The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
YOUR SUGAR BABY WANNA BE Part 49. Silent Operation



"Diam disini?! Kau akan hidup kujamin, jika kau tertangkap olehku berani mencoba keluar kau akan tahu akibatnya. Kau mau aku menjadi Tuan Adrianno Gianni yang ke dua? Disini ada tiga orang yang akan melayanimu cantik..." Seorang laki-laki yang nampaknya merupakan pimpinan grup penculik itu menepuk mukanya.


Valentina ketakutan mendengar ancaman itu. Tiga laki-laki yang menyamar menjadi maintenance apartment itu tiba-tiba menyergapnya, saat itu dia sedang ingin mengirim pesan ke kakaknya saat di pintu terdengar ketukan. Dan lima menit selanjutnya ponselnya sudah jadi serpihan di lantai apartmentnya. Trauma di Monaco masih terbayang di pikirannya dan dia tidak berani membayangkan akan mengalami kejadian yang sama lagi.


Tiga laki-laki itu mengancamnya dengan mudah, dia bahkan tak bisa berteriak ketika mereka memasukkannya ke sebuah box kecil, memasukkannya dalam van tertutup dan berakhir di plester mulutnya dan terikat di sebuah minivan gelap selama enam jam kemudian dan sampai di sebuah kabin terpencil ini.


"Kuberitahu kau manis, rumah ini terpencil dari manapun. Jika kau berani lari kau akan tersesat di hutan sendiri. Jika kami tidak menemukanmu kau akan bernasib lebih tragis mati kelaparan di hutan. Mengerti?!"


"Iya aku tak akan kabur." Valentina mengangguk cepat. Dia akan bersikap baik, jika dia mati pasti kakak dan ayahnya akan menyalahkan diri mereka. Kakaknya baru saja tertembak dan kini dia diculik, dia malah memikirkan kakaknya yang belum pulih akan bertambah beban pikirannya dan menganggu penyembuhannya.


"Bagus, kamarmu itu sudah ada kamar mandi, kau hanya harus diam disana dan tidak menimbulkan keributan." Kamarnya itu cukup layak, walaupun rumah itu tidak begitu besar, tapi nampaknya mereka memberikan kamar yang ada kamar mandi untuk gadis itu. Bagaimanapun mereka disuruh memastikan gadis itu tetap hidup dan tersandera.


Valentina tidak akan mencoba kabur. Dia percaya kakak iparnya itu pasti punya cara untuk menemukannya. Sebelumnya juga dia bisa kabur dari Gianni berkat bantuan teman kakak iparnya. Mereka pasti punya cara untuk menemukannya disini. Dia hanya harus bersabar dan bertahan hidup untuk bisa bertemu keluarganya kembali.


Sebenarnya dia berada masih tidak terlalu jauh dari New York, setelah diculik dari apartmentnya sekarang dia berada di sebuah kabin kayu terpencil di Green Mountain Vermont enam jam perjalanan darat dari NYC.


"Kita seharusnya aman disini. Paling kita hanya perlu keluar dua minggu sekali untuk membeli persediaan makanan. Kau menemukan tempat persembunyian yang sangat ideal. Gadis itu ketakutan dia tidak akan berani kabur. Kita bahkan nampaknya bisa memancing di sungai sebelah sana. Banyak binatang buruan liar disana, jadi mungkin kita bisa menghemat bahan makanan."


"Kau benar, ini pekerjaan mudah dengan gaji besar."


Dan sebuah tim di FBI sekarang menjadi sangat bersemangat mendapat proyek dengan insentif mengiurkan ini.


Dalam 24 jam setelah mereka menerima berkas kasus dengan cepat mereka berhasil menentukan bagaimana para penculik itu menculik Valentina. Pergerakan penculik itu terekam di kamera pengawas. Mereka berhasil mengindentifikasi mobil yang mereka pakai untuk memindahkan Valentina. Salah satu penculiknya berhasil di indentifikasi indentitas lengkapnya. Dalam 36 jam berikutnya mereka berhasil menyusuri bahwa mobil ini mengarah ke Vermont, tapi kemudiam kehilangan jejak begitu memasuki daerah dengan penghuni jarang.


"Mereka pasti berada di wilayah terpencil. Banyak kabin-kabin terpencil di daerah ini. Tapi sepertinya mereka tidak berganti mobil. Mereka harusnya membeli persediaan untuk bertahan di kabin, cepat atau lambat kita akan menemukan mereka di daerah ini. Kita harus bergabung ke sheriff Vermont sekarang, mereka yang lebih tahu daerah mereka..." Kepala tim segera menentukan bagaimana mereka akan bertindak.


Mereka tiba di Vermont di hari ke empat setelah penculikan dan bekerja sama dengan sheriff lokal langsung menyebarkan sketsa tiga orang pelaku selama sisa hari berikutnya, ke toko-toko tempat di mana kemungkinan para camper akan membeli kebutuhan makanan dan bertahan hidup di area yang juga adalah lokasi wisata itu. Bertanya dan mengingatkan mereka agar menelepon polisi jika mereka menemukan mobil atau orang yang sama.


Satu orang dengan foto jelas karena telah terindentifikasi bersama dengan mobil pelaku. Walaupun akhirnya mereka tahu plat mobilnya adalah palsu, tapi jenis mobilnya diketahui. Harusnya cepat atau lambat mereka akan keluar.


"Sheriff sudah pergi ke toko paling terpencil menyebarkan sketsa kita. Mereka mematikan ponsel sama sekali. Cukup hati-hati, mungkin mereka sudah terlatih. Satu orang yang kita indentifikasi punya riwayat pelatihan polisi di Italia."


"Mereka akan membeli persediaan cepat atau lambat, ditambah lagi sekarang bukan musim liburan, sedikit orang yang berlibur, mereka bertiga akan cepat menghabiskan bekal, kita harusnya akan mendapatkan sesuatu segera, tidak akan lama...."


Sementara FBI memberi tahu perkembangan terakhir penyelidikan kepada keluarga korban yang memberi mereka insentif, insentif baru diberikan 30% jika mereka berhasil 70%nya akan meluncur segera. Plus mereka menambahkan hadiah USD 5.000 kepada pelapor bisa memberikan informasi berharga.


"Tenang Nona, jika keadaannya seperti itu disana, kami bisa pastikan adik Anda pasti masih hidup. Anda harus bertahan tidak melakukan gerakan apapun yang memungkinkan mereka mengancam Anda. Sementara sidang masih belum berjalan. Kita disini menelepon mengingatkan semua orang yang menerima selebaran agar berhati-hati melihat tamu-tamu mereka. Pasti mereka akan perlu membeli persediaan makanan."


"Saya menunggu kabar baik Sir. Tolong temukan adik saya."


"Pasti Mam, kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Anda. Jangan kuatir."


Eliza sedikit menghela napas lega mendengar penjelasan penyelidik mereka. Dia harus bertahan menunggu kabar baik. Sementara pihak Gianni juga belum melakukan gerakan apapun.


"Kau harus bersabar mereka akan menemukannya. Tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi. Jika kau yang jatuh sakit tidak akan baik." Sekarang Bova yang menenangkan kekhawatiran kekasihnya.


"Terima kasih, aku tak tahu bagaimana aku melewati ini tanpamu. Entah bagaimana aku bisa membalas ini..." Eliza memeluk Bova.


"Kita keluarga, kita tidak saling meninggalkan. Berjanjilah padaku kau akan makan dengan baik, Marriane melapor kau hanya makan sedikit, jika kau tidak sembuh segera bagaimana kau akan bertemu Valentina, ayo ke NY menjenguknya ke sana..." Bova mencoba membuat kekasihnya itu tak terlalu terpengaruh keadaan.


"Bagus, dia akan baik-baik saja. Tanamkan itu dikepalamu. Kita sudah melakukan yang terbaik disini."


"Setelah ini ayo buat kesepakatan dengan Gianni, asal tak ada yang terluka lagi dan kita bisa melanjutkan hidup kita masing-masing."


"Setelah ini selesai, Gianni akan membayar kesepakatannya dengan mahal. Dia sudah terlalu jauh mencoba sekarang. Kita akan selesaikan ini." Fabricio Bova tetap optimis mereka bisa menang, masih cukup waktu untuk menyelesaikan ini.


Sementara kemudian Vittorio Bova dan Allesio Gianni bertemu muka di sebuah acara. Kali ini Gianni yang berani menyapanya duluan.


"Bagaimana kabar Anda Tuan Bova?"


"Ohhh Tuan Gianni, baik tentu saja. Anda juga terlihat baik nampaknya." Vittorio Bova tidak mau menampakkan tanda tertekan kepada lawannya itu.


"Saya baik tentu saja, jauh lebih baik beberapa hari ini." Gianni tersenyum kecil. Dia sangat percaya diri dia akan bisa membuat anaknya mendapatkan hukuman minimum.


"Apa yang menyebabkan Anda jauh lebih baik?" Vittorio Bova mengajaknya berbasa-basi.


"Entahlah mungkin sebuah harapan ada hal yang akan berlalu lebih baik, pengacara saya mengatakan beberapa kabar baik. Tentu itu mengembirakan bagi saya... Dua minggu lagi jadwal sidang pertama sudah ditetapkan, rasanya ingin segera mengakhiri kasus ini." Gianni mengatakan sesuatu yang tersirat tentu saja. kedua belah pihak sama-sama merasa memegang kartu as.


Gianni merasa bisa menahan adik Eliza sampai persidangan dan optimis dia akan bisa memaksakan hukuman minimum, sementara pihak Bova merasa bisa mendapatkan kembali Valentina sebelum persidangan. Tergantung siapa yang menang, waktu akan segera membuka pihak mana yang akhirnya menang.


"Bagus jika begitu, merasa optimis memang perlu." Vittorio Bova membalasnya sambil tersenyum.


"Maaf tidak bisa memenuhi harapan Anda kemarin soal proyek di Palermo." Gianni berusaha memanasinya. Mana mungkin dia menyerahkan pertaruhan proyek sebesar itu ke lawannya.


"Tak apa saja juga lebih senang bersaing secara sehat, toh pemenang tendernya belum ditentukan. Hanya saja saya kadang suka jalan pintas jika bisa." Vityorio Bova tertawa kecil.


"Anda benar saya juga suka jalan pintas." Yang Gianni maksud sekarang adalah keberhasilannya menculik Valentina di NY adalah dia memenangkan jalan pintasnya.


"Hmm tidak diragukan, kadang ada jalan pintas yang beresiko, semoga Anda tidak tersesat di kubangan dalam di jalan pintas itu." Tapi jika Bova bisa menemukan Eliza sebelum sidang, maka Gianni dipastikan akan membayar sangat mahal.


Bisa jadi Allesio Giamni juga akan terseret ke sel jika mereka bisa mendapatkan pengakuan memberatkan dari penculiknya.


"Ohh saya sudah memperhitungkan baik-baik jalan pintas saya terima kasih atas saran Anda. Saya juga harus mengatakan Anda lebih baik hati-hati dengan jalan Anda."


Siapa yang bisa mengharapkan pekerjaan polisi, sama saja. Dia tahu keluarga Bova meminta bantuan untuk mencari Valentina, tapi orang yang dibayarnya tahu cara menghilangkan diri. Setidaknya lima hari dari sekarang polisi belum bisa menemukan apapun. Laporan orang di kementrian yang ikut mengawasi kasus ini mengatakan hal seperti itu.


Tapi yang dia tidak tahu adalah Fabricio Bova bahkan bisa mencapai orang dalam FBI langsung melalui Nathan bahkan kurang dari 24 jam setelah penculikan. Dia tidak berurusan dengan polisi negara bagian yang yuridiksinya terbatas. Bahkan mereka sudah menentukan lokasi dimana kira-kira Valentina ditahan dalam 36 jam setelah penculikan.


"Saran Anda akan saya terima, terima kasih." Vittorio Bova membiarkan dia merasa menang kali ini. Kali lain akan terlihat siapa pemenang sebenarnya dari pertaruhan kali ini.


"Kalau begitu saya akan menyapa tamu lain Tuan Bova. Mungkin kita akan bicara lagi dalam waktu dekat." Dia berjalan meninggalkan Vittorio Bova.


"Sihlakan. Tentu, kita akan bicara lagi." Lain kali mereka bicara, kau akan memohon untuk diselamatkan. Karena hanya aku yang punya kekuasaan untuk itu. Vittorio Bova akan membuat mereka membayar berkali lipat dari sebuah proyek di Palermo.


Dan itu pasti akan terjadi cepat atau lambat.