
"Kau akan naik apa ke rumah Cyntia???" Tanya Aditya pada Theo.
"Aku akan naik taksi online saja..."
"Mau aku antar sekaligus aku berangkat ke kantor??? Tetapi aku harus mengantar Cahya dulu..."
"Ah tidak perlu Dit, aku sudah merepotkan mu, aku bisa naik taksi online saja... "
"Jika ada supir, aku pasti akan menyuruhnya mengantarmu, kebetulan hari ini supir ku sedang ijin.."
"Tidak apa-apa, aku juga baru saja memesan taksi online.. Terima kasih atas sarapannya, dan sekali lagi maaf sudah mengganggu waktu kalian semua nya.. Kalau begitu aku permisi dulu..." Theo menyalami Aditya dan juga Axel. Kemudian berpamitan dan meninggalkan rumah Aditya. Sebagai tuan rumah, Aditya juga mengantar Theo sampai di gerbang rumahnya hingga taksi pesanan Theo datang.
Melihat ketulusan Theo saat meminta maaf tadi, membuat Aditya merasa iba, sehingga dia tidak jadi untuk bersikap dingin. terhadap pria itu. Aditya sudah mendengar jika Theo memang sudah berubah menjadi seseorang yang baim, dan itu sudah berlangsung saat Theo keluar dari penjara. Tetapi saat itu tentu Aditya masih tidak mau mempercayai nya, apalagi saat Cahya ketakutan ketika bertemu Theo di supermarket, yang ketika itu, Cahya dalam kondisi hamil besar, mengandung Kyra dan Kyros. Walaupun ketika itu, Theo memang sudah terlihat berbeda dari sebelumnya, tetapi sebagai orang yang pernah kehilangan bayi dalam kandungan karena perbuatan Theo, tentu baik dirinya dan juga Cahya masih merasa trauma yang mendalam dengan Theo. Lalu kemudian mereka kembali di pertemukan dalam tragedi itu, dimana Cyntia menculik Kyros dan ingin melemparkan Kyros dari lantai tiga. Theo datang untuk menyelamatkan Kyros dan menenangkan Cyntia. Usaha Theo berhasil, dan Kyros di kembalikan, meskipun dalam keadaan yang sangat kritis tetapi Kyros masih di beri keselamatan. Itu tidak lepas dari pertolongan Theo. Aditya tidak bisa melupakan itu begitu saja.
Aditya juga mendapat informasi jika kehidupan Theo memang beru ah setelah keluar dari penjara. Theo sengaja mengasingkan diri untuk memperbaiki kehidupannya yang sebelumnya cukup buruk. Theo juga belajar menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari nya. Dan ternyata sampai saat ini, Theo sudah menjadi orang yang lebih baik lagi, dan mengizinkan kehidupannya dengan banyak bersyukur. Aditya benar-benar percaya bahwa Theo memang sudah berubah. Hanya saja ketidak beruntung anak Theo adalah dia masih belum bisa bersikap tegas kepada Cyntia yang sudah banyak memberikan contoh buruk pada Celia. Cyntia masih sama dan Aditya yakin, sikap Cyntia masih di pengatuhi oleh Mama Cyntia sendiri. Mengingat setelah keluar dari penjara, Cyntia memilih hidup bersama Theo, dan Theo juga sudah mulai membawa Cyntia pada kebenaran, tetapi lagi-lagi orang tua Cyntia yang merusak segala nya dengan sikap rakus mereka. Hingga Cyntia sampai saat ini masih tetap menjadi Cyntia yang sama. Sangat miris sekali.
Setelah Theo pergi, Aditya kembali masuk ke dalam rumahnya. Di ruang tamu, Axel sedang mengobrol dengan Cahya dan Mama nya, sedangkan Kyra tidak ada karena Kyra naik ke kamarnya untuk bersiap pergi ke kantor. Aditya pun bergabung dengan Mama nya, Istrinya juga Axel.
"Kau akan langsung kembali???" Tanya Aditya pada calon menantu nya.
"Iya Om, tetapi saya akan mengantar Kyra ke kantor dulu..."
"Ya, antar dia ke kantor, nanti om yang akan menjemputnya saat pulang... Kau nanti fokuslah pada latihan mu, karena minggu depan laga sudah di mulai dan kau akan di sibukkan dengan hal itu, untuk persiapan pernikahanmu dan pertunangan mu, jangan kau khawatirkan, itu sudah di handle oleh WO, kau dan Kyra fokus saja bekerja, dan untuk prewed, kalian bisa diskusi sambil berjalan, toh masih sekitar dua bulan lagi..."
"Ke Anyer????" Ucap Cahya dan Aditya bersamaan.
Axel tersenyum. "Iya... Jum'at malam, Sabtu, dan hari Minggu pulang... Eh sebenarnya saya ingin melamar Kyra disana... Hehehe karena saya tidak memiliki banyak waktu begitu juga dengan Kyra, jadi pergi nya di sekitar sini saja, ada niat untuk ke Bali, tetapi itu mungkin butuh waktu... Yang ada kami di kejar waktu untuk kembali, jadi lebih baik di sekitar sini saja... Itu kalau boleh... "
Aditya dan Cahya saling berpandangan, lalu tersenyum. "Jika ke Anyer, Tante tidak mengijinkan.. " Ucap Cahya.
"Kenapa???" Tanya Aditya.
Cahya menggelengkan kepala nya. "Entahlah... Tetapi tidak boleh saja... Kalau kalian ingin pergi ke pantai yang dekat, ada banyak pilihan di kepulauan seribu, pergi saja kesana... Ada banyak tempat cantik disana, dan Ariel juga memiliki cottage dan resort yang bagus-bagus, atau kalian tinggal saja di resort milik kami, kalian bisa menginap disana... Apap Kyra punya satu resort di salah satu pulau yang ada disana, sudah lama juga kami tidak kesana, karena memang resort itu sering di sewa oleh rekanan bisnis Apap Kyra... Iya kan sayang???" tanya Cahya pada Aditya.
"Ah iya... Sampai lupa... Iya, kami ada resort di salah satu pulau di kepulauan seribu, kalian kesana saja, atau mau di cottage milik Ariel juga boleh... Sepertinya lebih dekat kesana daripada ke Anyer...." Timpal Aditya.
Axel terdiam sesaat untuk berpikir, tetapi kemudian dia setuju. Memang sepertinya lebih dekat ke kepulauan seribu. Axel pun meminta agar Cahya, Aditya dan Oma Kyra tidak. m|beritahu hal ini pada Kya, jika dia ingin melamar Kyra disana. Axel ingin memberi kejutan pada Kyra.
"Baiklah, itu urusan anak muda, kami hanya akan jadi penonton saja... Lakukan apa yang kau mau, siapkan semua nya dengan baik, jadikan itu moment yang tidak terlupakan.... Dan nikmati kebersamaan kalian dengan baik, tetapi ingatlah satu hal, jangan pernah melewati batas sampai hari dimana kalian menikah.... Laki-laki yang baik adalah dia ang selalu menjaga perempuan nya dengan baik dan penuh penghormatan... Kau mengerti itu kan???" Ucap Aditya.
"Ya Om... Axel sangat tahu hal itu... Dan Axel juga sama sekali tidak memiliki niat untuk melakukan hal di luar batas. Axel hanya ingin memberi Kyra kejutan manis saja, karena Mama bilang jika aku harus memberi sesuatu yang istimewa pada Kyra dengan lamaran yang bagus dan mengesankan... " Ujar Axel.
"Baguslah jika seperti itu.. Jangan sampai kau mengecewakan kami... Karena kami sudah membesarkan Kyra dengan baik, dan selalu mengajari nya tentang normal kesopanan dan kebaikan, jadi dia harus menjaga diri nya dengan baik, begitu juga laki-laki yang berniat bersama nya, maka harus menjaga nya dan tidak merusaknya..." Ujar Aditya.
Tidak lama, pintu lift terbuka dan Kyra keluar dari sana menghampiri kedua orang tua nya, Oma nya juga Axel. Lalu berpamitan untuk pergi ke kantor dan akan di antar oleh Axel.