keras. Membuat Kyra merasakan dorongan luar biasa untuk menyentuhnya.
Lelaki itu lalu setengah berdiri dan melepaskan ceIananya. Seluruh pakaiannya akhirnya terlempar ke lantai. Dan sekarang Kyra menatap seorang lelaki yang berlutut teIanjang di atasnya, dengan tubuh yang luar biasa indahnya, dan kejantaanan yang telah mengeras dan siap untuknya. Axel begitu indah dalam keteIanjangannya. Dan lelaki itu suaminya.
Ingatan akan kenyataan itu membuat benak Kyra dibanjiri oleh pemikiran sensuaI, pemikiran yang selama ini tidak pernah berani dipikirkannya. Axel tersenyum lembut, lalu meraih jemari Kyra dan mengecupnya dalam kecupan basah dan sensuaI.
"Maukah kau menyentuhku?" Tanya Axel. "Jemari mu yang halus ini pasti akan membuatku menggeIiat penuh kenikmatan... "
Kyra menganggukkan kepalanya, dan lelaki itu membawa jemari Kyra ke kejantaanannya yang keras dan siap untuknya.
Kyra menyentuh kekerasan yang sehalus suteera itu dan membeIainya. Membuat Axel mengeluarkan eraangan sedikit keras. Mendengar eraangan itu, Kyra hendak menarik jemarinya, tetapi Axel menahannya dengan cepat.
"Jangan." Gumam Axel tertahan, "Teruskan sayang, kenali aku... Ini nikmat..!"
Jemari Kyra membelai kembali kejaantanan Axel, membuat Axel harus menggertakkan giginya, menahan erangannya. Kyra begitu kagum, karena ternyata apa yang tampak begitu keras bisa terasa begitu halus dan lembut.
Dengan penuh ingin tahu, dia mengekspIorasi tubuh Axeel, mempelajarinya, mengenalinya. Sampai kemudian Axel menggenggam tangan Kyra dan menahan jemarinya.
"Cukup. Kurasa aku akan meledak kalau kau meneruskannya."
Dengan penuh gaiirah lelaki itu kembali menindiih Kyra, posisi mereka sungguh pas. Sang lelaki berpadu dengan perempuannya.
"Buka pahaamu, sayang..???" Pintar Axel setengah membantu Kyra membuka pahaanya dan membiarkan kejaantanan Axel mendesak di antara paha Leona, mendesak kewaniitaannya. Lelaki itu menggesekkan tubuhnya lembut, mengirimkan getaran listrik yang membuat tubuuh Kyra membara.
"Kau sudah bassah dan siap untukku." Axel menyentuh Kyra dengan kejaantanannya, merasakan betapa Kyra sudah begitu panas dan basah di bawahnya, "Izinkan aku memilikimu, sayang...?"
Lelaki itu bertumpu kepada kedua sikunya, dan mendorongkan pingguInya. Menekan tubuh Kyra dengan perlahan. "Auuuhhh... Sakitt...!! Pelan-pelan. " Ucap Kyra sambil meringis.
Axel mengangguk. "Maaf....??? Bertahanlah dari rasa sakitnya... Aku akan pelan-pelan..."
Axel mencoba lagi mendorong miliknya agar masuk ke dalam tubuuh Kyra, tetapi halangan itu cukup kuat, sehingga Axel harus menekan beberapa kali, mencari jalan untuk menyatukan tubuhnya ke dalam tubuh Kyra, menuntaskan kenikmatan ini.
Dengan lembut, lelaki itu menggesaek-gessekkan tubuhnya di ujung bibir kewaniitaan Kyra, mempersiapkan perempuan itu. Pelan dan pasti mencoba masuk sedikit demi sedikit, dan kemudian, ketika menemukan titik itu Axel mendorong tanpa peringatan menekan kuat dan memasuki tubuh Kyra.
Yang dirasakan Kyra kemudian adalah rasa sakit yang luar biasa. Kejaantaanan Axel mendorongnya masuk ke dalam tubuhnya, dan dia terkejut akan kekuatan besar yang mencoba menyatukan diri dengannya. Kyra a mengerrang, mencoba mendorong tubuh Axel menjauh karena kesakitan yang dirasakannya.
"Tunggu... Tunggu... Jangan dorong aku sayang... Rilekslah, terima aku..." Axel berbisik pelan di telinga Kyra.
"Pelan-pelan... Sakit..." Ucap Kyra dan airmata nya pun menetes. Rasanya begitu sakit sekali.
Axel mengecup bibir istrinya untuk mengalihkan rasa sakit yang kini di cerita oleh istrinya itu. Perlahan tubuhnya mendorong lagi, dan ketika akhirnya dia berhasil menembus penghalang itu dia menekankan dirinya dalam-dalam dan menahan dirinya untuk tidak langsung bergerak, mengangkat kepalanya dan mengecup pipi Kyra lembut.
Perempuan itu kesakitan selama proses itu, dan Axel tidak bisa membantunya. Sekarang lelaki itu mengecupi Kyra lembut, membantunya supaya rileks dan menikmati, membantunya supaya lepas dari kesakitan di kewaniitaannya.
"Apakah masih terasa sakit?" Axel mengusap air mata di sudut mata Kyra. "Kau ingin aku berhenti dulu? Oke aku akan berhenti dan tidak bergerak, kau juga harus tahan...."
Kyra tersentuh atas kelembutan Axel. Dia menggelengkan kepalanya, membiarkan lelaki itu mengecupinya.
"Aku harus bergerak supaya rasa sakitmu berkurang.. "
Kyra mengangguk. "Tapi pelan-pelan.. " Pinta nya lagi.
"Ya... Di awal akan sedikit sakit tapi tenang, itu tidak akan bertahan lama.. "
Dengan lembut Axel mulai menggerakkan tubuhnya, agak sakit bagi Kyra pada awalnya, merasakan sesuatu yang asing menggessek bagian tubuhnya yang begitu peka. Tetapi kemudian ritmenya mulai terasa. Setiap Axel bergerak, Kyra mulai bisa menikmati geIenyar sensuaI yang terkirim dari kewaniitaannya ke sekujur tubuhnya. Membuatnya mengerrang, sambil berpegangan pada tuubuh Axel.
Tubuh mereka berdua berkeringat, di atas ranjang berseprei putih yang sekarang sudah acak-acakan itu. Axel menggerakkan tubuhnya di dalam tubuh Kyra, semula lembut dan hati-hati. Tetapi ketika merasakan tubuh Kyra sepertinya mulai merespon dengan napas terangah dan eraangan pelan, Axel bergerak dengan penuh gaiirah, membawa mereka menuju puncak gaiiraah masing-masing.
Ketika puncak itu hampir tiba, Axel membiarkan Kyrama, membawanya lebih dulu mencapai orgaasme yang luar biasa itu. Dan ketika erangan Kyra dalam pencapaiannya menandai orgasmenya, Axel merasakan tubuh Kyra mencengkeram kejaantanannya dengan kuat di dalam, membuatnya tak tahan lagi, hingga kemudian meIedak di dalam tubuh Kyra.
Kenikmatan itu begitu intens dan luar biasa, sehingga membuat tubuh mereka Iemas. Axel berbaaring meniindih tubuh Kyra, menahan dengan siku dan lututnya supaya tidak membebankan beratnya di tubuh istrinya, kepalanya berbaring di bantal di samping kepala istrinya. Napas mereka berdua terengah-engah. Kepalanya masih dipenuhi kabut kenikmatan itu. Luar biasa rasanya bercinta dengan orang yang dicintai untuk pertama kalinya. Orgaassmenya sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Axel membuka matanya dan mengecup telinga Kyra yang ada di depannya,
"Maaf, aku tadi menyakitimu ya???"
Kyra mengatur napasnya sambil menggelengkan kepalanya. Siapapun perempuan yang bercinta dengan laki-laki untuk pertama kali nya pasti akan merasakan kesakitan tetapi setelah itu hanya kenikmatan yang akan dirasakan kedua nya.
Axel tersenyum dan mengecup bibir Kyra. "Apakah aku memuaskanmu???" Tanya nya lagi.
Kyra masih berusaha menormalkan napasnya. Apakah Axel memuaskannya? Tentu saja. Kalau benar ledakan luar biasa yang dirasakan tubuhnya dan menerbangkannya ke tingkat ke tujuh adalah sesuatu yang orang-orang sebut sebagai orgaasme, berarti Axel telah memberikan orgaassme yang paling nikmat kepadanya. Kyra memang tidak punya perbandingan. Tetapi tubuhnya yang begitu terpuaskan tahu.
"Ya, sayang.."
Lelaki itu tersenyum mesra dan mengecup Kyra lagi. Lalu mengangkat kepalanya, dan menarik tubuhnya yang masih tenggelam di dalam tuubuh Kyra dengan hati-hati.
Kyra mengerang ketika merasakan rasa tidak nyaman yang menyakitinya di tubuhnya. Rasa sakit itu terasa, dan ketika orgaassme mereka selesai mulai terasa sedikit nyeri. Axel melepaskan dirinya, lalu membaringkan tubuhnya di sebelah Kyra, dia menoleh dan menatap Kyra dengan senyuman bersalah.
"Maaf. Sakit lagi ya???"
Kyra hanya menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba merasa malu. Mereka telah melakukan hal yang paling inntim yang bisa dilakukan oleh sepasang suami istri, dan sekarang mereka teIanjang bersama di atas ranjang. Tetapi tampaknya hal itu tidak mengganggu Axel, lelaki itu termenung, memikirkan sesuatu.
"Terima kasih sayang, kau menjaga dirimu selama ini hanya untukku, ini sangat luar biasa sekali.." Axel bergumam pelan. Sambil mengambilkan Kyra tisu untuk membersihkan kewaniitaannya.
"Kau juga menjaga dirimu untukku... " Kyra mengambil tisu dari suami nya. Mengusap ke daerah sensiitifnya, dan membuang tisu itu ke lantai begitu saja. Kyra kemudian memeluk Axel lalu merasa mengantuk luar biasa. Mereka pun akhirnya menarik selimut dan tidur sambil berpelukan.