
“Bisnis apa yang sampai perlu membunuh orang lain seperti itu? Aku ingin tahu? Aku sudah terlibat bukan, mereka sudah melihatku. Jangan-jangan aku akan disangka sebagai pacarmu sekarang.” Aku akan menekannya untuk melihat sebenarnya siapa dia.
“Aku tak tahu, tenanglah dulu, mungkin setelah John bisa menangkap orang di stadion kita akan tahu siapa yang mengirimnya. Kita ke rumah interogasi di Rosswell Avenue.” Dia memeriksa kembali ponselnya dengan tenang seolah tadi hanya peristiwa biasa. Dia bahkan punya sesuatu yang disebut rumah interogasi?! “Howard, ke kita ke Roswell Ave, Long Beach.”
“Kau punya rumah interogasi? Apa kau sering melakukan interogasi seseorang?” Aku sangat penasaran sekarang.
“Bukan, itu hanya rumah yang tak terpakai.” Dia menjawabku dengan tenang. Hanya rumah tak dipakai...
Aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Ketika aku mendapat pesan apa aku perlu bantuan. Kujawab tidak, akan kulihat apa yang terjadi sekarang, mau tak mau dia harus mengatakannya padaku.
“Howard akan mengawalmu kembali ke Camel Shoe.”
“Tidak, aku ingin tahu ada apa dibelakang ini semua.” Dia melihatku dengan serius.
“Jika kau tahu kau tak akan bisa keluar lagi dari lingkaranku Natalie. Kau akan disini terlibat dengan semua ini selamanya. Aku tak akan membiarkan kau keluar dari lingkaranku. Kau berani menanggung semua itu.” Dia bicara dengan pelan, dan mengatakannya padaku dengan kata-kata peringatan.
“Aku tak takut.” Aku mengatakannya setelah berpikir. Sebenarnya aku tak takut karena aku bisa keluar kapan saja, aku mata-mata, itu memang pekerjaanku, menyusup dan meninggalkannya.
“Kau yakin? Kau tak bisa bekerja ditempat lain selamanya, kau akan bolak-balik bekerja di sekitarku seperti Alan dan Sean.”
“Aku yakin.”
“Berikan aku alasan kenapa kau tak takut?” Dia menginginkan alasan logis kenapa aku berani masuk ke lingkarannya.
“Karena aku menganggap kalian memperlakukanku sebagai keluarga. Aku ingin punya keluarga dan teman-teman dekat yang perduli padaku.” Semoga alasan klise itu bisa dianggap cukup karena itu yang ada dalam kepalaku tidak ada yang lain lagi. Nathan memandangku, tampaknya dia percaya.
“Kuberi kau waktu untuk berpikir sampai kita sampai, jangan macam-macam dengan keputusanmu, dunia ini kadang penuh resiko.”
“Aku sudah bulat, aku akan menanggung resikonya untuk apa yang kusebut keluarga.” Ayolah terima aku. Dia tidak menjawab, apa dia menerimaku aku tak tahu.
Kami tiba di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, tapi rumah itu penuh dengan taman pembatas yang tinggi, seakan memang pemiliknya ingin privasi lebih, dan ditambah rumah itu jendelanya hanya beberapa dibagian depan, itupun tampaknya kokoh dengan pengaman teralis. Rumah ini memang nampaknya dimaksudkan untuk interogasi, saat masuk kedalam ada John membuka pintu untuk kami.
“Setelah melewati pintu ini kau tak bisa keluar lagi.” Dia memperingatkan aku sekali lagi.
“Aku tidak punya masalah dengan itu.” Yang kulakukan meyakinkan Nathan plus meyakinkan diriku sendiri sebenarnya.
“Kau dan Ken mendapatkannya?” Nathan yang pertama bertanya pada John.
“Dia tak mau bicara,...” John melihatku. “Nona ini,...” Sekarang dia menunggu persetujuan Nathan untuk meneruskan kata-katanya.
“Anggap dia ring satu.” Sekarang aku bersorak dalam hati, aku benar-benar masuk ke lingkaran dalam orang-orang Nathan. Harus kuakui entah bagaimana aku merasa orang-orang disekitar Nathan bukan pengawal sembarangan, kurasa mereka menerima pelatihan khusus militer. Entah itu benar atau tidak, tapi kurasa aku akan segera mengetahuinya.
“Sepertinya dia Russian, aksennya berbeda,” Sekarang John berbicara dengan cepat. Russian?! Apa masalah Nathan dengan orang Rusia, tapi malam sebelumnya aku memang melihatnya dengan orang-orang yang nampaknya Rusia.
“Kemungkinan besar iya.” John menjawabnya.
“Bagaimana kau menangkapnya? Kau berkelahi dengannya?” Nathan bertanya.
“Jarum suntik, kami tak mau mengambil resiko. Bisa saja dia membuat keributan.” Astaga mereka mengunakan obat bius.
Agen?!Apa maksudnya? Agen rahasia pemerintah Rusia KGB? Dia bercanda, kami menghadapi agen KGB?
“Kau sudah bersihkan dia?”
“Sudah.” Kurasa maksudnya membersihkan alat telekomunikasinya. Dia terlihat sudah terbiasa menghadapi ini. Pengawal-pengawalnya pun dengan tenang mengikutinya tanpa pertanyaan. Aku merinding, rasanya seperti berada dalam pasukan khusus.
“Kau tunggu disini.” Nathan bergerak masuk keruangan dalam, didalamnya ada ada ruangan berpintu intai, seperti standard ruang interogasi meja besi dengan pengait borgol yang dipakukan ke lantai dengan hanya dua atau tiga kursi untuk interogator.
Sebuah pesan masuk dalam ponselku. Ada info tentang orang-orang kemarin yang kukirim fotonya pada timku. Dia adalah Oleg Novitskiy, dia adalah petinggi Bratva (yang berarti pera saudara dalam bahasa Rusia) Bahasa lain untuk gangster Mafia Rusia. Astaga, Nathan Garcia ini apakah dia seorang calo untuk para mafia dari seluruh dunia?!
Sebenarnya apa yang Nathan lakukan, sehingga semua temannya adalah petinggi mafia dari tujuh benua.
Nathan masuk ke dalam ruangan bersama dengan John, duduk didepan orang itu, mulai berbicara. Aku tak bisa mendengar apa yang dia katakan sama sekali.
Bersambung besok..................