I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 51



Keesokan harinya...


Gienka bergabung untuk sarapan bersama dengan keluarga Kyra. Hari ini tanggal merah, sehingga keduanya tidak berangkat ke sekolah begitu juga dengan Cahya dan Aditya yang tidak ke kantor. Ini juga salah satu alasan Gienka memutuskan menginap di rumah Kyra karena hari ini libur. Dan mereka sedang menikmati sarapan bersama. Kyra asyik menikmati aotmeal, sedangkan Gienka memilih memakan roti.


"Pap....!" Panggil Kyra pada Aditya.


"Ya sayang... Ada apa???"


"Apap bilang gitu pada Ky, suruh dia pulang...! Sebentar lagi libur, masa dia tidak pulang....!"


Aditya tersenyum. "Ra....!! Kau pasti tau bagaimana kakakmu, biarkan saja, nanti dia juga pasti akan pulang...!"


"Libur saja tidak ingin pulang apalagi waktu libur selesai, lagian apa susahnya sih pulang...!" Gerutu Kyra lagi.


"Kalau kau merindukannya ya sudah kita kesana saja kunjungi dia...!"


"Yealah Apap... Kyra kan sekarang sibuk untuk ujian dan lainnya..!"


"Ya tunggu libur semester dong, kan sebentar lagi, 2 bulan lagi...!"


"Ahh.... Kita terus yang kesana, Ky keras kepala...!"


Aditya kembali terkekeh melihat wajah cemberut putrinya. "Terus Apap bisa apa??? Amam mu saja sulit membujuk Ky, apalagi Apap...!" Ujar Aditya.


"Oh God.... Setidaknya bukalah pikiran Ky, dan suruh dia pulang...!"


"Kyra sayang, berhenti menggerutu dan habiskan sarapanmu, bukankah kau meminta Apap untuk mencari buku di perpustakaan? Setelah ini kita cari..!"


"Iya Ra, habiskan sarapanmu...!" Sahut Cahya.


Mereka kemudian melanjutkan lagi sarapannya. Meskipun Kyra masih memasang wajah kesal, tetapi ya tidak ada yang bisa dia lakukan. Bahkan permintaan Amamnya ke Kyros juga tidak berhasil. Kyros memang keterlaluan sekali.


****


Setelah selesai sarapan, Kyra, Gienka dan Aditya menuju perpustakaan. Aditya mengambil kunci dan membuka lemari kecil yang ada di bawah rak buku. Terlihat tumpukan berbagai kertas, buku dan koran juga ada. Kyra dan Gienka pun membongkarnya, begitu juga dengan Aditya.


"Hei... Ada album foto kecil....!!!" Ucap Kyra.


Dia kemudian membukanya dan tersenyum ketika menemukan ada beberapa foto di dalamnya. Gienka yang penasaran juga mendekat ke Kyra. Ternyata berisi foto masa kecil Kyra dan juga Kyros.


"Apap...! Ini dimana???" Tanya Kyra sambil menunjukkan foto dia dan Kyros sedang berada di pantai.







Adita tersenyum. "Kau menemukan ini??? Astaga ini yang sempat Amam mu cari ternyata ada disini....! Hahaha ini foto saat kita liburan ke Hawai, setelah Apap pulih dari sakit karena kecelakaan...!" Jawab Aditya.


Kyra membalik lagi halaman album foto itu dan senyumnya kembali merekah karena ada foto nya lagi bersama Kyros. "Ini waktu aku dan Ky ulang tahun ya Pap???"






"Iya, Apap masih ingat Ky menangis sebelum foto ini di ambil... Butuh beberapa saat sampai dia menghentikan tangisannya...!" Kenang Aditya. "Nah kalau yang ini di ambil saat berkunjung ke rumah Yongki...! Yang ini juga sama tetapi yang ini usia kalian sudah 2 tahun...!"




Gienka tertawa. "Ky menggemaskan sekali tetapi kenapa sekarang menyebalkan ya???" Gumam Gienka.


"Hahah iya, kau benar sekali Gie...!" Timpal Kyra.


Kemudian Kyra kembali membuka halaman selanjutnya dan yang mengejutkan lagi ternyata disana ada foto Gienka juga. "Hei ada fotomu juga Gie...!"


Gienka kembali mendekat ke Kyra, dan memang disana ada fotonya. "Kok Uncle punya foto Gie???" Tanya Gienka pada Aditya.




"Oh ini, Aunty Cahya yang mengambilnya ketika kau di ajak bermain disini... Sebenarnya ada banyak fotomu, foto Louis, foto Ky dan Kyra tetapi tidak di cetak..!" Jawab Aditya lagi.


"Ya banyak sekali, dan tersimpan baik di beberapa memory card..!" Sahut Kyra.


Aditya mengangguk sambil tersenyum. "Waktu cepat berlalu, sekarang kalian sudah besar, padahal semuanya seperti baru kemarin, Ra, bahkan Apap masih ingat sekali bagaimana rintihan kesakitan dari Amam mu ketika kau dan Ky akan lahir, lebih dari dua puluh empat jam Amammu berjuang, saat itu Apap tahu dia sedang kesakitan tetapi Amam mu sama sekali tidak mengeluh dan justru menguatkan Apap yang kacau karena Apap tidak sanggup melihatnya seperti itu...!"


"Dan karena itu, Apap akhirnya menolak untuk memiliki anak lagi???" Tanya Kyra.


Aditya mengangguk. "Ya sayang, itulah alasan utama Apap menolak untuk memberimu dan Ky adik lagi...! Apap benar-benar tidak sanggup melihat kesakitan Amam mu ketika akan melahirkan...!"


"Apap memang luar biasa...!!" Kyra memeluk Aditya.


"Seorang ibu lah yang lebih luar biasa sekali..." Ujar Aditya kemudian beralih memandang Gienka.


"Gie.. Uncle sudah di beri tahu oleh Papa mu mengenai dia yanv sudah menceritakan segalanya tentang masalalunya dengan Elea, berbicara menganai ibu, uncle juga jadi ingat bagaimana perjuangan Elea dulu ketika hamil dan melahirkanmu, segala suka dan duka Elea alami dan hadapi dengan senyuman, berjuang sendiri menghadapi segalanya, terkadang rasa kasihan juga yang uncle dan aunty rasakan ketika melihat Elea, tetapi semua berbuah manis, bahkan seolah Tuhan melancarkan segalanya ketika kau lahir, hadiah kecil dari Tuhan sebagai balasan atas kesukaran yang Elea alami sebelumnya..!"


Aditya tersenyum memandangi Gienka dan melanjutkan lagi., "Gie, kau lahir kurang dari satu jam, Elea memanggil Danist agar bisa mengumandangkan adzan di telingamu, lalu menikahi Elea dan mereka hidup bahagia bersamamu... Itu hal yang luar biasa, kemudian Ariel juga menjadi Ayah yang baik dan sangat menyayangimu meskipun dia menyebalkan dan keras kepala, urusan anak selalu jadi prioritas utamanya, Maysa juga sama, dia sangat menyayangimu, dan mencurahkan segala kasih sayangnya untukmu sejak awal sampai sekarang, jadi Gienka sayang, kau harus bangga memiliki orang tua seperti mereka, seburuk apapun masa lalu orang tua, kita harus menyayangi mereka karena kasih sayang orang tua tidak ada batasnya..."


Gienka tersenyum dan mengangguk. Seringkali Danist mengatakan kepadanya bahwa Gienka harus bersyukur karena memiliki empat orang tua yang sangat menyayanginya. Dikelilimgi oleh orang-orang yang luar biasa adalah sebuah anugrah yang harus selalu di syukuri. Gienka tidak pernah merasa kekurangan apapun, karena ke empat orang tuanya juga selalu memberinya limpahan kasih sayang dan perhatian. Hal yang harus selalu di syukuri karena di luar sana juga banyak yang tidak seberuntungnya mengenai perpisahan orang tua.


"Kalian berdua adalah seorang perempuan, yang suati saat akan menjadi ibu dari anak-anak kalian, menjadi seorang istri, dan sekarang kalian masih menjadi seorang anak, sebentar lagi kalian akan pergi jauh dari kami untuk menuntut ilmu, maka Apap dan uncle ingatkan pada kalian, jadilah perempuan yang bermartabat, bisa menjaga diri dengan baik, dan jadi kebanggan orang tua, di luar sana begitu bebas, jadi jaga diri kalian, jauhi sesuatu yang di luar norma, jadilah seperti ibu kalian yang menjaga dirinya dengan baik sampai menikah, dan baru memberikannya pada Papa kalian, itu adalah satu hal yang di inginkan oleh seorang suami dari istrinya, jadi jaga itu dengan baik jika kalian ingin menjadi perempuan hebat seperti ibu kalian...!" ucap Aditya.


Giek dan Kyra saling melempar pandangan. Mereka berdua mengerti dengan apa yang baru saja di katakam oleh Aditya, karena hal itu juga sudah sering ibu mereka ajarkan. Kehormatan satu-satunya yang di miliki seorang perempuan, nanti hanya boleh di berikan kepada suaminya saja. Sebesar apapun keinginan untuk melakukannya, mereka harus bisa menahan diri dengan baik.