I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 21 (Mengantar Stempel)



Keesokan harinya, Ariel bersama supirnya pergi ke perusahaan perkebunan yang akan diajak bekerja sama untuk menyetok hasil olahan produknya dengan Cafe milik Ariel. Ariel terbiasa langsung turun ke lapangan sendiri untuk memastikan kualitas dari produk yang akan dia gunakan untuk restoran, hotel atau cafenya. Baginya kualitas dan pelayanan adalah nomor satu.


Akhirnya sampailah Ariel di kantor perusahaan itu. Supirnya membuka pintu mobilnya, Ariel keluar dan langsung masuk ke kantor itu. Setelah bertanya, Ariel pun langsung diantar masuk ke ruangan GM dimana dia sudah ditunggu disana. Saat berjalan menuju ruangan GM tiba-tiba Ariel berpapasan dengan Chika, dia pun sangat terkejut begitu juga dengan Chika. Chika adalah adik ipar Aditya atau adik dari Cahya.


"Chika...???" Seru Ariel.


"Kak Ariel??? Kakak ada disini?" Ucap Chika yang heran.


"Ya Tuhan, kenapa kak Ariel ada disini?" Gumam Chika lagi dalam hati.


"Jadi kau kerja disini?? Aku selalu bertanya-tanya kemana Aditya mengirimmu ternyata kau ada disini"


Belum menjawab tiba-tiba temannya segera mengajak Chika untuk ke pabrik mengambil sample teh. Chika pun mengucap permisi, tetapi hatinya sedikit lega karena sudah 3hari ini Elea tidak masuk kerja karena sakit. Dan pertanyaan masih mengusiknya untuk apa Ariel datang kesini, apa kakak iparnya yang mengirimnya atau siapa, tetapi Chika akan mencari tahu jawabannya nanti setelah pekerjaannya selesai. Kali ini dia juga tidak bisa langsung mencari jawaban karena saat bertugas dia tidak boleh membawa ponsel ke dalam lab pabrik.


Ariel dipersilahkan masuk ke ruangan GM oleh salah satu staff. Sekali lagi Ariel dikejutkan oleh keberadaan seorang pria yang sedang duduk dikursi kerja. Ariel pernah bertemu dengannya tetapi dia lupa pernah bertemu dimana. Danist pun berdiri dan dibuat terkejut oleh kehadiran tamu nya, dia mengingat jika pernah bertemu dengannya saat berada dirumah sakit menjenguk Adri adik Aditya.


"Ya sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya tetapi dimana ya??? Saya lupa?"


"Saya Danist, General Manager disini, kita pernah bertemu di rumah sakit waktu itu saya sedang menjenguk Adik pak Aditya"


"Ah iya saya ingat waktu itu anda yang mendonorkan darah untuk Adri, saya Andi Ariel Harsya! Aku sudah membaca profil perusahaan ini ternyata ini milik Tante Dina, aku tidak pernah menyangka"


"Iya pak, memang ini milik bu Dina tetapi saat ini yang bertanggung jawab adalah pak Aditya, beliau sering datang kemari untuk mengecek dan mengevaluasi semua yang ada disini termasuk perkebunan dan pabrik" Ucap Danist yang kemudian menyodorkan berkas ke Ariel.


"Adit sering datang kesini, kurang ajar kenapa dia tidak pernah memberitahuku, jika memang seperti itu harusnya aku tidak perlu jauh-jauh datang kemari" Gerutu Ariel. Dia cukup di buat kesal karena Aditya tidak pernah membahas tentang perusahaan perkebunan teh yang di miliki oleh keluarganya.


Danist hanya tersenyum lalu mengenalkan aneka produk olahan teh yang di produksi ditempat ini. Ariel tampak serius membaca berkas itu sambil sesekali bertanya kepada Danist tentang berbagai hal yang berhubungan dengan Teh produksinya. Danist pun menjelaskan dengan penjelasan yang cukup menarik dan mudah dipahami membuat Ariel takjub kepadanya. Semua sudah dijelaskan dengan rinci dan detail sekali.


*****