
Saya mau pergi saja, saya hanya menginginkan pekerjaan saya aman Tuan Louis. Tuan Nathan boleh saya pergi...” Louis tertawa mendengar jawabanku yang ketakutan dan memelas sekaligus.
“Kau punya reputasi menangkap pencuri bukan, nampaknya kau bisa menangkap penyelingkuh juga bukan, Nathan aku sudah tahu sudah kukatakan padamu berkali-kali soal wanita pujaanmu itu.” Louis mengoreknya didepanku, tapi Nathan bukan orang yang melayani pembicaraan soal pribadi didepan orang lain, mereka berbicara satu sama lain, aku berniat menyingkir tapi sebelum itu aku akan meninggalkan sekali lagi ikrar setiaku.
“Tuan Nathan, bisa saya pergi?” Dia memberikan persetujuannya dengan hanya melambaikan tangannya. Baiklah setidaknya aku masih bisa pergi dari sini tanpa membocorkan apapun, harus mencari kesempatan muncul didepannya lagi.
“Eitsss Nona Natalie, duduk dulu...” Dia menarikku duduk lagi, “..tunggu katakan padaku bagaimana kau bisa menganalisa Juanito mengelapkan pendapatan kemarin...” Kalau ini aku bisa bercerita sepanjang yang dia mau. Aku memberitahunya detail metode analisa, caraku menemukan bukti, kunjungan yang kulakukan dan kecurigaanku. Louis mendengarkan dengan antusias.
“Hmm...kau menguasai banyak hal rupanya.” Dia nampak kagum. Mungkin daripada mendekati Nathan lebih baik aku mendekati Louis.
“Tuan Louis bisa meminta bantuan saya jika ingin. Saya bekerja disini. Ruangan saya di lantai bawah.”
“Hmm, baiklah-baiklah. Terima kasih.”
“Saya boleh pergi sekarang Tuan Louis?” Dia membiarkanku pergi kemudian. Aku lolos dan sekarang merasa aku mungkin punya cara mendekati lingkaran dalam.
\======****======
Aku akan menargetkan Louis Allen sekarang, karena boss langsungku Alan Crossman atau Nathan Garcia terlalu sulit didekati. Tidak sengaja atau kebetulan adalah penting dalam semua rencana, mencegah kecurigaan dan keberhasilan.
Mari kita atur sandiwara lebih rumit. Aku sudah menentukan target sebagai batu loncatan.
Anak perusahaan kutangani bulan ini adalah di bidang hiburan, sebuah klub besar di Manhattan yang dipegang seorang Hispanic American bernama Enrique de Leon. Penghasilan klub itu besar, menguntungkan diatas kertas, tapi dengan cepat aku melihat ada kejanggalan di record pendapatannya dan penggelapan pendapatan ini harusnya terbuka cukup besar. Dengan pendapatan cukup besar ini pasti banyak juga yang didapatkannya.
Well, aku tahu dalam dunia ini tidak janggal jika kau sedikit melenceng, jika mungkin sedikit bisa dimaafkan tapi bagaimana jika aku mengetahui ini tidak sedikit dan menurut catatan yang bisa kuakses di database investasinya dia menginvestasikannya ke unit usaha lawan, mungkin entah bagaimana dia punya dendam ke Nathan. Tapi agak aneh juga jika seorang auditor internal bisa punya akses sejauh itu. Jadi aku sekali lagi mengatur ini sebagai kebetulan. Dan akan meminta unit pendukung untuk bekerja sama menciptakan kebetulan ini.
“Aku tak menerima alasan apapun! Laporanmu tak valid. Aku akan melapor ke atasan sesuai aturan.” Aku marah-marah di lobby, sambil membawa tasku karena aku akan pergi ke sebuah unit usaha Enrique, dan staffnya sedang berusaha menghentikan aku datang.
Tas kerjaku kukepit dilenganku, sebuah dokumen tebal yang kujepit sembarangan dan hampir lepas ada di tanganku. Gelas kopi yang kupegang masih setengah penuh, aku melanjutkan marah-marah penuh semangat. Kebetulan didepanku ada satu orang yang menjadi targetku sekarang, Louis Allen, aku memanfaatkan ini untuk show off didepannya.