I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 201



Celia mengetuk pintu dengan perasaan senang. Tidak sabar untuk bertemu dengan Axel karena dia sangat merindukan lelaki itu. Celia juga tidak sabar untuk bisa kembali lagi dengan Axel, karena cintanya selama ini hanya untuk lelaki itu. Celia senang akhirnya Mama nya dan juga Oma nya mau menyetujui hubungannya dengan Axel. Dia benar-benar sedih sekali saat harus berpisah dengan Axel, dan konsentrasi nya buyar. Axel tidak mau mengangkat teleponnya juga membalas pesannya, bahkan Axel membkock nomornya. Tetapi saat itu Celia tidak habis akal dan mengganti dengan nomor baru lalu menghubungi Axel, tetapi yang ada justru Axel yang berganti nomor baru sehingga sejak saat itu, Celia kehilangan komunikasi nya dengan Axel, membuatnya semakin sedih dan juga terpuruk.


Setelah mengetuk pintu dan mengucap salam. Celia masih menunggu pintu di buka, begitu juga dengan Cyntia, ada perasaan risih di hati Cyntia. Dia benar-benar malas sekali berada di tempat ini. Tetapi dia harus bisa menahan diri, agar rencana nya membuat Axel bisa kembali dengan Celia berhasil. Beberapa saat kemudian, pintu di buka dari dalam. Lexy adik dari Axel ternyata yang membuka pintu itu.


Melihat Lexy, senyum Celia mengembang, dan dia langsung memeluknya. "Lexy.... Apa kabar???? Kau baik-baik saja kan? Aku sangat merindukanmu..." Ucap Celia.


Lexy terdiam dan menatap Cyntia yang ada di belakang Celia. Ingatan Lexy langsung melayang ke kejadian dimana dia dan keluarganya di hina habis-habisan oleh keluarga Celia terutama Cyntia. Lexy ingat betul setiap perkataan dari mereka, dan bagaimana cara mereka memp rmalukan kedua orang tua nya juga kakaknya. Saat itu dia hanya mampu terdiam mendengar segala penghinaan mereka, tetapi jika boleh jujur, Lexy saat itu sangatlah marah sekali bahkan sampai saat ini. Dan Cyntia serta Celia saat ini justru datang ke rumahnya. "Aku baik.." Jawab Lexy singkat.


Celia melepaskan pelukannya dan masih tersenyum menatap Lexy. "Bagaimana kabar yang lain??? Mama, Papa, dan Axel??? Mereka ada di rumah kan???" tanya Celia.


"Semua baik... Ada apa kalian kesini???" Tanya Lexy dengan nada sedikit ketus.


"Aku dan Mama datang untuk bertemu kalian semua, Mama, Papa dan juga Axel... Apa kami boleh masuk?? Mereka ada di rumah kan???" tanya Celia lagi.


"Mama ada di belakang, Papa sedang pergi, tapi aku tidak tahu apakah Mama mau menemui kalian atau tidak... " Jawab Lexy.


"Kalau begitu, kau bisa bertanya pada mereka, apakah mau bertemu denganku dan juga Mama..." Ucap Celia.


"Kalian bisa menunggu sebentar, aku akan memberitahu Mama kedatangan kalian..."


Mendengar cara menjawab Lexy yang ketus dan seolah tidak peduli, Cyntia merasa geram sekali dan ingin mendapat anak itu. Tetapi dia harus menahan diri.


"Beritahu Axel juga ya???" Celetuk Celia.


Lexy terdiam dan menutup setengah pintu nya kemudian berjalan ke belakang rumah untuk memanggil Mama nya. Baru sampai di pintu belakang ternyata Mama nya sudah muncul dan menanyakan siapa yang datang. Lexy pun menjelaskan jika Celia datang bersama Cyntia.


"Celia dan Mama nya???" Tanya Mama Axel.


"Iya... Tetapi lebih baik kalian jangan bertemu mereka, aku akan bilang jika kalian sibuk.. Aku malas sekali berurusan dengan mereka, apalagi kakak dan Papa tidak ada disini.. Mama lebih baik kembali saja ke belakang..."


"Tamu adalah raja, kita harus menghormati mereka dan kita tanyakan apa tujuannya... " Sahut Mama Axel kemudian mengajak putrinya itu ke depan menemui Cyntia dan Celia.


Sampai di depan, Lexy membuka pintu sepenuhnya. Celia dan Cyntia yang duduk di kursi depan langsung berdiri. Celia juga lekas mencium tangan Mama Axel.


"Mama apa kabar???" Tanya Celia yang masih memanggil orang tua Axel dengan sebutan itu, karena dia dulu terbiasa memanggil seperti itu.


"Baik.. Kau sendiri bagaimana???" Tanya Mama Axel.


"Bisa di lihat sendiri, saya baik-baik saja..."


"Mari silakan masuk... " Ucap Mama Axel mempersilahkan Celia dan Cyntia masuk.


"Maaf jika rumahnya kecil dan tidak besar seperti rumah kalian... Semoga kalian berdua bisa memaklumi.. " Celetuk Lexy yang langsung mendapat peringatan berupa cubitan dari Mama nya, di pinggangnya.


Cyntia dan Celia di persilahkan duduk. Kemudian Mama Axel menyuruh Lexy membuatkan minum untuk tamu nya. Lexy pun pergi ke dapur. Dan orang tua Axel juga duduk di sofa.


Mama Axel melempar senyum pada Celia dan Cyntia. "Tumben kalian datang??? Kira-kira ada apa dan apa yang bisa kami bantu???" Tanya nya.


Celia menoleh menatap Cyntia yang ada di sebelahnya. Memberi kode agar Cyntia menjelaskan kedatangan mereka kesini. Dan Cyntia mengerti.


"Eh maaf sebelumnya kedatangan kami mengganggu waktu anda dan keluarga.. Sebenarnya kami datang kesini untuk bertemu anda sekeluarga untuk meminta maaf atas kejadian tidak mengenakan beberapa waktu silam... Ucapan saya dan Mama saya pasti sangat melukai hati kalian sekeluarga jadi kami datang untuk meminta maaf..." Ucap Cyntia dengan suara dan ekspresi penuh penyesalan yang di buat-buat


"Kami sudah lama memaafkannya dan tidak pernah lagi mengingat kejadian itu, jadi tidak perlu di khawatirkan.." Ujar Mama Axel.


"Tetapi tetap saja kami merasa tidak enak, maaf jika kami baru sempat datang kesini..."


Mama Axel tersenyum. "Tidak perlu di khawatirkan, kami sudah melupakan semuanya dan juga sudah memaafkannya"


"Terima kasih, benar kata Celia, kalian memang orang yang sangat baik..." Ucap Cyntia. "Sebenarnya kedatangan kami kesini juga untuk memberitahu jika Celia masih sangatlah mencintai Axel, dan sebagai orang tua yang selalu melihat kesedihan Celia setelah berpisah dengan Axel, saya tidak tega, karena Celia begitu tersiksa dan tidak bisa mencintai orang lain selain Axel, jadi sebenarnya kedatangan kami kesini selain untuk meminta maaf, juga ingin bertemu dengan Axel untuk memberitahu nya bahwa Celia masih sangat mencintai nya..." Ucap Cyntia dengan sedih yang di buat-buat. "Kalau boleh tahu dimana Axel???" Tanya Cyntia.


"Oh.. Kakak sedang pergi ke Amerika" Celetuk Lexy tiba-tiba sambil membawa namoan berisi minuman di gelas.


Lexy meletakkan minumnya di meja tepat di depan Cyntia dan Celia. Setelah itu Lexy memandangi Cyntia dan Celia sambil tersenyum. "Dia di ajak calon mertua nya pergi kesana untuk menjenguk calon kakak iparnya yang sedang sakit, sekaligus menjemput pacarnya yang juga sedang berada disana... Sudah beberapa hari dia pergi... Orang tua pacar kak Axel sangat baik sekali, belum jadi menantu saja kakak sudah di anggap seperti anak sendiri, bahkan mengajaknya ke Amerika secara gratis hanya agar kakak bisa bertemu pacarnya yang ada disana... Mereka seolah tahu kalau kak Axel sangat merindukan pacarnya, karena pacarnya pergi untuk beberapa hari ke Amerika.." Jawab Lexy, sengaja untuk menyindir Celia dan Cyntia. Dia tadi mendengar ucapan Cyntia, dan sangat kesal karena Cyntia seperti mengisyaratkan agar Axel bisa kembali dengan Celia. Lexy tidak akan pernah setuju dengan hal itu, karena kakaknya s3karang sudah memiliki Kyra yang sangat baik, cantik, cerdas dan lemah lembut. Padahal Kyra adalah anak dari konglomerat yang sangat terkenal, tetapi Kyra tidak sombong begitu juga dengan keluarga nya. Dan Lexy bisa melihat kebahagiaan yang di rasakan oleh kakaknya. Lexy sudah beberapa kali bertemu Kyra, dan Kyra juga beberapa kali datang kesini. Bagi Lexy pribadi Kyra sangat luar biasa, dan cocok untuk Kakaknya.


"Di ajak calon mertua nya???" Tanya Celia.


"Ya...! Pacarnya kakak sangat cantik dan calon mertua nya juga sangat baik sekali, serta sangat sayang pada kakak.."


Wajah sedih Celia pun langsung terlihat. Dan Celia menjadi ingat dengan kejadi di restoran beberapa waktu yang lalu dimana Axel bersama seorang perempuan yang sangat cantik sekali. "Jadi Axel benar-benar sudah memiliki kekasih?? Apa perempuan itu tinggi, putih dan berambut pirang???" Tanya Celia.


Lexy tersenyum sambil mengangguk. "Ya, rambutnya panjang berwarna pirang, hidungnya ada tindik dan hal itu membuatnya semakin terlihat cantik dan manis... Juga sangat baik, serta menyayangiku dan Mama Papa... Sangat luar biasa..." Ucap Lexy, berharap Celia dan Cyntia segera pergi dari rumahnya. "Silahkan di minum???" Titah Lexy.


Sementara dia mendaoati wajah Celia langsung berubah sedih dan wajah Cyntia terlihat sangat marah tetapi mencoba menahannya. Tanpa meminum minuman yang di sajikan, Cyntia langsung mengajak Celia untuk berpamitan pulang. Dia merasa kesal sekali karena Axel sudah memiliki kekasih dan ciri-ciri yang disebutkan. itu sama persis seperti perempuan yang saat itu bersama Axel di restoran. Cyntia dan Celia pergi.


Di mobil, Celia menangis sesenggukkan karena tidak bisa menerima jika Axel bersama orang lain. Melihat kesedihan Celia, Cyntia mencoba mengubuenya dan akan membantu Celia dengan berbagai cara agar Axel bisa kembali lagi dengannya dan meninggalkan perempuan itu. Cyntia akan mencarai9cara nanti untuk memisahkan Axel dan pacarnya


★★★


Keesokan harinya....


Cahya, Aditya, Elea, Kyra dan Axel datang lagi ke apartemen Kyros untuk menjemput Gienka. Bersama dengan itu, ada juga 2 laki-laki yang akan membantu mereka membawa barang-barang. Sementara Maysa, Ariel dan Danist sudah berada di rumah baru Gienka dan Kyros untuk mengurus disana. Kyros membuka pintu apartemennya dan menyapa kedua orangtuanya, Mama mertua serta adiknya juga Axel.


"Kau sudah siap ke kantor ya??? Apa kau dan istrimu sudah sarapan???" Tanya Cahya.


Kyros tersenyum. "Sudah Mam, aku sudah sarapan roti dan selai, sementara Gienka aku buatkan oatmeal!"


"Baguslah... kalau begitu...!"


"Ky... Mereka yang akan membawa barang-barangmu, untuk teleskopmu biar Apap dan Axel yang membawanya, kita bawa pakai mobil saja, sementara barang yang lain dibawa oleh mobil box mereka...!" Ucap Aditya.


"Iya Pap....!"


"Sekarang bawa istrimu turun bersama adikmu serta Mama mertuamu, biar Apap, Amam dan Axel yang mengurus barang-barang kalian...!"


Kyros mengangguk lalu ke kamar untuk membawa Gienka, sementara semua barang yang sudah di packing berada di ruang depan, berjejer dengan rapi. Kyros tidak ingin membiarkan Gienka berdiri terlalu lama, dia pun langsung menggendongnya, sementara dia juga meminta Kyra agar membawakan tas kerjanya. Mereka kemudian keluar beraama dengan Elea juga. Sementara Aditya sibuk memeberi arahan pada kedua pekerja itu.


Sampai akhirnya hanya menyisahkan 3 kotak yang masing-masibmng berisi 3 teleskop milik Kyros. "Kau bawa satu dan cepat turun bersama mereka, aku akan menutup gorden serta mengunci pintunya dulu, dan akan turun bersama Axel" Ujar Cahya.


"Baiklah...!" Jawab Aditya, kemudian mengangkat kotak teleskop yang cukuo besar dan membawanya pergi.


Axel menunggu Cahya yang menutup gorden juga kamar Kyros. Setelah selesai, Cahya langsung menyusul Axel yang ada di ruang deoan kemudian mengangkat kotak yang tersisa. Cahya kembali meletakkan kotak itu dibawah dan mengunci pintu. Saat dia berbalik badan ternyata ada Camilla yang berdiri smdisebelah Axel.


"Pagi tante, pagi Axel....!" Sapa Camilla dengan sopan.


"Pagi...!" Jawab Axel singkat tetapi tidak dengan Cahya yang memilih mengabaikannya.


"Saya ingin bertemu Ky untuk mengembalikan buku ini..." Ucap Camilla sambil mengulurkan sebuah buku ke Cahya, buku itu adalah buku yang di pinjamnya kemarin.


Cahya langsung mengambilnya. "Berikan padaku, Ky sudah berangkat kerja....!" Sahut Cahya dengan ketus.


"Apa Gienka ada di dalam? Aku ingin bertemu dengannya!"


"Tidak ada siapapun di dalam dan jikalau ada tidak akan ada yang mau memberimu ijin untuk bertemu dengan menantuku...!"


Camilla tersenyum. "Maaf tante...! Aku datang selain mengembalikan buku itu, aku juga ingin meminta maaf oada Kyros, Gienka dan semuanya atas apa yang sudah aku lakukan kemarin, aku menyesal...!" Camilla menundukkan kepalanya.


Cahya menatap Camilla tajam. "Kenapa baru sekarang kau menyesal??? Apa begitu murahnya nyawa menantuku sehingga kau berniat ingin menghabisinya??? Harusnya kau berpikir dengan baik sebelum melakukan hal rendahan seperti itu, aku benar-benar sangat menyesal mengenalmu, bahkan sudah menganggapmu seperti putriku sendiri, aku kecewa atas apa yang sudah kau lakukan, mengenai permintaan maafmu itu bukan menjadi urusanku, aku sudah terlalu kecewa denganmu Camilla, sangat kecewa....! Dan hubungan pertemananmu dengan Kyra ataupun Kyros sudah berakhir, aku juga tidak ingin menganggapmu seoerti putriku lagi, semua yang sudah kau lakukan kemarin sangatlah tidak manusiawi, aku tidak bisa menerimanya, lalu aku mohon padamu tolong jangan lagi usik kehidupan anak dan menantuku, bertobatlah dan memohon ampun saja pada Tuhan....!"


Cahya membungkuk dan mengambil lagi kotak itu lalu mengajak Axel untuk pergi karena Aditya dan yang lainnya oasti sudah menunggu mereka.