I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 92



Kyros akhirnya sampai, dan dia ternyata sudah di tunggu oleh Zayan di depan. Mereka berpelukan. Zayan kemudian mengajak Kyros untuk masuk. "Bagaimana perjalananmu Ky???" Tanya Zayan sambil berjalan menaiki tangga menuju apartemen Zayan yang ada di lantai tiga.


"Lancar... Senang bisa bertemu denganmu Zay...!"


"Aku juga... Bagaimana kabar Kyra??? Kau satu kampus dengannya kan!????"


"Ya memang tetapi tentu berbeda, ku dengar kau bertemu lagi dengan Kyra beberapa bulan yang lalu saat acara reuni sekolah kalian???"


Zayan tersenyum. Dia memang bertemu dengan Kyra lagi setelah sekian lama dan terakhir lertemuan mereka adalah saat liburan bersama mereka lima tahun silam, dan juga saat wisuda sekolah mereka, setelah itu mereka berpisah dan Zayan tidak lagi bertemu Kyra karena Kyra pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah. Meskipun saat liburan dia cukup dekat dengan Kyra tetapi Zayan masih belum berani mendekati Kyra. Hanya saja setelah reuni beberapa bulan yang lalu, Zayan baru memberanikan diri meminta kontak Kyra dan dia sampai saat ini masih berkomunikasi dengan Kyra. semakin akrab lagi, itulah yang terjadi. Bahkan sebenarnya Zayan sedang berusaha melakukan pendekatan kepada Kyra untuk merebut hati gadis itu.


"Ya, kami bertemu...!" Jawab Zayan.


"Kyra tidak bercerita padaku tetapi Gienka yang memberitahu ku... !"


"Mungkin dia lupa...!" Zayan menimpali.


Sampailah mereka di apartemen Zayan. Kyros di oersilahkan masuk. Apartemen itu adalah apartemen tioe studio yang memang hanya memiliki satu ruang serta satu kamar mandi. Zayan meminta maaf kepada Kyros jika kamarnya sempit, dan meminta pemakluman jika Kyros nanti nya tidak nyaman saat bermalam disini.


Tetapi Kyros tidak masalah dengan itu, karena dia juga pernah tinggal di apartemen seperti ini dulu. Itu hal biasa bagi anak laki-laki, karena yang terpenting adalah kenyamanan untuk beristirahat. Luas sempit bukan hal yang harus terlalu di pikirkan.


Kyros meletakkan tas nya di atas meja, sementara Zayan akan menyiapkan minum untuk temannya itu.


"Thanks Zay, cukup air putih saja, oh iya aku terbiasa langsung mandi setelah datang dari manapun, bolehkah aku langsung mandi???" Tanya Kyros.


"Tentu saja Ky, itu kamar mandi nya, kau bisa menggunakannya, sementara sambil menunggu pizza yang aku pesan, kau bisa mandi dulu...!"


"Kau memesan pizza??? Hahaha kau ini, kenapa harus repot-repot sih Zay??"


"Hanya pizza, aku tidak bisa menyajikan apapun...!"


"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih... Aku mandi dulu...!" Vitto membongkar tas nya mengambil pakaian kemudian menuju kamar mandi yang ada di apartemen Zayan.


Sementara itu, Zayan duduk di soda dan memegang ponselnya. Dia sudah berjanji pada Kyra bahwa akan menghubungi perempuan itu ketika Kyros sudah sampai. Dan Zayan pun langsung mengirim pesan pada Kyra.


Tidak lama setelah itu, Kyra justru menghubungi Zayan melalui panggilan video. "Hai Ra...!"


Kyra tersenyum seraya melambaikan tangannya. "Mana Ky???" Tanya Kyros.


"Dia sedang mandi Ra, kau sendiri masih di kampus ya???"


Kyra mengangguk. "Iya... Masih ada satu mata kuliah lagi sebenarnya...! Kau pasti senang sekali bertemu Ky, dan dia akan menginap disana...!"


"Benar sekali... Aku terkejut saat dia mengatakan ingin mampir kesini, tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya dia akan datang ke Toronto...!"


"Hahaha aku juga terkejut, tetapi dia memang mengatakan bahwa dia pernah berjanji pada temannya untuk datang kesana, oh iya salam untuk Ky ya?? Aku harus masuk kelas...!"


"Oke akan aku sampaikan... Bye Ra....!"


Lamunan Zayan terbuyarkan ketika interkom apartemennya berbunyi, dia berdiro untuk membuka pintu dan berpikir mungkin itu adalah petugas pengantar pizza. Zayan langsung membuka pintu dan dugaannya sama bahwa itu memang petugas pengantar pizza. Zayan membayarnya kemudian membawa pesananannya masuk. Selain pizza, dia juga memesan fish and chips sekaligus kentang goreng yang menjadi kesukaannya, tetapi itu belum datang.


Setelah beberapa menit akhirnya Kyros keluar dari kamar mandi dan terlihat segar. Di meja sudah tertata minuman, juga pizza serta makanan lainnya yang sudah di pesan oleh Zayan.


"Wah ini pesta Zay???" Tanya Kyros.


"Hahahaha anggap saja seperti itu, kau pasti lapar setelah perjalanan, duduk dan ayo kita makan, oh iya, Kyra tadi meneleponku dan dia mengirim salam untukmu...!" Ucap Zayan.


"Kyra??? Dia meneleponmu???"


"Ya...! Dia memintaku agar menghubunginya ketika kau sudah sampai...!"


Kyros tersenyum. "Jadi kau punya kontak Kyra??? Dapat darimana???"


"Kami bertukar nomor saat reuni kemarin...!"


"Owh...! Aku senang Kyra tidak lagi malu-malu untuk berteman...!"


Zayang mengangguk kemudian mengajak Kyros untuk menikmati makanan yang dia pesan.


Mereka menikmati makanan dan minuman sambil mengobrol tentang banyak hal. Sesekali Kyros dan Zayan tertawa. Kyros bercerita tentang kesibukannya saat ini begitu juga dengan Zayan. Sampai akhirnya Zayan diam sesaat, dia berpikir haruskah dia memulai membahas tebtang Kyra dengan Kyros, bahwa dia sangat menyukai Kyra dan berharap Kyros mau menyetujuinya jika dia nanti bisa menjalin hubungan dengan Kyra.


Zayan menutup matanya kemudian menarik napas dalam-dalam kemudian menghela nya perlahan. "Ky....Bolehkan aku bercerita sesuatu padamu?? Tetapi aku harap kau tidak marah dan menertawakanku!"


"Marah??? Kenapa aku harus marah??? Katakan saja Zay??? Ada apa!?? Apa kau ada masalah???" Tanya Kyros penasaran.


Zayan terdiam sesaat. Dia takut juga meragu.


"Zay....!!!" Kyros setengah berteriak mengejutkan Zayan. "Malah bengong??? Ada apa???" Tanya Kyros lagi.


Zayan memejamkan matanya dan lagi-lagi Kyros mengguncang badannya sambil setengah berteriak. "Katakan Zay??? Jangan membuatku penasaran? Ada apa? Ada masalah apa kau??? Semha baik-baik saja kan???" Tanya Kyros.


"Baik Ky.....!" Jawab Zayan cepat. "Aku......!!" Suara Zayan tercekat.


''Ya.. Kau kenapa??" Tanya Kyros sekali lagi pada Zayan.


"Aku.... Ehhh aku.....!"


"Ya.....???" Gumam Kyros lagi, dia merasa kesal karena Zayan bukannya melanjutkan ucapannya malah terbata-bata. "Kenapa Zay???!!!" Kyros menepuk bahu Zayan karena kesal.


"Aku ingin bertanya padamu, berapa panjang alat viitalmu, punyaku hanya 5 centimeter, aku bingung kenapa milikku begitu pendek, bagaimana dengan milikmu??? Apa yang sebenarnya di lakukan oleh pria-pria sehingga milik mereka bisa besar dan panjang???" Tanya Zayan gelagapan.


Sontak Kyros di buat terkejut oleh apa yang baru saja di katakan oleh Zayan. "What.....???"


Detik itu juga, Zayan mengutuk dirinya sendiri, kenapa dia malah membahas hal konyol dan rahasia nya kepada Kyros. "Ah ya ampun....!" Gumam Zayan dalam hati sambil menutup matanya. Dia benar-benar malu.