I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 286



Kyros berlari saat keluar dari lift. Dia menuju ke apartemen nya. Sampai di depan pintu, dia meletakkan jarinya di fingerprint, pintu apartemennya pun terbuka dan bergegas dia masuk. Suasana sangat sepi tetapi dia tidak mendapati kain-kain yang menutup furniture di dalam apartemennya itu. "Sayang....!!!!" Teriaknya dan menuju ke belakang. Pintu kaca penghubung balkon terbuka.


Kyros membuka pintu kamar, dan mendapati Gienka terbaring di atas tempat tidur. "Sayang....!!!" Panggilnya lagi sambil mendekati istrinya. Kyros memegang tubuh Gienka. Dan tiba-tiba perempuan itu membuka matanya.


"Kau??? Sudah datang...!!" Ucap Gienka sambil tersenyum mendapati suami nya ada di depannya. Gienka kemudian bangun, tetapi Kyros langsung memeluk nya, membuat Gienka bingung.


"Ahh ya Tuhan......!!!! Syukurlah kau tidak apa-apa.. " Ucap Kyros.


"Tidak apa-apa bagaimana??? Kau kenapa???" Tanya Gienka.


"Aku pikir kau kenapa-kenapa...!!! Kenapa tidak bisa di hubungi??? Kenapa ponselmu tidak aktif??? Kenapa datang kesini tidak memberitahuku, kau tahu akau sangat khawatir.. " Seperti biasa, Kyros banyak bertanya hingga membuat Gienka bingung harus menjawab yang mana lebih dulu.


"Banyak sekali pertanyaannya... " Gumam Gienka. "Kebiasaan.. " Lanjutnya lagi sambil tertawa, tetapi Kyros justru memasang wajah cemberut dan tampak kesal.


"Kenapa malah tertawa????" Kyros setengah berteriak dan menatap tajam Gienka. "Apa kau tidak memikirkan ke khawatiran ku??? Bagaimana bisa kau hertingkah ke kanak-kanakan seperti ini???? Bagaimana kau juga lalai sebagai seorang istri??? Bukankah kau tidak boleh pergi dari rumah tanpa ingin ku??? Kenapa kesini dan tidak memberitahuku??? Atau meminta ijinku??? Seharusnya kau ada di rumah saat aku pulang dari kantor... Kau sangat tidak bertanggung jawab sebagai istri.. " Teriak Kyros di depan Gienka. Dia benar-benar marah sekali kepada istrinya itu. Ini bukanlah lelucon, dan seharusnya Gienka bertanggung jawab dan mengerti akan tugasnya dengan baik.


"Ky...??? Kenapa kau meneriaki ku???" Tanya Gienka.


"Kenapa...???? Tahu tidak jika aku sangat khawatir padamu..??? Aku hampir jantungan tahu tidak???? Kenapa kau tidak bertanggung jawab sebagai seorang istri...!!!" Kyros kembali berteriak.


"Aku tadi bersih-bersih dan merasa lelah jadi aku ketiduran, aku lupa memberitahumu karena tadi sibuk bersih-bersih, baterai ponselku habis dan aku tidak membawa charger.. Ya, aku memang salah tidak memberitahuku, tetapi kenapa kau meneriaki ku..!!?? Hanya sekali aku berbuat salah, kau sudah bersikap seperti ini dan menurutku tidak bertanggung jawab... Setidaknya dengarkan penjelasanku... Aku tidak suka jika ada orang berteriak di depanku...." Gienka beranjak dari tempat tidur dan berdiri hendak meninggalkan Kyros. Tetapi lelaki itu menahannya.


"Kalau kau tidak mau aku berteriak, maka jadilah orang yang bertanggung jawab..!!" Teriak Kyros lagi.


"Aku sudah menjelaskan padamu tadi, aku lelah dan aku tertidur, pknselku juga mati... Bagaimana bisa akau menuduhku tidak bertanggung jawab... Hanya sekali aku lalai dan kau sudah mempertanyakan tanggung jawabku serta bersikap seperti ini.. " Gienka melepaskan pegangan Kyros dan pergi ke kamar mandi.


Kyros beranjak dari tempat tidur dan pergi keluar kamar meninggalkan pintu bedebam. Dia benar-benar marah atas sikap Gienka. Perempuan itu sama sekali tidak mengerti bahwa Kyros sangat mengkhawatirkannya. Kyros sangat ketakutan ketika melihat Camilla ada disini begitu juga dengan Gienka. Ingatan akan kejadian itu kembali membuat Kyros bergidik ngeri. Membayangkan Gienka terkapar di lantai dan mengeluarkan darah, membuat Kyros sangat trauma. Dia tidak bisa membayangkan hal buruk terjadi lagi pada istrinya.


Dan bagaimana Camilla ada disini, Kyros tidak tahu. Entah Camilla memang berbohong padanya mengenai email itu, atau ada hal lain. Tetapi Kyros menyimpulkan bahwa sepertinya itu hanyalah kebohongan yang Camilla buat untuk menarik simpati nya saja. Perempuan itu memang tidak bisa di percaya.


Di kamar mandi, Gienka mulai menangis. Ini pertama kali nya dia melihat Kyros marah kepadanya hingga berteriak begitu keras di depannya. Gienka tahu dia memang bersalah, dan ponselnya memang mati. Semalam dia lupa mencharge. Tetapi seharusnya Kyros tidak semarah itu, dan baiasanya selalu penuh tawa. Gienka benar-benar takut.


Sementara itu Kyros memilih duduk di ruang tamu untuk meredakan kemarahannya. Dia benar-benar panik menyadari ada Camilla disini. Dia tidak bisa berpikir bahwa Istrinya juga ada disini. Tetapi merasa lega karena terjadi sesuatu pada Gienka.


Kyros mengambil ponselnya di saku jaketnya ketika ponsel itu berbunyi. Dan ada nama Amam nya disana. Amam nya melakukan panggilan video. "Pagi Mam... " Sapa Kyros. Meskipun disini sore tetapi dia tahu bahwa tempat dimana Amam nya berada sudah pagi.


"Pagi sayang.....!!" Sapa balik Cahya tetapi suara nya tertelan saat menyadari wajah dari putra nya itu tidak seperti biasanya. Cahya sangat tahu bagaimana ketika anak-anaknya sedang baik-baik saja, sedang sedih, marah ataupun senang. "Apa kau baik-baik saja???" tanya nya langsung.


"I'm good Mam.. " Jawab Kyros.


Tetapi tentu saja Cahya tidak bisa percaya begitu saja. Cahya mencoba menelisik dan melihat bahwa Kyros sepertinya sedang tidak berada di rumah. "Kau di apartemen ya???" tanya nya lagi.


Kyros mencoba tersenyum. "Ya Mam.. Aku ada di apartemen... Amam sudah bangun???" Kyros mencoba mengalihkan perhatian ibu nya itu.


"Sudah sejak sejam yang lalu Amam bangun...! Apa kau bertengkar dengan istrimu?? Lalu kau pergi ke apartemenmu???" Tanya Cahya. "Ky...??? Kau ini bagaimana? Jika sedang bertengkar dengan istrimu jangan malah pergi, kalian harus bicara baik-baik dan segera di selesaikan??? Jangan seperti anak kecil.. " Ucap Cahya.


"Ky tidak pergi dari rumah Mam, Gienka yang datang kesini sendiri.. Aku marah dengannya karena dia pergi tidak memberitahuku, dan tidak bisa di hubungi, dia yang seperti anak kecil.. Aku mengkhawatirkannya dan dia malah tertawa-tawa, dia bilang lupa, ponselnya mati dan ketiduran.."


"Lalu???? Kau memarahi nya???" Tanya Cahya lagi dan Kyros menganggukkan kepala nya. "Apa kau memarahi nya sambil berteriak???" Tanya Cahya lagi.


"Iya Mam, aku kesal sekali, aku panik setengah mati saat tahu ada Camilla disini, aku takut ada hal yang tidak aku inginkan terjadi lagi, aku hampir mati terkejut melihat bagaimana dulu Gienka terkapar di pantai karena ulah Camilla, dan dia malah cengengesan disini tanpa mengerti bahwa aku sangat mengkhawatirkannya... Itu yang membuatkan marah padanya!"


"Camilla??? Bagaimana dia ada disana??? Mertuamu sudah mengirimnya jauh dari kalian, kenapa dia ada di Washington lagi???"


"Mertuaku mengirimnya??? Maksud Amam apa???" Tanya Kyros.


Cahya keceplosan. Tetapi sudah terlanjur mau bagaimana lagi. "Ya, mertua mu dan Apap mu menemui pemilik perusahaan tempat Camilla bekerja dan meminta agar Camilla di pindah jauh dari Washington, dia di pindah ke Los Angeles... Tetapi kenapa bisa dia ada disana lagi???"


"Mana aku tahu Mam kenapa dia ada disini lagi, yang aku tahu dia memang pindah, dan itulah yang membuatku panik, dia ada disini begitu juga dengan Gienka..." Ujar Kyros.


"Kau sudah tahu dia baik-baik saja tanpa kekurangan suatu apapun, temui dia dan minta maaf... Dia mungkin tidak tahu jika ada Camilla disini, kalaupun dia tahu dia pasti tahu cara menjaga dirinya dan hal seperti dulu tidak akan terjadi lagi.. Kau sudah memutuskan menikahinha dan berjanji akan menjaga nya, jadi Amam mohon padamu, jangan melukai hati istrimu, kalian sangat mencintai dan masalah seperti ini bisa kalian bicarakan baik-baik.. Jangan sampai istrimu sedih berlarut-larut, sekali saja kau bersikap tidak baik pada istrimu, kau akan berhadapan dengan Amam, menyakiti istrimu berarti kau juga menyakiti Amam..."


"Iya Mam, Ky minyak maaf... Ky terlalu panik tadi sampai tidak bisa mengontrol emosi Ky... "


"Ya sudah temui istrimu dan minta maaf, jangan sampai nanti ada suasana tidak mengenakan di antara kalian berdua, ini hari besar adikmu, kalian harus ikut berbahagia meskipun ada disana, sudah dulu, Amam harus menyiapkan sarapan, salam untuk Gienka.. " Cahya menutup panggilan video nya.


Kyros meletakkan ponselnya di atas meja. Dia mengumpulkan wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia tiba-tiba merasa menyesal sekali dan sikapnya terlalu kasar pada Gienka. Kyros berdiri dan masuk ke kamarnya lagi.


Kyros menunggu Gienka keluar dari dalam kamar mandi. Dan Kyros juga sudah membuka kopernya, mengambil pakaian milik istrinya yang tadi dia bawa. Kyros berharap Gienka tidak marah kepada nya. Kyros menunggu dengan cemas, istrinya mandi cukup lama dan tidak kunjung keluar juga.


Handle pintu kamar mandi turun, Kyros bergegas berdiri dan menghampiri Gienka. Kyros tersenyum. "Sayang, ini pakaian untukmu, aku membawa nya dari rumah, pakailah.. " Kyros menyodorkan pakaian kepada istrinya. Tetapi Gienka memalingkan wajahnya. Menandakan bahwa istrinya itu masih marah kepada nya.


"Aku minta maaf...???" Ucap Kyros. "Aku terlalu berlebihan tadi, aku hanya khawatir saja padamu... Aku benar-benar minta maaf sayang???"


Gienka mengambil pakaian itu dan kembali masuk ke dalam kamar mandi tanpa mengatakan apapun pada suami nya. Apa yang dilakukan Kyros sangatlah keterlaluan sekali dan Gienka sangat sakit dengan hal itu.


Kyros kembali menunggu dengan cemas di depan pintu kamar mandi. Dia benar-benar menyesal sekali. Dia melakukan kesalahan yang sangat besar hingga Gienka pasti sangat tersakiti oleh perbuatan nya.


Sampai akhirnya pintu kembali di buka, Gienka keluar dan sudah berganti pakaian. Kyros duduk berlutut di lantai dan memeluk kaki istrinya. "Jangan marah, aku minta maaf....??? Aku tidak bisa melihatmu seperti ini, aku minta maaf sayang, aku janji tidak akan bersikap seperti itu lagi.. "


"Ky, lepaskan aku... Apa yang kau lakukan???" Gienka mencoba melepaskan pelukan Kyros di kaki nya tetapi lelaki it7 justru semakin mempererat pelukannya.


"Aku tidak akan melepaskannya kalau kau tidak memaafkanku... Please aku mohon, aku minta maaf padamu.. "


"Jangan begini.. Lepaskan aku.. "


Kyros berdiri dan memegang kedua jemari Gienka. "Aku minta maaf sayang... Aku menyesal sekali... Maafkan aku ya???" Kyros menciumnya.


"Kau berteriak sangat keras di depanku... Aku tidak suka, dan aku tidak pernah di perlakukan seperti itu.. " Ucap Gienka dan dia kembali menangis.


Kyros langsung memeluk istrinya. "Aku tahu... Aku memang melakukan kesalahan, aku minta maaf, itu tidak akan terjadi lagi.. "


"Kenapa kau begitu marah??? Padahal aku sudah menjelaskan kepadamu..?" Tanya Gienka.


"Aku senang kau datang kesini, itulah kenapa aku membawa pakaian untukmu, dan untuk diriku sendiri, tetapi aku panik ketika aku melihat Camilla ada disini, dan sejak siang kau tidak bisa di hubungi, aku takut terjadi apa-apa padamu.. Tetapi ternyata kau malah tidur dengan nyamannya dan tidak menyadari kepanikan ku.. "


"Camilla ada disini???" Gienka melepas pelukan Kyros. "Kau bertemu dengannya???"


"Ya, tapi aku hanya melihatnya di depan dan aku langsung panik.. Takut kau kenapa-kenapa..."


"Kau hilang dia pindah ke LA, tetapi kenapa dia masih disini??"


"Tidak tahu... Tadi Amam bilang jika Camilla memang sengaja di kirim. oleh keluarga kita menjauh dari kehidupan kita berdua, Papa dan Apap mendatangi pemilik perusahaan tempat Camilla bekerja, dan meminta Camilla di kirim jauh, aku tidak tahu bagaimana caranya, tetapi itu yang di katakan oleh Amam..."


"Aku sudah bilang padamu, agar tidak menceritakan masalah kita kepada orang tua kita, sejak awal aku curiga bahwa tidak akan mungkin Papa tidak melakukan sesuatu pada Camilla.. Benar saja kan kemarin Papa membuat keputusan seperti itu..?"


"Berarti Papa dan Apap melakukan hal yang bagus untuk menghindarkan kota dari Camilla... Aku minta maaf untuk yang tadi, kau mau memaafkanku kan????"


"Ya, tapi berjanjilah kau tidak akan bersikap seperti itu lagi... "


Kyros menganggukkan kepala nya. "Ya, aku janji... Lebih baik sekarang kita pulang saja, aku tidak mau kita bertemu lagi dengannya... "


"Kok pulang, aku sudah membersihkan ini, dan aku ingin menginap disini... "


"Tidak.... Kapan-kapan saja, jangan sekarang.. Kita pulang.. " Ucap Kyros. Tiba-tiba terdengar suara interkom berbunyi. Kyros dan Gienka menoleh. Mereka keluar dari kamar dan menuju pintu. Kyros melihat ke layar interkom dan mendapati Camilla berdiri di depan pintu. "Tadi dia pasti melihatku saat aku lari masuk, siaaalll untuk apa dia kesini.. " Geram Kyros.