
"Tapi maaf, sejak tadi kami tidak mengerti dengan apa yang kalian maksudkan mengenai dua kejadian sebelumnya tentang Camilla yang memasukkan obat apa maksudnya???" tanya Mama Camilla bingung. "Kejadian seperti apa dan bagaimana??? Kenapa kami tidak tahu??? Bukankah Camilla hanya melakukan satu kesalahan kemarin saja???"
Kyros dan Ariel saling melempar pandangan, sepertinya kedua orang tua Camilla belum mengetahui apapun mengenai dua kejadian sebelumnya, itu artinya Camilla mungkin saja tidak menceritakan apa yang sudah dilakukannya sebelumnya kepada Gienka,
"Jadi beberapa tahun yang lalu saat aku baru datang ke apartemen bersama dengan istriku Ginka, Camilla merencanakan suatu membuat istriku sekarat bahkan sampai hampir meninggal. Ketika aku tidak di rumah Camilla datang ke apartemenku, bertemu dengan Gienka, lalu dia membuat Gienka pergi mengambil sesuatu di dalam kamar, sementara dia menunggu di ruang depan. Camilla melihat ada gelas berisi minuman Gienka lalu dia mulai melancarkan aksinya dengan memasukkan sebuah obat ke dalam Minuman itu. Obat itu akan bereaksi membuat siapa saja yang meminumnya akan mengalami lumpuh hingga kejang selama beberapa jam selain lumpuh juga bisa mengeluarkan darah dan jika yang mengkonsumsinya tidak kuat, orang itu akan meninggal. Istriku tidak tahu jika minumannya sudah dicampur obat oleh Camilla, ketika Camilla pergi, dia menghabiskan minumannya dan tidak lama istriku mengalami kelumpuhan tetapi sebelumnya dia kejang lalu tidak bisa bergerak muntah darah dan dia benar-benar sekarat, jika saat itu aku tidak pulang. aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada istriku saat itu, jika aku tidak segera pulang mungkin saat ini aku tidak akan bisa bersamanya lagi saat ini."
Orang tua Camilla terperanjat. "Tidak mungkin Camilla melakukan hal serendah itu." seru Mama ucapnya tidak percaya.
"Iulah faktanya om tante, istriku hampir dibuat mati oleh Camilla. Aku dan keluargaku sangat murka dengan kejadian itu, jika mengingatnya rasanya benar-benar ingin meIenyaapkan Camilla. Karena nyawa istriku sudah seperti mainan untuk Camilla dia sama sekali tidak memikirkan efek apa yang akan dia terima."
"Tapi Camilla tidak pernah memberitahu kami???" sahut Papa Camilla.
"Tentu saja dia tidak akan memberitahu kalian, karena kami tidak menyeretnya ke penjara dan itu karena putriku lah yang melarang kami semua untuk menyeretnya ke penjara, dia mencoba memaklumi perbuatan Camilla dan dia Coba memaafkannya." Ariel menyela.
"Hal itu membuat kami tidak bisa memaafkannya, itu sudah benar-benar keterlaluan. Aku bahkan sudah melaporkan Camilla ke kantor polisi dan dia ditahan di sana selama beberapa hari. Tetapi lagi lagi Gienka membuatku berubah pikiran, dia menyuruhku untuk mengeluarkan Camilla dan mencabut laporan karena Gienka berpikir bahwa jika kami memberikan hukuman pada Camilla itu tidak akan membuat Camilla menjadi berubah justru Camilla akan semakin dendam kepada kami. Itulah kenapa Gienka menyuruhku untuk membebaskan Camilla dan aku tidak pernah bisa menolak keinginan Gienka. Aku sebagai seorang suami yang menyayangi istri ku, aku pun menuruti keinginannya, tetapi saat ini anda bisa melihat sendiri betapa tidak bermoralnya Camilla. Dia tidak memiliki hati dan nurani, dia ingin membunuh orang yang lebih tua darinya. Dan orang itu adalah orang tua dari sahabatnya sendiri bahkan kedua orang itu dulu pernah menganggap Camilla sebagai anaknya sendiri, sayangnya Camillabenar-benar tidak memiliki hati. Dan aku tidak mengerti kenapa dia bisa jahat kepada keluargaku lalu Bagaimana aku bisa memberikan maaf lagi dan lagi, sedangkan pemberian maafku itu tidak ada nilainya sama sekali di mata Camilla. Maaf tante Om, aku tidak bisa melakukan itu???" Ucap Kyros.
Kedua orang tua Camilla pun saling melempar pandangan, mereka benar-benar tidak tahu apa yang selama ini dilakukan oleh Camilla terhadap keluarga Kyros. Mereka tidak menyangka jika Camilla bisa senekat itu, mereka berdua juga tahu bahwa keluarga Kyros dan Kyra adalah orang yang baik dan terhormat, mereka juga terkenal berhati mulia lalu bagaimana bisa Camilla melakukan kejahatan seperti itu kepada mereka. Perbuatan Camilla tidak bisa di terima begitu saja.
Selama ini Camilla tidak pernah menceritakan apapun dan orang tua Camilla sangat menghormati keluarga Kyros dan Kyra. Papa Kamila pun menundukkan kepalanya, menghela nafasnya panjang seolah tidak mempercayai apa yang didengarnya tetapi melihat kemarahan dan kekecewaan di mata Kyros membuatnya percaya bahwa apa yang dikatakan Kyros adalah benar adanya. Camilla memang sudah benar-benar keterlaluan dan sangat mempermalukan nya juga istrinya, selama ini dia selalu berusaha untuk mendidik Camilla menjadi anak yang baik dan menghormati orang lain tapi yang terjadi adalah sebaliknya Camilla menjadi orang yang sangat buruk. Ia benar-benar malu sekali terhadap keluarga Kyros.
"Kami minta maaf Ky, kami minta maaf atas semua yang dilakukanCamilla terhadap istrimu dan juga orang tuamu, kami sangat menyesalkan hal itu kenapa bisa terjadi dan Camilla tidak pernah mengatakan apapun kepada kami, rasanya kami benar-benar malu sekali. Jika memang kejahatan Camilla sudah tidak bisa kau maafkan, itu memang benar, jika kami ada di posisimu, kami juga tidak akan memaafkannya, itu sangat keterlaluan sekali. Sekarang lakukan apa yang harus kau lakukan dan berikanlah hukuman kepada Camilla atas semua perbuatan supaya dia bisa mengerti bahwa nyawa orang itu sangat berharga tidak bisa dipermainkan. Kami tidak akan membela kejahatan meskipun itu di lakukan oleh putri kami."
"Iya Ky, kami sangat malu sekali, jika kau ingin tetap melanjutkan permasalahan ini, lanjutkan saja. Camilla memang pantas untuk di hukum. Jika dia melakukan kesalahan dia tetap harus dihukum. Kami tidak akan membela nya." ucap Mama Camilla dengan penuh kekecewaan. "Dan jika diizinkan, bolehkah kami berdua menjenguk pak Aditya di rumah sakit???? Ya mumpung kami masih ada di sini, kami ingin menemuinya sekaligus minta maaf atas apa yang sudah dilakukan oleh Camilla, kami benar-benar menyesal sekali." Mama Camilla menundukkan kepalanya, mengernyit sekaligus terlihat kecewa sekali. Dia sebagai orang tua yang selama ini mendidik Camilla agar menjadi anak yang baik tetapi ternyata Camilla justru melakukan hal yang sama sekali tidak bisa dibenarkan.
Kyros menoleh memandang ke arah Ariel, kemudian Ariel menganggukkan kepalanya. Ariel pun bisa menyadari kesedihan dan kekecewaan dari kedua orang tua Camilla maka dia mengizinkan Kyros untuk memberitahu mereka dimana Rumah Sakit tempat dirawatnya Aditya.