
Keesokan harinya....
Cahya, Kyra, dan Kyros memasuki sebuah toko perhiasan di salah satu pusat perbelanjaan. Mereka akan mencari cincin untuk lamaran Kyros dan Gienka sore nanti sekaligus mencari cincin pernikahan untuk mereka. Cahya langsung mengatakan pada pegawai toko bahwa dia mencari cincin untuk pertunangan dan juga cincin pernikahan. Pegawai toko perhiasan itu langsung menunjukkan deretan cincin dengan berbagai hiasan yang ada di atasnya dari yang di hiasi berlian, permata, yang berukuran kecil sampai berlian dengan ukuran yang cukup besar hingga cincin yang polos tanpa hiasan di atas nya.
"Ky... Lihat itu.. Sepertinya bagus..." Kyros menunjukkan sebuah cincin dengan berlian diatasnya.
"Mbak mau lihat yang itu ya???" Pintar Kyros pada pegawai toko perhiasan.
"Yang ini???" Pegawai itu kemudian mengeluarkan cincin yang tadi di tunjuk oleh Kyra.
"Mam... Bagaimana menurut Amam cincin ini????" Tanya Kyros sambil menunjukkan cincin itu pada Cahya.
"Bagus sayang..." Ucap Cahya.
"Ini pilihan Kyra, kalau pilihan Amam yang mana??? Mungkin Amam punya pilihan lain???" Tanya Kyros.
Cahya kemudian kembali terfokus pada deratan cincin di etalase. Pilihan Kyra itu juga sudah sangat bagus tetapi mereka harus mencari bergandengan lainnya yang menurut mereka cocok di jari Gienka nanti nya.
Sampai akhirnya mereka sudah mendapatkan cincin pertunangan untuk Kyros dan Gienka. Cahya dan Kyra bekerja sama untuk mencari yang cocok dan Kyra juga tahu berapa ukuran jari Gienka. Setelah memilih cincin pertunangan, Cahya pun memesan cincin untuk pernikahan, dimana Kyros memiliki desain sendiri untuk cincin pernikahannya. Kyros pun ingin cincin yang istimewa untuk calon istrinya. Setelah berdiskusi mengenai cincin itu, toko perhiasan itupun menyanggupi dan akan membuatkan cincin yang sesuai dengan keinginan Kyros.
★★★★★
Kyros beserta kedua orangtuanya, adik serta Oma Opa nya juga neneknya akhinya datang ke rumah Ariel, dimana ternyata mereka sudah ditunggu oleh keluarga Gienka, termasuk Elea dan Danist. Semalam keluarga Gienka berdiskusi cukup lama sekali untuk mengambil keputusan yang besar itu, dimana Gienka tetap menginginkan pernikahan dengan Kyros secepatnya sebelum lelaki itu kembali ke Amerika. Juga dimana Gienka nantinya akan ikut Kyros kesana, dia ingin menjadi istri yang baik dan menemani Kyros serta mengurusnya. Mengenai perusahaan milik keluarganya, Gienka tetap akan membantu Ariel dan Danist meskipun dari jauh karena memang tidak ada pilihan lain selain itu. Kyros memiliki pekerjaan yang jauh berbeda dengan mereka sehingga dia juga tidak bisa begitu saja meninggalkannya untuk mengurus bisnis seperti Gienka. Meskipun Kyros adalah putra dari Aditya yang sudah terkenal dengan kerajaan bisnisnya dimana-mana tetapi itu bukan hal yang menjadi passion Kyros. Dan Kyros sendiri masih memiliki schdule untuk kembali lagi bekerja di luar angkasa nantinya, sehingga sangat tidak mungkin menyuruh Kyros berbelok arah ke pekerjaan lain.
Bagi Ariel, tentu itu adalah keputusan yang sangat berat mengingat dia menaruh harapan besar pada Gienka untuk mengurus perusahaannya, tetapi dia tidak memiliki pilihan lain selain menuruti keinginan putrinya itu. Mungkin jika Gienka adalah seorang anak laki-laki tentu akan berbeda cerita. Tetapi Gienka seorang perempuan yang ketika sudah dewasa dan memutuskan menikah artinya Gienka bukan lagi sepenuhnya tanggung jawabnya melainkan sudah menjadi tanggung jawab suaminya, itulah yang semalam dikatakan oleh Danist padanya. Danist mencoba memberi Ariel pengertian sebisanya dalam menghadapi situasi seperti ini. Mendengar semua nasehat Danjst, Ariel pun akhirnya luluh dan mengatakan bahwa dia memberi restu pada Gienka dengan catatan bahwa Kyros tidak boleh membuat Gienka bersedih atau menyakitinya, dan jika hal itu dilakukan oleh Kyros maka Gienka harus siap untuk langsung meninggalkannya.
Akhirnya 2 keluarga itu saling bertemu tanpa dihadiri Gienka tentunya, karena ini menjadi urusan pihak keluarga, segala keputusan akan dibahas bagaimana baiknya, dan Gienka tinggal menerima beresnya saja. Gienka nanti akan turun jika semua pembahasan dari pernikahannya sudah disanggupi oleh pihak keluarga Kyros.
Aditya tentu saja mengutarakan niat kedatangannya bersama anggota keluarganya kesini dimana putranya yaitu Kyros ingin mengajukan lamaran untuk Gienka. Hingga akhirnya Ariel pun menerimanya atas nama keluarganya tetapi tentu saja Ariel memiliki syarat besar untuk Kyros. Dia mengijinkan Gienka menjadi istri dari Kyros tetapi Kyros harus benar-benar bisa menjaga putrinya itu, Ariel tidak ingin Kyros menjadi seperti dirinya yang dulu yang sudah menyakiti hati banyak orang yang mencintainya, dan mengkhianati istrinya sendiri. Sebagai seorang Ayah, Ariel juga punya harapan yang baik untuk putrinya dimana dia tetap menginginkan kebahagiaan putrinya mengingat Gienka telah melwati banyak kesulitan akibat kesalahan yang dulu diperbuatnya dan selama ini dia berusaha memperbaiki diri, semua dilakukan hanya untuk kebaikan putrinya.
Ariel mengingatkan Kyros agar bisa menjadi laki-laki yang bertanggung jawab seperti Aditya yang memiliki perasaan cinta dan kesetiaan yang luar biasa untuk Cahya. Kyros harus menjadikan Gienka sebagai ratu, selain mencintainya juga harus membahagiakannya. Dan jika sampai Ariel ataupun yang lainnya mendengar hal buruk tentang Gienka dan Kyros, saat itu juga Ariel tidak akan diam. Konsekuensi yang harus diterima oleh Kyros tentu saja harus meninggalkan Gienka.
Mendengar itu Kyros pun langsung mengerti dan memahami ketakutan dari seorang Ayah kepada putrinya. Kyros tersenyum dan menyanggupi semua permintaan Ariel dan yang lainnya untuk benar-benar menjaga dan mencintai Gienka dengan sebaik-baiknya.
Dan inilah saatnya membahas tentang waktu yang tepat untuk melakukan pernikahan itu. Tidak lupa Elea juga menjelaskan beberapa keinginan Gienka lainnya tentang pernikahan ini dimana Gienka tidak ingin pesta yang besar, dan acara itu hanya akan dihadiri oleh keluarga dan teman dekat saja dimana hanya sekitar 100 orang saja. Menurut Gienka ada beberapa pertimbangan besar kenapa itu harus dilakukan. Permintaan ini awalnya tentu saja ditentang oleh Ariel mengingat dia punya keinginan melakukan pesta pernikahan besar dan mewah untuk putrinya tetapi Gienka justru memiliki keinginan lain, membuat Ariel tidak bisa menolaknya tetapi Ariel hanya meminta pada Gienka agar tetap mau melaksanakan pernikahan itu di hotel milik mereka, Gienka pun setuju dengan catatan bahwa tidak ingin terlalu banyak tamu.
Cahya dan Aditya menoleh bersamaan ke arah Kyros yang ada di sebelah mereka, Kyros tersenyum dan menyetujuinya.
"Oh iya Ky....! Sebenarnya ada lagi permintaan dari Gienka, tetapi dia nanti akan menyampaikannya padamu secara langsung..!" Ucap Elea lagi.
"Baiklah Aunty...! Apapun yang diinginkan oleh Gienka pasti sudah dipikirkan olehnya dengan baik, jika tidak berat tentu aku akan menyanggupinya"
"Jadi setelah berdiskusi semalam, keluarga kami sudah menentukan hari untuk kedua anak kita, dimana pernikahan akan dilakukan 10 hari ke depan dimulai hari ini, dan jika kalian setuju Kyros dan Gienka harus sudah mulai mengurus semuanya besok! Mengenai venue dan yang lainnya kalian tidak perlu khawatir, kami akan mengurus segalanya, kalian tinggal terima beres saja!" Ujar Danist.
Tanpa pikir panjang, Kyros pun langsung menyetujuinya. Dan dia akan memulai mengurus perihal seluruh administrasi untuk pernikahannya bersama Gienka. Sementara itu, nyonya Harry yang tak lain adalah Oma Kyros juga mengajukan syarat kepada keluarga Gienka, dimana mereka sudah menyetujui banyak hal dari keluarga Gienka. Nyonya Harry meminta untuk gaun pernikahan Gienka nanti adalah menjadi tanggung jawab dari mereka karena dia memiliki kenalan designer bagus dan terkenal yang biasa menangani hal itu. Nyinya Harry yakin bahwa kenalannya itu pasti akan menyanggupi permintaan super cepat darinya untuk membuatkan gaun pernikahan Gienka. Mendengar itu, Maysa pun memberikan jawabannya dimana mereka tentu saja akan mengabulkan keinginan dari keluarga calon menantunya sehingga mereka sama-sama memiliki tugas masing-masing membuat pernikahan ini nantinya bisa berjalan sesuai dengan harapan tanpa kurang suatu apapun.
Dan selesailah proses lamaran kali ini. Ariel pun meminta agar Geffie memanggil Gienka di kamarnya lalu membawa kakaknya itu turun kesini untuk melanjutkan hal yang paling terpenting dari pertemuan ini, yaitu pertunangan. Dan Kyros pagi tadi sudah berangkat bersama Cahya dan Kyra untuk memilih cincin yang pas untuk Gienka.
Tak lama Gienka turun bersama dengan Geffie. Gienka terlihat begitu cantik dengan dress berwarna hijau muda serta make up yang begitu pas dengan wajahnya. Kyros terperangah melihat kecantikan dari calon istrinya itu, tetapi lamunanya terhenti ketika tiba-tiba Kyra mencubitnya. Cahya tersenyum dan berdiri, dia menghampiri Gienka dan menyuruh Gienka agar duduk di sebelah Kyros.
Acara pertunangan itupun berlangsung. Kyros mengeluarkan kotak cincinnya dan menyematkan cincin pada jari manis Gienka. Cincin itu terlihat sangat mewah dan begitu elegan dengan berlian besar diatasnya. Langsung pas dijari Gienka karena Kyra sangat tahu betul Gienka sering memakai cincin ukuran berapa, itu sebabnya Kyros meminta adiknya untuk ikut ketika membelinya. Dan yang memilih cincin itu adalah Cahya, selera Amamnya itu juga sangat pas, dan Gienka terlihat lebih cantik setelah memakainya.
★★★★★★
Keesokan harinya.....
Kyros dan Gienka pergi untuk melakukan pengukuran baju pernikahan ke tempat designer kenalan dari Oma Kyros. Tidak ingin berlama-lama Gienka langsung mengutarakan semua keinginanya ingin gaun itu seperti apa. Untuk segala keperluan administrasi juga sudah siap hanya saja mereka harus menunggu lusa untuk mendaftar karena hari ini dan besok adalah weekend. Setelah mendaftar tentu semuanya sudah beres dan mereka tinggal menunghu hari H saja.
Kali ini Gienka meminta Kyros untuk kembali mengurus perihal permasalahan Kyra dan Jelena. Gienka ingin permasalahan itu juga segera di selesaikan dan tidak menunggu waktu yang lebih lama lagi. Karena urusan pernikahan mereka juga sudah ditangani oleh WO yang sudah dipercayai oleh Ariel, dan keluarga mereka berdua tinggal terima beres saja. Undangan juga sudah dicetak dan karena hanya sekitar 100tamu saja, besok undangan beres dan akan langsung diantar ke alamat para keluarga dan teman dekat Kyros dan Gienka. Sehingga untuk permasalahan Kyra bisa segera diurus dan diselesaikan dan tidak berlarut-larut lagi.
Gienka ternyata sudah kembali menghubungi Axel dan berjanji hari ini akan datang ke rumah temannya itu yang ternyata tidak jauh dari rumah Ariel mengingat mereka adalah tetangga. Jadi setelah menemui Axel, Kyros bisa langsung mengantar Gienka pulang.
Ketika sampai, Gienka dan Kyros langsung disambut oleh Axel. Axel ternganga ketika melihat Kyros, dia tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan Kyros si astronot muda yang memiliki banyak prestasi selama ini dan jadi perbincangan orang. Kyros juga adalah putra dari Armand Aditya si business man yang namanya sudah dikenal banyak orang. Kyros ternyata jauh lebih tampan ketika dilihat secara langsung.
"Pantas saja Kyra juga cantik sekali, kakaknya ternyata juga tampan sekali!" Gumam Axel dalam hati kemudian mempersilahkan Gienka dan Kyros masuk.
Gienka kemudian menjelaskan pada Axel tentang kedatangannya kesini bersama Kyros kakak dari Kyra. Bahwa mereka ingin Axel menjadi saksi ketika nanti keluarga Kyra memasukkan laporan ke kepolisian tentang perilaku tidak menyenangkan dari Jelena beberapa waktu yang lalu.
Axel mengernyit. "Lah aku pikir masalah ini sudah selesai, itu kan terjadi sudah bulan kemarin??? Kenapa kalian baru membahasnya lagi sekarang? Bukankah kalian sudah melaporkan hal itu???" Tanya Axel keheranan.
"Kyra tidak pernah mau melakukan itu, dan sekarang Kyros yang ingin melakukannya karena dia tidak terima jika adiknay mendapat perlakuan buruk dari Jelena, itu sebabnya aku mengajaknya menemuimu"
"Tentu saja, aku siap sekali membantu kalian! Untuk Kyra aku bersedia melakukan apapun...!" Sahut Axel dengan cepat tetapi kemudian dia menutup mulutnya denga tangannya dan mengernyit sambil memejamkan matanya, menyadari ada kesalahan dalam ucapannya tadi.
Gienka yang mendengar itupun terkekeh sementara Kyros menoleh ke arah kekasinya itu dengan bingung, dan keheranan dengan apa yang baru saja didengarnya dari mulut Axel dimana lelaki itu terlihat bersemangat sekali dan kata-katanya tentang bersedia melakukan hal apapun demi Kyra juga membuat pertanyaan besar di hati Kyros.
"Ah maksudku tadi, aku bersedia melakukan apapun untuk sebuah kebenaran dan penindasan yang dialami Kyra, itu saja..!" Sahut Axel lagi amsambil berharap Kyros tidak menaruh curiga padanya.
Kyros tersenyum dan berharap nanti Axel bisa benar-benar membantunya dan keluarganya tentang masalah Kyra. Dan Axel siap jika sewaktu-waktu diminta datang untuk menjadi saksi. Axel pun mengatakan jika dia sangat siap dan bersedia.
Gienka dan Kyros pun berpamitan untuk pulang pada Axel, tetapi tidak lupa untuk memberitahu Axel agar nanti datang ke pernikahan mereka dan undangan akan diantar besok. Mendengar itu tentu saja Axel terkejut karena selama ininyanv dia tahu Gienka tidak memiliki kekasih dan tiba-tiba saja berniat menikah.
"Kisah cintaku dengan Kyros sangatlah indah, berbeda dengan yang lain, mungkin kapan-kapan kau bisa meminta Kyra untuk menceritakan padamu hahaha aku harap kisah cintamu juga akan berakhir indah seperti kami, oke kami pergi dulu, thanks ya??? Dan jangan lupa datang nanti...!" Ucap Gienka.
"Aku pasti datang Gie... Sekali lagi selamat untuk kalian...!"
Gienka dan Kyros langsung menuju rumah Gienka yang tidak jauh dari rumah Axel. Ketika sampai disana ternyata rumah dalam keadaan sepi dan menurut pelayan saat ini Ariel dan Maysa sedang pergi untuk bertemu dengan WO yang akan mengurus pernikahannya, sementara Geffie pergi jalan-jalan dengan teman-temanya mengingat ini adalah hari sabtu.
Gienka kemudian menyuruh oelayan agar membuatkannya dan Kyros minum lalu mengantarnya ke taman belakang. Gienka menyuruh Kyros agar menunggunya di taman sementara dia akan meletakkan tas serta berganti pakaian dan akan menyusulnya.
Kyris duduk dan menikmati suasana asri di taman belakang rumah Gienka. Suasana yang tidak banyak berubah tetapi terasa semakin nyaman. Tak lama seorang pelayan datang mengantar minuman dan cemilan untuknya, tak lupa Kyros mengucapkan terima kasih. Hingga akhirnya Gienka juga datang dan terlihat lebih segar setelah mencuci muka dan bergqnti pakaian, dia duduk disebelah Kyros.
"Lama ya??? Maaf...!" Ujar Gienka.
"Tidak apa! Hmmmm kau sepertinya akrab sekali dengan Axel..!"
"Kenapa??? Kau cemburu ya...!" Gienka meraih gelas berisi jus jeruk yang ada didepannya lalu meminumnya.
"Tidak... Siapa juga yang cemburu...! Aku kan hanya tanya setelah melihat keakraban kalian tadi!"
Gienka tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya di pundak Kyros. "Kami bertetangga dan Ayah Axel adalah teman baik Papa, itu saja, kami sering bermain dulu tetapi tenang saja Axel tidak pernah memiliki perasaan lebih padaku karena aku bukan tipenya hahaha dia selalu memiliki kekasih yang lemah lembut gemulai, seperti Kyra..! Haha!" Gienka tertawa lagi dan menjadi ingat bahwa tadi Axel sempat keceplosan ketika berbicara dengan Kyros.
"Kyra...???!! Maksudnya???" Tanya Kyros heran.
Gienka kemudian bercerita tentang Axel yang menyukai Kyra setelah kejadian malam itu. Ya, perempuan lembut seperti Kyra adalah tipe yang disukai oleh Axel. Gienka juga sudah memberi kartu nama Kyra pada Axel tetapi sampai sekarang Axel tidak pernah menghubungi Kyra, tetapi Gienka tahu bahwa Axel punya perasaan lebih pada Kyra. Alasan utama Axel enggan mendekati Kyra adalah karena Kyra anak dari Armand Aditya Sahasya sehingga dia merasa tidak pantas bersanding dengan Kyra.
Tetapi Gienka bisa menjamin bahwa Axel adalah pria yang sangat baik, pekerja keras dan bertanggung jawab. Axel pernah mengalami perilaku buruk dari kekuarga mantan kekasihnya dimana dia ditolak dengan alasan bukan dari keluarga pebisnis sukses seperti mereka dan mereka juga meragukan penghasilan Axel yang hanya sebagai pemain sepakbola yang diyakini tidak bisa dan tidak cukup untuk menghidupi anak mereka. Dan itu salah satu penyebab kenapa Axel saat ini enggan mendekati Kyra, dia tidak mau mendapatkan penolakan seperti itu lagi meskipun Axel punya perasan lebih terhadap Kyra.
"Aku sudah mengatakan padanya bahwa aku siap membantunya untuk mendekati Kyra tetapi Axel menolaknya dan ingin berhenti sampai disini saja! Ya sudah mau bagaimana lagi!" Ujar Gienka.
"Lalu apa kau yakin dia adalah laki-laki baik??"
"Tentu saja Sayang....! Jika tidak untuk apa aku menawarkan bantuan padanya, aku juga ingin Kyra bahagia dan melupakan si little bird Zayan itu...!"
"Hmmm....! Lalu apa Kyra tahu tentang hal itu..?" Tanya Kyros lagi.
"Ya tidak...! Kyra masih belum membuka hati! Aku pikir kita berdua harus bekerja sama untuk membuat Kyra benar-benar bisa melupakan burung mungil itu, sehingga dia bisa membuka hatinya untuk laki-laki baru lagi!"
"Kau benar...!" Gumam Kyros.
Kyros sebenarnya juga memikirkan hal yang sama seperti Gienka bahwa dia harus membatu adiknya untuk bisa lepas dari Zayan sehingga Kyra bisa memulai hubungan baru nantinya.
"Papa menyiapkan kamar pengantin yang begitu bagus untuk kita, tetapi kita tidak akan bisa menggunakannya!" Gumam Gienka tiba-tiba yang membuat Kyros langsung heran.
"Kenapa memangnya??"
Gienka memasang wajah kesal tetapi terlihat menggemaskan bagi Kyros. Gienka kemudian mengatakan bahwa dihari pernikahan mereka nanti, Gienka akan masih dalam keadaan menerima tamu bulanannya. Mendengar itu tentu saja Kyros langsung tertawa dan mencubit kedua pipi kekasihnya itu.
"Kau ini...! Aku pikir ada apa...! Jadi??? Kau ternyata sudah memikirkan hal itu? Hahaha Aku saja belum sempat terpikirkan dan kau sudah memikirkannya! Oke jadi aku sekarang tahu kenapa alasanmu ingin segera menikah adalah karena hal itu??? Kau sepertinya oenasaran sekali ketika aku memberitahumu bahwa milikku berkali-kali lipat lebih dari milik Zayan hahaha iya kan???"
"Tidak..... Tidak... Tidak.... Bagaimana mungkin aku memikirkannya...! Kau salah paham dengan ucapanku!" Jawab Gienka dengan cepat dan wajahnya merah padam karena malu.
Kyros terkekeh tetapi dia langsung memeluk Gienka. "Jika itu memang terjadi ya mau bagaimana? Kita harus menerimanya bukan lagipula masih ada banyak malam malam selanjutnya sampai kau benar-benar bersih. Aku menyanggupi keinginanmu bukan karena hal semacam itu, ya itu pasti akan terjadi, kita pasti akan melakukannya dan menikmatinya, tetapi yang utama adalah aku ingin membuatmu bahagia setiap harinya"
Gienka membalas pelukan Kyros dan mempereratnya. "Tetapi aku ingin mengatakan satu hal lagi padamu, dan aku berharap kau juga mau menyetujuinya karena aku pikir kita banyak butuh waktu untuk berdua dan menikmatinya, aku ingin kita menunda memiliki anak lebih dulu selama beberapa tahun ke depan, bukannya apa tetapi aku ingin kita bisa menikmati masa pacaran kita didalam pernikahan nanti, apa kau setuju???"
"Kupikir kau benar, hubungan ini terjadi begitu cepat dan kita memang butuh waktu untuk berdua saja, jika kau merasa kau sudah siap, kapanpun aku akan memenuhi keinginanmu untuk memiliki anak...!"
"Thanks Ky.... Aku sangat mencintaimu....!"