The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 15. The Girl Who Own the Key 2



Sekarang aku duduk disamping mejanya. Melihatnya dengan mata terpicing.


"Darcy sayang..., kau mungkin belum tahu di Garcia Int, kami punya cara berbeda menangani penggelapan. Kau tidak hanya dipecat karena kegagalan administrasi atau bisa dipenjara... tapi kami punya cara untuk membuatmu membayar tiap sen-nya. Dengan wanita cantik sepertimu itu lebih mudah ..." Dia seharusnya tahu apa maksudku, aku hanya mengada-ngada sesuai imajinasiku tentu saja, aku tak pernah tahu bagaimana Tuan Alan menanganinya, mungkin memang begitu mengingat latar belakang orang-orang di Garcia Int. Aku hanya mengancam saja, dengan ancaman paling efektif yang bisa kupikirkan.


"Tapi aku..."


"Kau dengarkan aku bit*ch! Jangan memotongku!" Bentakanku dan tanganku yang menghantam meja membuat dia mengkerut sekarang, wajahku adalah mimpi buruk didepannya.


"Kau tak usah berkilah lagi! Katakan mana catatan jumlah setoran ke rekening Enrique atau aku akan melipat gandakan jumlah yang kau gelapkan dan membiarkanmu bekerja di klub stripper sampai kulitmu keriput! Membuatmu dijual sampai kau tak punya harga diri tersisa. Aku punya cara melakukannya jika kau membuatku berlama-lama disini. Dan aku tidak pernah main-main dengan ancamanku!"


Matanya terbelalak melihatku.


"Berikan padaku! Waktumu hanya sampai aku keluar dari ruangan ini... Sebagai imbalannya aku hanya akan memecatmu dan menimpakan kesalahan kepada bossmu. Kau sudah mendapat banyak kan, kau cantik, kau bisa mencari sugar daddy yang lain. Jangan jadi wanita bodoh dengan melindungi orang bodoh seperti bossmu itu!"


Aku duduk diam sambil melipat tangan, memberinya waktu untuknya berpikir.


"Aku hanya akan dipecat, boleh pergi dan tidak akan disuruh mengembalikan apapun?" Dia mencoba mengiba padaku, suaranya sekarang menjadi pelan.


Aku sudah menang sekarang, wanita ini sudah menyerah.


"Tidak, aku yang bertanggung jawab menciduk penjahatnya, kau kulepaskan karena mempermudah pekerjaanku. Aku kepala auditornya, kau hanya orang yang menjalankan perintah..."  Tinggal meyakinkannya dan semua buktinya akan berpindah tangan.


"Kau bersumpah."


"Aku bersumpah..." Ternyata ini mudah sekali.


Dia mengambil sebuah map khusus yang berisi sebuah bukti penyetoran cash. Aku melihat datanya ini penyetoran mingguan dalam kurun waktu sekitar dua tahun. Jumlahnya impressive...


"Dasar amatir bodoh..." Aku tertawa kecil dengan hasil yang kudapat itu.  Penggelapan ini terlalu sederhana kuncinya bahkan hanya di satu orang.


"Kau berjanji Nona? Aku tidak akan terseret..."



"Aku orang yang menempati janjiku. Bilang saja aku hanya melihat data yang sudah kau siapkan, kau akan aman sementara waktu, ambillah cuti sakit dalam beberapa hari, bahkan dia tidak akan tahu apa yang sudah kudapat dan dari siapa. Well dia akan tahu tentu saja, tapi bahkan dia tak bisa mempertahankan nyawanya lagi dengan penggelapan dan pengkhianatan seperti ini. Kuberitahu kau bossmu itu terlalu bodoh! Dan mencari kematiannya sendiri...."


Aku meninggalkannya yang berdiri tertegun. Tinggal menyerahkannya kepada staffku dan membuat jumlah total penggelapan keuangan ini.


"Semuanya ayo kita kembali ke kantor pusat." Timku melihat padaku. Ini masih belum sore dan aku sudah menyuruh mereka pulang. Mereka tahu aku berhasil mendapatkan sesuatu.


"Sudah Natalie..." Sherly memepetku dan berbisik sementara yang lainnya bersiap-siap kembali.


"Ini kasus yang mudah... Jumlahkan semua bukti setoran itu." Aku memberinya map yang kudapatkan.


"Woow...kau disana tak lebih dari sepuluh menit."


"Sudah kubilang ini kasus yang mudah."


Selanjutnya tinggal melapor ke Tuan Alan dan menyeret Enrique itu ke tangan tukang jagal. Aku ingin melihat muka pucatnya. Walaupun terserah bagaimana mereka mengurusnya setelah itu.


Aku hanya ingin pamer didepan Louis yang tampan itu. Tolong masukkan aku ke lingkaran dalam kalian.