The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
YOUR SUGAR BABY WANNA BE Part 35. Counterattack 1



Efek berita mobilku disabotase itu adalah penyerangan citra Gianni, walaupun Tuan Armando tidak mengatakan menuduh Giani, tapi dia membuat statement cukup menyudutkan.


“Bagi siapapun yang punya masalah dengan klien saya,  kurasa usah pakai cara pengecut seperti itu. Datang  dan hadapi kami, jangan jadi pengecut dengan  menyuruh orang lain melakukan pekerjaan kotor Anda. Saya dan polisi akan menemukan siapa Anda dan akan menyeret Anda ke penjara.” Tidak, Tuan Armando tidak menuduh, tapi yang punya masalah denganku selama ini adalah keluarga Gianni tentu saja, jadi berita tentang mereka semangkin buruk dan citra mereka telah jatuh sampai ke dasar. Pemberitaan masif ini akan membuat patriach Gianni sekarang yang sudah berumur 55 tahun mungkin tak bisa menaiki posisi apapun di pemerintahan seperti yang mereka dambakan.


Dan karena kecelakaan ini ada lagi bahan berita baru untuk para wartawan. Aku jadi harus muncul di beberapa wawancara lagi. Sebenarnya yang berperan kali ini bukan hanya  aku tapi kantor berita yang menjadi oposisi grup Gianni. Sebenarnya aku hanyalah bahan yang menggiring opini adalah mereka.


Sebuah telepon masuk ke ponselku tiga hari setelah kecelakaan itu. Ini pengacara Adriano Gianni.


“Tuan pengacara, kenapa Anda menelepon saya, saya tidak punya urusan ke Anda. Sihlakan hubungi Tuan Armando.”


“Saya sudah menghubungi pengacara Anda. Tapi saya juga ingin memperingatkan Anda, jangan memancing di air keruh. Kami tidak pernah mengirim orang untuk mensabotase mobil Anda. Tapi Anda semua membuat semua dari kami menjadi tertuduh.” Dia mengancamku karena keluarnya berita itu, tapi dia salah jelas-jelas  aku dan Tuan Armando tak pernah mengeluarkan statement  apapun yang menyebut mereka adalah pelakunya, jadi aku tidak pernah takut menjawabnya.


“Anda bisa melihat rekaman manapun atau media manapun, kami jelas-jelas tak pernah menyebut Anda sebagai pelakunya. Kurasa Anda yang terlalu sensitif. Siapa pelakunya masih diselidiki polisi. Yang menggiring opini adalah media oposisi Anda, apa saya punya kekuatan mengontrol media oposisi? Anda terlalu melebih-lebihkan saya.” Aku membalik perkataannya dengan mudah.


“Anda memang pandai bersilat lidah sekarang. Mungkin diajari  oleh Fabricio  Bova.”


“Kenapa Fabricio Bova ingin mengajari saya?”


“Anda pikir saya  tak  tahu  Anda punya hubungan dengan keluarga Bova.”


“Dengan siapa saya berhubungan bukan urusan Anda.” Berarti apa yang dikatakan Bova  benar. Gianni mengirimkan orang untuk memata-matai kami. Dia ingin mengetahui siapa yang bertindak sebagai pendukung utama kami.


“Saya dari dulu berpikir bagaimana caranya Anda yang bukan siapa-siapa bisa menyewa pengacara sekelas Tuan Armando, tapi sekarang saya tahu bagaimana Anda melakukannya. Ternyata Anda ikut mengadaikan diri Anda menjadi simpanan Fabricio Bova. Anda pintar, tapi sekaligus juga bodoh dengan tidak menerima tawaran perdamaiana kami.” Ternyata Bova memang dikenal dengan anti komitmennya, semua yang berhubungan dengannya akan di cap  sebagai wanita simpanan alias sugar babynya.


“Kau pikir kau berharga Nona Canalis, Bova juga menggunakanmu sebagai  pion  saja, jika masanya usai, tujuannya tercapai, Anda akan berdiri sendiri lagi, dan Gianni akan membuat hidup Anda seperti di neraka. Anda sangat tidak bijaksana dalam menghadapi ini, saya menawarkan perdamaian dengan ganti rugi memuaskan tapi Anda berkeras membawa masalah ini sampai ke pengadilan. Belum terlambat membuat kesepakatan Nona Canalis. Karena orang seperti Bova  hanya akan memanfaatkan Anda.”


“Terserah Tuan Pengacara apa yang ingin kau katakan, tapi apa yang terjadi dengan adikku tak bisa dibayar dengan uang. Seenaknya kau menganti penghinaan yang diterima oleh adikku dengan uang. Kami memang cuma kelas menengah, tapi bukan berarti tak bisa melawan.”


“Jika begitu saya akan melihat di masa depan siapa yang akan menangis dan memohon-mohon. Saya akan memberi Anda waktu lebih baik Anda pertimbangkan keputusan Anda.”


“Saya tidak punya keraguan apapun dengan keputusan saya.” Orang seperti ini mungkin akan mencoba menggoyahkan hubunganku dengan Bova. Setelah ini  aku harus bersiap-siap dengan serangan  baru. Entah apa yang akan dilakukannya kepada Bova.


“Aku ditelepon pengacara Gianni tadi...” Aku menceritakan semua perkataannya pada Bova, dia juga perlu tahu bahwa Gianni akan menyerangnya cepat atau lambat. “Dia  mungkin akan menyerangmu.”


“Aku orang di belakang  layar, menyerangku tidak akan menghasilkan apa-apa. Kita lihat  saja apa yang mereka ingin lakukan.” Bova nampaknya tidak takut apa yang akan dimulai oleh Gianni.


"Aku khawatir apa yang akan mereka akan lakukan."


"Kita akan hadapi, aku akan membuat persiapan. Jangan kuatir... Tak ada gunanya kau khawatir, lebih baik kau fokus ke pekerjaanmu. Oke. Tetap berhati-hati."


"Baiklah,..."


\=\=\=\=\=\=\=\=