I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 176



Gienka mendekat dan langsung melingkarkan kedua lengannya di lengan Kyros, kemudian menyandarkan kepalanya di bahu lelaki itu sambil tersenyum kepada Camilla. "Hai... Apa kabarmu??? Bagaimana liburanmu?" Tanya Gienka lalu mengulurkan tangannya menyalami Camilla.


Camilla menerima uluran tangan Gienka dan membalas senyumnya. "Aku baik, liburanku sa...ngat menyenang..kan...!" Jawab Camilla dengan suara terbata.


"Kau pasti sangat merindukan Ky ya??? Sampai tadi ku lihat kau memeluknya sangat erat! Mungkin orang lain yang melihat kalian berpelukan seperti itu akan mengira bahwa kalian adalah pasangan kekasih, tetapi tentu tidak, karena Ky adalah kekasihku, benarkan Ky???" Tanya Gienka sambil mendongakkan kepalanya menatap Kyros.


Kyros menatap Gienka dan tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Ke...ka...sih...mu..???"


"Ya tentu saja! Kau tidak tahu ya, kami bersahabat sejak kecil, dan kami sudah lama saling menyukai, jika saling menyukai kenapa tidak menjadi pasangan kekasih saja, dan itulah yang kami lakukan sekarang! Kami sangat serasi bukan??? Ky tampan, dan aku Cantik...!!"


"Ayo ayo kita ngobrolnya di dalam saja, Kyra dan Axel pasti sedang menunggu kita....!" Kyros mengajak Gienka dan Camilla masuk lagi ke cafe.


Kyros kemudian hendak membuka bagasi mobilnya untuk menyimpan koper Camilla, tetapi Gienka menahannya dan mengatakan bahwa nanti saja jika mau pulang, karena koper itu akan aman, dia akan menyuruh security untuk mengawasinya. Alhasil koper Camilla tetap berada disisi mobil Kyros, dan mereka bertiga berjalan untuk masuk ke Cafe. Tangan Gienka sama sekali tidak lepas dari lengan Kyros, sedangkan Camilla masih merasa shock dengan apa yan tadi di dengar dan dilihatnya bahwa Kyros ternyata memiliki hubungan dengan Gienka, itu tentu saja sangat menyakitinya.


Sampailah mereka bertiga didalam cafe, Kyra berdiri dan memeluk Camilla, kemudian memperkenalkan Axel. Kyra menyuruh Camilla agar memesan minuman atau camilan. Camilla pun memesannya dan berpura-pura terlihat baik-baik saja meskipun sebenarnya hatinya sangat sakit dan masih tidak percaya dengan semua ini. Sementara itu Gienka memijat kepalanya dan mengernyit sambil merintih kesakitan.


"Kenapa???" Tanya Kyros panik.


"Kepalaku pusing mungkin karena tadi di kantor polisis aku terlalu tegang jadinya ya seperti ini! Aku ingin pulang sekarang...!" Ujar Gienka.


"Baiklah....! Jika itu yang kau mau, aku akan mengantarmu pulang...! Oh iya Ra, nanti kau ajak Camilla pulang ya, aku harus mengantar Gienka pulang!"


Kyra mengangguk, dan menyuruh agar kakaknya itu mengantar Gienka pulang karena jika sakit kepala Gienka sudah kambuh itu akan sangat menyakitkan. Permasalahan Camilla, Kyra akan membawanya ke rumah nanti. Kyros pun membantu Gienka berdiri dan berpamitan kepada yang lainnya untuk pulang lebih dulu. Camilla hanya memandangi keduanya yang pergi meninggalkan cafe itu.


"Mereka berdua berpacaran ya Ra???" Tanya Camilla.


Kyra menyeruput teh hijaunya dan tersenyum pada Camilla. "Ya, mereka berpacaran dan kau tahu Mil, keduanya sangatlah manis, kisah cinta yang luar biasa yang tidak pernah aku temukan, sejak kecil aku sudah bersahabat dengan Gienka tetapi betapa bodohnya aku karena aku tidak tahu sama sekali jika dia menyukai Ky, dan lebih lucunya lagi Ky juga sama, dia sudah lama sekali memiliki perasaan pada Gienka, sayangnya mereka berdua malu-malu sehingga selama bertahun-tahun cinta itu tetap mereka simpan sendiri, tapi yang namanya jodoh sih tidak akan kemana-mana, mereka saling mengungkapkan dan berbahagialah mereka sekarang. Satu lagi mereka juga a.....!"


Belum selesai berbicara, ponsel Kyra sudah berbunyi dan dia langsung mengangkatnya tanpa melanjutkan pembicaraannya dengan Camilla.


Mendengar penjelasan dari Kyra, Camilla akhirnya tahu bahwa Kyros dan Gienka benar-benar berhubungan. Saat itu juga hati Camilla terasa sangat sakit. Cintanya tidak terbalas, bahkan dia saat ini merasa malu sekali pada Kyros karena tadi dia sudah menyatakan cintanya pada lelaki itu tanpa berpikir bahwa akan ada banyak kemungkinan yang akan terjadi. Dan benar saja ternyata Kyros sudah menjadi milik Gienka. Pantas saja tadi Gienka terlihat sangat tidak senang ketika melihat dirinya. Camilla mulai sadar bahwa saat ini tidaklah tepat.


Kyra akhirnya selesai berbicara dengan sekretarisnya lalu menutup teleponnya dan meminta maaf kepada Camilla. Sementara Camilla juga memasukkan ponsel yang dipegangnya ke dalam tas nya dan memaklumi Kyra.


"Ra....! Aku harus pergi dulu ya, tiba-tiba saja sepupuku mengirim pesan bahwa aku harus menginap dirumahnya karena besok mereka tahu aku akan kembali, jadi sepertinya aku batalkan niatku menginap di rumahmu, sorry ya???" Ujar Camilla.


"Kok mendadak sekali Mil, ya sudah biar kami antar...!" Ucap Kyra.


"Tidak perlu Ra... Aku bisa naik taksi, kalian berdua enjoy aja ya... Sorry...! Titip salam untuk Ky, dan kedua orangtuamu!"


"Bener nih ngga mau diantar???"


Camilla tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, kemudian berdiri begitu juga dengan Kyra, dan mereka berpelukan. Camilla juga menyalami Axel setelah itu say goodbye dan langsung keluar cafe.


★★★★★★


"Sayang...!! Apa kepalamu masih sakit?" Tanya Kyros pada Gienka yang diam duduk disebelahnya.


"Apa...???? Jadi kau tidak sakit??? Kenapa harus seperti itu sih? Tidak sopan sekali...!"


"Tidak sopan katamu??? Owh..... Jadi apa yang dia lakukan padamu tadi itu sopan ya? Dia memelukmu sangat erat dan bahkan kau juga diam saja ketika dia menyerocos mengungkapkan perasaannya padamu!"


"Jadi kau mendengar semuanya?" Tanya Kyros lagi.


"Tentu saja aku mendengar semuanya...!" Gienka bereriak marah kepada Kyros. "Bagaimana aku bisa diam saja ketika calon suamiku keluar untuk menjemput perempuan lain, aku tidak bisa menerima hal itu begitu saja, dan benar saja dugaanku bahwa pasti akan terjadi sesuatu diluar sana, dia memelukmu mengatakan cintanya padamu dan kau diam saja padahal seharusnya kau bisa menghentikannya dan menjelaskan semuanya tentang kita kepadanya, tetapi kau diam seperti patung, dan baru kau lepaskan pelukannya ketika aku memanggilmu, apa kau akan diam-diam menerima cintanya tadi jika saja aku tidak buru-buru menyusulmu? Iya kan???"


"Tidak seperti itu sayang, bukankah kita harus mendengarkan orang yang berbicara pada kita sampai selesai? Baru kita bisa menjawab atau menanggapinya, lagipula tadi aku juga terkejut, aku sama sekali tidak menyangka jika Camilla menyukaiku!" Kyros tersenyum lalu memegang jemari Gienka, tetapi Gienka dengan cepat menepisnya.


"Aku perempuan aku bisa mencium gelagat dari perempuan lain jika perempuan itu menyukai seorang pria, dan aku sudah bisa melihatnya sejak dia datang kesini bersamamu tapi kau mengabaikan semua ucapanku, dan inilah alasanku kenapa aku memintamu segera menikahimu juga aku ingin ikut denganmu, aku tidak mau kau bermain mata dengan Camilla, dan perempuan itu merebutmu dariku, aku ingin menjagamu dari godaannya!"


Kyros hanya terkekeh, tetapi dia sangat memahami ketakutan dari Gienka. Dan membenarkan bahwa feeling perempuan itu selalu benar. Mengenai Camilla, Kyros sendiri tidak menyangka jika Camilla memiliki perasaan kepadanya karena yang dia tahu selama ini Camilla juga sering berganti-ganti pasangan, dan hubungan mereka memang tidak pernah bertahan lama karena Camilla tipikal perempuan yang mudah sekali bosan. Dan meskipun baik, Camilla sendiri termasuk perempuan yang bebas, kehidupannya sama seperti orang-orang barat pada umumnya. Tetapi bukan itu alasan Kyros tidak suka pada Camilla karena hal seperti itu memang sudahlah umum, tetapi alasan Kyros tidak pernah menjalin atau menyukai perempuan lain adalah Gienka.


Sudah sejak dulu dia menyukai Gienka, persahabatan mereka sejak kecil membuatnya sangat menyayangi Gienka. Jika Gienka mengatakan bahwa diumur 18 tahun mulai menyukainya itu jelas berbeda dengan Kyros sendiri, karena dia menyukai Gienka sudah sejak kecil, bahkan ucapannya ingin menikahi Gienka adalah karena dia sudah menyukainya. Mungkin orang akan menganggapnya tidak masuk akal karena keluar dari mulut seorang anak berusia 5 tahun tetapi bagi Kyros itu adalah sebuah janji yang benar-benar ingin di tepati ketika dewasa. Sangat membahagiakan juga ketika kenyataannya Gienka juga memiliki perasaan yang sama padanya sehingga mereka bisa saling mengungkapkan tanpa keraguan. Saat ini Kyros berharap bahwa Camilla bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik darinya sehingga bisa melupakan apa yang terjadi hari ini.


"Hari ini aku tidak mau tahu, kau harus menginap dirumah nenekmu tidak boleh tidur di rumah!" Gumam Kyra.


"Menginap dirumah nenek??? Kenapa begitu???" Kyros bertanya karena keheranan.


"Aku tidak mau kau bertemu Camilla, kau itu baik sekali sampai menjadikan rumahmu itu hotel, kenapa tidak kau biarkan dia tidur dihotel saja? Aku bisa memberi gratis untuknya menginap disalah satu hotel milik Papa, bahkan kalau perlu aku juga akan memberinya vvip, tapi calon suamiku begitu baik sehingga membiarkan rumahnya dijadikan penginapan oleh perempuan!"


"Astaga.... Kau ini....! Bukankah kau juga sering menginap dirumahku??? Lalu apa masalahnya dengan Camilla? Dia juga sahabatnya Kyra!"


"Tentu itu masalah besar, karena dia menyukaimu dan kau adalah calon suamiku, sesederhana itu...! Jika kau masih tidur di rumahmu ya sudah terserah kau saja, turunkan aku disini dan biarkan aku pulang sendiri....!"


Kyros menekan tombol auto pilot mobilnya dan menghadap ke Gienka lalu meminta perempuan itu agar menatapnya. "Yang ada di hatiku hanya dirimu, kenapa kau khawatir sekali, sebegitu tidak percayakah kau kepadaku??"


Gienka tidak menjawab dan memalingkan wajahnya, membuat Kyros tersenyum tetapi kemudian mengiyakan permintaan Gienka bahwa dia harus menginap dirumah neneknya dan itu akan dilakukannya nanti. Kyros sangat tidak suka jika melihat Gienka kesal seperti ini, walaupun wajah kekasihnya itu sangat manis ketika marah-marah tetapi ancaman Gienka membuatnya harus mengalah. "Baiklah jika itu maumu, aku akan ke rumah nenek tapi kita harus pulang dulu untuk mengambil laptopku, nanti malam aku harus bekerja!" Kyros kemudian mendaratkan sebuah kecupan di bibir Gienka dan kembali berfokus mengemudikan mobilnya dengan mematikan mode autopilotnya.


★★★★★★


"Temanmu tadi aneh...!" Gumam Axel pada Kyra yang tengah asyik menyeruput minumannya.


"Aneh??? Kenapa???" Kyra berbalik bertanya.


"Dia mengatakan mendapat sebuah pesan dari sepupunya tetapi sejak tadi aku tidak melihat dia membaca pesan, dia hanya memgang ponselnya sebentar dan ketika kau selesai menelepon dia langsung mengatakan itu....!"


"Masa??? Hahaha perasaanmu saja mungkin! Cabut yuk...! Karena Gienka dan Ky sudah pulang maka hanya kau yang harus menemaniku nonton sekarang...! Ayo...!" Kyra berdiri dan menarik tangan Axel.


Mereka berdua meninggalkan cafe untuk pergi ke bioskop menonton film. Axel tidak menyangka ternyata Kyra adalah perempuan yang sangat menyenangkan sama seperti yang di ungkapkan oleh Gienka. Dan dia juga tidak menyangka jika keluarga Kyra sangatlah humble, bahkan Ayah Kyra yang sempat dia pikir adalah laki-laki yang dingin dan kaku ternyata sangat jauh berbeda dari bayangannya. Aditya sangatlah baik, ramah dan peduli begitu juga dengan ibu Kyra.


Ditempat lain, Camilla memasuki kamar hotel, ya dia tadi berbohong pada Kyra tentang menginap di rumah saudaranya dia hanya ingin menghindari Kyros dan Gienka saja. Camilla masih sangat sakit hati juga masih sulit menerima jika Kyros memilih Gienka karena seharusnya Kyros memilihnya saja.


Tetapi Camilla bukanlah perempuan yang mudah menyerah, dimana nanti ketika Kyros kembali ke Amerika, dia akan mencoba lagi mendekati lelaki itu karena waktu Kyros tentu saja akan lebih banyak dengannya daripada dengan Gienka. Dan Kyros juga tidak mungkin akan sering-sering pulang kesini, karena pekerjaannya diaana tidak bisa dengan mudah ditonggalkan. Yang artinya Kyros akan sering bertemu dengannya daripada dengan Gienka yang sombong itu. Dan saat itulah, Camilla akan bisa dengan mudah mengalihkan perhatian Kyros dari Gienka. Dia akan bisa melakukan apa saja pada Kyros yang akan memantik kemarahan Gienka dan mungkin bisa berujung dengan perpisahan keduanya.


Gienka sudah merusak semua rencana dan penantiannya selama ini pada Kyros. Camilla tidak bisa dengan mudah menerima hal itu. Apapun dan bagaimana pun Kyros harus memilihnya dan meninggalkan Gienka.