
"Ryohei-san Anda tahu saya tidak bisa mengatakan apapun soal siapa klien saya, itu tidak etis." Dia menghela napas panjang. Tak ada yang berani membocorkan informasi klien. Itu sangat confidential, hanya diketahui lingkar terdekat.
"Astaga Setsuko, kau benar-benar membuatku terkejut. Sudah berapa lama kau menerimanya perjanjian ini?"
"Sekitar tiga bulan yang lalu."
"Jadi aku harus menunggu musim semi tahun depan?" Dia tertawa miris lalu minum didepanku.
Aku tak tahu bagaimana menanggapinya, dia punya keinginan menjadi dannaku adalah sesuatu yang mengejutkan. Walaupun aku sadar selama setahun ini saat dia menjadi pelanggan tetapku dia sangat murah hati melebihi yang lain. Laki-laki memang tidak bisa melakukan sesuatu dengan sia-sia.
"Ryohei-san, ini..."
"Aku memang tak beruntung." Dia meringis. "Aku menyadari belakangan bahwa bicara denganmu sangat menyenangkan. Kau selalu bisa bersikap jujur denganku, aku bisa bicara apapun denganmu, ... aku akan menunggu Setsuko." Dia mengatakannya dengan jelas tanpa keraguan. Aku mau tak mau tersentuh dengan sikapnya yang tulus itu.
"Saya... tak tahu kalau Ryohei-san menghargai saya begitu besar. Saya tak menyangka Ryohei-san akan bicara begini." Dia tersenyum.
"Kurasa aku menemukan seseorang yang bisa benar-benar menghibur hanya dengan bicara denganmu. Aku selalu menikmati waktu bersamamu, sayangnya aku hanya bersamamu disini, aturan okiyamu itu benar-benar ketat. Tapi itu tidak salah, kau berlian mereka. Berlian selalu harus dihargai dengan tinggi..."
Aku mau tak mau tersipu. Kali pertama seseorang klien yang sudah kuanggap teman mengatakan hal manis secara pribadi padaku.
"Maafkan saya, saya benar-benar tak tahu bagaimana membalas perkataan Ryohei-san..." Aku tertawa kecil dan tersipu.
"Minumlah, aku lega sudah mengatakan ini padamu walaupun kenyataan aku tetap tidak bisa berbuat apapun. Aku harap kau tidak menghindariku..." Dia menuangkan sake untukku.
Aku menerimanya dengan tersenyum dan jantung berdebar.
Ryohei-san sangat sabar padaku. Kenyataan bahwa dia begitu memperhatikan dan memintaku membuatku tersanjung. Dia orang yang tenang dan dewasa, sekilas mungkin dia seperti Tuan Tan.
Hisao-san...
Aku tiba-tiba merasa kuatir, dia dan aku hanya teman. Apa dia mungkin membuat pengakuan seperti Ryohei? Aku berpikir, well tidak mungkin sepertinya. Dia tidak pernah menunjukkan tertarik padaku, walaupun dia baik. Lagipula banyak gadis yang bersedia menanggapinya,...
Aku dan dia hanya terikat perjanjian kerja.
*******************
Sedikit membagikan sudut pandang sosial Jepang.
Di Jepang yang lebih liberal, kebanyakan orang mengangap se*x yang dibayar bukanlah semacam penghianatan terhadap hubungan resmi. Jadi semacam big boss punya sugar baby itu cenderung dianggap lazim.
Notes: Ini cuma buat pengetahuan yeeee jangan disangka Mak ngajarin yg gak bener hehehe
Karena ini dianggap tidak mewakili hubungan emosional, hanya semacam membayar jasa para hoste*ss. Istilah sininya mungkin yang penting bulanan lancar, you pulang rumah inget ama anak. 🤣🤣😅 Whatever lah yah.... susah ngomong kaya ginian....🤣🤣 Pokoknya begitulah kura-kura emang punya batok dari dulu. 😁
Dan di Jepang perceraian relatif rendah karena ketergantungan antar pasangan tinggi. Pria yang menikah di Jepang diharapkan bekerja keras untuk keluarganya, itu adalah bentuk cinta keluarga. Ayah bekerja keras di kantor dan Ibu bekerja keras dirumah. Tapi hari libur Sabtu dan Minggu waktu Ayah untuk keluarga.
Jadi pulang ke rumah jam 8 akan dianggap aib untuk para pekerja. Orang akan mengatakan dia tidak dipercaya boss, karyawan yang kurang loyal dan sebagainya.
Jadi biasanya jam kerja mereka memang berakhir jam 5-6 sore tapi banyak dari mereka masih stay dikantor lebih lama atau mengerjakan overtime, even tanpa dibayar. Atau pergi menghibur rekan bisnis dan kolega, pergi ke tempat hiburan adalah salah satu cara menghabiskan waktu, termasuk bersama para host ini bagi para pekerja yg levelnya sudah tinggi. Dan service kepada para kolega dalam bentuk ini adalah lumrah.
Udah gitu wae
Jangan lupa vote hadiah dan komennyaaa
Makasih semua