
"Good morning Mam... Pap....!!!" Sapa Kyra pada kedua orang tua nya yang baru masuk ke dalam ruang makan.
"Morning sayang....!! Wah sarapan apa hari ini??? Bau nya harum sekali... " Puji Aditya ketika memasuki ruang makan yang sekaligus di sebelahnya ada dapur.
Kyra meletakkan piring di atas meja, dan dia juga mengenakan apron. "Ra, membuat waffle dan juga pineapple sauce untuk sarapan hari ini... Dan pineapple sauce buatan Ra adalah favorit Apap kan???"
Aditya melempar senyumnya. "That's right... Apap menyukai semua masakan buatan putri Apap yang cantik ini..."
"Aku pandai memasak, dan aku sudah cocok kan menjadi seorang istri???" Tanya Kyra pada kedua orang tua nya.
"Tentu saja sayang... Tetapi tugas seorang istri bukan hanya memasak tetapi ada banyak sekali..." Jawab Cahya.
"Salah satu hal penting menjadi istri yang baik adalah menyenangkan hati suami nya... " Timpal Aditya.
"Yupz... Seperti Amam yang selalu bisa menyenangkan hati Apap... Iya kan????" Sahut Kyra dengan cepat.
Aditya mengacungkan jempolnya. "Betul sekali.... Kau harus banyak sekali belajar pada Amam mu cara menjadi istri yang baik dan sempurna... Dia sangat berpengalaman, dan Amam mu membuat Apap setiap hari selalu di buat jatuh cinta padanya.." Ujar Aditya seraya mengediokan matanya dengan genit paada Cahya.
"Amin.... Semoga anak-anak Amam selalu di beri kebahagiaan oleh Tuhan dan juga perlindungan serta dikabulkan seluruh keinginannya..."
"Aminn.... " Kyra dan Aditya secara bersamaan mengaminkan doa Cahya. Kyra meletakkan waffle buatannya pada setiap piring serta saus yang juga sudah di buatnya. Tak lama setelah itu, Oma dan Oma nya juga datang ke ruang makan, dan mereka menikmati sarapan secara bersama-sama. Suasana sarapan yang selalu menyenangkan karena Kyra selalu bisa mencairkan suasana dengan berbagai obrolan bahkan juga dengan berbagai cerita yang Kyra ungkapkan.
Aditya tidak lupa memberitahu jika nanti Cahya juga akan ikut ke tempat latihan Axel dan tim nya. Mendengar itu, Kyra tentu saja sangat senang sekali. Dan Amam nya juga belum pernah kesana.
Di tempat lain....
Theo memilih mengambil cuti untuk hari ini dan tidak bekerja. Theo sudah berjanji pada Celia untuk mengantar putrinya itu menemui Axel, walaupun Theo sendiri merasa ragu bisa bertemu dengan Axel. Theo juga tidak menyalahkan Axel jika pada akhirnya akan segera menikah. Hal yang wajar dalam sebuah hubungan jika sepasang kekasih bertengkar lalu memilih berpisah. Dan dalam kasus ini mereka seolah di paksa berpisah. Tetapi Axel tentu tidaklah salah dalam mengambil keputusan untuk move on dari Celia, karena memang sudah tidak ada lagi yang di harapkan oleh Axel dari Celia karena sikap buruk Angel pada Axel Dan keluarganya saat itu.
Theo tidak masalah jika hanya di minta Celia menemui Axel Dan meminta maaf saja, akan tetapi Theo takut jika nanti justru pertemuan Celia Dan Axel malah menghadirkan masalah yang baru. Apalagi itu di tempat umum Dan pasti banyak teman-teman Axel serta pelatihnnya. Dan Theo ingin sekali rasanya menolak permintaan Celia.
Theo menyiapkan sarapan untuknya dan juga Celia di dapur. Dan membiarkan Celia yang masih terlelap di kamar, San Theo tidak ingin membangunkannya sampai nanti Celia bangun sendiri. Theo benar-benar merasa meragu atas keputusan yang di inginkan Celia. Dan ingin sekali menolaknya. Theo berharap saat nanti Celia bangun, Celia membatalkan niatnya menemui Axel. Theo memiliki perasaan yang tidak nyaman yang dia rasakan sejak semalam. Takut justru nanti Celia akan menelan kekecewaan Dan jadi bahan olok-olokan oleh orang lain.