
"Kenapa tidak jadi pulang Ky???? Kau bercanda ya??" Protes Kyra dengan nada kesal.
"Aku tidak bercanda Ra, aku memang tidak jadi pulang, dan mungkin dalam waktu lama, bahkan bisa sampai tahun depan...!" Ujar Kyros.
"Sampai tahun depan??? Kenapa??? Ada apa???" Sela Cahya.
Kyros meminta maaf atas batalnya rencana pulangnya kepada keluarga nya, itu terjadi karena ada satu hal yang sangat penting yang harus dia lakukan disini. Dan itu juga menjadi kabar baik untuk mereka. Dimana Kyros mendapatkan kabar baik dari tempatnya bekerja. Kyros akan mulai di sibukkan dengan persiapan untuk mengikuti seleksi agar bisa menjadi astronot muda yang rencana nya tahun depan akan di kirim ke luar angkasa untuk misi pengetahuan.
"Serius???" Seru semua orang.
Kyros tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Kyros kembali menjelaskan jika sebenarnya dia juga masih tidak percaya dengan apa yang kemarin di sampaikan oleh atasannya, karena bukan perkara mudah untuk bisa mendapatkan kesempatan itu. Dan sebenarnya masih di butuhkan sekitar dua tahunan lagi bagi Kyros jika ingin mengikuti tes seleksi untuk menjadi astronot. Tetapi ternyata saat dia masih kuliah kemarin, itu sudah masuk dalam hitungan mereka di tambah ketika dia melakukan praktek kerja beberapa tahun silam, itu juga masuk ke dalam hitungan mereka. Sehingga saat ini, dia di beri kepercayaan untuk ikut bergabung menjadi bagian dari peserta yang akan di seleksi untuk menjadi astronot. Dan mulai minggu depan Kyros harus mulai bersiap. Banyak belajar hingga melatih fisiknya juga menjadi syarat yang utama. Persiapan itu benar-benar harus di lakukan dengan baik, jika Kyros benar-benar berniat ingin lolos dan menjadi astronot muda. Impian yang sudah sejak lama sangat di inginkan nya. Kesempatan ini harus di manfaatkan dengan baik, dan Kyros tidak ingin main-main. Kyros pun tidak lupa meminta doa dari keluarga nya, agar nanti dia bisa lolos dan mewujudkan keinginannya selama ini untuk menjadi astronot.
Aditya melempar senyumnya tetapi matanya berkaca-kaca. "Tentu saja kami semua disini akan selalu mendoakan mu Ky, kau harus bekerja keras, karena kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil... Apap sering sekali mengatakan itu padamu kan??? Ini kesempatan bagus jadi jangan di sia-sia kan...!" Ucap Aditya.
"Selain belajar dan kerja keras, jangan pernah tinggalkan sholat ya Ky sayang??? Juga berdoa supaya segala urusanmu di beri kelancaran... Amam, Apap, Kyra, Oma, Opa dan juga nenekmu serta yang lainnya juga selalu mendoakanmu agar semua keinginanmu tercapai, dan jangan pernah tinggi hati.!" Sela Cahya dengan bijak.
"Iya Mam, Pap, Ky selalu menjalankan semua nasehat yang Amam, dan Apap berikan..!"
"Tidak pulang tidak masalah, yang penting kau harus fokus dengan persiapan seleksi mu... Lakukan yang terbaik, siapkan semuanya juga dengan baik..! Buatlah kami disini bangga denganmu..!" Kali ini Tuan Harry ikut memberikan pesan kepada cucu nya.
"Siap Opa...! Ky akan melakukan semuanya dengan baik...! Oh iya, Ky harus sarapan lalu bersiap ke kantor, takut kesiangan..!"
"Iya, jangan lupa sarapan dan semoga harimu menyenangkan, Bye... Ky... Kami sangat mencintaimu...!" Kyra melambaikan tangannya kemudian mematikan panggilan videonya dengan Kyros. Meskipun ada perasaan sedih, tetapi Kyra merasa sangat bahagia dan bangga dengan pencapaian Kyros. Kyra berharap Kyros nanti bisa lolos seleksi sehingga Kyros bisa benar-benar jadi astronot yang hebat.
"Kenapa kalian sedih???" Tanya Aditya pada Kyra dan Cahya istrinya. "Ini salah satu impian Ky, biarkan dia mengejar apa yang selama ini ingin di capai nya, doa terbaik adalah doa dari kita semua, dia sudah bekerja keras selama ini jadi biarkan saja, jika dia tidak pulang, kita bisa mengunjungi nya lagi, jangan sampai kesedihan kita membuat dia gagal mendapatkan kesempatan yang bagus ini...!" Lanjut Aditya lagi.
Cahya berusaha untuk tersenyum kepada Aditya. "Doa ku selalu untuk anak-anak ku, aku hanya sedih karena dia tidak jadi pulang saja, tetapi tentu aku bahagia dengan berita yang di sampaikan Ky jika dia akan mengikuti seleksi pemilihan astronot!" Gumam Cahya.
"Jangan sampai kesedihan kita menghalanginya meraih cita-cita nya, kita harus selalu terbiasa jauh darinya tetapi tentu doa kita lah yang akan mengantarnya untuk mendapatkan yang dia inginkan, dia sedang berusaha membanggakan kita semua disini..! Always support him...!" Aditya memeluk Cahya dan Kyra.
"Kita semua sedih karena dia tidak jadi pulang, dan Mama juga yakin Ky disana juga sedih karena tidak bisa pulang, tetapi apa yang lebih membahagiakan mampu mereda kesedihannya, dia sudah lama berusaha keras dan sekarang usaha nya tinggal beberapa langkah lagi... Kita harus mendoakannya..!" Nyonya Harry menimpali, berharap anak, menanti serta cucu nya menghilangkan kesedihan mereka tentang batalnya rencana Kyros pulang.
Sementara itu, Kyros meletakkan ponselnya di atas meja, menyandarkan punggung nya di kursi, menatap lurus ke depan. Dia tadi bisa melihat kekecewaan Kyra dan Amamnya, mereka pasti sedih karena dia tidak jadi pulang. Kyros juga sebenarnya sedih karena sedang kangen rumah tetapi dia mendapatkan kesempatan yang sangat bagus dan sangat diinginkan olehnya selama ini.
Selain sedih tidak bisa pulang dan bertemu dengan keluarganya, Kyros juga sedih, niatnya pulang untuk menemui Gienka dan mengungkapkan perasaannya juga akan tertunda. Padahal dia juga sedang menyiapkan diri untuk mengungkapkan segala perasaan yang di pendam nya saat ini pada Gienka. Bagi nya saat ini memang sudah sangat tepat mengungkapkan segala nya, secara mental dan juga kondisi nya sudah nyaman. Kyros sudah tidak lagi di sibukkan dengan belajar dan kuliah, melainkan sudah bekerja dan karirnya juga cukup bagus untuk membuat Gienka bisa menjadi pujaan hatinya dan juga jika sudah merasa cocok, tentu Kyros ingin menikahi Gienka seperti janji nya dulu saat masih kecil. Hanya saja sepertinya waktu yang sekarang justru tidak berpihak kepada Kyros, karena dia sekarang di sibukkan untuk persiapan mengikuti seleksi menjadi astronot.
"Oh God.. Please jaga hati Gienka hanya untukku sampai nanti aku bisa pulang dan menemui dia kemudian mengungkapkan segala perasaan dan cintaku yang sudah aku simpan didalam hati selama ini, aku hanya menginginkan dia untuk bisa bersamaku dan menjadi pasanganku, please God jaga Gienka hanya untukku..!" Gumam Kyros dalam hati.
Yang di iinginkan Kyros saat ini berharap Gienka tetap seperti kemarin, tidak memiliki kekasih. Juga Kyros berharap dia bisa lolos seleksi, sehingga cita-cita nya sejak kecil bisa terwujud. Selama ini dia sudah berjuang untuk bisa meraih semua itu, dengan perjuangan yang sangat keras dan penuh kesabaran. Kyros sudah banyak menahan diri dari berbagai hal, karena ingin berfokus pada impiannya. Lalu pada akhirnya kesempatan itu datang juga, dan dia harus memanfaatkannya dengan baik, serta kembali menahan diri dari hal lain, untuk berfokus pada satu hal yang ini. Di kampus hidup Kyros tidak ada yang namanya bermain-main dalam melakukan sesuatu, semua harus di lakukan sepenuh hati dan fokus.
★★★★
★★★★
Setelah mengantar Celia pulang, Axel pun memilih untuk pulang juga, tetapi tadi dia membaca pesan dari Gienka, bahwa saat ini Gienka ada di rumah Ariel. Axel pun memilih untuk mampir ke rumah Papa Gienka dan bertemu dengan sahabatnya itu. Saat ini Axel butuh untuk saran dari Gienka mengenai usulan dari Celia tadi. Setidaknya pendapat Gienka bisa membuatnya untuk mempertimbangkan usulan Celia. Axel pun mengarahkan mobilnya menuju kediaman Ariel, dimana saat ini Gienka ada disana.
Rumah Gienka tidak jauh dari rumahnya, hanya butuh beberapa menit saja sampai akhirnya Axel menghentikan mobilnya di depan rumah mewah berpagar tinggi berwarna abu-abu. Axel pun menekan klakson, tak lama security yang berjaga di rumah itu membuka gerbang. Mobil Axel di persilahkan untuk masuk.
Axel keluar dari mobil dan sedikit berlari menuju pintu rumah Gienka. Dia menekan bel dan tak lama asisten rumah tangga Gienka membuka pintu dari dalam. "Eh mas Axel... Silakan masuk...!"
Axel tersenyum. "Gienka ada Mbak???"
"Owh...!" Axel pun masuk ke dalam rumah itu.
"Hai Xel..." Gienka muncul dari ruang makan yang ada di sebelah kanan. Gienka setengah berlari menghampiri Axel. "Kau pasti belum makan, kita makan dulu, Mamay dan Papa Iel juga baru pulang..!" Ujar Gienka.
"Tidak Gie.. Aku menunggu disini saja..!" Axel mencoba menolak karena tidak enak dengan orang tua Gienka.
Gienka memegang dan menyeret Axel, mengajak lelaki itu ke ruang makan. "Ayolah... Jangan merasa sungkan, kau juga pasti belum bertemu Mamay dan Papa Iel, Geffie juga, ayo..!"
Axel tidak bisa menolak. dan ikut Gienka ke ruang makan.
"Hai Xel.... Ayo duduk dan makan malam bersama... " Ujar Masa mempersilahkan Axel untuk bergabung bersama Keluarga nya.
"Malam Om, Tante, Geff...! " Ucap Axel kemudian dengan sopan dia menyalami Masa dan juga Ariel. Setelah itu Axel duduk dan dengan gesit Gienka membalik piring yang tertelungkup di atas meja. Mengambilkan Axel nasi serta menanyakan ingin lauk apa. Axel pun meminta Gienka agar duduk lagi, dan dia akan mengambil makanannya sendiri.
"Kau dari rumah Xel???" Tanya Ariel.
Axel menggeleng. "Dari Bandung om, langsung mampir kesini..!"
Ariel mengernyit. "Dari Bandung???" Tanya nya lagi.
"Iya Pa, dia baru saja mengantar Celia menemui Papanya..!" Sahut Gienka.
"Oh... Berarti kau menemui calon mertua dong... Wah hebat juga kau Xel...! "
"Biasalah Pa, Axel kan harus mulai mepet dari sekarang hahahaha...!"
"Itu artinya Axel adalah laki-laki yang tanggung jawab, nanti kau harus mendapatkan laki-laki seperti Axel kalau punya pacar...!" Ujar Ariel.
"Ah tidak deh Pa, Axel itu terlalu bucin, ribet kalau laki-laki bucin sekali, bawaannya ingin selalu nemplok Celia, hahahahaha...!" Gienka tertawa menggoda Axel.
"Dih rese lu Gie..!" Protes Axel kemudian terkekeh.
Maysa, Ariel dan Gieffie juga ikut tertawa. Ini sudah biasa jika Axel bertemu Gienka maka mereka berdua akan saling melempar candaan yang mencairkan suasana. Axel sudah di anggap seperti keluarga sendiri oleh orang tua Gienka. Sejak kecil Axel sering bermain di rumah ini bersama Gienka. Bahkan Ariel sempat mengira kedekatan Axel dan Gienka tidak hanya sekedar teman atau sahabat, tetapi mereka memiliki hubungan khusus yang lebih dari itu, tetapi kenyataannya mereka memang hanya bersahabat saja. Gienka juga sering bercerita tentang Axel kepada Ariel, Maysa, Elea ataupun Danist, memberitahu mereka bahwa Axel hanya sahabat dan juga Axel sudah memililiki kekasih. Dari cerita Gienka itulah, Ariel tahu bahwa memang hubungan Gienka dan Axel hanyalah persahabatan bahkan seperti saudara sendiri.
Mereka melanjutkan makan malam dan mengobrol berbagai hal. Ariel banyak bertanya mengenai kesibukan Axel saat ini. Merasa senang karena Axel bisa masuk ke dalam club sepak bola di luar negeri. Meskipun kata Axel itu hanya club kecil biasa, tetapi bagi Ariel itu adalah awal karir yang baik untuk Axel. Karena ke depannya Axel bisa menggali lebih jauh lagi potensi nya. Ariel juga merasa bangga karena Axel bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik meskipun juga sibuk mengejar minatnya terhadap dunia sepak bola.
****
Setelah makan malam dengan keluarga Gienka, Axel pun memilih duduk di balkon depan rumah bersama dengan Gienka, karena sudah malam. Biasanya dia dan Gienka lebih senang mengobrol di taman belakang rumah, hanya saja Gienka tidak mau jadi sasaran hisapan nyamuk, maka dia mengajak Axel mengobrol di balkon depan.
"Bagaimana pertemuannya dengan Papa Celia???" Tanya Gienka pada Axel.
"Baik... Dia memang orang yang menyenangkan...!" Jawab Axel.
Gienka melempar senyumnya. "Itu terlihat dari wajahmu yang merekah... Hehehe...!"
Axel terkekeh. "Dia menyukaiku.." Ujar Axel pelan.
"Cieeee.... Sudah dapat restu dong...!??"