
Setelah Celia pergi dengan Theo. Aditya mengajak Axel untuk segera ke mobilnya. Axel merasa bingung sekali dengan keadaan yang di hadapi nya saat ini. Dia merasa tidak enak dengan Aditya juga Cahya. Dan dia juga tidak menyangka jika Celia akan datang kesini bersamaan dengan adanya Aditya, Cahya serta Kyra.
Aditya membuka pintu depan dan duduk di samping supir, sedangkan Axel membuka pintu penumpang, dimana disana sudah duduk Cahya dan Kyra. Kyra terlihat sudah lebih baik, dan Cahya juga mulai tenang. Tadi dia sangat panik, marah sekaligus merasa jengkel dengan sikap kasar yang di tunjukkan oleh Celia pada Kyra. "Bagaimana sayang keadaanmu???" Tanya Aditya.
"Aku baik Pap..." Jawab Kyra.
"Apa ada yang sakit???" Kali ini Axel yang bertanya dan dia memegang jemari Kyra yang duduk di tengah.
Kyra tersenyum. "Tidak ada... Hanya sedikit nyeri saja di perutku akibat tendangan Celia, selebihnya tidak ada masalah... Kau sudah bicara dengannya???" Tanya Kyra balik.
"Sudah...!" Jawab Axel pelan. Axel tidak tahu apakah Celia benar-benar bisa menerima semua itu atau tidak. Dia tidak terlalu yakin. "Eh lebih baik Om dan Tante, kita bawa Kyra ke rumah sakit... Aku takut ada luka dalam... "
"Ya, aku juga berencana seperti itu tadi.. " Cahya menimpali.
"Tidak Mam, tidak perlu, Ra baik-baik saja kok... Jangan terlalu berlebihan... Sekarang aku lapar sekali, lebih baik kita mencari makan... Kita makan bakso, ada tempat makan yang enak, akh dan Axel pernah kesana... Kita sekarang kesana lagi... Pak supir, ayo jalan... " Perintah Kyra pada supir.
"Baik Om...!" Ucap Axel yang langsung membuka pintu mobil dan keluar untuk mengambil mobilnya. Axel juga mengajak Kyra keluar.
"Kenapa kau menyuruh mereka keluar dan membawa mobil sendiri???" Tanya Cahya pada suaminya yang duduk di sebelah sopir.
"Biarkan saja sayang... Mereka butuh waktu untuk berbicara berdua... Aku bisa tahu apa yang di rasakan Axel saat ini, dia merasa sungkan terhadap kita jadi dia sepertinya butuh ruang untuk berbicara dari hati ke hati dengan Kyra... " Jawab Aditya.
"Lalu bagaiamana tadi??? Apa yang kau katakan pada Celia?.?"
"Aku hanya memintanya pergi dan mengancamnya akan melaporkan kejadian ini pada polisi
. Sebenarnya jika bukan karena aku kasihan pada Theo, aku pasti sudah menyeret gadis itu ke kantor polisi.. Sayangnya Theo bersikap baik dan meminta maaf atas ulah putrinya, jadi aku coba untuk menerima nya lalu menyuruh mereka pergi... "
Cahya tersenyum. "Baguslah....!! Lalu bagaimana dengan Axel??? Aku lihat dari sini, tadi dia sepertinya berbicara banyak pada Celia dan wajahnya juga terlihat marah, tetapi kemudian berganti sedih,ada apa sebenarnya???"