
Kyra dan Gienka sudah selesai mengerjakan tugas mereka. Hari sudah malam dan perut mereka juga sudah lapar, makanan yang mereka pesan belum juga datang, jadi keduanya memutuskan untuk turun ke lantai satu, menunggu pesana mereka lalu akan makan malam berdua. Rumah Kyra terlihat lengang, karena semua orang masih belum pulang. Amam Kyra yaitu Cahya masih berada di kantor dan Aditya juga ada disana untuk menjemput istrinya itu. Sedangkan Oma dan Opa Kyra juga sedang berada di luar negeri untuk berobat rutin, dan baru akan kembali lusa.
"Gie... Turun yuk... Kayaknya sebentar lagi makanannya datang... Amam dan Apap juga baru jalan pulang, kita makan dulu...!" Ucap Kyra.
"Iya Ra...!" Gienka mematikan dan menutup laptopnya, kemudian beranjak dari kursi dan mengikuti Kyra keluar dari kamar.
"Ky tidak telepon hari ini... Tumben ya Gie...!" Ucap Kyra. Mereka sekarang sedang menuruni tangga ke lantai satu.
"Sibuk kali Ra...! Dia juga tidak mengirim pesan kepadaku...!"
"Padahal aku ingin berbicara padanya agar dia bisa pulang nanti, ah menyebalkan...!"
"Dia pasti akan menghubungimu nanti....!"
Mereka kemudian berjalan menuju ke ruang tamj untuk menunggu makanan. Kyra sangat lapar sekali dan tadi dia memesan pizza dan spaghetti bolognese untuk makan malamnya bersama Gienka.
Sampai akhirnya, security yang berjaga di depan rumah, membawa makanan pesanan Kyra ke dalam rumah, dimana tadi Kyra sudah memberitahu nya. Kyra mengajak Gienka untuk makan di ruang makan. Mereka benar-benar lapar sekali.
*****
Beberapa waktu kemudian, Cahya dan Aditya akhirnya sampai di rumah. Mereka berdua masuk dan rumah dalam keadaan sepi. Cahya pun memanggil Kyra untuk memastikan apakah putrinya itu berada di rumah atau tidak. "Ra....! Kyra sayang....!!!"
Kyra yang sesang asyik membaca buku di perpustakaan ruang kerja Aditya pun langsung menyahut mendengar panggilan Amamnya. "Ya Mam... Ra ada disini...!"
Tadi setelah menghabiskan makanannya, Kyra mengajak Gienka untuk ke ruang kerja Apapnya yang kebetulan jadi satu dengan perpustakaan.
Kyra dan Gienka keluar dan langsung menyalami Aditya dan Cahya yang baru sampai. "Malam Uncle malam aunty..!!" Sapa Gienka.
"Malam sayang... Kalian sudah makan???" Tanya Cahya.
"Susah Mam, baru saja.. Aku mengajak Gienka kesini mencari buku-buku tentang bisnis milik Papa, untuk mencari informasi tambahan...! Untuk keperluan persiapan kuliah juga sih..!" Kyra menjelaskan.
"Bagus...! Kalian cari saja buku apa yang kalian butuhkan...! Sebenarnya Apap juga punya buku yang bagus, dulu Apap membelinya saat berkuliah di Oxford, itu buku yang bagus dan lengkap...! Edisi pertama...!" Ujar Aditya.
"Oh ya??? Nama bukunya apa Pap???" Tanya Kyra.
"Sepertinya di rak tidak ada, Apap menyimpannya bersama koleksi buku lama sih, Apap ke kamar dan manndi dulu ya, besok Apap carikan...!"
Kyra tersenyum. "Oke...!"
"Iya...!" Aditya mengusap rambut panjang Kyra kemudian dia mengajak Cahya naik, untuk bersih-bersih dan berganti pakaian.
"Tadi Ra memesan Pizza dan bolognese untuk Apap dan Amam...!"
"Thanks ya sayang... Papa ke kamar dulu dan nanti akan memakannya, kalian lanjutkan lagi dan jangan terlalu malam, tidur tepat waktu, besok kita cari buku nya sama-sama...!" Ujar Aditya lalu pergi bersama Cahya.
Di tengah kesibukan Gienka dan Kyra membaca buku, ternyata Kyros menghubungi Gienka. Senyum Gienka merekah dan dia langsung mengangkat panggilan video dari laki-laki yang sangat di sukai nya itu. Tadi dia baru saja membicarakan Kyros, dan sekarang lelaki itu menghubunginya. Gienka memanggil Kyra dan memberitahu jika Kyros menghubunginya. Kyra meletakkan buku yang di bacanya dan menghampiri Gienka.
"Hai Ky....!!!" Sapa keduanya.
"Kalian bersama???" Tanya Kyros.
"Iya, Gie akan menginap disini...! Lenapa baru telepon???" Tanya Kyra.
"Ada urusan, temanku memintaku untuk menemaninya ke Interlaken, ini aku sedang bersamanya...!" Kyros mengalihkan kamera nya ke kamera belakang dan langsung terlihat dua orang perempuan sedang asyik mengobrol sambil menyeruput minuman yang mereka pegang.
"Kalian hanya bertiga???" Tanya Kyra lagi.
Kyros mengangguk dan tersenyum. "Ya, aku mengantar mereka berdua...!"
Wajah Gienka yang tadinya ceria pun berubah cemberut. Kyros disana pasti memiliki banyak sekali teman perempuan apalagi Kyros adalah orang yang sangat mudah bergaul, juga tampan, perempuan mana pun pasti akan merasa nyaman jika bersama Kyros. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Kyros terlihat bersama teman-teman perempuannya, beberapa kali dan mungkin setiap harinya Kyros bersama dengan mereka. Rasanya semakin berat untuk Gienka melihat hal ini, dia ingin memprotes tetapi Gienka sadar bahwa dia bukanlah siapa-siapa Kyros.
"Gie..... Bagaimana??? Apa kau menyukai hadiah dariku???" Tanya Kyros.
"Aku suka, kau mengirim hadiah yang aneh, aku yang berulang tahun tetapi dalam bingkai itu malah ada fotomu....!" Protes Gienka.
Kyros tertawa. "Hahaha itulah istimewanya diriku.... Aku yakin kau menyukaimya kan???? Hehehe...!"
Gienka tersenyum tipis. "Ky... Apa kau benar-benar tidak akan pulang nanti???" Tanya Gienka.
Kyros menggeleng.
"Ky, musim dingin pasti semua juga sedang libur dan tidak melakukan kegiatan apapun, selain itu juga akan natal, orang-orang disana pasti akan menikmatinya dengan keluarga, lalu kau juga akan sendiri di rumah, aunty Chi dan uncle Adri serta Niall akan pulang, lalu apa yang akan kau lakukan disana sendirian??? Apa tidak lebih baik kau pulang saja...!" Ujar Gienka tetapi Kyros masih diam.
"Semua orang disini juga sangat merindukanmu, kau punya tanggung jawab membahagiakan orang tua dan keluargamu, tetapi kau terlihat egois sekali saat hanya memimirkan kesibukanmu disana....!" Protes Gienka lagi.
"Aku sangat ingin pulang Gie tetapi sepertinya tidak untuk waktu dekat ini...! Aku akan pulang kok jika sidah menemukan waktu yang pas...!"
"Kapan Ky???? Setelah kau lulus??? Bukankah itu masih lama???"
Kyros tersenyum. "Kau seperti Kyra.... Galak... Hehehe...!!!"
"Lanjutkan saja mengobrolnya dengan teman-temanmu, aku mengantuk....! Ra??? Apa kau ingin mengobrol dengan kakakmu??? Ambil ponselku, aku akan ke kamar lebih dulu...!" Ucap Gienka dan memberikan ponselnya pada Kyra.
"Ky sudah dulu ya, aku juga mengantuk... Enjoy.... Bye...!" Kyra mematikan panggilan video Kyros.
Kyros pun tersenyum, tahu bahwa adiknya juga Gienka terlihat marah kepadanya. Tetapi bagaimana lagi, dia memang tidak bisa untuk pulang meskipun sebenarnya ingin sekali. Melihat kemarahan kedua perempuan itu, ada rasa bersalah di hati Kyros.