I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 178



Cahya mendekati Gienka yang tengah duduk sendirian di rooftop, dia baru saja pulang dari kantor, dan diberitahu oleh Art nya jika Gienka ada disini. "Gienka sayang...! Kau sendirian? Dimana Ky dan Kyra??"


Gienka menoleh ke belakang dan tersen,yum ketika melihat kedatang calon mertuanya, dengan cepat dia berdiri dan mencium tangan Cahya. "Ky sedang tidur di kamarnya sedangkan Kyra dia pergi menonton dengan Axel, mungkin sebentar lagi akan datang!" Ujar Gienka dengan senyumnya yang cantik.


"Ky tidur dan kau disini sendiri? Apa dia tidak mau mengantarmu??"


"Bukan begitu Mam!" Jawab Gienka yang mulai membiasakan memanggil Cahya Amam seperti halnya Kyros memanggilnya seperti itu. "Tadi Ky terlihat mengantuk sekali jadi lebih baik dia istirahat sebentar saja tidak apa, waktunya saat ini kan memang untuk dia tidur!"


Cahya tersenyum dan mengusap rambit Gienka. "Kau pengertian sekali, bagaimana tadi? Lancar semuanya??"


"Everything okay Mam, but I'm a bit nerveous to be honest...!" Jawab Gienka.


"Semoga masalah ini cepat selesai dan Jelena mendapatkan hukuman yang sepantasnya, oke sayang, Amam ke kamar dulu ya untuk bersih-bersih, kalau kau bosan bisa menonton tv atau lakukan apapun yang kau mau sambil menunggu Ky bangun!" Cahya mendaratkan kecupan lembut di dahi Gienka lalu meninggalkannya.


Gienka memilih masuk untuk mengecek apakah Kyros sudah bangun atau belum, karena ini sudah sore dan biasanya lelaki itu sudah bangun di jam-jam seperti ini. Sayangnya ketika Gienka masuk, Kyros masih berbaring dengan lelapnya dan terlihat sangat tampan membuat Gienka ingin menggodanya agar dia bisa segera bangun.


Gienka naik ke atas tempat tidur Kyros, duduk bersila menghadap wajah lelaki itu. Sambil tersenyum Gienka membungkukkan badannya dan meniupi wajah Kyros agar dia segera bangun. Beberapa kali Kyros hanya mengernyit tetapi tidak membuka matanya. Tetapi Gienka tidak mau menyerah dan mencoba lagi. Hingga akhirnya Kyros membuka matanya dan langsung menarik Gienka dan memeluknya hingga perempuan itu tengkurap tepat diatas dadanya.


"Tertangkap kau....!" Bisik Kyros di telinga Gienka.


"Kau bilang hanya tiga atau 4 jam tapi ini sudah 4jam lebih hampir 4,5jam jadi kau harus di bangunkan....!" Gienka memprotes dengan manjanya.


"Lebih sedikit saja kenapa kau mempermasalahkannya, berikan aku ciuman jika tidak aku akan kembali tidur!"


"Amam sudah pulang dan Apap sebentar lagi juga datang, lebih baik kau mandi, dan berpamitan pada mereka jika kau akan menginap di rumah nenek! Ciumannya nanti saja oke?"


Kyros pun melepaskan pelukannya tetapi jemari Kyros bergerak ragu dan menyentuh pipi Gienka, lelaki itu menempelkan bibirnya di pipi Gienka dan memejamkan matanya lalu mendaratkan kecupan lembut. Mereka bertatapan dengan tatapan yang hanya bisa dimengerti oleh satu sama lain, dan kemudian bibir mereka menyatu dalam sebuah ciuman lembut.


Ada perasaan lembut yang mengembang dalam pagutan bibir mereka. Kyros menyesap bibir Gienka, mencecap seluruh rasa bibirnya, seakan tidak pernah puas. Ketika bibir mereka terlepas, Kyros masih belum mau melepaskan Gienka dan masih memelukknya. Kyros masih tidak menyangka jika dalam beberapa hari ke depan Gienka akan benar-benar menjadi miliknya, mereka akan menikah dan memulai kehidupan baru sebagai pasangan.


Gienka yang selama ini hanya ada dalam hatinya tetapi tidak pernah dia miliki, sekarang sudah ada didepannya dan benar-benar akan menjadi miliknya. Kyros tidak pernah berhenti bersyukur karena Tuhan sudah mengabulkan permintaannya.


"Inilah yang selalu aku mimpikan, sebelum tidur bisa memelukmu dan ketika bangun aku juga bisa melakukannya lagi, kau Gienka yang masih sama seperti dulu, cantik, cerewet, manja, dan sedikit menyebalkan tetapi aku selalu mencintainya!" Gumam Kyros lagi.


"Kau juga sama, Kyros yang tampan, cuek, dingin, menyebalkan dan terlalu serius dengan sesuatu sehingga kadang tidak sadar dengan keadaan disekitarnya, aku membenci itu tapi aku juga selalu mencintaimu...!"


"Hmmmm.... Memang seperti itulah aku tetapi ketika nanti kita sudah menikah, sesekali aku akan membuatmu menjadi perempuan yang serius dengan sesuatu dan akan melupakan sekitar ketika kita berada di apartemenku karena aku yakin kau akan benar-benar menyukainya!"


"Apa harus ku jelaskan secara gamblang seperti menjelaskan kepada anak kecil? Memang apa yang akan dilakukan oleh suami istri ketika hanya tinggal berdua?" Kyros tersentum sambil mengangkat kedua alisnya lalu menegedipkan mata kirinya.


Pipi Gienka langsung memerah menyadari ucapan dari Kyros dan langsung mencubut pipi laki-laki itu dan berusaha melepaskan pelukannya. "Kau ini bisa-bisanya sudah berpikir kearah sana, cepat bangun..!" Gienka lekas menyuruh Kyros untuk bangun dan mandi.


★★★★★★


Gienka dan Kyros keluar dari lift dan mendapati Aditya sedang duduk di ruang tamu sambil meninum jus, dan disebelahnya juga ada Cahya. Artinya bahwa Aditya baru saja kembali dari kantor. Kyros dan Gienka menghampiri mereka berdua, dan Gienka dengan sopan menyalami Calon mertuanya itu.


"Kebetulan kalian turun, tadi Amam baru akan mengantar minuman ini ke atas, duduk dan minumlah? Kalian mau pergi kemana?" Tanya Cahya.


Kyros dan Gienka duduk bersamaan di sofa. Kyros kemudian menjawab pertanyaan Amamnya sekaligus meminta ijin untuk.menginap dirumah neneknya. Aditya langsung mengijinkannya karena selama ada disini Kyros belum sempat datang kesana karena sudah disibukkan urusan pernikahannya juga maslaah Kyra, jadi ini memang sangat tepat jika putranya itu mendatangi rumah neneknya. Cahya juga meminta agar Kyros lebih dulu mengantar Gienka pulang mengingat sejak pagi Gienka sudah direpotkan dengan urusan Kyra juga menunggu Kyros tidur, dia pasti merasa lelah sekali.


Tidak lama kemudian Kyra dan Axel akhirnya juga datang. Senyum Kyra mengembang dan dia berlari memeluk Cahya. Axel menyapa dan menyalami Aditya, dan Kyros pun mempersilahkannya untuk duduk. Cahya menyuruh Kyra untuk mengambilkan Axel minum karena masih ada sisa jus yang tadi dibuatnya, bergegas Kyra menuju dapur untuk mengambilnya.


Aditya dan Kyros mulai mengajak Axel untuk mengobrol.


Kyra kembali menuju ruang tamu dan memberikan minum pada Axel. Sementara Axel diam-diam melirik ke seluruh arah dan menyadari bahwa kedua orangtua Kyra juga Kakak Kyra ada disini, dan tadi ketika dalam perjalanan kesini dia sudah membulatkan tekadnya untuk menerima tantangan dari Kyra tentang meminja ijin. Sekarang kondisinya sangat tepat dimana keluarga Kyra sudah berkumpul, dan jika tidak diutarakan saat ini juga, Axel tidak bisa menjamin keberaniannya besok akan muncul lagi atau tidak.


Wajah Axel menegang tetapi pelan-pelan dia mencoba menarik napasnya dalam-dalam lalu tersenyum. "Maaf sebelumnya, om tante, Ky...!" Ucap Axel pelan tetapi berhasil mengalihkan pandangan semua orang yang ada diruangan tamu kepadanya.


Axel kembali menarik napasnya lalu menghelanya sambil tersenyum.


"Eh begini....! Sebenarnya sejak pertemuanku dengan Kyra di pesta itu aku langsung menyukainya, dan tadi aku sempat bertanya kepada Kyra bagaimana jika aku ingin menjadi menantu keluarga ini dan Kyra memberikan jawaban bahwa aku harus mendatangi kedua orangtuanya lalu mengatakan niatku, jadi itu sebabnya aku mengatakan pada kalian bahwa aku menyukai Kyra dan ingin menjadikannya istri...!" Ujar Axel.


Sontak semua orang terperangah mendengar itu, terutama Kyra, dia benar-benar tidak percaya karena dia berpikir itu adalah sebuah candaan tetapi kenapa Axel justru menganggapnya serius. Sedangkan Aditya langsung terperanjat dan menatap Axel dengan tatapan yang sangat tajam, jauh berbeda dengan sikapnya tadi.


"Axel....! Apa kau sudah gila.... Kenapa kau menganggap ucapanku itu serius?? Aku hanya bercanda tadi???" Protes Kyra dengan cepat.


"Kenapa kau menganggapnya bercanda Ra? Padahal saat bertanya aku serius sekali dan tidak ada niat untuk bercanda tentang hal itu....!"


"Astaga Axel....! Bagaimana bisa kau mengatakan hal candana itu pada kedua orangtuaku, kau benar-benar sudah tidak waras...!!!" Timpal Kyra lagi.


"Diam kaliam berdua....!!!" Teriak Aditya dengan suara melengking hingga membuat semua orang terkejut. "Axel....! Berani sekali kau mengatakan hal itu kepada kami??? Memangnya siapa kau??? Kau baru mengenal Kyra dan kau langsung memintanya kepada kami? Apa kau tidak berpikir dulu sebelum bicara???!!! Sekarang pergi dari rumahku...! Pergilah....!" Ucap Aditya lagi dengan nada yang terdengar marah dan berdiri mengusir Axel.