I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 278



Karena Axel menolak, Theo pun berpamitan untuk pergi karena dia harus kembali ke rumah sakit. Aditya sudah akan mengantarnya tetapi Theo ternyata menolak. Tidak ada yang bisa Aditya lakukan karena keputusan itu bm berasal dari Axel sendiri. Meskipun sebenarnya dia merasa tidak apa-apa jika Axel pergi menekui Celia. Karena Aditya percaya Axel bisa menentukan mana yang baik. Dan jika Axel memilih menolak, Aditya juga tidak bisa menghentikannya.


"Kenapa kau harus menolak permintaan nya???" Tanya Kyra pada Axel.


"Kau tidak suka aku menolaknya??? Aku hanya tidak mau masuk dalam permasalahan ini lebih jauh lagi sayang.. Dan apa yang harus aku lakukan jika bertemu Celia??? Dia saja tidak mengenali Papa nya??" Tanya Axel


"Kemanusiaan...!!" Jawab Kyra dengan tegas. "Datang untuk sebuah kemanusiaan, Om Theo rela meninggalkan Celia di rumah sakit, dan datang kesini untuk meminta mu agar kau bisa mengunjungi dan menengok Celia.. Dia mencoba melakukan sesuatu untuk anaknya yang saat ini sedang di rumah sakit... Meminta dan memohon dengan baik-baik lalu kenapa kita harus menolak permintaan nya yang sederhana seperti itu???" Tanya Kyra. "Walaupun jika di logika itu sangatlah tipis kemungkinannya tetapi dia sedang berusaha untuk melakukan yang terbaik yang bisa dia lakukan untuk anaknya... Seharusnya kau menuruti saja keinginannya, setidaknya dia punya sedikit harapan untuk kondisi Celia... " Ucap Kyra.


Semua orang terdiam mendengarkan perdebatan Kyra dan Axel. Cahya sebenarnya merasakan senang karena Axel menolak permintaan Theo tetapi tidak menyangka jika Kyra justru bersikap sebaliknya. Sementara Aditya hanya memilih memandang putri dan calon menantu nya itu. Sebenarnya Aditya tahu bagaimana kondisi Celia saat ini di rumah sakit. Dia mendapat kan info mengenai hal itu dan Aditya sangat tahu bagaimana Theo merasa sangat khawatir pada Celia.


"Kyra sayang.... Mungkin Axel punya pertimbangan besar kenapa dia harus menolaknya.. Dia ingin menjaga perasaanmu, perasaan kita semua.. " Sela Cahya.


"Amam....??? Aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu, ini mengenai kemanusiaan... Kita semua pasti prihatin dengan apa yang menimpa Celia, memang apa salahnya jika kita menjenguknya??? Memberinya dukungan dan doa supaya dia bisa menjalani kehidupan nya dengan lebih baik.. Selama ini dia tidak pernah sekalipun terpengaruh oleh Mama dan Neneknya meskipun dia dalam lingkungan yang cukup buruk, dia tetap jadi orang yang baik, dia hanya bernasib buruk saja harus hidup dengan Ibu yang tidak pernah mengasihani nya... Dan Axel juga pernah bersama nya, punya hubungan baik ya kenapa tidak saat ini membalas itu, hubungan mereka berakhir juga bukan karena mereka berdua yang memilih berpisah, melainkan karena keadaan yang memaksa mereka" Ujar Kyra.


"Jadi kau ingin Axel menemui Celia??? Bagaimana jika nanti Celia mengancamnya dan memberinya pilihan??? Bagaimana jika pilihan itu mempertaruhkan hubungan kalian berdua???" Tanya Cahya.


"Amam....???? Kenapa jadi jauh seperti itu sih pikirannya, ini hanya masalah menjenguk saja, dan Axel juga sudah dewasa pasti dia bisa mengambil sikap nanti nya.. " Jawab Kyra.


"Kau ini kenapa malah berdebat dengan Kyra???" Protes Aditya pada istrinya. "Ketakutanmu itu tidak masuk akal. Lihatlah Kyra, dia menunjukkan bahwa sudah dewasa dalam bersikap...! Kondisi Celia sangat memprihatinkan, aku bisa mengerti sekali maksud Theo, itulah kenapa aku mengajaknya kesini untuk menemui Axel... Karena aku bisa merasakan ketakutannya sebagai seorang Ayah..! Operasi Celia sangat beresiko, 50% bisa gagal dan 50%berhasil, jika gagal Celia akan meninggal dunia, dan jika berhasil Celia akan mengalami kondisi dimana otaknya akan berjalan lambat dalam menerima informasi, yang paling parah dia bisa tidak menggunakan fungsi otaknya dengan baik dalam arti dia akan mengalami ODGJ, Theo mengambil keputusan yang sangat besar untuk operasi itu, dia hanya bisa berharap bisa merawat Celia dalam keadaan apapun..!" Ujar Aditya.


"Apa....!!!!??? Menjadi ODGJ...!!??? Kau serius???" seru Cahya.


Aditya menganggukkan kepala nya. Dan Aditya mendapatkan informasi itu dari sumber terpercaya. Seseorang terus mengabarkan kondisi Celia saat ini kepada nya. "Cyntia menyiksa Celia, dan entah apa yang di pukul kan ke kepala Celia hingga bisa seperti ini, dan seandainya itu bisa segera di tangani, pasti tidak akan ada pendarahan di dalam otaknya, tetapi Cyntia tidak membawa nya berobat sehingga jadilah seperti ini... Dan mungkin Theo hanya berharap Axel bisa datang, untuk sekali saja, setidaknya itu menjadi obat untuk Celia..." Gumam Aditya.


"Aku hanya ingin mengingatkan Axel saja Pap, bahwa Celia dulu pernah baik kepadanya, akan lebih baik disaat kondisi nya seperti ini, Axel berkenan melupakan sebentar saja apa yang dulu telah terjadi dan menunjukkan simpati nya.. Celia bukan orang yang buruk, dia hanya korban dari buruknya sikap Ibu nya.. Aku juga tidak ingin menjadi orang yang egois dan posesif sehingga aku akan menghalangi Axel melakukan sesuatu yang baik.. " Ucap Kyra.


"Aku hanya tidak mau kau tersakiti saja.. " Gumam Axel. "Aku minta maaf jika sikap yang aku ambil ternyata membuatmu justru merasakan tidak enak pada Om Theo.. "


"Jika aku merasa tidak nyaman ataupun merasa tersakiti, sudah sejak awal aku akan mengambil sikap padamu, mungkin saat Celia menyerangku kala itu, tetapi aku mencoba memahami kondisi Celia dan karena aku merasa tidak ada masalah apapun dengannya, itulah kenapa aku tidak membalasnya atau aku marah kepadamu, karena aku tahu bahwa Celia sedang dalam keadaan tidak baik saat itu.." Ujar Kyra lagi.


Axel memandangi Kyra dengan penuh kelembutan. "Aku akan pergi ke rumah sakit melihat keadaannya, tetapi aku hanya akan pergi bersama mu, kau mau kan mengantarku???"


"Kita akan pergi bersama-sama... Apap juga ingin lihat langsung kondisi Celia...! Kita lupakan sejenak segala permasalahan yang ada, kita di berikan hati dan pikiran oleh Tuhan untuk bisa di gunakan dengan baik... Kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan pada orang lain akan di ingat dan menjadi kadang pahala untuk kita... " Ucap Aditya.


Mereka akhirnya bersiap untuk ke rumah sakit. Orang tua Axel juga akan ikut.


Sementara itu, Angel masih berbicara dengan pengacara nya di ruang kunjungan. Mereka di hampiri oleh seorang polisi memberi tahu jika jam kunjungan segera berakhir, dan pengacara di minta untuk segera pergi.


"Aku ingatkan sekali lagi, bekerja lah dengan sangat hati-hati, jangan sampai hal ini tercium oleh Aditya, bisa habis kita, tidak hanya aku saja, tetapi kau juga akan ikut di libas oleh Aditya kalau sampai dia tahu bahwa kita ada di balik ini semua.. Aditya sangat cerdik sekali... " Ucap Cyntia mengingatkan pengacara nya agar berhati-hati. "Hancurkan Axel dan pastikan dia juga menyusulku disini agar dia tidak sembarangan lagi dalam bersikap..."


"Baik bu Cyntia.... Kami akan bekerja dengan hati-hati dan akan kami pastikan Aditya tidak tahu akan rencana kita ini, kalau begitu saya permisi.. "


"Ya, pergilah dan hati-hati.. " Ucap Cyntia.