
Kerjasama ini memiliki jangka waktu satu tahun. Mulai dari perjanjian ini ditandatangani. Melihat Hisao hanya diam yang bicara adalah Kakeknya. Aku ingin bertanya pada Tuan Yamada tentang apa tujuannya memilihku.
"Sebelum saya menandatangi kerja sama ini, saya akan bertanya Tuan Yamada sebelumnya, dari tugas pendamping ini apa sebenarnya yang Tuan Yamada inginkan. Tujuan apa yang Tuan Yamada ingin capai."
"Setsuko-san adalah wanita dengan pemikiran tajam. Saya memang tak salah memilih. Hisao adalah cucu pertama saya, punya pikiran tajam terhadap perkembangan bisnis keluarga, saya menaruh harapan besar untuknya. Tapi dia lemah terhadap rayuan wanita, dia sangat loyal tanpa memikirkan batas. Saya ingin ada orang yang menjaga batasnya. Dan saya tidak ingin dia membawa wanita seperti Aoki itu disampingnya dalam acara bisnis, itu sangat memalukan dan dia membuat berita memalukan saya didepan teman-teman saya di seluruh Kyoto soal champagne tower itu dan betapa terkenalnya di di Roppongi." Dia berhenti sebentar.
"Saya ingin memulihkan image Hisao dan terlepas dari itu saya ingin dia tahu dan melihat bagaimana jika wanita terhormat dan dihormati yang berdiri disampingnya. Semua orang memandang Setsuko-san sebagai kebanggaan, punya hubungan yang baik dan mengenal banyak pebisbis hebat di Jepang dan Setsuko-san bisa menimbulkan citra positive jika berdiri disampingnya. Apa yang saya lakukan adalah untuk membantu dia. Itulah kenapa saya perlu meminta Setsuko-san secara pribadi, Hisao kau mengerti maksud kakek... Katakan sesuatu kepada Setsuko-san atau dia tidak akan bersedia menolongmu." Sekarang Tuan Yamada memberikan perintah ke Hisao.
"Setsuko-san saya sangat beruntung jika bisa mendapatkan rekan kerja seperti Setsuko-san, saya secara pribadi meminta kesediaan Setsuko-san." Dia membungkuk resmi padaku.
Sekarang aku mendapatkan yang aku mau. Rasa hormatnya terhadap perjanjian kerja ini.
"Saya merasa terhormat bisa membantu Tuan Hisao." Dan memastikan bahwa tugasku akan berjalan seperti perjanjian. Mendampingi, aku tak akan memberi dia harapan aku akan bertindak seperti wanita-wanita Ropponginya yang lain.
Tambahannya aku mendapat lima juta yen tambahan untuk membeli attire fashion yang sesuai untuk tugasku dan bonus kerja yang dibayarkan dimuka, Tuan Yamada benar-benar murah hati padaku. Aku harus segera berbelanja dan mengurus semua perlengkapan jika tugas datang. Tapi untungnya scheduleku yang sudah fix sebulan ini tidak bisa dibatalkan lagi. Hanya bisa diselipkan.
Jika begini aku mungkin akan sering ke Tokyo.
"Kalau begitu semua ini sudah selesai, Setsuko-san apa ada yang ingin kau tanyakan?" Pengacara Hiroka yang menutup pertemuan kami.
"Apa Tuan Hisao punya permintaan khusus pada saya? Saya akan mendengarkan disini." Aku menatap ke Hisao.
"Saya ingin memastikan bahwa Setsuko-san selama tugas mendampingi saya, tidak mencoba secara langsung ataupun tidak langsung menggoda pria lain." Aku langsung menaikkan alis mendengar perkataannya. Dia tersinggung terakhir aku menolak ajakan kencannya dan mengusirnya secara halus?!
"Saat saya bertugas mendampingi Anda. Saya sangat mengerti itu, dalam jamuan, acara resminya, tapi Anda harus mengerti saya juga bukan wanita pendamping Anda di sepanjang waktu." Aku menekankan syaratku sendiri.
Tuan Yamada tertawa mendengar percakapan kami.