I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 102



°°^°°


Sampailah mereka di apartemen Kyros. Mereka bertiga turun dari mobil dan masuk ke apartemen itu. Karena kamar Kyros berada di lantai paling atas, mereka harus menaiki tangga untuk sampai disana. Kyros tinggal di apartemen yang setipe dengan Kyra, hanya saja berada di daerah berbeda.


Kyros membuka pintu dan mempersilahkan adiknya dan Gienka masuk. Gienka memutar pandangannya ke seluruh sudut apartemen Kyros. Ini memang khas kamar anak laki-laki. Ruangan itu di dominasi oleh warna abu-abu dan sepertinya hanya ada tiga ruangan saja, mungkin karena Kyros hanya tinggal sendiri dan dia tidak mau terlalu di pusingkan dengan membereskan tempat tinggalnya lalu memilih tempat tinggal seperti ini.


"Itu balkon yang sering kau gunakan untuk bersantai ya Ky??? " Tanya Gienka. Dia sering melihat Kyros duduk bersantai di balkon itu ketika Kyros melakukan panggilan video dengannya.


"Ya Gie...! Kau baru pertama kali kesini tetapi kau sudah bisa langsung mengingat setiap ssudut apartemen ini ya??? "


Gienka tertawa. Ya, karena terlalu sering melakukan panggilan video dengan Kyros, dan laki-laki itu lebih banyak menghabiskan waktu nya di apartemen. Sebenarnya dulu Gienka sering mengunjungi Kyros tetapi dulu Kyros tidak tinggal di apartemen ini, melainkan di apartemen lama nya. Dan Kyros baru pindah kesini selama beberapa bulan terakhir kemarin, jadi ini pertama kalinya Gienka datang ke apartemen ini.


"Apartemenmu yang lama tidak jauh dari sini kan???" Tanya Gienka lagi.


"Hanya 5 menit dari sini dengan jalan kaki...! " Jawab Kyros.


"Zayan menelepon! " Ucap Kyra tiba-tiba. "Kebetulan sekali, aku baru akan menghubunginya agar datang kesini nanti malam...! Ky, aku akan menerima panggilannya.. " Kyra memilih duduk di sofa.


Kyros mengajak Gienka untuk melihat kamarnya dan juga duduk di balkon, membiarkan Kyra berbicara dengan Zayan dan tidak mengganggu mereka.


Kyros mengajak Gienka ke kamarnya. Kamar itu terlihat rapi dan unik menurut Gienka. Khas Kyros yang memang sejak dulu menyukai hal berbau astronomi, sehingga kamarnya selalu bertema antariksa. Kali ini kamar Kyros di hias dengan sticker bulan yang cukup besar, bercat putih dan ada sebuah teleskop milik Kyros yang di gunakan laki-laki itu untuk melihat berbagai benda di langit.



"Apa bisa melihat langit lewat jendela itu??? " Tanya Gienka menunjuk ke arah teleskop yang berada di depan meja belajar Kyros.


"Kalau melihat dari jendela itu tidak bm terlalu bagus Gienka, aku biasanya mengamati langit malam di balkon, disana lebih bagus karena tidak terhalang kaca...!" Jawab Kyros.


"Aku pikir bisa disana...! "


"Ya bisa saja, tetapi tidak cukup bagus..."


"Owh.... Benar juga ya... Kita ke balkon saja, aku ingin menikmati udara di luar...! " Pintar Gienka.


"Oke...! "


Kyros dan Gienka keluar kamar, kemudian Kyros mengambil minuman di kulkas dan juga gelas kemudian mengajak Gienka mengobrol di balkon.


Ada kursi dan meja di balkon, Gienka duduk di ikuti oleh Kyros. Karena apartemen Kyros di lantai paling atas, sehingga cukup bagus melihat pemandangan kota. Gienka tersenyum, akhirnya dia bisa datang juga di tempat tinggal Kyros karena selama ini dia cukup penasaran.


"Kau senang sekali sepertinya Gie...!"


Gienka menoleh. "Ya, aku senang karena bisa bertemu lagi denganmu dan juga Kyra...!"


"Sayang kemarin ke apartemen Kyra, apa yang mereka obrolkan?? " Kyros penasaran.


"Aku tidak tahu, saat Zayan datang aku sedang tidur.. Tetapi Kyra memberitahuku jika dia datang...! " Jawab Gienka.


Kyros menunduk dan terdiam untuk beberapa saat. Dia tampak berpikir kemudian menoleh ke arah Gienka yang ada di sampingnya. "Tadi malam aku menemui Zayan di Escalla Hotels...! " Gumam Kyros.


Mendengar itu, Gienka langsung menoleh dan memandangi Kyros dengan pandangan terkejut. "Menemui Zayan??? Kapan??? " Tanya Gienka.


"Semalam setelah aku makan malam bersama kalian...! "


"Kau menemui nya??? Untuk apa Ky??? Bukannya malam nanti kau menyuruhnya kesini...! "


"Itu memang benar, tetapi tadi malam aku menemuinya untuk memberinya sejumlah uang agar dia mau meninggalkan Kyra... "


"Aku hanya ingin membuktikan tentang niatnya untuk bersama Kyra, itulah kenapa aku menemuinya dan melakukan itu...!"


"Apa yang ingin kau buktikan dengan melakukan itu??? " Tanya Gienka lagi.


Kyros menjelaskan semuanya kepada Gienka mengenai pertemuannya semalam dengan Zayan. Kyros menawarkan uang senilai 14.000 ribu Us Dollar atau lebih dari 200Juta rupiah kepada Zayan agar Zayan mau meninggalkan Kyra dan tidak lagi dekat dengan Kyra atau bahkan berhubungan dengan Kyra. Kyros melakukan itu karena dia ingin mengetes Zayan, sejauh apa dia memiliki cinta untuk Kyra. Jika dia hanya ingin memanfaatkan Kyra dan mempermainkan Kyra, pasti Zayan akan memilih menerima uang itu lalu meninggalkan Kyra. Tetapi jika Zayan menolak itu artinya Zayan tulus mencintai Kyra dan lebih memilih cintanya daripada uang.


"Lalu apa yang di pilih oleh Zayan??? " Tanya Gienka lagi.


"Dia menolak tawaran ku untuk meninggalkan Kyra! "


"Artinya dia menolak uang itu??? "


Kyros mengangguk.


"Lalu??? "


"Aku masih belum puas untuk sikap yang di tunjukkan Zayan semalam, aku masih ingin membuktikan keseriusannya terhadap Kyra, jadi aku sedang memikirkan sesuatu lagi untuk mengetes Zayan...!" Ujar Kyros.


"Astaga Ky.... Kau ini kenapa??? Biarkan Kyra bahagia dan merasa senang, Zayan selama ini juga baik kan lalu kenapa kau meragukannya...!" Ungkap Gienka dengan suara yang terdengar gemas dan kesal dengan apa yang di lakukan oleh Kyros terhadap Zayan.


Kyros menolak jika dia disebut Gienka meragukan Zayan. Kyros berdalih jika dia melakukan itu karena dia ingin Kyra bahagia bersama laki-laki yang baik, tulus menyayangi dan mencintainya, serta tidak mempermainkannya sam seperti yang sebelumnya di alami Kyra. Hanya itu yang di inginkan Kyros, itulah kenapa dia harus melakukan sesuatu untuk memastikan laki-laki itu baik atau tidak untuk Kyra.


Sebagai seorang sahabat, Gienka pun mencoba untuk menjelaskan pada Kyros agar tidak terlalu berlebihan dalam menyikapi Kyra dan Zayan. Karena sejauh ini Kyra merasa nyaman dengan Zayan, dan Kyra juga tahu bahwa dia tidak akan bersikap seperti dulu lagi. Yang artinya Kyra sudah belajar dari masalah sebelumnya dan tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang sama, Kyra sudah bersiap membentengi dirinya untuk tidak seperti itu lagi. Selama ini Kyros juga sudah mengenal baik Zayan lalu kenapa harus bersikap seperti itu padahal niat Zayan sudah sangat baik untuk meminta ijin Kyros agar bisa menjalin hubungan dengan Kyra.


"Aku tidak mau mengambil konsekuensi Gie, tetapi aku harap kau juga tidak terlalu berlebihan berpikir mengenai sikapku ini, karena ada sisi baik yang ingin aku tunjukkan... "


Gienka menghela napas nya. Dia memang mengakui bahwa sebenarnya yang di lakukan Kyros pada Zayan itu niatnya baik dan bagus jika Zayan menolak. Artinya Zayan memiliki kesetiaan dan ketulusan yang murni untuk Kyra.


"Baiklah jika memang seperti itu tetapi aku minta kau jangan terlalu melangkah jauh yang justru akan menyakiti hati Kyra, dia pasti akan marah sekali padamu nanti karena dia sangat menghormatimu jadi lakukan sesuatu yang menurutmu bagus tetapi jangan sampai melukai hati Kyra ataupun Zayan...! " Ujar Gienka.


Kyros melempar senyumnya pada Gienka. Dia sangat mengerti dan akan melakukan apa yang di sarankan oleh Gienka.


"Kau sendiri bagaimana Gie??? " Tanya Kyros.


"Bagaimana apanya??? "


"Laki-laki, apa sampai sekarang masih tidak ada laki-laki yang mendekatimu??? Atau jangan-jangan kau sengaja menyembunyikannya selama ini... Masa iya sejak dulu kau sendiri saja...! " Ucap Kyros mencoba menggali lebih jauh lagi informasi Gienka.


Gienka menggelengkan kepala nya. "Kau sendiri bagaimana Ky??? " Kau juga selama ini terus mengatakan bahwa kau single dan tidak dekat dengan siapapun... Atu kau memang menyembunyikannya dariku?.?? "


Kyros terkekeh. "Kau ini, pintar sekali membalik pertanyaanku, padahal jawabanku dari dulu tetap sama, alasan kenapa aku masih enggan menjalin hubungan dengan siapapun...! Sementara kau tidak punya alasan seperti ku??! "


"Alasanku sama seperti alasanmu, aku ingin menyibukkan diriku dengan belajar dan berkuliah saja sehingga tidak ada waktu untuk menjalin hubungan dengan laki-laki..!" Jawab Gienka.


Kyros kembali tertawa. "Ah sudahlah... Kau ini menyebalkan sekali... Aku bertanya kau balik bertanya, aku menjawab dan kau juga menjawab dengan jawaban yang sama...! "


"Kau mengundang Zayan nanti malam kesini, apa kau merencanakan sesuatu lagi??? " Gienka mengalihkan lagi oembicaraannya dengan Kyros ke masalah Zayan dan Kyra.


"Tidak ada.... Aku hanya ingin. membalasnya saja, dia memberiku tempat tinggal saat aku datang ke Toronto, dan dia juga menerimaku dengan baik, memberiku kudapan selama disana, jadi sekarang dia tamu disini, aku juga harus menyambutnya juga harus bersikap baik kepada nya, itu saja Gie... Kenapa kau bertanya seolah mencurigai ku??? "


"Hahahha bukan begitu Ky, aku hanya bertanya saja... Ya siapa tahu kau ingin memberitahuku jika kau punya rencana untuk Zayan...! "


Kyros terdiam. Sebenarnya dia sudah merencanakan sesuatu untuk Zayan nanti Malam tetapi itu akan dia lakukan saat Kyra dan Gienka sudah pulang. Sebuah rencana untuk mengetes kejujuran Zayan selama ini. Apakah Zayan berucap serius mengenai penilaiannya pada Kyra, atau Zayan memiliki niat yang tidak baik pada Kyra. Meski ini sedikit berlebihan dan jika Kyra tahu Kyra pasti akan marah sekali. Tetapi Kyros harus melakukan ini, dan nantinya akan meminta maaf pada Kyra ataupun Zayan jika salah satu dari mereka suatu hari mengetahui hal ini. Kyros ingin Kyra bahagia dan menemukan


laki-laki yang benar-benar tulus menerima nya bukan karena ada udang di balik batu. Karena untuk menemukan makanan laki-laki yang baik tentu bukan perkara mudah. Dan Kyros sudah menyembunyikan sesuatu yang besar di dalam kamarnya untuk rencana nya nanti malam pada Zayan.