
Sementara itu, Kyros masuk ke kamarnya. Dia mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Dia membuka nya dan masuk, mendalati kamar itu dalam keadaan kosong. Kyros ingat bahwa Kyra tadi mengatakan jika Gienka sedang mandi. Dia pun akhirnya berjalan ke arah kamar mandi. Mengetuk pintu dan memanggil nama Gienka. "Gienka sayang...!!! Apa aku boleh masuk???" Kyros setengah berteriak.
Gienka sedang ada di bathtub sedikit terlonjak mendengar suara suami nya. "Kyros???" Gumam nya. Dia memilih berendam berharap rasa panas di tubuhnya bisa berkurang atau bahkan hilang, tetapi ternyata itu tidak berguna sama sekali. Gienka masih merasakan panas yang mejalar di tubuhnya. Apalagi di bagian vitaI nya yang terasa panas sekali dan terus berdenyut seolah ingin di masuki. Gienka seperti merasa sedang horrny. "Ya...!!!" Teriaknya. "Masuklah..!!" Ucapnya dan tak lama Kyros muncul. Gienka melempar senyumnya.
"Sayang...??? Kau ada disini??? Axel atau Kyra pasti memberitahu mu ya???" Tanya Gienka.
Kyros tersenyum, memandangi istrinya, seolah mencari sesuatu disana. Dia benar-benar sedang marah saat ini, mengetahui bahwa Gienka dalam pengaruh obat perangsaang. Dan Kyros tidak tahu bagaimana bisa istrinya mengkonsumsi obat seperti itu. Dia harus mendapatkan jawabannya sekarang. "Boleh aku bergabung dan mandi bersamamu???" Tanya Kyros.
Gienka mencoba tersenyum. "Iya.... Sudah lama kita tidak mandi bersama.. " Ucapnya.
Kyros melepaskan ikat pinggang nya, dan menurunkan ceIana nya, lalu melepaskan kemeja dan dasi nya juga. Melemparnya begitu saja ke lantai dan dia langsung menyusul Gienka masuk ke dalam bathtub. Kyros duduk di belakang Gienka dan langsung memeluk istrinya dari belakang. "Bagaimana keadaanmu???" Bisik Kyros di telinga Gienka.
Gienka menyandarkan kepala nya, menoleh dan mendongak menatap Kyros dengan sedih. "Kevin, dia ingin menciumku tadi... Aku merasa lemas dan tidak bisa menyingkirkannya.. Axel datang tepat waktu dan menyelamatkanku.. " Ucap Gienka dengan mata berkaca-kaca.
"Bagaimana bisa dia bertemu denganmu???" Tanya Kyros. "Dan tahu kalau kau ada disini??"
Gienka berbalik badan dan memeluk Kyros, sambil terisak. "Dia bekerja di kantor dan divisi yang sama denganku beberapa hari ini, dan dia terus menggangguku.. "
"Kenapa kau tidak menceritakannya padaku jika dia bekerja di tempat yang sama denganmu???" Tanya Kyros lagi.
"Aku tidak mau nanti kau jadi melarangku bekerja lagi, aku sangat menyukai pekerjaanku saat ini.. "
"Lalu beginilah hasilnya sekarang????" Tanya Kyros.
"Tadi aku menunggu Axel dan Kyra di depan, aku tidak tahu tiba-tiba badanku terasa panas dan aku merasa lemas sekali, dia menawari ku untuk beristirahat dan duduk di halte sambil menunggu aku di jemput, tapi dalam perjalanan ke halte, aku lemas sekali dan dia menyeret ku ke tempat sepi, aku tidak bisa melawan dan menolak, aku lemas sekali, kakiku dan tubuhku rasanya aneh sekali.. Untungnya Axel dan Kyra datang tepat waktu.."
"Apa yang kau konsumsi hari ini, dari pagi sampai sore sebelum pulang dari kantor???" Tanya Kyros lagi, mencoba mengulik lebih jauh lagi.
"Aku hanya makan makanan yang biasa saja, sarapan denganmu, makan siang di kantin kantor karena malas makan di luar, minum juga ya biasa saja. Di kantor aku membuat teh Chamomile, sudah itu saja.. " Jawab Gienka.
"Apa kau minum obat hari ini????"
Gienka menggelengkan kepala nya. "Tidak, aku bahkan tidak meminum obat apapun. Kau kenapa bertanya seperti itu???" Tanya Gienka balik.
"Ada kandungan obat di tubuhmu yang membuatmu seperti ini.. " Jawab Kyros. "Jika kau tidak merasa mengkonsumsi apapun, mungkin seseorang telah memasukkannya di makanan atau minuman mu.. "
Kyros membeIai kepala Gienka dan mengecup bibir istrinya. "Apa yang kau alami ini karena ada zat yang masuk ke dalam tubuhmu, maka nya kau jadi seperti ini, aku curiga si brengsek itu sengaja melakukannya agar kau bisa masuk perangkapnya... Aku bilang berhati-hatilah dalam segala hal, kenapa kau selalu ceroboh, dulu kau juga seperti ini, bahkan kau hampir mati karena obat dari Camilla, dan sekarang ini terulang lagi.. Kapan kau bisa bersikap hati-hati???"
"Tapi Obat apa???" Tanya Gienka lagi.
"Aku tidak tau apa namanya, yang jelas obat itu bisa menumbuhkan gaiirah orang yang mengkonsumsi nya, jika kau merasa tidak nyaman dengan dirimu dan ada keinginan untuk berciinta itu adalah bagian dari efek obat itu.. Kau akan tersiksa selama proses itu terjadi jika keinginanmu itu tidak terpenuhi."
Gienka mengernyit. "Apa...?????" Seru nya dan Kyros mengangguk. Gienka memalingkan wajahnya tetapi kemudian dia menatap Kyros. "Aku memang merasa tidak nyaman di bagian wanita ku, panas sekali dan berdenyut-denyut.. " Gumam Gienka.
Kyros menganggap kedua rahang Gienka. "Aku harus menyelamatkanmu dari efeknya.." Gumam Kyros yang langsung mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Gienka, meIumatnya dengan lembut, mencecap kemanisan disana. Gienka juga langsung membalas kecupan itu, mengerti apa yang akan di lakukan suaminya saat ini, Iidah mereka bertemu, saling bertautan dan berjalinan di dalam sana.
Setelah berciuman beberapa saat, Kyros berdiri dan keluar dari bathtub. "Sudah cukup berendam nya... Bukan berendam yang akan menghilangkan panas mu... Berdiri lah..!! Perintah Kyros. dia mengulurkan tangannya dan menjadi pegangan Gienka untuk berdiri. Gienka masih bingung, tetapi Kyros memberikan handuk kepadanya. Mereka mengeringkan tubuh masing-masing. Setelah itu tiba-tiba Kyros menggendong Gienka dan membawanya keluar kamar mandi.
"Ky... Apa yang kau lakukan???? Ada Kyra dan Athan di luar, kia tidak bisa melakukannya sekarang...!" Ucap Gienka.
"Tidak ada siapapun, Kyra sudah pulang dengan Axel, hanya ada kita berdua sekarang disini" Kyros kembali mencium bibir Gienka. BrutaI hingga Gienka tidak bisa menolaknya. Gienka pun tentu langsung membalas ciuman Kyros. Mereka menjatuhkan diri di atas tempat tidur, berguling-guling sambil terus berciuman.
Kyros ada di atas tubuh Gienka. Dia perlahan bergerak turun, lalu ketika sampai di bagian bawah perut istrinya. Kyros menatap kedua aset milik istrinya itu terpampang di depan nya. Kyros memuja nya sangat memuja nya, sangat indah. "Ini selalu jadi milikku.... " Ucap nya sambil memegang kedua paydarra Gienka dengan kedua telapak tangannya. Sebagai tanda kepemilikannya.
Kyros menundukkan kepala nya dan memainkan Iidahnya di put'ing sebelah kanan milik Gienka. Perempuan itu langsung memeluk Kyros. "Ky..... Hmmpttt apa yang kau lakukan???"
Kyros mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Gienka. "Aku melakukan untuk membuatmu merasa lebih baik sayang, diam dan nikmati saja??" Kyros kembali menenggelamkan kepala nya dan memainkan pu'ting Gienka dengan Iidahnya.
"Hhmmmmppptt sayang...... " Gienka meracau menikmati sensasi yang begitu nikmat.
Kyros berganti ke sebelah kiri. Selain Iidahnya, Kyros juga menyelipkan jemari nya di sela paaha Gienka. Memainkan titik sensitiif istrinya, membuat Gienka semakin menggeliat.
Setelah puas, Kyros turun menciumi perut Gienka lalu membuka kedua paaha Gienka, dan perempuan itu menekuk kedua lututnya. Jemari lembut nya mulai bermain dan bergerak naik turun di kIitoris Gienka, membuat Gienka kelimpungan dan mendesaah penuh kenikmatan menikmati sensasi yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata. Jemari Kyros bergerak di ritme pelan, tetapi lama kelamaan bergerak dengan cepat hingga suara Gienka semakin tersenggal dan juga mengerraang karena rasanya sangat nikmat. Setelah itu Kyros kembali menggunakan lidahnya untuk bermain di milik istrinya.
Gienka berbaring tetapi terus menggeIiat ke kanan ke kiri atas sensasi yang di rasakan nya dan membiarkan Kyros mengekpIorasi dirinya. Gienka menjambak rambut Kyros tetapi menahan kepala lelaki itu agar meneruskan apa yang di lakukannya sekarang.
Setelah puas, Kyros mendongak dan tersenyum melihat istrinya. "Kau merasa lebih baik????" Tanya Kyros.
"Jangan berhenti!! Kau berhenti rasanya panas lagi..." Jawab Gienka.
Kyros terkekeh dan dia kembali melakukannya lagi, bukan dengan Iidahnya tetapi kali ini dengan jari tengaahnya. Gienka terus menggeIiat menikmatinya sambil menggenggam kuat bed cover. Nikmat dan tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Sampai akhirnya Gienka tidak bisa menahan diri, tubuhnya tegang dan dia mengeeraang panjang menandai bahwa dia telah sampai puncaknya padahal Kyros belum menyatukan tubuhnya tetapi Gienka sudah mendapatkan orrgassme pertamanya.
Gienka bangkit dan menyuruh Kyros bergantian untuk berbaring. Lelaki itu mengerti dan menuruti keinginan istrinya. Gienka berdiri di depan Kyros yang berbaring, kemudian membungkuk dan langsung memegang, mengusap lembut milik suami nya yang sudah menegang. Gienka duduk berjongkok membuka mulutnya kemudian menguIum milik Kyros.
Dia semakin dalam menenggelamkan milik Kyros, hingga ke kerongkongan nya. Membuat Lelaki itu mengerang cukup keras karena merasa begitu nikmat. "Oh wow sayang.. Auuuohhh. shhiiiit.. "
Gienka melepaskan mulutnya dan terbatuk-batuk, tetapi ada senyum di wajah nya, senang mendapati Kyros yang keenakan. Dia pun kembali melakukan hal yang sama lagi selama beberapa detik dan melepaskan mulutnya. Dia lagi-lagi terbatuk-batuk tetapi memilih kembali melakukannya. Melihat wajah Kyros yang senang dengan apa yang di lakukannya, Gienka pun juga ikut senang, karena sesuatu yang intiim dan memuaskan adalah hal yang sangat di sukai nya. Dia mencoba menahan rasa panas di tubuhnya.
Setelah merasa puas dan di rasa cukup, Gienka mengecup milik Kyros, lalu membungkuk dan naik ke atas paha lelaki itu.
Gienka kembali memegang lagi peniis Kyros sambil tersenyum genit. "Aku ingin ini masuk..." Gumamnya
Gienka duduk di atas Kyros lalu mengarahkan milik lelaki itu ke vagiina nya, berusaha untuk menenggelamkannya.
"Aaahhhhh....!!!" keduanya mendesah bersamaan saat milik mereka menyatu.
Gienka mulai bergerak naik turun, maju mundur dengan sangat lambat, dia memejamkan matanya dan mendessah keenakan. "Ohhhh.... Owwhhh..... Uuuuhhh....! Kenapa saat di masuki olehmu rasa panasnya tiba-tiba hilang????" Gumam Gienka. "Uhhhh.... "
Kyros tersenyum menatap kecantikan Istrinya yang berada di atasnya. Gienka sangat luar biasa ketika seperti ini, kecantikannya bertambah, semakin se'xy dan juga nakaI membuat Kyros semakin gemas dan dia tidak pernah puas melihat wajah keenakan istrinya seperti ini.
"Owhhh Gosh so good.. Ahhhhhh ohhhh....." Gienka mencoba berhenti dan mencabutnya. Tetapi lagi-lagi dia merasa panas yang menjalar lagi di tubuhnya. Gienka akhirnya memasukkan lagi milik Kyros ke dalam miliknya.
"Aku juga sangat menikmati nya sayang, ekplorasi dirimu dengan baik... " Ucap Kyros dengan napas yang tersenggal.
"Hmmmm...... Ya.... Aku sangat menyukai ini, membantu sekali....!!" Jawab Gienka.
Lelaki itu memegang paayudara istrinya menekan-nekannya sementara Gienka terus bergerak naik turun dan maju mundur, sesuka hatinya. Kyros hanya diam menikmati permainan istrinya tetapi dia tidak berhenti mengerang karena gerakan Gienka sangat ahli dan begitu nikmat, dan perempuan itu tahu apa yang harus di lakukannya untuk mendapatkan kepuasan.
"Uhhhhh Astaga.... Nikmat nya.... Uhhhh...Ahhhhh... "
Gienka terus bergerak dengan santai dan lambat, menikmati setiap inci kelembutan milik suaminya yang memenuhi nya di dalam sana. Terasa begitu lembut tetapi keras dan urat-urat yang melingkupi nya membuat sensasi yang begitu luar biasa. Cukup lama Gienka bergerak dengan ritme lambat sampai akhirnya ritme nya mulai sedikit cepat sampai sangat cepat hingga akhirnya tubuh Gienka menegang serta dia mengerang panjang menandakan bahwa dia telah mencapai lagi puncaknya.
Kyros bangun dan dalam posisi setengah duduk kemudian mendorong tubuh Gienka ke belakang, menjadikan perempuan itu sekarang berbaring.
"Giliranku.... Nikmati sekaligus beristirahat... Kau pasti lelah tadi bergerak begitu agresif.... Tengkurap!!" Pinta Kyros pada sangat istri.
"Cepat masukkan!!! Panas..." Rengek Gienka.
Gienka pun tengkurap, Kyros membungkuk mencium punggung halus istri nya lalu memegang senjata nya dan meminta Gienka sedikit membuka kedua paha nya lalu Kyros mulai menyelipkan nya di sangkar milik Gienka. Perlahan dan hati-hati hingga akhirnya mereka menyatu. Kyros bergerak pelan dengan ditemukan teratur dan Gienka semakin menggeliat sambil mengerrang menikmatinya.
Perempuan ini begitu menggaiirahkan dengan posisi tengkurap seperti ini. Kyros bergerak dengan ritme cepat, hingga bunyi sentuhan dari kulit mereka berdua terdengar keras, semakin menambah geIeyar sensasi panas membara yang mendera keduanya. Mereka tidak berhenti mendesaah, mengerrang hingga setengah berteriak karena rasa dan sensasi nya luar biasa nikmat sekali. Setelah puas dengan posisi itu, Kyros meminta berganti posisi yaitu posisi miring. Gienka langsung menyanggupi nya dan meminta istrinya agar bisa mengatur posisi nyamannya.
Kyros mendekat ke arah pingguI Gienka yang sudah siap, dan perempuan itu mengangkat satu kaki nya kemudian Kyros menggesekkan peniis nya di milik Gienka, perlahan dan hati-hati, mendorong miliknya masuk ke dalam tubuh Gienka.
Kyros bergerak dengan ritme pelan, pelan dan pelan masih dengan di iringi erangaan yang menambah suasana menjadi lebih intiim. Lama dan semakin lama gerakan Kyros menjadi sangat cepat hingga suara sentuhan kulit mereka begitu keras dengan di iringi desaahan kedua nya.
Lama hingga akhirnya Kyros mencapai puncaknya dan meledak di dalam tubuh istrinya. Percintaan yang selalu nikmat dan selalu memuaskan. Gienka senang begitu juga dengan Kyros. Napas mereka tersenggal, Kyros memeluk Gienka dan mereka pun akhirnya tertidur. Cukup lama durasi percintaan mereka. Mungkin Gienka lelah sehingga dia tertidur.
Tetapi ternyata itu berlangsung selama beberapa waktu saja, karena Gienka kembali merasakan panas di tubuhnya dan meminta Kyros berciinta lagi dengannya. Karena ini adalah hal yang menyenangkan tentu Kyros tidak bisa menolaknya dan dia dengan senang hati memuaskan istrinya sekaligus membantu menghilangkan pengaruh obat itu. Kyros menganggap ini adalah bonus yang di berikan oleh Kevin padanya. Si brengsek itu berusaha untuk membuat Gienka seperti ini mungkin agar Gienka mau dengannya, tetapi sepertinya waktu justru berpihak kepada Kyros yang memang adalah suami Gienka. Gienka sangat bergaiirah sekali dan lebihenguasai Kyros di bandingkan biasanya, seolah Gienka tidak merasa lelah sama sekali. BinaI dan lebih agresiif. Biasanya juga agresiif tetapi kali ini berkali-kali lipat, obat itu sepertinya sudah menguasai Gienka.
****
Malam harinya, Kyra duduk di kursi makan bersama dengan Axel. Kyra membuat makan malam untuk mereka berdua. Kyra sudah menjelaskan pada Axel mengenai kondisi Gienka. Axel sangat terkejut sekali. Bisa-bisa nya ada obat seperti itu dan di konsumsi oleh Gienka. Tetapi Axel sangat percaya bahwa Gienka tidak mungkin mengkonsumsi hal seperti itu di luar rumah. Ya mungkin bagi sebagian orang itu di perlukan, tetapi Gienka sudah memiliki Kyros sebagai suami nya, tetapi cukup aneh jika Gienka mengkonsumsi nya saat masih di luar rumah. Akan tetapi Axel manaruh kecurigaan jika Kevin yang mungkin memberikan obat itu pada Gienka, mengingat Kyra mengatakan jika Kevin bekerja satu divisi dengan Gienka di kantor.
"Sayang....!!??" Panggil Axel pada Kyra yang sedang menyuapi Athan.
"Ya..???" Jawab Kyra.
"Aku belum memberitahumu mengenai sesuatu yang aku lihat tadi malam.. " Ucap Axel.
"Mengenai apa????" Tanya Kyra.
"Yang semalam aku lihat saat kita keluar restoran.. Aku kan mengatakan jika aku melihat dua orang yang seperti aku kenal, dan kau tahu siapa yang aku lihat itu???"
"Siapa memangnya??" Sahut Kyra.
"Kevin dan Camilla... " Ucap Axel. Mendengar itu Kyra terlonajak dan menatap suami nya.
"Kevin dan Camilla????" Kyra terperangah. "Kau serius???"
Axel mengangguk. "Saat tadi pertama kali melihat Kevin aku langsung teringat dengan apa yang aku lihat semalam, tapi aku lupa dengan perempuan itu, dan ketika aku dan Kyros ke apartemen untuk menyusul mu dan Gienka, aku langsung ingat dengan Camilla, karena aku pernah bertemu dengannya dan berhadapan langsung, waktu itu aku dan Amam kan masih di apartemen Ky, saat kalian semua sudah di bawah untuk pindahan nya Gienka dan Ky, nah si Camilla datang dan berbicara dengan Amam, dia bilang ingin bertemu Ky dan Gienka untuk minta maaf tetapi Amam dengan ketua menjawab bahwa mereka tidak ada disana, Si Camilla ingin minta maaf tapi sikap Amam yang jutek dan ketua membuatnya tidak enak, lalu kami berdua pergi meninggalkannya begitu saja, itu kenapa aku bisa mengingat dengan jelas bagaimana wajah Camilla, apalagi tadi kita bertemu dengannya.. "
"Tapi kenapa kau dulu tidak bercerita kalau kau dan Amam bertemu Camilla.. "
Axel tersenyum. "Amam melarangku memberitahu siapapun mengenai itu, jadi aku ya diam saja... Entah kenapa saat aku menceritakan ini tadi pada Ky, kami memiliki pemikiran yang sama mengenai Kevin dan Camilla, kami curiga ini ada hubungannya dengan mereka berdua, ya tapi sebatas kecurigaan saja, tetapi Ky akan mencari tahu hal ini nanti, jika Camilla terbukti juga ikut di balik semua ini, kita bisa bayangkan bagaimana kemarahan Kyros nanti nya.. "
"Astaga......!!!! Tapi apa iya Camilla terlibat lagi..???"
"Ya, kasusnya hampir sama dengan dengan dulu kan, beda nya obat yang di konsumsi Gienka berbeda dengan yang dulu..."
"Camilla....???? Kenapa dia jahat sekali pada Gienka, apa yang sebenarnya dia inginkan...???? Ah ya Ampun.... " Kyra terlihat kesalahan sekali dan juga kecewa.
"Ini baru dugaan sayang, kita juga tidak boleh suudzon dulu, ini harus di selidiki sehingga kita akan tahu jawabannya... " Ucap Axel.
"Jika ini benar ada hubungannya dengan Camilla, kita tidak bisa diam, Apap harus tahu semua ini, supaya dia bisa memberikan hukuman lagi pada Camilla juga Kevin, geram sekali rasanya... Untung kita tadi bisa mendapati mereka, jika tidak, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Gienka.. "
Sementara di tempat lain. Kyros bangun dari tidurnya dan dia keluar dari apartemen ke balkon. Duduk disana menunggu Gienka yang sedang membuatkan kopi untuknya. Mereka bercinta beberapa sesi lalu tertidur sebentar dan Gienka mengatakan dia sudah mulai normal lagi, tidak lagi merasa panas di sekujur tubuhnya tetapi masih sedikit tidak nyaman di bagian kewaniitaannya. Hanya saja Gienka sudah lebih baik, ternyata begitulah efek dari obat peraangsang itu. Tetapi meskipun percintaannya dengan Gienka begitu bergaiirah dan Gienka seolah tidak merasa lelah, serta menginginkan lagi dan lagi, tetapi Kyros sama sekali tidak tertarik untuk membeli dan memberikannya pada Gienka. Selama ini mereka sudah sangat menikmati penyatuan mereka yang secara alami. Itu sudah sangat memuaskan, dan dia juga bisa bercinta dengan durasi yang lama.
Kyros duduk dan menatap ke langit. Sesuatu yang selalu menjadi favoritnya sejak dulu. Langit sudah seperti sahabatnya, dan banyak hal indah yang di miliki oleh langit selain pemandangannya yang tidak pernah membuat orang bosan melihatnya. Pagi, siang, sore hingga malam hari, langit selalu menyajikan hal yang luar biasa yang di miliki nya. Dan sebentar lagi dia juga akan kembali tinggal lebih dekat dengan langit, kembali bekerja di atas sana untuk mencari hal yang lebih baru lagi untuk pengetahuan. Dia akan meninggalkan Gienka sementara, dan keputusannya untuk mengirim Gienka pulang ke Indonesia saat dia pergi nanti adalah keputusan yang sangat baik. Keluarga nya akan menjaga Gienka disana selama dia pergi. Inilah tangan menjadi ketakutan Kyros jika harus meninggalkan Gienka sendirian, ada saja orang yang berniat jahat kepada istrinya. Dia masih berada bersama Gienka pun belum tentu bisa menjamin keamanan istrinya apalagi jika harus meninggalkan nya nanti, tanpa komunikasi dan juga tanpa bisa bertemu dan melihat. Yang ada dia tidak bisa bekerja dengan tenang dan selalu memikirkan kekeadaan istrinya. Hal yang paling penting nanti adalah keamanan Gienka. Keluarganya akan menjaga Gienka begitu juga keluarga Gienka sendiri, sehingga Indonesia menjadi tempat yang aman untuk istrinya itu tinggal selama dia pergi. Kyros menganggap ini adalah keputusan yang sangat tepat sekali.
"Sayang...!!! Ini kopi nya dan juga pizza yang sudah kita pesan tadi.. " Gienka menghampiri Kyros membawa kotak berisi pizza untuk makan malam mereka juga dua cangkir kopi. Di kulkas tidak ada apapun untuk di masak jadi mereka memutuskan memesan pizza.
Kyros membuyarkan lamunannya dan memandangi istrinya. Gienka sudah terlihat jauh lebih baik dari tadi. "Ya, aku sudah lapar sekali.. "
Gienka duduk di sebelah Kyros dan meletakkan cangkir di meja dan membuka kotak pizza itu. Mengambilkan untuk Kyros dan untuknya sendiri. Mereka berdua memakan pizza itu dengan perasaan yang bahagia sekaligus lapar setelah bercinta selama beberapa kali, tidak terhitung lagi.
"Bagaimana perasaanmu sekarang???" Tanya Kyros sambil melahap pizza nya.
"Lebih baik.. " Jawab Gienka.
"Kau siap untuk memberi keterangan di kantor polisi besok???" Tanya Kyros.
. "Ya.. "
Kyros tersenyum. "Katakan apa yang sebenarnya terjadi, dan kau tidak boleh memberi si brengseek itu ampun, orang sepertinya harus mendapatkan hukuman, bahkan jika bisa dia harus di deportasi dari negara ini... Tidak ada pencabutan laporan, aku tidak bisa menerima perlakuannya.. Oh iya, aku ingin minggu depan kau harus mulai mempersiapkan surat resign mu.. Aku ingin kau berhenti bekerja, dan kita akan pindah ke Houston di Texas... " Ucap Kyros.
Gienka tersedak saat minum, dia terkejut mendengar apa yang di katakan suaminya barusan. "Pindah ke Houston???? Kenapa pindah????" Tanya Gienka. "Kalau kau memintaku resign, aku sangat mengerti alasannya tetapi kenapa kita harus pindah ke Houston??? Tidak tidak.. Bagaimana bisa kita pindah ke Texas..? Pekerjaanmu disini bagaimana nanti??? Terus rumah kita juga bagaiamana??? Apa kita akan menjualnya??? Kan tidak mungkin.. " Protes Gienka.
"Kita pindah 2 minggu lagi, jadi siapkan semua nya, masalah rumah jangan terlalu kau khawatirkan. Jangan memprotes dan menurut lah pada ucapanku.. " Ujar Kyros yang kembali melahap pizza nya dengan santaitanpa memperdulikan ekspresi terkejut dan penolakan istrinya itu.