The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 99. Kimiko Yamasaki 31



"Kau membangkang terhadap perintah dan aturanku. Aku menaruh harapan besar padamu, tapi rupanya hari ini kau sangat mengecewakanku. Aku mengangap ini adalah pembangkangan. Jika kau benar menganggapku pimpinan-mu dan memberiku muka, lakukan apa yang harus kau lakukan. Atau aku tidak akan bisa menyelamatkanmu." Sang Oyabun Inagawa menghadapkan wajahnya ke arah lain, tanda dia tak bisa menerima permintaan maaf lisan.


Satu-satunya pilihan yang tersisa adalah Yubitsume. Yubitsume adalah memotong jari kelingking untuk kesalahan besar yang tidak bisa mendapatkan permohonan maaf lisan.


Yubitsume ini adalah bentuk pelemahan diri dan pengakuan kekuasaan. Karena secara fisiologis dengan dipotongnya kelingking, tangan yang tadinya bisa memegang samurai dengan erat menjadi berkurang kekuatan genggamannya karena hilangnya bagian jari. Dan ini berarti yang melakukan yubitsume ini mengakui kekuatan pimpinannya dengan menyerahkan kekuatannya.


Dan untuk itu, Osamu maju membawakan wakizashi (samurai pendek)nya. Ini juga berarti permintaan maaf ini adalah permohonan maaf ke Hisao Yamada.


"Kenzo-san, sihlakan." Osamu membungkuk menyerahkan pedang pendek itu dengan kedua tangannya. Pedang pendek itu telah menemaninya berjalan bersama sang Tuan, Paman Kedua Hisao, dan sekarang di umurnya yang hampir 50 tahun ini dia berkesempatan melihat peralihan generasi.


Masaharu Kenzo hanya punya pilihan ini sekarang. Seperti yang Oyabun Inagawa bilang dia tidak bisa menerima permintaan maaf atas pembangkangannya, yang berarti dia akan keluar dari Inagawa.


Hisao hanya melihatnya dengan tangan terlipat dan tak bicara satu katapun. Sekarang Masaharu Kenzo menyesalpun tak ada gunanya. Mulai malam ini tak akan mungkin lagi baginya untuk menjadi Oyabun, paling tinggi sekarang kedudukannya hanyalah kyodai.


"Kenzo-san?" Osamu pada pertanyaan keduanya apakah orang ini bersedia atau tidak.


Dengan tangan bergetar Masaharu mengambil pedang itu. Tak pernah terbayangkan dia akan melewati ini, diusia 40 ini dia pikir dia akan menjadi Oyabun termuda keluarga Inagawa, dan banyak rencana berjalan dalam pikirannya. Tapi karena dia mengambil keputusan salah melanggar batas wilayah yang tak boleh disentuh keadaan menjadi hancur berantakan.


Dar*ah tersemb*ur, potong*an jari itu tertinggal beku disana. Sementara Osamu memberikan linen putih dan perban untuk Masaharu membereskan sendiri ritualnya.


Masaharu menyerahkan pedang itu ke Osamu, Oyabun melihat ke arahnya lagi. Orang kepercayaannya itu membebat lukanya sendiri, membungkus jarinya yang tertinggal dengan linen putih itu dan maju menyerahkan dirinya ke Oyabun.


"Saya mengakui kesalahan saya dan berharap Oyabun memberi saya kesempatan." Dia membungkuk dan menundukkan kepalanya dengan takjim di hadapan Oyabun. Sementara Oyabun melihat ke Hisao yang memberinya anggukan samar.


"Pergilah, kau sudah membuktikan kesetiaanmu. Jangan lakukan kesalahan lagi. Obati lukamu." Masaharu diberikan kesempatan masih berada di Inagawa, tapi hanya sebagai kyodai.


"Saya harap Yamada-san memaafkan kelalaian saya mendidik penerus saya."


"Nampaknya untuk pensiunmu kau perlu memilih lagi untuk orang yang tepat Owada-sama." Hisao memilih memanggil sama sebagai penghormatannya terhadap generasi yang mungkin hampir seumur kakeknya.


"Saya menghargai saran Anda Hisao-san. Anda benar, saya harus memilih lagi." Diseberang sana Jun dan Kimiko Yamasaki sekarang tahu siapa keluarga Yamada. Terutama Hisao Yamada, bahkan Owada-sama harus menerima sarannya ketika dia mengatakan Masaharu Kenzo tidak bisa menjadi Oyabun Iwamura.