
"Mencari apartemen???" Tanya Kyros.
Camilla mengangguk. "Ya, jika kau tidak keberatan Ky, kau kan lebih lama disini, dan mungkin banyak tahu atau punya kenalan yang tinggal tidak jauh dari kantor yang akan aku masuki..! Setidaknya sewa nya tidak lebih dari 2500 dollar..."
Kyros terdiam sesaat. "Kau ingin apartemen yang bagaimana? Atau ingin flat??" Tanya Kyros.
"Whatever, yang penting dekat dengan kantor, sehingga tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk transportasi, kurasa itu harga sewa yang cocok di kantongku hehehe...!"
"Maksudku tipe yang seperti apa???"
"Apa saja Ky, tipe studio pun tidak masalah..!"
"Sebenarnya di apartemen tempatku tinggal, kalau tidak salah ada unit kosong yang baru di tinggal oleh pemilik lamanya, apartemen itu tidak jauh dari tempatmu bekerja, dan unit itu berada di lantai yang sama dengan unit ku, hanya saja sewa perbulannya 2533 dollar, sedangkan pertahunnya 30.000 dollar.." Jawab Kyros.
"2533 dollar ya??? Bagaimana apartemen itu??? " Tanya Camilla lagi.
Kyros menjelaskan jika apartemen itu adalah apartemen tipe Alcove atau berbentuk letter L. Meskipun tipe itu, akan tetapi apartemen itu cukup luas, ada ruang juga untuk kamar tersendiri sedangkan satu ruangan lagi cukup luas, bisa di beri sekat untuk di jadikan ruang tamu atau ruang keluarga serta lainnya sesuai dengan selera penghuni nya. Kyros sendiri memanfaatkan ruang yang luas itu untuk ruang tamu, kemudian dia memberi sekat berupa rak yang berisi berbagai barang hiasan dan miniatur. Sementara dekat bagian belakang dia gunakan untuk ruang bersantai seperti meletakkan television dan sofa panjang. Di ruang bersantai itu, Kyros juga menggunakannya dapur dan meja serta kursi makan. Sedangkan ruang lainnya tentu adalah sebuah kamar. Satu lagi yang membuat apartemen itu nyaman juga ada balkon yang cukup luas untuk di gunakan bersantai sambil melihat pemandangan kota.
Senyum merekah terlihat di wajah Camilla. "Wah menarik juga Ky, bisa tidak setelah ini mau mengajakku kesana??? Jika cocok aku akan membayar sewanya untuk tiga bulan sekaligus, aku bekerja mulai minggu depan, jadi aku tidak mau di repotkan mencari-cari lagi nanti ketika sampai disini, akan lebih baik jika aku mencarinya sekarang, lalu ketika aku pindah kesini membawa barang-barangku, aku bisa langsung menuju kesana.. Bagaimana??? Kau mau tidak mengantarku setelah kita makan??" Tanya Camilla dengan perasaan super excited karena inilah yang di inginkan nya. Tinggal di apartemen yang sama seperti Kyros, dan dia bisa lebih dekat lagi dengan lelaki itu.
Kyros mengangguk. "Baiklah...! Aku akan mengajakmu kesana tetapi jika unit itu sudah ada yang akan menyewa, aku akan tanyakan di unit lain yang masih kosong...!"
"Ya tidak apa, beda lantai kan tidak masalah yang penting masih di tempat yang sama dan dekat dengan tempatku bekerja..!"
Kyros tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia bersedia membantu Camilla mengingat Camilla juga dekat dan berteman baik dengan Kyra. Kyros tidak ingin jika dia menolak permintaan Camilla, justru Camilla akan melaporkannya pada Kyra dan membuat Kyra akan marah kepadanya. Kyros sebenarnya tidak terlalu dekat dengan Camilla, hanya sebatas mengenal perempuan itu, dan mengobrol jika kebetulan bertemu, dan Camilla hampir setiap hari datang ke apartemen Kyra. Jadi ketika Kyros pulang ke California, dia pasti selalu mendapati Camilla datang kesana. Jadi rasanya tidak enak jika menolak permintaan Camilla untuk di carikan tempat tinggal disini.
Makanan yang di pesan Kyros datang, dia dan Camilla pun menikmatinya sambil mengobrol berbagai hal ringan serta kesibukan Kyros disini. Selain itu, Camilla juga mengungkapkan kerinduannya pada Kyra. Dia terbiasa pergi kemana pun dengan Kyra, sehingga ketika berpisah, dia merasa cukup kesepian.
Diam-diam, Camilla mencuri pandang pada Kyros. Lelaki itu semakin tampan saja setiap dia bertemu dengannya. Camilla benar-benar tersihir dengan ketampanan Kyros. Tampan, cerdas, pekerja keras dan juga Kyros seperti memiliki magnet tersendiri sehingga siapapun perempuan yang bertemu dengannya pasti akan melirik dua kali. Bagaimanapun nanti Camilla harus bisa tinggal di apartemen yang disebutkan oleh Kyros tadi, dimana lelaki itu juga tinggal disana. Camilla juga harus bisa menjalin kedekatan yang lebih lagi dengan Kyros, sehingga dia memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan cinta lelaki itu. Sangat luar biasa jika bisa mendapatkan Kyros, memikirkan betapa luar biasa nya lelaki itu. Bisa mencium bibirnya atau bahkan mungkin bercinta dengan Kyros pastilah sangat menyenangkan.
Jika Kyra selama ini selalu menjaga diri untuk tidak melampaui batas saat menjalin hubungan dengan laki-laki. Tentu akan berbeda dengan Kyros yang adalah seorang laki-laki yang memiliki kebebasan untuk melakukan apapun dan tidak memiliki penghalang seperti seorang perempuan. Dan sebenarnya Camilla juga tidak berprinsip kuat seperti Kyra, sejak remaja dia sudah tinggal di negara ini, dan kehidupannya juga tidak seperti Kyra yang menjunjung tinggi norma yang berlaku di keluarganya, Camilla justru berbeda dengan Kyra, dia terbiasa hidup bebas layaknya orang-orang yang ada disini. Dia bisa melakukan apapun dengan temannya jika dia menginginkannya tanpa perlu ada ikatan sebagai kekasih. Hal yang sudah biasa terjadi disini.
Slama berteman dengan Kyra, Camilla tidak mau memaksa Kyra untuk melakukan hal yang sama dengan dirinya. Camilla tetap menghormati Kyra sebagai mana mestinya seorang teman yang selalu mendukung teman lainnya. Jika dia mengajak Kyra pergi bertemu teman-temannya lalu melihat ada ketidaknyaman dari Kyra, maka Camilla akan mengajak Kyra pulang atau terkadang Kyra memilih untuk pulang sendiri. Kyra juga orang yang terbuka dan tidak pernah memprotes kebiasaan Camilla, mereka berteman dengan berpegang teguh pada menghargai satu sama lain, itulah yang membuat mereka berdua selama ini berhubungan dengan baik.
★★★★
Setelah makan malam dan mengobrol dengan keluarga Kyra, Zayan pun berpamitan pulang karena sudah semakin malam. Kyra mengantarkan Zayan sampai di depan rumah. Zayan merasa senang sekali, keluarga Kyra sangat hangat dan bersahabat. Mereka juga sangat menyenangkan. Apap Kyra juga sangat humble dan tidak dingin seperti penampilannya selama ini. Aditya memberikan banyak motifasi kepada Zayan dan menyuruh Zayan agar tidak setengah-setengah ketika menjalankan sesuatu, karena jika di lakukan secara maksimal, itu akan memperoleh hasil yang baik juga. Zayan juga banyak belajar pada Aditya, dia tadi banyak bertanya mengenai pekerjaan dan Aditya memberikan jawaban sertakan motivasi yang baik padanya.
"Aku pulang dulu ya... See you...! " Ucap Zayan pada Kyra sambil mengusap kepala perempuan itu dengan lembut.
"Hati-hati di jalan... Jangan mengebut, sampai rumah langsung istirahat...! " Ucap Kyra sambil tersenyum.
Zayan mengernyit dan menepuk keningnya. "Sayang..Pakaianku masih di atas, astaga...!"
"Sudah tidak apa-apa, biar besok di cuci Mbak Tina, kalau sudah bersih, kau bisa membawanya pulang...! "
"Iya deh, maaf ya merepotkan??? Aku juga akan mengembalikan pakaian Ky, takut ini kesayangannya dan nanti dia justru mencarinya.. Hehhehe...! "
Kyra tersenyum. "Iya, ya sudah kau cepat pulang, nanti terlalu malam...! "
"Oke, bye...! " Zayan melambaikan tangannya dan menuju mobilnya kemudian keluar meninggalkan rumah Kyra.
Setelah Zayan pergi, Kyra kembali masuk ke dalam rumah. Dia lelah sekali hari ini dan ingin beristirahat tetapi dia belum berbiamvara dengan Kyros. Kyra ingat jika hari ini Kyros sedang tidak bekerja, dia pun akan menghubungi kakaknya, berbicara sebentar dan nanti baru akan tidur.
Sementara itu, setelah brunch, Kyros mengajak Camilla untuk menemui pihak apartemen dan menanyakan perihal unit kosong di apartemen itu. Ternyata unit yang di maksud Kyros tadi masih kosong dan belum ada yang menempati, tetapi pihak apartemen sudah memasang iklan untuk menyewakan dan juga menjualnya. Camilla terlihat senang dan langsung meminta di antar untuk melihat unit apartemen itu. Camilla tidak ingin melewatkan hal itu, dan bagaimanapun dia harus memilih unit itu, apalagi itu satu lantai dengan unit milik Kyros. Yang artinya kesempatannya untuk mendekati Kyros semakin besar.
Camilla kemudian di antar oleh petugas apartemen dan Kyros ikut bersama nya. Sampai juga mereka di lantai tempat dimana Unit itu berada. "Ky, mana unitmu???" Tanya Camilla.
"Nomor tiga dari sini Mil, dan yang akan kau lihat adalah nomor lima...!" Jawab Kyros.
"Wah kita akan bertetangga dong??? Hanya di halangi oleh satu unit saja...!"
Kyros mengangguk dan melempar senyumnya pada Camilla.
"Aku boleh mampir kan setelah ini??? " Tanya Camilla lagi.
"Ya, tentu saja, tetapi maaf jika masih berantakan, karena aku belum ada waktu untuk membongkar barang-barangku, barang dari California baru datang lusa kemarin soalnya..."
"Tidak masalah Ky... Kau sibuk sekali jadi pasti belum sempat membongkar nya...!" Camilla menimpali. Dia kemudian menunjuk ke sebuah unit yang di rasanya itu adalah milik Kyros, lelaki itu mengangguk dan membenarkan jika unit itu memanglah miliknya.
Hingga beberapa saat kemudian mereka sampai di unit kosong yang ingin disewakan. Mereka masuk dan Camilla langsung melihat-lihat unit apartemen itu. Sebenarnya bagi Camilla tidak terlalu penting apa aja fasilitas di apartemen itu, karena yang dia inginkan hanya dekat dengan Kyros. Tetapi Camilla harus tetap bersikap biasa saja dan mencoba bertanya tentang apartemen itu kepada petugas, agar tidak di curigai oleh Kyros. Setelah berdiskusi serta di jelaskan, Camilla pun setuju dan langsung membayar DP untuk menyewa apartemen itu, sisanya akan dia bayar ketika dia akan pindah kesini dalam beberapa hari ke depan. Kesepakatan di ambil dan Camilla di ajak kembali lagi ke bawah untuk mengurus administrasi penyewaan unit itu.
***
Kyra duduk di sofa yang ada di kamarnya, dan meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Dia langsung menghubungi Kyros. Hal yang selalu jadi kebiasaannya adalah selalu berbicara dengan kakaknya itu meskipun hanya sebentar.
Kyros sedang duduk menunggu Camilla menyelesaikan administrasi penyewaan. Ponselnya berdering dan mendapati Kyra menghubunginya. Kyros berdiri dan keluar ruangan itu untuk mengangkat panggilan video dari adiknya. "Hai Ra...!" Sapa Kyros sambil berjalan keluar.
"Hai... Sedang apa??? Kau sepertinya tidak berada di apartemen?? Keluar ya???"
Kyra mengernyit. "Kantor pemasaran??? Kenapa kau ada disana? Untuk apa???"
"Camilla, dia meminta bantuan ku untuk di carikan apartemen, kebetulan di dekat unit ku ada yang kosong jadi dia akan tinggal disini..!"
"Camilla??? Dia ada di Washington??? "
"Iya, dia akan bekerja disini mulai minggu depan.. Dia menghubungiku dan meminta bantuan ku untuk mencarikan nya tempat tinggal...!"
Kyra terperangah. "Camilla akan bekerja disana??? Dia jahat sekali tidak memberitahuku..."
Kyros tertawa. "Belum sempat mungkin Ra, dia baru di Terima kemarin dan sekarang sibuk mengurus administrasinya...! "
"Ih senangnya, aku akan memarahinya nanti, aku mengantuk Ky, sudah dulu ya????"
"Iya... Kau tidur, aku juga nanti akan menghubungi Amam jika urusan Camilla selesai. Good night..!"
"Iya, hubungi Amam dan Apap, mereka tadi menanyakan mulai padaku, oke Night Ky... I love you... " Ucap Kyra.
"Love you too... " Jawab Kyros. Kyra kemudian menutup teleponnya.
Sementara itu Kyros hendak kembali masuk tetapi bersamaan dengan itu Camilla keluar dari ruangan dan mengatakan jika sudah selesai dan nanti dia tinggal datang membawa barangnya dan langsung bisa menempati unit itu setelah membayar penuh uang sewa nya.
"Good... Ayo ke apartemen ku, kau bilang ingin kesana kan??" Ucap Kyros dan Camilla tersenyum, menganggukkan kepala. Mereka berdua kemudian berjalan menuju lift untuk ke apartemen Kyros lagi.
Sementara itu, Gienka memasuki kamarnya. Dia baru saja sampai dari shopping bersama Elea Mama nya juga dengan Dan istri sekaligus makan malam di luar sehingga jam segini dia baru pulang. Sang Mama membelikannya banyak pakaian formal yang bisa Gienka gunakan untuk ke kantor. Gienka sangat senang sekali, dan tidak sabar untuk kembali bekerja esok hari.
"Ah ya ampun aku belum berbicara dengan Ky... Apa aku hubungi dia ya??? Dia pasti sedang beristirahat di jam segini...! Jadi aku akan menghubunginya saja...! "
***
Kyros membuka pintu apartemennya, dan Camilla langsung di hadapkan dengan beberapa box yang ada di lantai ruang tamu apartemen Kyros. Tetapi Kyros langsung menjelaskan jika itu berisi barang-barangnya dari California juga barang dari apartemen lamanya. Dia belum sempat membongkar nya dan menata ulang di apartemen barunya ini. Camilla pun memaklumi nya.
"Kita ke ruang belakang saja, disini masih penuh, kau tidak bisa duduk disini... " Ujar Kyros, kemudian dia mengajak Camilla ke belakang dimana disana ada sofa lagi dan juga dapur serta meja dan kursi makan yang tertata rapi.
"Kau bisa lihat sendiri kan, apartemen ini masih kosong dan belum ada banyak barang karena aku belum membongkar barangku, hehehe bahkan peralatan dapur saja aku belum sempat membelinya, oh iya kau duduklah, aku mau ke kamar mandi dulu, di kulkas ada minuman, kau bisa mengambilnya sendiri..! "
"Iya Ky, tenang saja aku akan mengambilnya nanti..! "
"Oke.. " Kyros pun meninggalkan Camilla ke kamarnya.
Camilla berdiri dan melihat sekeliling apartemen Kyros. Memang benar, apartemen ini belum terisi dengan baik. Hanya ada furniture dan juga sebuah televisi. Terlihat nyaman dan rapi.

Camilla kembali tersenyum. Dia sangat bahagia hingga tidak bisa lagi berkata-kata. Dia akan lebih dekat dengan Kyros dan dia akan mulai memikirkan bagaimana caranya mendekati Kyros serta mencari tahu lebih banyak lagi tentang laki-laki itu. Bagaimanapun caranya, dia harus bisa merebut hati Kyros dan lelaki itu bisa menjadi miliknya. Apapun akan Camilla lakukan untuk memenuhi keinginannya itu.
Kyros masuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya dan dia meletakkan ponselnya di atas meja. Beberapa saat setelah Kyros masuk, ponselnya berdering dan itu adalah panggilan dari Gienka. Karena di dalam kamar mandi, Kyros tidak mendengar jika HP nya berdering.
Gienka sangat kesal sekali. Berkali-kali dia menghubungi tetapi tidak ada jawaban dari Kyros. Entah Kyros sedang melakukan apa sebenarnya atau mungkin sedang sibuk. "Kemana sih Ky??? " Gerutu Gienka. Dengan kesal Gienka melempar ponselnya ke atas tempat tidur dan dia langsung pergi untuk berganti pakaian.
Kyros membuka pintu kamar mandi. "Tadi ponselku berbunyi, siapa ya?? Apa mungkin Amam??? Haduh sorry Mam, Ky sedang buang ari kecil.." Gumam Kyros sambil mengambil ponselnya. Dia tersenyum karena bukan Amam nya melainkan Gienka. Kyros pun lekas menghubungi balik perempuan itu, karena jika tidak, Gienka akan marah sekali kepadanya.
Kyros menghubungi Gienka, menunggu di angkat tetapi panggilan pertama tidak di angkat oleh gadis itu. Kyros mencoba menghubunginya lagi tetapi hasilnya sama. Kyros memastikan Gienka pasti sekarang sedang marah kepadanya. Kyros beralih mengirim pesan dan meminta maaf kepada Gienka, menjelaskan jika tadi dia ada di kamar mandi. Setelah itu Kyros keluar kamarnya untuk menemui Camilla lagi.
Ketika keluar, dia tidak mendapati Camilla ada di dalam, Kyros pun melihat ke kanan dan ke kiri. Orang yang di carinya ternyata ada di balkon Kyros pun menghampiri Camilla. "Hai Mil... "
Camilla menoleh ke belakang dan tersenyum. "Hai Ky... Nyaman juga tempat ini... Aku pasti betah..! "
Kyros berdiri di samping Camilla dan tersenyum menatap ke depan. "Semoga kau betah dan kau bisa nyaman juga tinggal dan bekerja disini...! "
"Yupz... I hope so..." Gumam Camilla.
Ponsel Kyros kembali berbunyi, dia melihat layarnya dan nama Gienka ada disana. Gadis itu menghubunginya dengan panggilan video. "Gienka... Dia video call..! " Ucap Kyros pada Camilla. Camilla pun meminta Kyros mengangkatnya.
Kyros mengangkatnya dan langsung menyapa Gienka. "Hai Gie...! Lihatlah aku sedang bersama siapa??? " Kyros mengarahkan kamera ponselnya ke Camilla yang ada di sampingnya. Camilla melambaikan tangannya dan menyapa Gienka.
Sontak hal itu membuat Gienka terkejut. "Camilla!?? "
"Hai Gie.. Apa kabar???"
"Baik.. Kau ada bersama Kyros??? " Tanya Gienka tidak percaya.
"Iya, aku ada di apartemen Kyros, aku datang mengunjunginya..." Jawab Camilla.
Gienka tertegun. Camilla datang mengunjungi Kyros di apartemennya. Tiba-tiba dada Gienka terasa sesak sekali mengetahui hal itu. Seorang perempuan mendatangi tempat tinggal laki-laki. Perasaan takut mulai menggelayuti hati Gienka, dan hatinya terasa sakit sekali saat ini