
Kyros sampai di apartemen Shanon, dia menekan menekan tombol intercom apartemen itu tak lama pintu dibuka oleh Shanon, perempuan itu mempersenyumnya kepada Kyros dan mempersilakan Kyros untuk masuk dia akan memanggilkan Gienka. Smith sudah berangkat ke kantor sejak sejam yang lalu.
"Tunggu ya Ky, Gienka ada di kamar, aku akan memanggilnya dan membantunya bersiap." ucap Shanon.
"Thanks Shanon,aku akan menunggunya." sahut Kyros.
Shanon kemudian masuk ke dalam kamarnya dan Gienka baru saja selesai berganti pakaian setelah mandi, sedangkan baby Lexia masih tertidur setelah kenyang meminum sussu.
"Gie, Kyros sudah datang. Dia menunggumu di depan."
"Oh ya, aku menyisir rambutku dulu."
"Bagaimana barangmu??? Apa masih ada yang tertinggal??? Biar aku kemas."
"Ah tidak tidak, sudah aku kemas semuanya."
Shanon tersenyum. "Baiklah kalau begitu bersiaplah pulang bersama Kyros."
"Ya." Gienka pun menyisir rambutnya setelah itu dia mengangkat baby Lexia yang sedang tidur sementara Shanon membawa tas bayi milik Gienka, mereka berdua pun keluar untuk menemui Kyros.
Melihat istrinya, Kyros pun berdiri dan mengambil tas bayi yang dipegang oleh Shanon. "Terima kasih kau sudah menemani Gienka dan Lexia tadi malam, maaf karena kami kembali merepotkanmu." ucap Kyros.
"Tidak masalah Ky, aku malah senang ada temannya kalau nanti butuh apa-apa kau hubungi aku saja."
Gienka menganggukkan kepala nya. "Terima kasih ya????" Gienka memeluk Shanon dan cipika cipiki, tidak lupa Shanon juga mencium pipi baby Lexia. Gienka dan Kyros berpamitan pada Shanon untuk pulang.
Setelah turun dari dari apartemen Shanon, Kyros membukakan pintu mobil untuk istri dan bayinya. Gienka memilih duduk di kursi belakang karena car seat baby Lexia ada di belakang dan menghadap ke belakang.
Gienka meletakkan baby Lexia di car seat, bayi itu masih tertidur. Gienka duduk dan memandangi bayinya yang menghadap ke arahnya Kyros menyalakan mobil dan mulai mengemudikannya untuk pulang ke rumah mereka.
"Bagaimana apa Apap sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa???" Tanya Gienka. Tadi dia sudah diberitahu oleh Smith jika kondisi Apapnya sudah membaik dan stabil tinggal di pindahkan ke ruangan perawatan biasa dan sekarang dia menanyakan itu kepada suaminya. Apakah mertua nya sudah dipindahkan.
"Sudah sayang, Apap sudah dipindahkan, dan tadi aku juga berpamitan dengannya, dia sudah sadar meskipun masih lemah dan dia masih meringis menahan sakit di punggungnya tapi everything oke."
"Syukurlah!!! Aku senang mendengarnya, aku minta maaf???" gumam Gienka.
"Maaf??? For what??" Tanya Kyros.
"ini semua gara-gara aku. Andai saja aku tidak mengajak kalian semua makan malam di luar pasti hal ini tidak akan terjadi. Apap tidak akan dilukai oleh CamilLa.
"Tidak sayang, kau tidak perlu menyalakan dirimu. Mungkin Tuhan memang menghendaki hal ini terjadi supaya kita kedepannya lebih berhati-hati lagi."
"Aku merasa menyesal sekali, seharusnya kita makan malam di rumah saja dan juga beristirahat bukan malam makan malam di luar."
"Lalu bagaimana dengan Camilla, apa yang akan kau lakukan???"
"Aku nanti akan ke kantor polisi, aku tidak bisa lagi mentolerir apa yang sudah dilakukan Camilla, dulu aku menurutimu untuk coba memaafkannya tetapi kali ini tidak ada kata maaf untuknya."
"Ya jika itu memang yang baik, aku pun tidak lagi bisa menghalangimu, ini adalah ketiga kalinya Camilla melakukan sesuatu yang membahayakan nyawa seseorang."
"Apakah tadi malam Lexia rewel???" Tanya Kyros.
"Tidak sama sekali, setelah kau mengantar kami ke tempat Shanon, bayi kita tidur, hanya terbangun satu kali dan aku menyusuui nya juga mengganti dia diapersnya yang sudah penuh."
"Syukurlah kalau begitu, dia anak kita yang pintar." Puji kairos pada baby Lexia.
Gienka terenyum. "Dia memang bayi kita yang cerdas. Oh iya.. Apa kau memberitahu orang rumah tentang apa yang terjadi di sini???" Tanya Gienka.
"Belum tapi aku juga tidak tahu harus mengatakannya atau tidak aku, takut mereka justru panik, kondisi Apap juga sudah baik."
Gienka terdiam, inilah yang ditakutkannya ternyata Kyros tidak memberitahu orang yang ada di rumah dan hal ini semakin membuat Gienka tidak berani untuk memberitahu Kyros mengenai kedatangan Papanya ke sini. Gienka takut Kyros akan marah. Gienka juga merasa bersalah karena panik, tidak sadar dia memberitahu Ariel mengenai apa yang terjadi tadi malam.
***
Sampai di rumah, Kyros dan Gienka membawa baby Lexia ke kamar. Lalu membarinkannya di tempat tidur. Kyros tersenyum memandangi wajah cantik putrinya yang sedang tidur pulas. Kerinduannya beberapa minggu ini rasanya terobati ketika bisa bertemu lagi dengan Lexia. Dia belum puas membelai putrinya itu, tetapi justru terjadi masalah karena ulah Camilla, dan itu membuat dia harus menahan diri untuk bisa mengajak baby Lexia bermain. Ada sedikit waktu untuk hari ini, dan dia akan manfaatkan dengan baik sebelum nanti pergi lagi. "Kau mandi dulu sayang..!!" Perintah Gienka.
"Aku sudah mandi tadi sebelum menjemputmu, dan tadi malam Smith menghubungi Shanon agar mengirim baju untukku dan Amam, kau pasti tahu, pakaianku dan pakaian Amam penuh darah. Kata Smith yang mengirim pakaian ke rumah sakit itu sepupu nya yang kebetulan bekerja di toko pakaian yang tidak jauh dari rumah sakit."
"Aku tidak tahu kalau Shanon mengirim pakaian, mungkin saat aku sudah tidur."
"Ya, mungkin saja. Umh tapi aku akan mandi lagi dan ganti pakaian, aku dari rumah sakit, jangan sampai membawa penyakit untuk bayi kita.. Hanya sebentar saja.."
"Ya, aku akan siapkan pakaian untukmu.."
***
Kurang dari 5 menit, ternyata Kyros sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Dia duduk di atas tempat tidurnya sembari tersenyum memandangi baby Lexia yang masih pulas. Kyros mengambil ponselnya dan memotret bayi itu. Setelahnya Kyros menciumi pipi gembul putrinya itu dengan gemas untuk membuatnya bangun. Benar saja, usaha Kyros berhasil, bayi itu bangun dari tidurnya dan membuka matanya. Bukannya menangis tetapi Baby Lexia menguap dan tersenyum. Kyros tidak ingin melewatkannya dan mengambil foto bayi nya lagi. Baru setelah itu dia menggoda dan mengajaknya berbicara membuat bayi itu tertawa. Kyros benar-benar gemas di buatnya, hingga dia menggigit pipi baby Lexia dengan kedua bibirnya.