I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
364



Beberapa hari kemudian......


Aditya sudah di ijinkan pulang oleh dokter. Dia di jemput oleh Kyros dan Adri di rumah sakit. Sedagkan yang lainnya menunggu di rumah. Ariel dan Randy serta Danist juga sudah selesai mengurus mengenai deportai Camilla, tentu nya Kyros juga bagian penting dari masalah ini karena Kyros punya hak yang tinggi sebagai warga negara ini. Mereka juga meminta bantuan dari beberapa pihak dan berkonsultasi dengan mereka mengenai hal ini. Sebelum akhinya mengambil tindakan dan mereka harus menunggu untuk peninjauan mengenai hal tersebut sebelum nanti permintaan mereka di kabulkan. Beruntungnya beberapa kolega penting Ariel dan Aditya tersebar di negara ini sehingga mereka bisa memanfaatkannya dengan baik. Bisa di bilang sedikit licik tetapi mereka melakukan itu untuk kebaikan keluarga anak mereka dengan menghindarkan orang-orang jahat seperti Camilla itu.


Sementara itu, keluarga Aditya juga sudah tahu mengenai apa yang terjadi disini tentang Aditya dan Camilla. Mereka sempat panik dan berniat datang tetapi Cahya, Aditya dan Kyros berhasil menenangkan mereka dngan mengatakan jika kondisi Aditya sangat baik serta tidak perlu ada yang di khawatirkan. Mereka juga melarang Kyra ataupun Axel datang kesini karena memang tidak ada yang perlu di cemaskan. Aditya baik-baik saja.


Dan besok lusa, Danist, Adri dan Randy akan kembali lebih dulu ke Indonesia. Mereka tidak bisa lama-lama berada disini karena pekerjaan di kantor sudah menunggu mereka. Adri harus membantu Kyra mengurus kantor selama Aditya ada disini. Begitu juga dengan Danist yang harus menggantikan Ariel yang juga akan memilih tinggal untuk beberapa hari sampai permasalahn yang terjadi disini bisa di bereskan. Sedangkan Randy juga tidak bisa berlama-lama meninggalkan kantornya, Louis putranya masih butuh banyak pedampingan untuk mengurus beberapa hal. Selain mereka bertiga, Elea dan Maysa juga akan ikut pulang. Sama seperti yang lain, Elea harus menggantikan Cahya di kantor sedangkan Maysa harus menghadiri peresmian hotel terbaru. Harusnya dia bersama Ariel,  tetapi Ariel masih harus tinggal disini.


Sampai di rumah, Kyros meminta agar Apap nya beristirahat di kamar saja dan tidak banyak bergerak. Kyros juga harus kembali ke kantornya karena dia meminta ijin selama beberapa jam untuk bisa menjemput Apapnya di rumah. Cahya mengajak Aditya beristirahat di kamar. Sementara Ariel sedang membuai baby Lexia, cucu nya yang sangat cantik dan menggemaskan itu. Setiap Ariel menngendong cucu nya itu, dia selalu teringat wajah Gienka saat masih bayi, sanagt persis dengan Baby Lexia. Tetapi perbedaannya ada di mata, mata nya beby Lexia sangat mirip dengan Kyros. Ariel duduk di sofa yang ada di ruang tamu bersama dengan Maysa, Danist dan Elea. Sedangkan Randy sedang ada di kamar tamu, begitu juga dengan Adri. Gienka pergi ke dapur untuk mengambilkan Aditya minuman dan mengantarnya ke kamar mertua nya itu.


Ada bunyi bel di luar. Maysa berdiri untuk membuka pintu. Saat pintu di buka, Maysa tersenyum karena ada putrinya yang sudah datang. Geffie akhirnya datang juga, mereka sudah menunggu nya sejak tadi. "Mama....!!!" Geffie memeluk Maysa.


"Datang juga...!!! Ayo masuk....!!! Uncle Aditya juga baru saja datang."


Geffie menganggukkan kepala nya. "Tunggu Ma..!" Ucapnya. Kemudian tidak lama ada seorang laki-laki berjalan ke arah mereka, laki-laki itu membawa dua koper.


"Siapa dia???" Tanya Maysa.


Geffie tersenyum. "Temanku...!!!" Jawab Geffie. "Garviil, ini Mama ku..!" Ucap Geffie memperkenalkan Garviil pada Mama nya.


Lelaki itu menyalami Maysa dengan sopan. "Selamat siang tante..!"


Geffie mengeajak Garviil masuk. Dan di ruang tamu sudah ada Ariel dan yang lainnya. Melihat putrinya datang bersama seorang laki-laki. Ariel pun langsung menatap tajam ke arah laki-laki yang bersama Geffie.


"Papa...!!" Geffie memeluk Ariel yang sedang menggendong keponakannya.


"Bagaimana perjalananmu??" Tanya Ariel.


"Lancar...!!" Jawab Geffie. Kemdian dia menyalami Elea dan Danist bergantian. "Oh iya, aku membawa teman.." Ucap Geffie lagi. "Garviil, ini Papa ku, ini Tante Elea Mama nya kak Gienka, lalu ini Uncle Dan, kakaknya Papa."


Garviil pun mengangguk lalu menyalami Ariel. Sayangnya Ariel tidak langsung menyambutnya dan Ariel justru menatap tajam Garviil. "Siapa namamu???" Tanya Ariel langsung.


Garviil tersenyum. "Garviil om" Jawabnya.


"Nama lengkap!!"


"Victor Garviil Ivander, Om bisa memanggilku Garviil atau Victor juga boleh. Eeehh saya temannya Aire, eh maksud saya Geffie." Jawab Garviil sedikit terbata karena tatapan Ariel yang begitu tajam ke arahnya. Seolah Papa Geffie itu ingin menelannya bulat-bulat.


Tatapan Ariel semakin tajam, dan dia ingat cerita Aditya mengenai teman laki-laki yang dulu pernah datang kesini bersama Geffie, dan nama laki-laki itu adalah Garviil. Dan akhirnya Ariel melihatnya dan bertemu langsung.