
Kyra menemani Gienka di kamar, bersama dengan Athan juga. Kyra membantu Gienka merapikan pakaian Gienka yang ada di koper. Athan sedang duduk di lantai dan sibuk dengan mainannya. Gienka duduk bersila di atas tempat tidur, mengeluarkan semua pakaian dan barangnya yang dia bawa pulang. Sedangkan Kyra menemani nya. Di halaman belakang sedang ada persiapan untuk acara nanti malam. Semua orang juga sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
"Gie, sampai sekarang kita tidak memberitahu keluarga kita mengenai apa yang dulu di lakukan. oleh Camilla dan Kevin, kita masih menyimpan itu dengan baik, apa kau sama sekali tidak berniat memberitahu semua nya??? Maksudku mungkin kedua orang itu juga masih ada di Washington, dan kau nanti juga pasti akan membiarkan kesana setelah Ky pulang."
"Apa tidak ada kabar apapun mengenai Kevin??? Maksudku biasa nya teman-teman sering membahas mengenai teman yang lain, mereka bagaimana dan bekerja dimana, biasa nya seperti itu kan???" Tanya Gienka balik pada Kyra.
"Sejauh yang aku lihat, Kevin tidak pernah muncul dalam obrolan juga tidak pernah menanggapi apapun, lagipula sepertinya semua orang sibuk dengan kegiatannya sehingga tidak setiap hari ada obrolan, kecuali ada sesuatu yang menarik atau urgent, barulah akan ramai seperti pasar, sehingga sangat minimal juga informasi tentangnya, sosial media nya juga di private, aku sendiri sejak awal tidak mengikuti nya, apa kau ingin aku mencari tahu tentangnya dari teman-teman yang lain???"
"Di bilang perlu ya sebenarnya perlu Ra, coba kau cari tahu, aku sendiri juga sempat terpikirkan hal itu, bagaimana kalau mereka berdua masih di Washington DC. Ya, untuk masalah yang kemarin ya sudahlah, kita tidak perlu memperpanjang, toh aku pun juga tidak apa-apa, aku hanya khawatir itu justru memantik kamarahan semua orang disini, dan bisa saja sesuatu di lakukan oleh Papa Iel ataupun Apap, yang ada Camilla ataupun Kevin jadi semakin menaruh dendam kesumat kepadamu atau kepada Ky, jadi ya biarkan saja lah..!"
"Baiklah...!! Aku coba cari info tentang mereka berdua nanti, Aku berharap mereka sudah tidak lagi ada di Washington, Aku ingin kehidupanmu dan Ky baik-baik saja tanpa masalah..!" Gumam Kyra. "Gie, entah kenapa sejak pagi Aku merasa kesal sekali dengan Ky...??"
Gienka mengernyit. "Kesal dengan Ky??? kenapa??? Apa dia menjanjikan sesuatu padamu sebelum pergi???" Tanya Gienka.
"Lalu kenapa???" Tanya Gienka lagi.
"Ya kesal saja, dia pergi dan meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini, itu sama saja dia tidak bertanggung jawab sekali, berulah lalu pergi." Geruti Kyra. Membuat Gienka tidak mengerti apa yang di maksud oleh sahabatnya itu.
"Maksudnya?" Tanya Gienka.
"Ya itu, dia sendiri yang meminta kepadamu agar menunda untuk memiliki bayi sampai dia pulang, tapi dia tidak menepati janji nya, menyebalkan sekali... Bagaimana bisa dia membuatmu hamil disaat seperti ini??? Kenapa begitu saja tidak bisa menahannya, bete aku tuh... Sekarang kau harus berjuang sendiri dengan kehamilanmu, bahkan akan lahir tak lama setelah Ky pulang, bukankah itu menyebalkan sekali???"
Gienka tertawa. "Hahaha Aku pikir kenapa??? Ternyata itu hahaha... Ya mau bagaimana Ra??? Seperti nya begitulah jalan yang sudah di gariskan oleh Tuhan kepada kami, harus berpisah disaat seperti ini, artinya Tuhan ingin mengujiku, melihat sejauh apa Aku bisa menjalani ini tanpa suamiku, dan sejauh apa suamiku menjalani harinya disana tanpa tahu jika istri dan anak nya sedang menunggu dia pulang.. Ini rezeki yang harus di syukuri, meskipun sedikit pahit untuk di jalani, semua orang juga sangat menyayangi dan peduli kepadaku, jadi aku tidak akan pernah merasa kekurangan apapun selama Ky pergi. Kondisiku jauh lebih baik daripada kondisi Mama dulu saat sedang hamil aku, aku merasa bersyukur sekali karena semua orang peduli padaku.." Gienka memeluk Kyra, sahabat yang selalu ada di sebelahnya dan menjadi sahabat terbaik yang di miliki nya. Gienka akan berusaha keras untuk mengisi harinya dengan kebahagiaan sehingga kondisi nya dan bayi nya juga baik dan bahagia.