
"Jadi balik ke kantor atau tidak???" Tanya Kyros pada Gienka yang ada disebelahnya.
Mereka baru saja dari rumah sakit untuk konsultasi tentang rencana penundaan memiliki momongan. Dan Gienka juga sudah memilih yang ingin di pakainya untuk menunda itu. Tetapi sejak kemarin mood Gienka sedang tidak baik untuk hal kecil saja dia bisa marah-marah, bahkan Kyros juga tidak luput dari kemarahannya karena telat menjemputnya pagi tadi padahal dia harus meeting. Beruntungnya Kyros tidak terlalu ambil pusing karena dia tahu bahwa Gienka sedang berada di fase bulanannya yang membuatnya akhirnya seperti itu.
"Tidak...! Antar aku pulang saja!" Jawab Gienka sedikit ketus.
"Ya sudah aku antar pulang...! Nanti istirahat dirumah saja sampai kondisi mu lebih baik...!" Kyros mengusap lembut kepala Gienka.
Kyros kemudian mengarahkan mobilnya ke arah rumah Ariel, dimana Gienka saat ini tinggal disana. Wajah Gienka sedikit pucat karena dia merasakan nyeri di perutnya yang membuatnya tidak nyaman. Kyros tidak ingin mengajaknya mengobrol, dan membiarkan Gienka nyaman dengan dirinya sendiri karena mood Gienka juga tidak dalam keadaan baik.
Semalam Kyros sudah mendapatkan kabar bahwa Jelena hari ini akan di panggil oleh polisi untuk dimintai keterangan perihal permasalahannya dengan Kyra. Kyros sangat berharap Jelena akan mendapatkan hukuman yang setimpal, mengingat bukti-bukti yang sudah keluarganya berikan sudah sangat mendukung untuk menjebloskan perempuan itu ke penjara. Mengenai Zayan, Kyros sudah tidak peduli, dia enggan berteman lagi dengan Zayan. Kyros sangat benci sekali orang yang tidak bisa menjaga dengan baik kepercayaan yang sudah di berikannya. Kyros bisa meresakan bagaimana sakit hatinya Kyra ketika Zayan mengakhiri hubungan mereka yang sudah terjalin bertahun-tahun hanya karena sebuah alasan konyol dan sangat rendahan.
Kyros sendiri sempat merasa bahwa mungkin Zayan hanya memanfaatkan ketenaran Kyra juga segala sesuatu yang Kyra miliki, entah kenapa pemikiran itu begitu saja muncul di benaknya. Akan tetapi sekali lagi Kyros tidak mau telalu larut dengan memikirkan si brengsek Zayan itu karena sekarang Kyra baru saja memulai menjalin hubungan yang baru dengan Axel. Kyros yakin Axel ratusan kali lebih baik dari Zayan. Meskipun dibandingkan dengan Axel, Zayan terlihat lebih tampan tetapi ketampanan seseorang hanya bisa dilihat melalui mata, sedangkan kebaikan hati selain bisa dilihat dari mata juga bisa dirasakan oleh hati orang yang menyaksikannya. Jika tampan tetapi tidak memiliki hati yang baik tentu tidaklah bagus, tetapi jika kebaikan hati serta ketulusan dimiliki oleh seseorang itu maka akan timbul perasaan nyaman dan bahagia bagi orang-orang yang ada disekitarnya. Dan jika ada laki-laki yang memiliki keduanya tentu itu adalah bonus berlipat.
Kyros sangat berharap di masa pendekatan ini, Axel bisa benar-benar membuktikan jika dia memang layak untuk Kyra. Sebagai seorang kakak, Kyros tentu ingin Kyra bisa menjemput kebahagiaannya dengan segera, mengingat saat ini Gienka sahabat baiknya juga sudah mendapatkan kebahagiaannya. Pernikahannya dengan Gienka tinggal 3 hari lagi, semua persiapan sudah beres, dan nanti malam dia tinggal mengantar Gienka untuk fitting baju memastikan apakah gaun itu sudah benar-benar past atau belum.
Sampailah Kyros di rumah Gienka, dan calon istrinya itu mengajaknya untuk masuk agar Kyros juga bisa beristirahat di dalam. Rumah dalam keadaan sepi di jam-jam begini memngingat semua orang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, Ariel masih di kantor begitu juga dengan Maysa sedangkan Geffie juga masih belum kembali dari sekolahnya.
Gienka kemudian mengajak Kyros ke ruang tengah dan saat Kyros duduk di sofa Gienka langsung saja mengambil bantal dan meletakkannya di atas kedua paha Kyros lalu dia berbaring disana bertumpu paha Kyros. Perut Gienka nyeri sekali dan akan merasa lebih baik jika dibuat untuk tidur. Tak lama tidurlah Gienka dan Kyros mengusap-usap lembut rambut perempuan yang sangat dicintainya itu sambil tersenyum. Kyros menyalakan televisi dengan suara yang tidak terlalu keras agar tidak mengganggu Gienka, dan karena mengantuk juga Kyros pun akhirnya menyusul Gienka untuk tidur dengan menyandarkan kepalanya di sofa. Kyros mengantuk sekali dan seharusnya dia tidur pagi tadi sampai siang ini, tetapi berhubung banyak hal yang harus di lakukannya, dia hanya tidur sekitar dua jam saja tadi dan harus bangun lagi untuk menjemput Gienka di kantor, lalu pergi ke rumah sakit konsultasi mengenai penundaan memiliki momongan.
★★★★
Sekitar satu jam kemudian.....
Gienka membuka matanya, mencoba mengumpulkan ingatannya. Dia ada di ruang keluarga. Perutnya juga sudah tidak terasa nyeri. Hal paling ampuh untuk mengobati nyeri ketika datang bulan adalah tidur, dan ketika bangun pasti akan merasa lebih baik.
Sayup-sayup Gienka mendengar suara napas teratur di atasnya. Perlahan dia mendongak, mendapati Kyros tertidur dengan pulasnya dengan kepala mendongak bersandar di sofa, mulut Kyros juga sedikit terbuka. Hal itu membuat Gienka tersenyum melihatnya.
Gienka bergerak pelan sekali, merubah posisi nya yang semula miring menjadi berbaring, agar dia bisa memandangi Kyros dan tidak membangunkan lelaki itu. Gienka tahu bahwa Kyros pastilah mengantuk sekali. Terlebih akhir-akhir ini, waktu yang seharusnya Kyros gunakan untuk istirahat dan juga bersama keluarga nya menjadi teralihkan, karena ada banyak hal yang harus Kyros urus mengenai pernikahannya. Terkadang Gienka juga merasa kasihan karena saat siang Kyros di sibukkan dengan wara-wiri kesana kemari, dan malam harus bekerja. Akan tetapi memang itu harus di lakukan karena Gienka tidak mau berpisah dengan lelaki yang sangat di cintai nya itu. Pernikahan harus di lakukan dengan segera mungkin, dan Gienka harus selalu bersama Kyros nanti nya.
Membayangkan menjadi seorang istri, mengurus suami, menyiapkan makan pagi, siang hingga makan malam akan jadi aktifitas baru nya nanti, membuat Gienka senyum-senyum. Dia masih tidak menyangka bahwa dia akhirnya bisa bersama Kyros. Selama ini dia tidak pernah berani membayangkan semua itu karena dia hanya berharap Kyros menjadi kekasihnya dan mengetahui perasaannya saja itu sudah cukup. Tetapi ternyata Tuhan mengabulkan segala doa nya selama ini, Tuhan telah menyiapkan Kyros untuk menjadi suami nya, dan juga mewujudkan janji Kyros yang ingin menikahi nya.
Ada sekitar satu jam, Gienka hanya berbaring menatap Kyros yang terlelap. Gienka sama sekali tdak merasa bosan. Berbagai bayangan muncul ketika menatap lelaki itu. Gienka benar-benar merasa bahagia sekali. Setelah puas menatap Kyros, Gienka bangun dengan hati-hati agar tidak membangunkan lelaki itu. Dia harus mandi, berganti pakaian dan nanti ketika Kyros bangun, mereka bisa langsung pergi untung fitting baju pengantin. Gienka juga akan membuatkan Kyros kopi nanti.
****
Satu jam kemudian......
Kyros perlahan membuka matanya dan melirik ke segala arah dan menyadari jika dia saat ini berada di rumah Gienka. Tetapi ketika melihat ke kakinya, Gienka sudah tidak lagi berbaring di atas pahanya mengartikan bahwa perempuan itu sudah bangun lebih dulu. Kyros menggosok-gosok wajahnya untuk membuat dirinya bisa sadar sepenuhnya.
"Kau sudah bangun ternyata???" Gienka muncul dan sudah terlihat lebih segar karena dia baru saja mandi dan berganti pakaian.
"Kau bangun jam berapa??? Kok sudah rapi??" Tanya Kyros.
"Aku sudah bangun 2 jam yang lalu, aku tidak ingin mengganggumu yang sedang tidur pulas, oh iya tadi Apap menelepon dia bilang Jelena sudah ditahan dan dijadikan tersangka, well itu berita yang sangat bagus bukan? Biar tahu rasa itu perempuan gila....!"
"Kita pasti akan melakukannya, minum kopi itu sebelum dingin, aku membuatnya untukmu jadi nanti malam kau bisa bekerja dengan baik!" Gienka duduk di sebelah Kyros sambil menyodorkan secangkir kopi buatannya.
Kyros tersenyum. "Thanks sayang..." Ucap Kyros dan mengambil cangkir berisi kopi buatan calon istrinya.
"Iya sama-sama... Maaf ya sejak kemarin aku jutek dan marah-marah..." Gienka memeluk Kyros.
Kyros terkekeh. "Tidak masalah... Kau sedang mendapatkan tamu bulanan mulai, dan biasanya hormon sedang tidak stabil, jadi aku mengerti... "
★★★★★★
Keesokan harinya.......
Kyros baru saja menjemput Gienka di kantor. Mereka akan mengunjungi Jelena di penjara. Kyros ingin sekali menemui perempuan itu dan mencela serta mengejeknya. Kyros benar-benar merasa puas sekali mendengar Jelena sudah di hukum atas perbuatannya. Entah nanti berapa lama dia akan di penjara tetapi Kyros berharap hal itu akan membuat efek jera pada Jelena, dan tidak lagi berbuat sesuka nya.
"Kau besok masih ke kantor lagi???" Tanya Kyros pada Gienka.
Perempuan itu menoleh dan tersenyum. "Tidak.... Papa memintaku untuk tidak. ke kantor... Besok juga kita tidak boleh bertemu.... Aku pasti sangat merindukanmu... Setiap hari kita bertemu... "
Kyros tersenyum, memegang jemari Gienka dan menciumnya. "Hanya satu hari... Setelah itu kita bisa puas bertemu lagi..."
"Bertemu setiap hari sampai bosan..." Ucap Gienka.
"Mana mungkin bosan????? Istriku cantik dan menggemaskan, aku tidak akan mungkin bosan setiap hari melihat dan bertemu denganmu, yang ada aku justru semakin mencintaimu... "
"Benarkah.....???? Aku akan melihatnya nanti...." ucap Gienka.
***
Mobil Kyros memasuki area parkir sebuah kantor polisi. Mereka turun dan masuk untuk menemui Jelena. Setelah mengatakan tujuan mereka datang, Kyros dan Gienka di arahkan ke ruang tunggu dan akan di panggilkan Jelena.
Butuh beberapa saat, sampai akhirnya Jelena di antar oleh seorang polisi dan di persilahkan untuk menemui Kyros dan Gienka. Jelena di buat terkejut oleh kedatangan kedua orang itu. Yaitu Kakak dari Kyra dan juga perempuan yang pernah melemparnya dengan segelas minuman saat di pesta Axel.
"Kenapa kalian kesini???? Sudah puas kalian memenjarakan ku???" Tanya Jelena ketus dan dia enggan untunk duduk.
Kyros tersenyum memandangi Jelena. "Duduklah... Kenapa berdiri??? Nanti aku pegal... Duduk... Duduk... "
Jelena memalingkan wajah.
"Hai Jelena... Duduklah... Kenapa malu-malu seperti itu???" Sahut Gienka. "Ayo duduk....!!!"
Jelena pun akhirnya duduk dan berhadapan dengan Kyros dan Gienka. Ada perasaan jengkel dan kesal melihat kedua orang itu. Jelena tidak tahu untuk apa kedua orang ini datang menemui nya. Entah apa yang sedang kedua nya rencana kan.
Sementara itu, di luar.... Sayang memarkir mobilnya lalu keluar dan berjalan masuk ke kantor polisi. Dia juga akan menemui Jelena dan ada hal yang ingin dia bicarakan dengan kekasihnya itu. Dan itulah kenapa selepas dari kantor, dia langsung kesini hanya untuk bertemu Jelena.