I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 237



Gienka kembali menghampiri Kyros. Dia tadi pergi ke dapur dan mengambilkan pisang, air minum dan juga obat sakit kepala. Dan sekarang dia menyodorkan nya pada sangat suami agar makan dulu sebelum. minum obat sehingga sakit kepala nya bisa segera reda dan juga sembuh.


"Thanks baby... " Ucap Kyros.


"My pleasure.. Makan pisangnya, dan minum obatnya... Malam ini kau ingin makan apa???" Tanya Gienka.


"Nothing special... Apapun yang kau buat aku akan lahap memakannya..." Jawab Kyros sambil membuka kulit pisang dan memakannya.


"Hmmm selalu saja begitu jawabannya, sekali-kali kau katakan saja kau ingin makan apa, jadi aku tidak memasak sesuai seleraku, tetapi menurut seleramu... " Gerutu Gienka.


Kyros tertawa. "Begitu ya??? Jika aku meminta sesuatu dan itu tidak ada di kulkas, yang ada aku merepotkan mu dan nanti kau jadi ngedumal karena aku banyak meminta.. Aku tidak mau itu terjadi... Jadi aku akan makan apapun semua yang kau masak... Kecuali bubur, so sorry kau pasti kau tau aku sangat tidak menyukainya... "


"Ya aku tahu... Kau akan merasa mual jika di paksa makan bubur hahaha... Minum obat mu.." Gienka menyodorkan gelas berisi air dan juga obat untuk menghilangkan pusing yang di rasakan oleh Kyros.


Kyros mengambil air dan meminum obat dari istrinya. Kemudian mengembalikan gelas nya lagi pada Gienka. "Sekarang lebih baik kau beristirahat di kamar, supaya bisa cepat pulih... " Pinta Gienka.


"Kita kesana, aku istirahat disana saja...!" Ucap Kyros sambil menunjuk ke arah tempat bersantai yang terbuat dari rotan dengan bentuk lingkaran dimana di dalamnya ada bed dan juga bantal yang biasa di gunakan untuk bersantai di tepi kolam renang, selain kursi santai.


"Kau ingin istirahat disana??? Oke baiklah..."


Mereka berdua beranjak dan berpindah tempat untuk beristirahat. Mereka berdua masuk, Kyros berbaring dan meminta Gienka juga berbaring, lalu memeluk istrinya dari belakang. Kyros menciumi leher dan pipi Gienka dengan sangat gemas.


"Aku ingin mandi dan kau malah mengajakku disini... " Gerutu Gienka.


"Jadi kau tidak mau menemaniku???"


"Tidak... Bukan seperti itu.. Kau bilang tadi kau sakit, harusnya istirahat di kamar saja... "


"Disini aku merasa nyaman, ada suara gemricik air, dan juga suasana asri dari tanaman yang ada disini, lagipula ini juga masih di dalam rumah kan dan tidak terlalu banyak angin yang masuk kesini.."


"Kau sangat pandai beralasan.. Oh iya, aku hampir lupa, Kyra memberitahuku, jika minggu depan Uncle Vitto dan juga Aunty Rana serta Sanne akan ke Washington selama beberapa minggu untuk pekerjaan sekaligus liburan, jadi Apap menyarankan agar mereka tinggal disini saja, tidak apa-apa kan????" Tanya Gienka.


"Mereka akan kesini??? Dan Apap menyuruh menginap disini??? Tentu saja tidak masalah, malah bagus... Rumah jadi ramai dan kau tidak kesepian untuk beberapa waktu.. Bagus.. Kapan mereka akan datang???"


"Hubungi dia, tanyakan juga kapan akan landing, dan kita jemput mereka nanti di airport.. "


"Iya...!!" Gienka berbalik badan dan memeluk Kyros. "Ku sayang... ???" Panggil Gienka.


"Ya... Ada apa???" Kyros membalas pelukan Gienka.


"Aku berniat mencari pekerjaan disini, aku sangat kesepian jika kau pergi bekerja, jadi aku berniat melakukan itu??? Boleh tidak aku mencari pekerjaan??? Aku tidak akan melupakan tugas dan tanggung jawabku, aku hanya ingin mengisi waktu luang ku saja... Bagaimana???"


"Kau ingin bekerja???? Tetapi bukanlah kau masih harus mengurus pekerjaan di Jakarta??? Nanti bagaimana???"


Gienka mendongak menatap wajah Kyros. "Papa Iel sudah tidak ingin aku menyibukkan diri dengan pekerjaan disana, dia hanya memintaku untuk di rumah dan mengurusmu saja, ini karena masalah yang kemarin, aku tidak ber hati-hati pada hal yang lain, dan fokus bekerja sehingga tidak ber hati-hati saat Camilla memasukkan sesuatu di minuman ku... Ya aku pikir alasan Papa Iel cukup berlebihan tetapi kau pasti tahu bahwa sangat sulit untuk melawan keputusan nya... Juga aku pasti akan tetap kesepian meskipun aku bekerja karena aku tidak memiliki teman bicara... Jadi jika aku mencari pekerjaan, pasti aku tidak bosan lagi.. "


"Tidak masalah kalau kau ingin bekerja, asal kau merasa nyaman dan juga senang.."


Gienka tersenyum lebar. "Kau serius mengijinkan ku untuk bekerja???" Tanya Gienka tidak percaya.


Kyros menganggukkan kepala nya. "Ya... AKu tidak mau menjadi suami yang suka mengekang kebebasan istrinya, aku juga sangat mengerti bahwa kau punya potensi yang sangat baik untuk karirmu, kau juga masih muda, masih banyak hal yang harus kau raih termasuk karirmu, kau cerdas dan sangat fokus pada setiap yang kau lakukan jadi hal itu jangan sampai menjadi sebuah kenangan sesaat saja, kau harus lebih menggali lebih dalam lagi potensi yang kau miliki... Kau memutuskan hal yang begitu besar untuk menikah denganku, dan aku tidak mau setelah kita menikah kau kehilangan semua yang sudah kau pelajari sebelumnya, harus di manfaatkan untuk kebaikanmu juga untuk orang lain... "


Gienka memeluk Kyros sangat erat. "Ahhhhh kau memang yang terbaik.... Aku sangat mencintaimu... Thank you sayang... "


"Tetapi apa kau sudah memberitahu Papa jika kau ingin bekerja???"


"Tidak... Aku tidak mau memberitahu nya, nanti yang ada Papa Iel justru tidak mengijinkan ku.. Dan aku tidak mau terjadi masalah lagi, sudah cukup kita di paksa pindah ke rumah sebesar ini, dan sudah cukup juga kita merepotkan orang tua kita dengan mereka membelikan rumah ini... Kita harus bersikap dewasa dan masalah apa-apa jangan melibatkan orang tua kita, ya meskipun mereka memang begitu luar biasa baik dan sangat menyayangi kita, akan tetapi kita harus bisa memutuskan sesuatu untuk kehidupan rumah tangga kita, jadi aku minta padamu, please please please jangan memberitahu orang tua kita, apalagi Papa Iel... Oke???"


Kyros terkekeh. "Iya iya... Aku tidak akan memberitahu Papa Iel ataupun yang lainnya, tetapi bagaimana jika mereka nanti tahu???"


"Ya biarkan saja kalau nanti aku sudah bekerja, tetapi untuk saat ini jangan, beritahu mereka..."


"Oke baiklah.....!! Sesuai permintaanmu sayang..." Kyros semakin memeluk erat Gienka. Dia begitu mencintai perempuan ini dan selalu mengharapkan kebahagiaannya. Kyros tahu bahwa dia tidak boleh menjadi seseorang yang egois dengan terus membiarkan Gienka berada di rumah tanpa melakukan kegiatan apapun. Gienka juga butuh bergaul dengan banyak orang, dan juga memanfaatkan kecerdasannya dengan baik mengingat Gienka adalah perempuan cerdas dan juga intelek. Akan sangat di sayangkan jika Gienka hanya menjadi seorang ibu rumah tangga. Ya, mungkin nanti akan berbeda jika sudah memiliki anak, tetapi untuk saat ini baik dia dan juga Gienka belum memikirkan perihal memiliki anak dan masih ingin menikmati waktu berdua saja. Sehingga tidak akan jadi masalah jika Gienka kembali bekerja, meskipun Kyros tahu penghasilannya sangat lebih dari cukup untuk menghidupi Gienka.


Kyros tidak tahu sampai kapan dia dan Gienka akan memilih menunda memiliki bayi. Yang pasti Kyros tidak akan pernah menuntut apapun pada Gienka mengenai hal yang satu itu, karena Gienka yang punya hak tertinggi memutuskan kapan dia akan siap mengandung dan memiliki seorang bayi. Gienka yang memiliki tubuh, jadi nanti dia akan membiarkan Gienka yang mengambil keputusan nya sendiri.