I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 148



Beberapa hari kemudian....


Kyros duduk di sofa ruang depan apartemennya, dia menikmati secangkir teh hitam sambil memainkan ponselnya. Apartemen sedang dalam keadaan tenang, Kyra masih tidur, sementara orang tua nya belum datang, masih berada di apartemen depan yang mereka sewa untuk di tinggali selama berada disini. Kyros juga baru bangun tidur sebenarnya, dan di dapur neneknya bersama Gienka sedang sibuk menyiapkan sarapan untuknya.


Ini adalah hari terakhirnya Kyros bersama keluarga nya, dimana besok dia harus pergi dan bersiap untuk misi nya yang akan bekerja di luar angkasa selama sekitar 3 bulan. Sebuah impian yang sejak kecil menjadi keinginan Kyros. Perjuangannya selama ini untuk berfokus belajar agar bisa mewujudkan impiannya. Dan akhirnya saat ini impiannya itu sudah hampir terwujud dan tinggal selangkah lagi.


"Hai Ky...!" Gienka datang menghampiri Kyros.


"Hai Gie... Sudah selesai??" Tanya Kyros.


"Sudah... Hanya membuat roti panggang saja, nenek sedang ke kamar mandi... Apa kau ingin sarapan lebih dulu???" Tanya Gienka balik.


"Tidak... Nanti saja ber sama-sama kalian sarapannya..." Jawab Kyros sambil melempar senyum menatap Gienka. Kyros tidak akan bertemu dan melihat wajah cantik perempuan yang ada di depannya itu untuk beberapa bulan, membuatnya pasti sangatlah akan merindukan Gienka.


"Baiklah..." Gumam Gienka.


"Gie...!??" Panggil Kyros.


"Ya...? Ada apa???" Jawab Gienka.


"Kyra sudah memberitahuku jika dia ingin hubungannya dengan Zayan lebih serius lagi, lalu bagaimana denganmu Gie??? Kau masih belum mengenalkan aku pada seseorang?? Kau memang tidak tertarik dengan laki-laki atau kau memang sengaja menyembunyikan hubunganmu dari kami semua???"


"Menyembunyikan??? Tidak ada yang aku sembunyikan, jika aku mengatakan tidak memiliki kekasih ya memang tidak memiliki... Kau sendiri bagaimana??? Apa kau Gay?? Hahaha tidak juga kan??? Aku hanya sedang menunggu yang menurutku terbaik, dan berharap yang aku tunggu juga sedang menungguku..! Sekarang gantian aku yang bertanya padamu, kau dulu sering bilang jika kau akan mewujudkan impianmu satu persatu baru memikirkan cinta, dan inilah jawaban dari impianmu, lalu apa kabar dengan pencarian cintamu???" Tanya Gienka menilisik.


"Mungkin setelah aku kembali ke bumi, aku akan mengejar dan mencari cintaku, aku berharap dia sedang menungguku..!" Jawab Kyros sambil tersenyum.


"Aku akan menunggumu sampai kau kembali, dan aku akan mengatakan semua yang aku simpan selama ini Ky, aku berharap penantianku selama ini tidak sia-sia, dan kau akan membalas cintaku, aku tidak tahu akan seperti apa nantinya seandainya kau menolakku... Aku takut memikirkan hal itu, selama ini aku hanya selalu meminta kepada Tuhan agar menjagamu untukku saja, bukan untuk perempuan lain. karena bahkan cintaku padamu lebih besar daripada untuk diriku sendiri..." Gumam Gienka dalam hati.


Gienka tersenyum menatap Kyros. Meskipun selama bertahun-tahun dia harus menunggu dalam ketidak pastian, tetapi Gienka tidak bisa begitu saja menghilangkan rasa cinta nya kepada laki-laki yang saat ini ada di depannya. Gienka juga tidak pernah tahu apakah Kyros mencintai nya atau lelaki itu masih mengingat janji masa kecil dulu atau tidak. Orang lain mungkin akan berpikir bahwa dia gila karena mencintai satu laki-laki dan bertahan selama bertahun-tahun dengan perasaannya itu, padahal Gienka adalah perempuan yang cantik, cerdas dan memiliki segala nya. Gienka bahkan bisa mendapatkan laki-laki manapun jika mau. Dan selama ini entah sudah berapa banyak laki-laki yang mencoba mendekati nya, tetapi Gienka sama sekali tidak tertarik pada mereka. Gienka tidak langsung menolak mereka tetapi memilih menjauh saja.


Kyros membalas senyuman Gienka. "Gie... Tunggu aku kembali lagi kesini, aku akan mulai mengejar cintaku dan mengungkapkan perasaanku kepadamu, aku harap saat aku kembali kau belum di miliki oleh siapa pun karena aku ingin menepati janjiku padamu dulu, aku akan memintamu menjadi kekasihku lalu aku akan menikahimu, dan kita bisa hidup bahagia bersama, aku minta maaf jika aku harus menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan semua nya padamu karena aku hanya ingin kau tidak terabaikan oleh kesibukanku.. Please tunggu aku kembali, selama ini aku selalu meminta pada Tuhan agar mau menjagamu hanya untukku, karena aku sangat mencintaimu...!" Gumam Kyros dalam hati.


"Pagi Gie... Pagi Ky...!" Kyra muncul dari belakang membuat Kyros dan Gienka terlonjak.


"Kau ini Ra, mengejutkan saja..!" Gerutu Kyros.


"Lagian berduaan bukannya mengobrol malah saling diem..!"


"Jorok... Kau mandi dulu sana... Masih belek'an juga..!" Protes Kyros.


"Sihhhh... Mana ada...!" Kyra mengambil cangkir bersi teh milik Kyros. "Nenek masih belum selesai mandi.. Gie.. Kau sudah menyiapkan sarapan ya???" Tanya Kyra.


Gienka tersenyum. "Iya, tadi dengan nenekmu, tapi kami hanya membuat sandwich..!" Jawab Gienka.


"Sorry ya, aku telat bangun dan tidak membantu kalian..." Ucap Kyra.


Kyra duduk dan menghabiskan teh milik kakaknya. "Ky... Zayan semalam menelepon, dia ingin berbicara padamu, tapi kau sudah tidur semalam...!"


"Bicara apa Ra??" Tanya Kyros.


"Entahlah, mungkin ingin berbincang saja denganmu sebelum kau berangkat...!"


"Kau jaga diri baik-baik selama aku pergi, jangan cengeng dan jangan menyebalkan.. "


"Diiihhh... Bukan aku yang menyebalkan, tapi kau...!"


Gienka hanya bisa tertawa melihat tingkah Kyra dan Kyros yang setiap bertemu pasti akan selalu bertengkar. Meskipun saat berjauhan mereka justru saling merindukan satu sama lain.


"Ky... Butuh berapa lama untuk sampai ke stasiun Luar angkasa jika dari bumi???" Tanya Gienka penasaran.


"Tidak pasti Gie... Bisa hanya dalam hitungan jam atau bahkan seharian..Karena nanti ketika sudah sampai di atas, kita harus memastikan posisi stasiun Luar angkasa nya, karena stasiun luar angkasa itu selalu mengelilingi Bumi dengan kecepatan 27.358 km per jam... Bayangkan saja betapa cepatnya, saat roket yang kami tumpangi sampai di ruang angkasa, kami harus mengejar stasiun luar angkasa nya terlebih dahulu. Nah, pengejaran inilah yang membuat kami para astronot memerlukan waktu lebih lama untuk bisa sampai disana..!"


"Bagaimana mengejarnya?? Cepat sekali itu??" Tanya Gienka lagi.


"Pengejarannya bertahap.. Saat sampai di ruang angkasa, roket harus mengikuti arah stasiun antariksa nya melaju, Setelah itu, kami akan mendekatkan roketnya dengan jarak stasiun antariksa nya, saat jaraknya sudah dekat, roket yang akan ditambah kecepatan supaya bisa berada di depan stasiun antariksa nya.. Ketika sudah berada di depan stasiun antariksa, roket akan di ubah posisi terbangnya untuk membuat roket mundur dan bagian kepalanya menghadap ke stasiun antariksa nya.." Kyros menjelaskan dengan menggerakkan tangannya memberi contoh agar Gienka dan Kyra mengerti. Kedua nya pun tampak fokus mendengarkan penjelasan Kyros sambil membayangkannya.


"Jika posisinya sudah tepat, kecepatan roket akan dikurangi secara perlahan. Dan tinggal menunggu roketnya ditangkap oleh stasiun antariksa nya. Setelah berhasil, astronot di dalam roket pun bisa berpindah tempat ke stasiun antariksa nya..." Lanjut Kyros lagi.


"Panjang juga ya perjalanannya... Aku berharap perjalananmu nanti lancar, dan kau juga bisa kembali ke bumi dengan lancar juga, kami semua pasti akan selalu mendoakanmu dan akan selalu merindukanmu... Kami sangat bangga padamu...!" Ujar Gienka.


"Bangga nya jangan sekarang, nanti saja kalau misi nya sudah berhasil...! Hehehe...." Sahut Kyros sambil terkekeh.


"Aku masih tidak menyangka jika kakakku yang menyebalkan ini benar-benar akan ke luar angkasa... Doa Amam dan Apapun juga doa serta usaha mu selama ini akhirnya berhasil membuat kami semua bangga sampai speechless..!" Kyra memeluk Kyros, menumpahkan kebahagiaannya meskipun ada kesedihan juga karena akan berpisah dengan Kakaknya dan tidak bisa berkomunikasi nanti nya. Kyra akan belajar menahan kerinduannya nanti. Yang terpenting sekarang adalah mendoakan perjalanan Kyros agar di beri kelancaran dan kesuksesan hingga kembali lagi ke bumi nanti nya.


****


Beberapa hari kemudian....


Kyra dan keluarga nya akhirnya sampai di Indonesia. Mereka memutuskan untuk pulang setelah lebih dari dua minggu berada di Amerika untuk menikmati waktu bersama Kyros sebelum Kyros berangkat ke luar angkasa. Keberangkatan Kyros sempat di tunda karena cuaca dan beberapa hal, dan seminggu kemudian akhirnya Kyros benar-benar berangkat.


Kyra beserta keluarga nya hanya bisa menyaksikan keberangkatan roket yang di naiki Kyros melalui video yang di tayangkan secara langsung. Saat itulah ketegangan di rasakan oleh Kyra, Kedua orang tua nya, Oma dan Opa nya, neneknya dan juga Gienka. Mereka semua merapalkan doa untuk kelancaran penerbangan Kyros pertama kali nya menggunakan roket. Ketakutan dan kekhawatiran sangat di rasakan oleh mereka, dimana tentu mereka pernah mendengar mengenai kegagalan roket saat akan terbang hingga ketakutan lainnya yang bisa mengancam nyawa Kyros. Akan tetapi mereka menyadari bahwa semua nya pasti akan berjalan dengan lancar dan Kyros nanti nya juga akan kembali dengan selamat. Hanya doa yang bisa membuat mereka tenang, melepaskan Kyros bekerja sangat jauh dari mereka selama beberapa bulan. Tetapi rasa bangga juga mereka rasakan melihat Kyros mampu menjadi astronot di usia nya yang terbilang masih sangat muda. Usaha Kyros selama bertahun-tahun akhirnya membawa hasil yang sangat bagus dengan kerja kerasnya sendiri selama ini. Saat ini yang bisa di lakukan oleh Kyra dan keluarga nya hanyalah mendoakan Kyros, agar selalu di beri keselamatan, kelancaran dan juga kesehatan dalam setiap hal yang di lakukannya.


Sementara itu, hal yang sama juga di lakukan oleh Gienka. Dia sangat berharap Kyros bisa kembali dan tentu Gienka akan mengungkapkan perasaannya pada lelaki itu nanti nya. Gienka saat ini hanya perlu bersabar dan juga terus mendoakan yang terbaik untuk Kyros, laki-laki yang sangat di cintai nya.


Sedangkan Zayan, sudah satu minggu ini memilih tinggal bersama Jelena tanpa sepengetahuan Kyra. Zayan sudah di butakan oleh napsu nya sehingga lupa dengan janji nya pada Kyra dalam juga janji yang dulu di ucapkan nya pada Kyros bahwa Zayan akan menjaga Kyra dengan baik dan tidak menyakiti nya. Akan tetapi Zayan justru melupakan semua itu, dan semakin berani berbuat hal yang lebih jauh lagi dengan Jelena. Jelena juga tidak mempermasalahkan hubungan Zayan dan Kyra, justru Jelena akan menjaga hubungan itu dengan baik, dan berjanji akan selalu membahagiakan Zayan dengan caranya sendiri. Memberikan kebahagiaan pada Zayan yang selama ini tidak di berikan oleh Kyra. Akan tetapi Kyra sudah kembali kesini, membuat Zayan harus pulang lagi ke rumahnya dan tidak tinggal dengan Jelena, tetapi mereka tentu akan berusaha mencari waktu yang tepat untuk bertemu dan melakukan hubungan baadan seperti kemarin.


Kyra juga sudah mengatakan pada Zayan lewat panggilan video, jika saat ini ingin menjalin hubungan lebih serius dan tidak main-main lagi seperti sebelumnya. Dan Zayanenyetujui nya karena dia sebenarnya juga sudah ingin mengatakan itu pada Kyra tetapi takut Kyra akan menolaknya. Zayan senang dengan ajakan Kyra itu, dan seolah lupa dengan hubungannya dan Jelena yang sudah melampaui batas, akan tetapi Zayan berjanji pada dirinya sendiri jika dia nanti pasti akan meninggalkan Jelena dan hanya akan fokus pada Kyra. Zayan sangat mencintai Kyra, dan tidak bisa meninggalkan Kyra. Jelena hanya akan dia jadikan sebagai selingan saja, toh dia dan Jelena tdak ada ikatan apapun dan hanya saling mencari kepuasan semata. Cinta Zayan hanya untuk Kyra seorang.