I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 371



Gienka meletakkan baby Lexia di box bayinya. Bayi itu sudah tertidur dengan lelapnya setelah perutnya kenyang terisi oleh air susu dan baby Lexia akan tidur dengan sangat nyenyak sekali jika dia sudah merasa kenyang.


"Menurutmu apa yang akan Papa lakukan dengan mengajak Garviil tidur bersamanya???" Gienka berbalik badan dan mendekati Kyros yang tadi berdiri di belakangnya.


"Aku tidak tahu tetapi pasti Papa sedang merencanakan sesuatu dan aku juga percaya sih bahwa Papa mungkin ingin lebih mengenal dekat Garviil."


"Itu memang benar dan apa kau lihat betapa jengkelnya Geffie tadi.?"


Kyros tersenyum dan memeluk istrinya. "Geffie memang terlihat jengkel tetapi sebenarnya aku bisa melihat kekhawatiran di matanya, wajar sekali dia pasti khawatir. Takutnya Papa akan melakukan sesuatu atau mungkin bertanya banyak pada Garviil."


"Tapi kadang Papa Iel seperti itu, selalu membuat penasaran dan juga selalu mengkhawatirkan, Dia selalu saja ada ide yang keluar dari otak cerdasnya itu."


"Aku juga jadi kasihan denganku Geffie. Dia benar-benar terlihat khawatir sekali tetapi kita pun tidak akan bisa membantunya, apalagi langsung berurusan dengan Papa Iel."


"Ya semoga tidak terjadi apa-apa seperti apa yang kita khawatirkan, lagi pula usia Geffie juga masih muda, rasanya kalau mau bicarakan hal yang serius juga tidak mungkin. Papa pasti juga memikirkan hal itu." Gumam Gienka.


"Iya kau  benar, pasti Papa hanya ingin mengobrol biasa saja."


"Semoga saja... Semua nya baik-baik saja." Gienka mendongak menatap wajah suaminya. "Bagaimana kelanjutan masalah Camilla???" Tanya nya pada Kyros.


"Aku tidak tahu, yang jelas akan terus berjalan. Kalau ada apa-apa pengacara kita pasti akan menghubungi kita. Dan jika semua beres tentu masalahnya akan segera masuk ke persidangan. Bahkan sejauh ini tidak ada penyesalan sama sekali yang keluar dari mulutnya. Aku tidak mengerti kenapa ada orang yang sejahat itu."


"Iya, hal itu memang sangat di sayangkan sekali."


"Sudah jangan membaha Camilla, bikin bad mood saja. Lebih baik kita tidur, aku mengantuk sekali, btw kau tidak membuatkanku kopi lagi seperti semalam???" Tanya Kyros menggoda.


Gienka terkekeh. "Kopi nya habis..!!" Jawab Gienka sembari menahan tawa. "Kau bisa begadang tanpa harus di bantu dengan kopi."


"Bagaimana aku bisa tidur jika istriku yang cantik ini menggodaku dengan Iingerie sexy nya. Kau beli yang banyak ya pakaian yang seperti itu???? Pakai tiap malam. Aku suka sekali. Kapan-kapan kau pergilah ke VS dan beli yang banyak."


Gienka mengernyit. "VS??? Kau tahu darimana tentang toko pakaian Iingerie itu??" Tanya Gienka curiga.


"Ya tahu saja, kan tiap tahun mereka punya acara peragaan busana, dan aku pernah melihatnya melalui tayangan di internet. Lagipula store itu juga memang sudah sangat terkenal sekali kan, siapa yang tidak tahu VS??? Iya kan???"


Gienka tertawa. "Kau ini dasar...!! Bagaimana kalau kapan-kapan kau yang mengantarku kesana, dan kau sendiri yang memilihkannya untukku???"


"Aku???? Kau mengajakku kesana??? Tidak-tidak.... Itu tempat perempuan, bisa kikuk aku disana, kau pergi saja sendiri, pilih saja semua yang kau sukai." Ujar Kyros.


"Malah bagus kalau kau yang memilih untukku. Minngu atau sabtu kita pergi?? Bagaimana??" Goda Gienka.


"Kau pergi sendiri saja....!!! Aku sudah memberimu kartu yang bisa kau gunakan untuk membeli apapun yang kau inginkan, bahkan mungkin isi kartu itu bisa kau gunakan untuk memborong semua Iingerie yang ada di store itu."


"Hahahaha kau kocak sekali... Pergilah ke kamar mandi, bersihkan wajahmu serta gosok gigimu, aku akan siapkan pakaian tidurmu."


Kyros mencium kening Gienka kemudian keluar dari kamar babay Lexia, Gienka juga menyusulnya.



Gienka di bantu Cahya menyiapkan sarapan untuk orang yang ada di rumah ini. Gienka tadi sudah memandikan Baby Lexia dan sekarang sedang bersama dengan Geffie dan Aditya di belakang. Kyros sedang bersiap untuk ke knator, Gienka juga sudah menyiapkan pakaian untuk suaminya itu. Sementara Ariel tidak ada tanda-tanda keluar dari kamarnya, begitu juga dengan Garviil. Entah mereka berdua mengobrol sampai larut atau bagaimana sampai belum bangun. Gienka membuat waffle untuk sarapan pagi ini, sedangkan Cahya membersihkan aneka berries untuk pelengkapnya nanti.


Setelah semua waffle nya sudah matang, Gienka meletakkan nya di beberapa piring sehingga nanti bisa di tambahkan buah dan juga syrup maple nya sebagai pelengkap. Cahya meminta Gienka untuk membangunkan Ariel dan Garviil, dan dia yang akan mengurus sarapannya. Supaya Ariel dan Garviil bisa bersih-bersih badan dan kemudian sarapan bersama agar tidak menunggu terlalu lama.


Gienka meninggalkan dapur dan naik untuk membangunkan Ariel dan Garviil. Saat sampai di depan kamar, Gienka hendak mengetuk pintu tetapi bersamaan dengan itu Garviil keluar. Membuat kedua nya terkejut. Gienka mencoba melempar senyum tetapi justru dia mendapati wajah Garviil yang tidak seceria sebelumnya. Hingga beberapa detik kemudian Garviil membalas senyum Gienka. "Pagi kak???" Sapa Grviil.


"Pagi Vill... Kau baru bangun???" Tanya Gienka.


"Sudah sejak tadi kak, tapi mengobrol sebentar dengan Om Ariel."


Gienka melihat ada yang tidak beres dengan Garviil. "Are you okay???" Tanya Gienka curiga.


"I'm good kak, aku ke kamar dulu ya untuk mandi??? Permisi...!!" Garviil meninggalkan Gienka dan menuju kamarnya. Sikap Garviil membuat Gienka curiga sekali dan dia harus berbicara dengan Papa nya mengenai apa yang terjadi, kenapa Grviil bersikap seperti itu. Gienka masuk ke kamar Papa nya dan dia mendapati Papa nya sedang berdiri di depan lemari.


"Papa..!!!" Panggil Gienka.


Ariel menoleh. "Hai sayang?? Selamat pagi. Mana cucu Papa???" Tanya Ariel.


"Lexia sedang bermain dengan Apap." Jawab Gienka. "Papa??? Apa telah terjadi sesuatu antara Apap dan Garviil, kenapa dia murung dan sedih seperti itu, beda dari biasanya. Apa Papa melakukan sesuatu yang membuatnya ketakutan???" Tanya Gienka menelisik.


Ariel tersenyum. "Tidak ada apa-apa, kami hanya mengobrol saja."


"Mengobrol tentang apa???"


"Tentang hubungannya dengan Geffie."


"Lalu??? Papa memarahi nya??? Dia terlihat sedih sekali, Papa tidak menyetujui hubungan mereka ya???" Tanya Gienka lagi.


"Papa tidak suka dengan ucapannya saja, jadi Papa sedikit marah dengannya."


"Memangnya Garviil mengatakan apa pada Papa sampai Papa harus marah kepadanya???"


"Tidak penting, sudahlah jangan di pikirkan. Papa mau mandi dan bersiap, Papa lapar sekali."


Gienka menahan Ariel yang hendak pergi ke kamar mandi. "Papa memarahi nya kenapa??? Jawab dulu pertanyaan Gienka Pa???"


"Gienka sayang??? Kan tadi Papa bilang Papa hanya tidak suka saja dengan ucapannya jadi Papa sedikit marah dan menyuruh dia untuk pergi dari rumah ini, Papa menyuruhnya untuk kembali ke Boston."


Gienka terperanjat. "Apa???? Papa menyuruh Garviil pulang ke Boston!!!???"


"Iya.." Jawab Ariel kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Gienka dalam kebingungan.