I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 107



"Apa yang terjadi sampai Kyros akhirnya menerima hubungan kita??? " Tanya Kyra pada Zayan yang saat ini sedang duduk di sebelahnya, sedang mengendarai mobil untuk mengantarnya ke kampus. Kyros meminjamkan mobilnya dan meminta Zayan agar mengantar Kyra ke kampus.


Zayan melirik ke Kyra dan tersenyum. "Tidak ada yang terjadi tadi malam, kami menonton bola lalu tidur, itu saja...! " Jawab Zayan berbohong karena dia tidak mungkin mengatakan jika semalam dia dan Kyros mabuk.


"Hanya itu??? Tetapi kenapa Kyros tiba-tiba menyetujui hubungan kita??? " Kyra terlihat tidak puas dengan jawaban Zayan.


"Sebenarnya aku dan Kyros kemarin malam bertemu dan berbicara mengenai hubunganmu denganku padanya...! "


"Bertemu dengan Ky kemarin malam??? Dimana??? Jam berapa??? Ky kemarin kan ada di apartemenku??? "


"Dia datang ke hotel mungkin setelah kembali dari apartemenmu, menghubungiku meminta aku keluar kemudian mengajakku ke restoran, disanalah kami berbicara... Aku menjelaskan semuanya mengenai perasaanku kepadanya, ada sedikit perdebatan di antara kami berdua tetapi itu bisa kami atasi, dari pembicaraan itu aku cukup skeptis sebenarnya dan tidak menyangka jika tadi dia mengatakan iya untuk hubungan kita...! "


"Kenapa kau tidak memberitahuku jika kau sudah bertemu Ky??? " Kyra memprotes Zayan.


"Pembicaraan laki-laki...!" Gumam Zayan.


"Kau ini...! Stop stop aku turun disini saja, kau tahu jalan kembali kan??? " Tanya Kyra.


Zayan terkekeh. "Tentu tahu, tidak banyak belokan menuju kesini jadi aku hafal, semangat belajarnya, aku dan yang lain akn menjemputmu nanti, kabari jika sudah selesai...! " Ucap Zayan, dia kemudian menghadap ke Kyra mengusap lembut kepala gadis yang sangat di cintai nya itu sambil tersenyum.


Kyra membalas senyuman Zayan. Mereka saling bertatapan lembut. Tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini. Hari ini adalah awal mereka memulai hubungan sebagai sepasang kekasih. Zayan merasa bahagia sekali pada akhirnya dia bisa memiliki Kyra dan dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menyakiti Kyra karena butuh perjuangan agar bisa mendapatkan Kyra.


Wajah Kyra dan Zayan semakin dekat. Zayan memegang kedua rahang Kyra bersiap untuk mencium gadis itu, sementara Kyra memejamkan matanya.


Bibir Zayan mulai menyentuh bibir Kyra yang lembut. Kemudian mengecupnya dengan lembut. Lalu sisi bibirnya mulai membuka bibir Kyra, dan memaagut bibir bawah Kyra. Zayan menyesapnya dengan lembut, menikmati kemanisan yang ada di sana. Setelah yakin Kyra menerimanya, lelaki itu menggerakkan tangannya dan membimbing lengan Kyra supaya merangkul lehernya, lalu memeluk Kyra erat-erat dan meIIumat bibirnya.


Ciuman Zayan sangat luar biasa, semula dingin lalu menjadi hangat. Lelaki itu mencecap seluruh sudut bibir Kyra dengan bibirnya. Kyra membuka bibirnya, lidah Zayan menelusup masuk, mulanya hati-hati kemudian masuk semakin dalam, bertemu dengan lidah Kyra dan berjalinan di sana, mulut mereka berpadu dan tubuh mereka menjadi semakin rapat.


Mereka berciuman cukup lama hingga akhirnya saling melepaskan. Napas keduanya terengah tetapi senyum mengembang di bibir Kyra dan Zayan. Mereka berciuman untuk pertama kalinya dan itu luar biasa. Pipi Kyra memerah membuatnya lekas melepaskan seatbelt dan keluar dari mobil. Kyra terlihat malu-malu tetapi kebahagiaannya tidak bisa dia gambarkan. Sementara Zayan hanya bisa terkekeh, dan menyadari sikap Kyra. Zayan menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangannya pada Kyra, Kyra membalasnya sambil berjalan masuk ke gerbang kampusnya. Zayan kemudian memutar mobil dan akan kembali ke apartemen Kyros.


Sementara itu, Kyros duduk di balkon bersama Gienka, menikmati jus semangka di campur kiwi yang menjadi favorit Kyros. Mereka memandang lurus ke depan melihat pemandangan kota, seolah terbuai dengan lamunan masing-masing. Kyros melirik ke arah Gienka kemudian tersenyum tipis tetapi hanya sepersekian detik lalu kembali menatap ke depan. Gienka yang selalu di cintai nya dan sangat di rindukan nya sekarang ada bersamanya. Gienka yang cantik, manis dan penuh dengan tawa, yang selalu bisa membuat Kyros merindukannya setiap waktu. Belum ada nyali untuk Kyros mengungkapkan perasaannya tetapi dia selalu menyimpan perasaan dalam hatinya untuk Gienka seorang. Selalu berharap Gienka nanti akan menjadi miliknya di waktu yang tepat.


"Ky...??? " Panggil Gienka dengan suara lembutnya.


Kyros menoleh. "Iya...?? "


"Kau kenapa tiba-tiba menyetujui hubungan Kyra dan Zayan??? Apa yang membuatmu melakukannya??? Apa kau menyadari bahwa mereka memiliki cinta yang tulus??? "


Kyros terkekeh dan kembali menatap lurus ke depan. "Aku menyadarinya dan aku mendapatkan jawaban dari semua keraguanku terhadap Zayan, aku yakin dia sangat mencintai dan menyayangi Kyra...! "


"Bagaimana caranya kau mendapatkan jawaban dari Zayan??? Bisa saja dia berbohong kepadamu...! "


"Dia tidak berbohong, aku tahu itu, tidak penting bagaimana aku mendapatkan jawaban Zayan, yang terpenting sekarang adalah kita harus memberi mereka ruang untuk berbahagia dan bantu aku mengawasi mereka, aku ingin memastikan Kyra bahagia...! "


Gienka tiba-tiba merangkul punggung Kyros dan tersenyum. "Itulah Ky ku, dia sangat baik dan bijaksana, tidak akan mungkin bisa membiarkan adik yang sangat di sayanginya murung dan sedih, aku senang kau akhirnya mau mendukung mereka.... Kau terbaik...! " Puji Gienka.


"Aku juga akan mengawasimu, kau juga harus mendapatkan laki-laki yang terbaik nantinya, jangan sampai salah pilih laki-laki....! " Ucap Kyros.


"Yang terbaik adalah dirimu Ky....! Dan yang aku mau juga dirimu...." Gumam Gienka dalam hati.


"Tentu saja... Aku akan mencari yang terbaik dan tidak sembarangan....! " Ucap Gienka pada Kyros.


Terdengar suara interkom di tekan, Kyros berdiri untuk membuka pintu karena itu pasti Zayan yang sudah sampai. Kyros meninggalkan Gienka di balkon untuk membuka pintu.


Kyeos membuka pintu, dan benar saja yang datang adalah Zayan. "Kupikir kau tersesat... Hahahah!! " Kyros tertawa mengejek Zayan.


"Jalannya lurus dan hanya sekali belok jadi aku mudah mengingatnya...! "


Zayan masuk ke dalam apartemen. "Kenapa kau tidak mencarikan Kyra apartemen yang dekat denganmu??? Atau kenapa kau tidak mencarikan yang ada di sekitar sini??? Kan lebih dekat dengan kampus...! "


"Aku sudah mencari di dekat sini tetapi tidak ada yang cocok dengan Kyra, dia meminta yang sedikit lebih luas, kebanyakan disini adalah apartemen studio, kalaupun tidak yang studio ya hanya seperti ini, hanya ada dua ruangan, yaitu kamar dan juga ruang tamu merangkap dapur dan ruang makan...!"


"Kalau begitu ya memang harus di maklumi, anak perempuan memang banyak mau nya.. Hahaha...!" Zayan tertawa begitu juga dengan Kyros.


"Gienka ada di balkon, mengobrol lah dengannya, aku ke kamar sebentar..! " Ucap Kyros.


Zayan mengangguk dan langsung menuju balkon untuk bertemu dengan Gienka. "Hai Gie...! "


"Hei.. Duduklah... Kau sudah mengantar Kyra??? "


"Sudah, dia sudah ku antar dengan selamat...! "


Gienka tertawa. "Ummmm cieeee senangnya bisa mengantar pacar ke kampus...! "


"Hahaha iya aku senang sekali... Oh iya bagaimana persiapan malam nanti??? " Tanya Zayan setengah berbisik.


"Beres... Uncle Adit, Aunty Cahya, Oma Opa dan Nenek Kyra dan Kyros, serta orang tua ku, adikku dan juga Louis serta Sanne sudah ada disini.. Semua sudah beres, nanti kita tinggal membawa mereka berdua ke restoran...! " Jawab Gienka.


"Baguslah...! Kyra dan Kyros pasti akan senang sekali karena keluarga nya dan sahabatnya berkumpul... " Ujar Zayan.


"Aku juga berharap semua berhasil... Senang sekali rasanya bisa merayakan ulang tahun mereka dengan formasi lengkap...! " Gienka senang dan tidak sabar untuk nanti malam merayakan ulang tahun Kyra dan Kyros. Gienka juga sudah berbicara dengan Camilla, mengajak teman satu kamar Kyra itu agar bisa ikut bergabung. Rasanya tidak enak jika tidak mengajak Camilla bergabung. Dan Camilla juga merasa senang sekali, sebenarnya dia juga memiliki rencana kecil untuk memberi kejutan pada Kyra tetapi ternyata ada kejutan besar yang sudah di siapakan oleh keluarga Kyra, artinya Camilla tinggal nimbrung dan ikut bergabung dengan mereka saja.


Zayan menyenggol lengan Gienka, memberi kode jika Kyros sedang berjalan ke arah mereka.


"Nanti malam jadi Gie??? " Tanya Kyros.


"Ya jadi dong, masa aku sudah berjanji tidak aku tepati.. Oh iya kita disini saja ya menunggu Kyra selesai kuliah, tidak seru kalau kita jalan tetapi tanpa Kyra...!"


"Ya sudah kalau begitu.. Kita pergi setelah Kyra pulang, lebih baik sekarang kita lebih baik bermain monopoli saja, aku sudah membawanya....! " Kyros menunjukkan sebuah box permainan monopoli yang di miliki nya dan dia mengajak Zayan dan Gienka bermain bersama.


••^••^••


Malam harinya....


Kyros dan Zayan datang ke apartemen Kyra untuk menjemput Kyra dan Gienka serta Camilla. Mereka jadi makan malam bersama. Ketiga gadis itu sudah berdandan cantik dan juga rapi. Perayaan ulang tahun Kyra dan Kyros akan di rayakan beberapa jam lebih cepat, dan itu tidak terlalu masalah sebenarnya. Karena jika di rayakan tepat jam 12 malam, kejutan itu akan mudah terbaca oleh kedua saudara kembar itu. Jadi lebih baik di rayakan sedikit lebih awal saja.


Karena semua sudah siap, mereka berlima turun dan lekas masuk ke mobil Kyros untuk menuju restoran yang Gienka katakan. Itu salah satu restoran yang mewah, itulah kenapa Kyros cukup terkejut ketika Gienka mengajaknya dan yang lainnya makan malam disana. Tetapi Kyros memilih untuk tidak terlalu memikirkannya karena Gienka punya banyak uang jadi tidak terlalu masalah jika Gienka mengajak makan malam disana.


Perjalanan di tempuh sekitar setengah jam, akhirnya mereka sampai juga. Satu persatu bergantian turun dari mobil.


"Yuk langsung masuk, aku sudah reservasi tempat untuk kita berlima...! " Ucap Gienka.


"Reservasi??? " Tanya Kyros.


Gienka mengangguk. "Kenapa Ky??? Kita akan makan malam bersama jadi ya aku harus Reservasi dong...! Yuk...! "


Mereka berlima masuk ke dalam restoran. Tetapi saat masuk, Kyra dan Kyros di buat mengernyit karena restoran dalam keadaan yang sepi, tidak ada satu pengunjung pun disana. Tidak seperti biasanya. Karena yang Kyros tahu restoran ini cukup ramai.


"Kok sepi ya??? " Gumam Kyros.


"Sepi ya Ky??? " Tanya Gienka balik sambil menahan tawa, sedetik kemudian lampu restoran tiba-tiba padam. Hening.


"Surprise........!!! " Teriak dari beberapa orang dan lampu kembali menyala.