
★★★
Hari pernikahan itu akhirnya tiba, Gienka terlihat sangat cantik dengan gaun pernikahan berwarna tosca yang begitu indah dan sangat elegan dengan hiasan bunga-bunga berwarna pink membuat terlihat lebih luar biasa. Gaun bergaya bohemian tanpa lengan itu juga menunjukkan leher Gienka yang jenjang dengan kalung silver yang melingkar disana serta dada putih Gienka juga membuatnya semakin terlihat anggun. Make up yang dibuat sangat simple, begitu juga tatanan rambut serta headpiece sederhana dengan warna senada dengan gaunnya membuat terlihat lebih cantik.
Gienka berdiri di sebelah Kyros yang sangat tampan dengan memakai tuksedo berwarna tosca, senada dengan gaun Gienka, berkemeja berwarna putih, semua sangat pas ditubuh Kyros. Mereka tampak seperti raja dan ratu dari negeri dongeng, Gienka yang cantik bersanding dengan Kyros yang tampan. Ditangan Gienka ada bucket bunga mawar berwarna putih.
Sore tadi akad nikah juga berjalan dengan sangat lancar, Kyros memberikan mahar yang sangat sederhana sesuai permintaan dari Gienka yaitu Gienka ingin sebuah terrarium berbentuk planet saturnus dan di tengahnya terdapat miniatur dirinya dan Kyros yang memakai baju kebanggaannya sebagai seorang astronot. Tetapi tentu saja Kyros memberikannya tidaklah main-main, dimana ada emas murni 24 karat seberat 99 gram yang di jadikan cincin yang melingkari planet itu. Itu terlihat sangatlah indah meski sederhana.
Acara resepsi ini sangatlah mewah meskipun hanya di hadiri tamu yang terbatas, karena Ariel tidak ingin moment bahagia putrinya terlihat biasa saja, dia tentu ingin yang terbaik untuk Gienka. Para tamu undangan juga terlihat bahagia semua.
Selain keluarga serta teman dekat dari Gienka dan Kyros, ada juga beberapa rekanan bisnis dari Aditya dan Ariel yang sengaja diundang karena mereka memiliki relasi yang cukup baik dan dekat.
Kyra berdiri dengan cantiknya di sebelah Om nya yaitu Yongki. Kyra memakai gaun berwarna ungu muda, dengan tatanan rambut sederhana, dan make up yang tidak terlalu tebal. Kyra sudah cantik sehingga tanpa perlu riasan tebal pun dia tetap akan terlihat cantik. Selain Kyra, Geffie, Phobie dan Sanne juga tampil sangat cantik dengan dress warna senada yang memang khusus di siapkan untuk bridesmaid. Selain para gadis, para laki-laki seperti Louis, Friddie dan Axel juga memakai jas warna senada dengan para gadis, serta berkemeja putih dan berdasi pita.
"Setelah ini, uncle harus segera bersiap untuk datang lagi ke pernikahanmu...! Aku yakin Apapmu juga akan membuat pesta yang luar biasa seperti ini Ra....! Uncle sudah tidak sabar menunggu hari itu...!" Ujar Yongki yang kini sedang berdiri disebelah Kyra.
Kyra terkekeh. "Apa membicarakan hal itu tidak terlalu cepat? Uncle jangan berharap berlebihan, itu masih lama...!"
"Lama??? Semua kemungkinan bisa terjadi, lihatlah Ky, hanya dalam hitungan hari saja dia sekarang sudah menikah, dan kau??? bisa saja sebulan lagi atau minggu depan juga menikah dengan pemain sepak bola itu??? Kalian sangat cocok, kau cantik dan dia manis, sempurna sekali....!"
"Apa yang akan Uncle berikan jika aku menikah nanti sebagai hadiahku!??" Tanya Kyra dengan nada menggoda.
"Apa saja yang kau minta, ummhhhh tapi yang paling cocok adalah uncle akan memberimu tiket bulan madu ke negara yang kalian mau, itu sangat mudah bukan, kau juga akan senang! Benarkan???"
"Aku pegang janji uncle...!" Kyra mengangkat jari kelingkingnya untuk mengikat janji yang dibuat oleeh Yongki untuknya.
"Ya...!" Yongki pun membalasnya sambil tersenyum lalu memeluk keponakannya itu.
Kyra menoleh ke arah Axel yang sedang berbincang dengan Apapnya juga dengan Adri. Hubungannya dengan Axel berjalan dengan sangat baik. Axel memang laki-laki yang baik, penuh canda tawa, ramah dan sangat perhatian, sangat berbeda dengan Zayan yang cuek, kaku dan suka sekali memaksakan kehendaknya. Kyra sudah cukup merasa nyaman dengan Axel tetapi dia sendiri masih butuh waktu untuk mengenal dan melihat keseriusan dari laki-laki itu.
Hingga waktunya tiba yaitu acara dansa. Semua orang sudah berdiri dengan pasangannya dan ketika musik di mainkan mereka pun mulai berdansa. Tidak lupa kedua mempelai juga melakukannya. Sungat luar biasa, kebahagiaan di rasakan oleh semua orang. Gienka tidak berhenti tersenyum karena bahagia, dia menyandarkan kepalanya di dada Kyros menyadari bahwa Kyros sekarang benar-benar sudah menjadi miliknya yang dulu hanya menjadi angan-angan dan impiannya saja. Tuhan sudah mengabulkan doanya selama ini. Gienka hanya berharap bahwa dia dan Kyros akan selalu dilimpahi kebahagiaan didalam pernikahan mereka nantinya dan dijauhkan dari segala hal buruk.
Axel juga tidak bisa berhenti menatap Kyra yang ada di depannya. Kyra selalu terlihat cantik di setiap harinya tetapi hari ini kecantikannya bertambah berkali-kali lipat. Axel sudah memiliki keyakinan bahwa dia harus bisa membuat Kyra mencintainya. Masih butuh waktu tetapi Axel tetap akan menunggu hari itu tiba dimana Kyra akan mengungkapkan perasaannya kepadanya. Beberapa hari terakhir, Axel mulai menyadari banyak hal baik yang ada di diri Kyra, selain kerendahan hati, Kyra juga sangat ceria dan sedikit manja tetapi hal itu sangat wajar karena hampir semua perempuan juga akan manja, tetapi tentu sikap manja Kyra tidak berlebihan, semua masih pada porsinya.
"Kau menatapku seperti itu? Sebentar lagi aku akan seperti kepiting rebus!" Gumam Kyra.
"Kepiting rebus? Maksudnya???" Tanya Axel.
"Ya karena aku malu dan salah tingkah gara-gara kau memandangku seperti ini! Wajahku jadi memerah... "
"Hahaha kenapa? Jika ada seorang puteri yang begitu cantik di depanku bagaimana bisa aku tidak memandangnya....!"
"Berhentilah merayuku... Aku sudah cantik sejak dulu jadi gombalanmu itu tidak berarti apapun haha!"
Kyra dan Axel tertawa tetapi mereka tetap berdansa dengan romantis. Dari kejauhan Aditya hanya melempar senyumnya melihat putrinya tertawa bahagia bersama Axel. Disisi lain Aditya juga bahagia melihat putra kebanggaannya juga terlihat bahagia bersama dengan Gienka. Aditya selalu berdoa agar kedua anaknya itu selali mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan disetiap langkah kehidupan mereka.
Setelah acara dansa, tibalah waktunya untuk Gienka melempar bucket yang dipegangnya ke arah orang-orang yang belum menikah. Acara ini di yakini bisa membuat orang yang mendapatkan lemparan bucket itu akan bisa segera menyusul menikah seperti kedua pengantin saat ini. Kyros memegang tangan Gienka dan membawanya naik ke pelaminan lagi. Sementara itu di bawah, orang-orang yang masih single juga sudah bersiap untuk berebut bucket bunga yang akan dilempar Gienka dan Kyros ke arah mereka. Tidak ketinggalan Kyra juga tampak bersiap.
Gienka dan Kyros menghadap ke pelaminan mereka membelakangi orang-orang yang ada di bawah. Kemudian mc mulai menghitung dari 3 sampai 1 dan dihitungan ke satu, secara bersamaan Gienka dan Kyros melempar bucket bunganya ke belakang. Mereka saling dorong dan berteriak, hingga akhirnya yang mendapatkan bucket itu adalah Kyra. Sontak semua orang tertawa, ada juga yang tersenyum lalu bertepuk tangan. Kyra hanya senyum-senyum saja dan wajahnya memerah.
"Ky.....! Adikmu on the way menyusulmu....! Sebentar lagi Axel akan mencetak gol untuk Kyra...!" Teriak Louis.
Tariakan itu membuat semua orang kembali tertawa. Axel hanya terkekeh dan melirik ke arah Kyra yang tersenyum kepadanya. Sementara Kyros memeluk Gienka dan mereka berdua juga melempar tawa mereka ke arah Kyra dan Axel.
Acara pernikahan yang sebelumnya sama sekali tidak pernah diduga oleh siapapun dan dengan persiapan yang serba mendadak itupun berakhir dengan penuh kebahagiaan. Semua orang yang hadir juga kembali dengan perasaan senang. Sebuah kisah cinta yang luar biasa dari Gienka dan Kyros membuat semua orang juga terbawa perasaan. Kedua mempelai itu juga tidak berhenti menebar senyum bahagia mereka. Cantik dan Tampan, itu yang pertama ada di benak para tamu undangan ketika melihat Gienka dan Kyros.
****
Acara selesai, Gienka dan Kyros diantar ke kamar pengantin mereka. Ariel dan Maysa sudah menyiapkan kamar pengantin dengan dekorasi terbaik yang ada di hotel mereka. Tetapi Gienka dan Kyros akan berada disana hanya akan semalam saja karena Kyros harus bekerja dan semua peralatan yang mendukung pekerjaan Kyros seperti teleskop berada di rumah. Lagipula Gienka pun tidak mempermasalahkannya mengingat mereka juga tidak akan menikmati malam pengantin beberapa hari ke depan, jadi tidak akan terlalu istimewa, begitulah pemikiran Gienka.
Ketika masuk, Gienka dan Kyros langsung disuguhi pemandangan dekorasi kamar yang sangat cantik dengan hiasan bunga warna-warni. Akan sangat romantis sekali seharusnya malam pengantinya tetapi Gienka mendengus kesal.
"Lihatlah betapa luar biasanya kamar ini, tetapi aku hanya akan tidur tanpa melakukan apapun denganmu" Gerutu Gienka.
Kyros tertawa mendengar Gienka menggerutu, dia lalu melepas jas nya melemparnya ke sofa, kemudian melepas kancing lengan kemejanya dan melipatnya sampai ke siku. "Lalu kau akan menyalahkan siapa?? Aku? Atau Papa? Kau sendiri yang minta menikah buru-buru!"
"Ah lupakan saja....!" Gienka menimpali.
Kyros mendekati Gienka dan memeluknya. "Kalaupun kita tidak bisa melakukannya sekarang itu tidak masalah, kenapa kau mempermasalahkan hal itu? Kau sudah tidak sabar ya??"
Gienka tersenyum malu-malu. "Bukan tidak sabar tapi aku mengkhawatirkanmu!" Jawabnya cepat.
"Mengkhawatirkanku?? Kenapa??? Apa aku memprotesmu? Tidak juga kan??? Aku akan tetap menunggu! Kita masih bisa melakukan hal lain!" Kyros tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya menatap nakal Gienka.
"Tidak...! Jangan lakukan apapun, yang ada kita malah akan menyiksa diri kita sendiri" Gienka mendaratkan ciuman manis di bibir Kyros. "Aku akan membersihkan make up ku dan kau bisa bekerja!"
"Oke baiklah Nyonya Kyros Sahasya, bersihkan dirimu lalu tidurlah dengan nyenyak tetapi jangan mimpikan tentang malam pertama itu hanya akan membuatmu kesal saja...! Aku mencintaimu...!" Kyros juga membalas kecupan Gienka lalu membiarkan istrinya itu untuk pergi.
Setelah membersihkan make up nya Gienka memilih untuk langsung mandi sebelum dia tidur, sementara Kyros melepas jasnya lalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya saja, karena memang ini bukan waktu baginya untuk tidur.
★★★★★★
Axel dan Kyra sedang berada dalam perjalanan pulang setelah dari pesta pernikahan Kyros dan Gienka. Kyra membawa pulang bucket bunga yang didapatnya tadi dan tersenyum sendiri ketika melihatnya.
"Apa kau akan terus menatap bunga itu??? Apa ini pertama bagimu mendapatkan seperti ini?" Tanya Axel.
Kyra menoleh ke arah Axel yang ada disampingnya. "Ah tidak...! Aku hanya berpikir besok akan memberi kejutan Ky dan Gie, mereka besok siang sudah pulang jadi aku akan mendekor kamar mereka, kau datang ya bantu aku dan Amam!"
"Ky harus bekerja dan sesekali dia harus melakukan pengamatan langit, teleskop dan hal lain kan ada di rumah, tahu sendiri kan betapa besarnya teleskop milik Ky...!"
Axel mengangguk, Kyra pernah beberapa kali ke rooftop tempat dimana disana juga ada kamar Kyros, dan ada sebuah teleskop besar yang berada di sisi kanan rooftop sebelah kolam renang. Dan menurut Kyra teleskop itu bisa menjangkau pemandangan yang sangat jauh sekali di luar solar system. "Hahaha iya itu besar sekali....!" Gumam Axel.
Ditengah obrolan itu, ponsel Kyra berbunyi. Kyra mengambil ponselnya yang ada di tasnya dan mengernyit ketika tahu sipa pengirim pesan itu.
..."Kyra...! Aku minta maaf atas apa yang sudah dilakukan oleh Jelena kepadamu, aku benar-benar minta maaf!! Aku sangat menyesal sudah meninggalkanmu dan memilih Jelena, dia ternyata adalah perempuan yang tidak baik, please Kyra sayang tolong maafkan aku...!"...
Sontak saja Kyra langsung memalingkan wajahnya dengan kesal setelah membaca pesan itu. Kyra tidak berhenti memaki Zayan dalam hatinya, disaat Jelena sudah dipenjara lelaki itu kembali memanggilnya Sayang, dan baru meminta maaf setelah sekian lama. Padahal seharusnya dia bisa mengatakan itu ketika beberapa waktu yang lalu Kyros sudah menunjukkan kemarahan dan kekecewaan terhadap Zayan tetapi saat itu Zayan hanya diam mematung dan tanpa mengatakan apapun.
"Shiiiittt..... Benar-benar tidak tahu malu, dasar laki-laki munafik...!" Gerutu Kyra.
Mendengar itu, Axel langsung menoleh dengan wajah terkejutnya. "Apa kau bilang??? Aku munafik???" Tanya Axel.
"Tidak...! Tidak...! Bukan kau....! Aku hanya membaca pesan dari Zayan!"
"Aku pikir aku yang kau katai munafik..! Oh iya lusa aku sudah harus mulai berlatih jadi aku akan meninggalkan Jakarta!" Ujar Axel sambil tersenyum ke arah Kyra.
Mendengar itu wajah Kyra berubah kecewa, dan menyadari bahwa memang jadwal Axel akan dimulai beberapa hari lagi, setelah itu sudah pasti Axel akan menetap di tempat barunya. Kyra tidak akan bisa bertemu lagi dengan Axel kecuali kalau dia juga ada jadwal kunjungan kerja disana. "Iya ya.... Aku sampai lupa....!" Gumam Kyra sedih.
"Kenapa kau cemberut begitu...!???"
Kyra kembali tersenyum. "Tidak...!!"
Entah kenapa mendengar itu Kyra langsung sedih, karena memang beberapa hari terakhir ini Axel selalu bersamanya. Bahkan Axel juga menjemput serta mengantarnya ke kantor setiap hari. Kyra sudah merasa nyaman dengan lelaki itu. Axel benar-benar laki-laki yang sangat menyenangkan, Kyra bisa membicarakan berbagai hal dengannya. Kyra benar-benar merasa sangat cocok, mungkin jika mengenal lebih dekat lagi Kyra bisa benar-benar menerimanya. Tetapi saat ini Axel juga memiliki tanggung jawab besar dengan pekerjaannya, mau tidak mau Kyra hanya akan bertemu dengan laki-laki itu sesekalu saja tidak setiap hari seperti kemarin.
Axel menoleh ke arah Kyra dan menemukannya sedang diam memandang ke jalanan yang ada di depan tampak sedang memikirkan sesuatu. "Are you okay???" Tanya Axel lagi.
Kyra tersenyum. "Im okay...! Aku hanya sedikit sedih saja karena tidak akan ada lagi yang mengantar jemputku ketika sedang bekerja!"
"Hmmmm sebelumnya kau sudah biasa ke kantor sendirian bahkan ku dengar dari Gienka kau menolak memakai supir, kenapa sekarang berkata seperti itu???"
"Kalau pakai supir pribadi aku harus membayarnya kalau kau kan gratis hahahaha!"
"Owh jadi kau menganggapku supir, oke....!" Ujar Axel dengan nada yang terdengar kesal.
Kyra langsung menyela mengatakan bahwa bukan seperti itu maksudnya. Axel pun menanggapi dengan tawa saja karena dia hanya menggoda Kyra.
Sementara itu Gienka sudah selesai mandi dan Kyros sudah sibuk menatap layar laptopnya. Gienka berjalan berjinjit mendekatinya dan langsung memeluknya dari belakang. Gienka menghujani pipi kanan Kyros dengan ciuman yang tidak berhenti. Kyros hanya terkekeh tetapi pasrah saja dan menikmatinya.
"Apa kau tidak ingin memelukku sebelum tidur untuk pertama kalinya setelah kita menikah??" Tanya Gienka.
Kyros berdiri dan memeluk istrinya. "Tentu saja, aku akan menemanimu sampai kau tidur dan baru akan kembali bekerja!"
"Tapi kau mandi dulu!" Protes Gienka.
Kyros mengangkat matanya. "Mandi katamu???"
Tanpa banyak bicara, Kyros mendorong Gienka ke tembok kemudian mendongakkan wajah istrinya itu dan langsung melahap bibirnya. Semula lembut tetapi lama-kelamaan berubah menjadi kasar dan Gienka pun berusaha mengimbanginya. Sebelumnya Kyros selalu melakukannya dengan hati-hati dan berusaha menahan diri tetapi kali ini sudah tidak ada penghalang diantara dia dan Gienka sehingga Kyros pun menggunakan kedua tangannya untuk memegang dada Gienka dan memijat dengan lembut disana.
Gienka mengerang pelan karena ini pertama kalinya orang lain menyentuh kedua aset miliknya. Mereka berciuman dan Kyros terus memegang kedua gundukan milik Gienka itu dan menekan-nekannya pelan. Kyros melepas satu lengan gaun tidur Gienka dan menemukan hadiahnya dengan penuh antisipasi lalu membukanya tanpa melepas jubah itu.
Kyros mendongak dan tersenyum kearah Gienka lalu perlahan setengah berdiri. Napas Gienka tersenggal ketika Kyros menyentuh miliknya sambil lalu, mengusap titik berwarna merah muda itu dengan gerakan seolah tak sengaja, sehingga membuatnya mengeras, seakan ingin disentuh lagi. Gienka menggeliat merasakan sensasinya. Kyros menyesapnya pelan dan juga memainkan lidahnya disana membuat Gienka semakin menggila. Tidak ingin terbawa suasana yang berlebihan, Kyros pun menghentikan aksinya dan kembali berdiri menatap Gienka.
"Sudah cukup, kita bisa melakukan yang lebih nanti jika kau sudah siap, aku sekarang akan menemanimu sampai kau tertidur" Kyros menecup kening Gienka dan mengajaknya ke tempat tidur.
Mereka berdua berbaring dan Gienka memeluk Kyros dengan erat dan suara detak jantung Kyros menjadi musik penghantar tidur bagi Gienka.
★★★★★★
Keesokan harinya....
Zayan dibuat bingung karena pesan singkatnya semalam tidak dibalas oleh Kyra. Dan dia memutuskan untuk datang ke rumah Kyra saja dan meminta maaf secara langsung. Zayan sendiri ketakutan jika keluarga Kyra juga akan melakukan sesuatu kepadanya dan keluarganya terutama bisnis mereka. Mengingat Jelena sudah dimasukkan ke dalam penjara, dan bisnis keluarga Jelena juga terkena imbasnya. Zayan sangat takut jika itu juga dilakukan keluarga Kyra padanya, mengingat mereka sangatlah berkuasa. Dan mungkin ini waktu yang tepat karena orangtua Kyra pasti masih belum kembali dari kantor, baik itu Apapnya ataupun Amamnya. Zayan yakin Kyra akan mau memaafkannya dan mungkin mau kembali kepadanya lagi mengingat Kyra sangat mencintainya.
Sementara itu, Kyra, Nyonya Harry dan Cahya dihebohkan dengan persiapan mereka menyambut pengantin baru yang sore nanti akan pulang. Axel juga sudah datang untuk membantu dan bahkan pagi tadi sudah mengantar Kyra berbelanja bunga dan beberapa hiasan lainnya. Bisa saja Kyra memanggil dekorator kamar tetapi akan lebih spesial jika menghias kamar itu sendiri.
"Kyra sayang, lanjutkan dengan Axel dan Oma, Amam akan membuatkan Apapmu jus, dia sebentar lagi akan kembali dari meetingnya!" Ucap Cahya.
Ya sebenarnya hari ini mereka masih memilih libur satu hari pasca pernikahan Kyros semalam tetapi Aditya ada meeting penting membuatnya harus datang ke kantor sebentar dan akan langsung pulang jika sudah selesai. Tadi Aditya sudah memberitahu Cahya jika dia sebentar lagi akan sampai rumah, itu sebabnya Cahya harus menyiapkan minum dan membantu ART nya menyiapkan makan malam dan camilan. Menantunya akan datang dan Cahya ingin menyambutnya dengan penuh kebahagiaan.
"Iya Mam...!" Jawab Kyra.
Cahya pun langsung turun untuk melakukan tugasnya.
Sekitar 15 menit kemudian, Aditya sudah sampai di rumah dan langsung memasukkan mobilnya ke garasi karena dia juga tidak akan pergi kemana pun malam ini. Cahya memintanya agar duduk diruang tamu lalu mengambilkannya jus. Cahya kembali dengan nampan ditangannya berisi 4 gelas jus nanas yang dibawanya dan dia berikan pada Aditya.
"Dimana Kyra???" Tanya Aditya.
"Dia masih diatas bersama Axel menyelesaikan dekorasinya, aku akan membawa ini ke atas!"
"Baiklah...!" Jawab Aditya.
Sementara itu, security membuka gerbang lagi dan menemukan mobil Zayan. Dia tidak tahu jika hubungan Zayan dan Kyra sudah berakhir, dan karena Zayan sebelumnya sering kesini, security itupun membuka gerbang dan mempersilahkan Zayan untuk masuk.
Terdengar suara bel di pintu ketika Cahya sudah berjalan ke arah lift. Melihat itu Aditya melarangnya untuk membuka dan menyuruh Cahya untuk naik ke atas membawa jus ke Kyra sementara dia yang akan membukanya. Aditya berdiri dan.melangkah menuju pintu untuk melihat siapa yang datang bertamu.