
Si bodoh itu dengan cepat terpancing! Dasar bodoh! Aku meringis lebar dengan hasil yang kudapat. Kukirimkan rekaman percakapanku ke Louis.
'Tuan Louis, Anda benar Enrique adalah orang yang suka memaksa, saya akan menemukan apa yang dia lakukan, saya sadar dia teman Tuan Nathan, saya akan detail dengan apa yang dia lakukan, nilai kerugian. Tapi saya akan laporan ke Tuan Alan tetap sebagai atasan saya, rekaman ini saya akan teruskan ke Tuan Alan juga. Terima kasih sudah membuat Oliver ada bersama kami.'
'Oke.' Louis hanya menjawab pendek. Dia tidak akan melangkahi wewenang Alan harusnya. Tapi sekali lagi aku hanya ingin kesempatan show off.
Tentu saja setelah itu banyak dari kami yang dipersulit, staff-ku langsung mendapat banyak kesulitan, mulai dari catatan yang tidak tersedia, staff yang sengaja disuruh pulang dan mengerjakan sesuatu yang lain. Tapi aku hanya menunggu rekaman yang kukirimkan itu bekerja sendiri.
Aku akan membuat sedikit kerusuhan disini.
"Kalian bercanda hah! Aku tak boleh mengakses CCTV, aku pemeriksa, pemeriksa bisa mengakses catatan apapun!" Seorang pria yang adalah tangan kanan Enrique sekarang berhadapan denganku.
"Nona, operatornya sedang tak ada hari ini... Jangan marah-marah Nona? Bagaimana jika besok saja..." Staffnya yang menghadapiku sekarang.
Oliver disini, jika dia melakukan sesuatu yang berlebihan aku akan diuntungkan. Aku tak takut membuat provokasi, tapi aku akan bersabar. Well, sekarangpun dia sudah melakukan sesuatu yang berlebihan dengan menghalangi pemeriksaan.
"Kau pikir aku menerima alasanmu, berikan aku pass codenya, aku bisa menanganinya sendiri."
"Maaf Nona, aku juga tak tahu passnya. Itu diganti setiap tiga hari sekali."
Aku perlu CCTV untuk menjejak kehadiran Alfonso Santos saingan yang punya bisnis yang sama di gedung ini, jika aku beruntung aku bisa menemukan jejak kehadirannya, tapi aku perlu sumber informasi valid, jadi aku tak mencari sebuah jarum di tumpukan jerami disini.
Ada seorang bartender tampan diatas,...
"Hola senor,..." Aku berasumsi bartendernya adalah Hispanic juga, di lingkaran ini banyak sekali Hispanic.
"Senorita yang cantik, apa kau orang baru." Yang ini mungkin belum diberitahu untuk mempersulitku.
"Ahhh ya aku cuma melakukan pemeriksaan rutin disini. Terlalu lama melihat angka membuatku muak, ..." Kali ini aku membuat kesan sexy pada bartender ini, kacamataku lepas, suaraku lembut aku minta dikasihani.
"Aku bisa membuatkan apapun yang kau mau Nona, aku bukan orang yang mengerti angka, tapi soal minuman serahkan padaku."
"Apapun yang kau sediakan tampan ... Kejutkan aku" Dia tertawa melihatku mempercayai apa yang dia sediakan. Dia bekerja dengan cepat mencampur minuman Vodka Smirnoff untukku. Mengambil sebuah gelas saji dan menaruh sebuah cherry, es bloknya dan menuangkan sebuah minuman merah muda yang cantik.
"Untukmu yang cantik..." Aku tersenyum lebar, miniman merini cherry vodka sour. Aku menyukai coktail ini.
"Terima kasih... ini cantik sekali." Dia tersenyum karena pujianku. Aku membawanya ke dalam pembicaraan santai. Lalu menjebaknya akan dengan sebuah narasi.
"Aku sebenarnyanya berharap bertemu Tuan Alfonso yang tampan itu, dia termasuk boss pemegang saham juga... Aku harus disini sampai malam." Padahal bukan, mana mungkin Alfonso yang menganggap kami saingan punya andil disini.
"Alfonso Santos maksudmu, ohh kau tak beruntung ...kemarin dia baru kesini. Kadang dia memang berada disini. Dia dan boss berteman nampaknya." Ahaaa bingo, aku hanya perlu mengikuti rekaman CCTV kemarin untuk membuktikan pengkhianatan ini.